
"Kata kamu dia disini kenapa sekarang kamu bilang dia udah balik hah? kamu sedang mengerjai aku sekarang? mau mati yah?" omel Cika yang sangat kesal bukan kepalang kepada anak buahnya,, untuk memberikan informasi pun dia tidak becus sama sekali membuat Cika murka.
"Maaf bos,, memang Kenan Mahardika berada disini tapi aku juga tidak tau mengapa tiba-tiba balik,, ini memang benar Hotel yang dia tempati sebelumnya,, em maaf yah bos maaf sekali lagi,, mungkin Kenan Mahardika mengetahui kedatangan bos makanya dia memutuskan langsung pulang,," ucap anak buah Cika lagi yang sebenarnya sudah sangat kesal pada bos nya itu,, lagian dia juga tidak takut pada wanita manja dan tidak jelas seperti Cika yang kerjanya hanya marah-marah saja dan ingin merebut suami orang,, yang parahnya lagi pria itu tidak menggubris Cika sama sekali,, jika dirinya yang menjadi Cika sudah lama akan mengikhlaskan pria yang tidak meliriknya sedikit pun,, karena pria semakin dikejar akan semakin tidak perduli apalagi jika pria itu tipe orang yang setia.
"Apa yang kamu katakan? dia pulang karena aku? sudah berani banget yah kamu sekarang," ucap Cika sambil melihat pria itu dengan tatapan mata kesalnya.
"Bos aku tadi sudah meminta maaf terlebih dahulu sebelum mengatakannya,, jadi gimana bos? mau pulang atau mau nginap dulu?" tanya pria itu lagi.
Cika dan dirinya memang tidak jauh beda umurnya dan mereka sudah lama kenal,, dia juga punya usaha sendiri hanya saja ini juga sebagian dari hobby nya menjadi seorang detektif makanya dia mau-mau saja Cika menyuruhnya tapi dia juga akan kesal jika Cika marah-marah terus padanya. Dirinya juga memanggil Cika bos karena kemauan dirinya sendiri dan juga tidak perduli jika Cika selalu mengancam dirinya akan kehilangan nyawa.
"Pulang lah,, ngapain disini kalau tidak ada Kenan,, aku kesini hanya untuk bertemu dengan Kenan," ucap Cika lalu kembali berjalan menuju mobil.
__ADS_1
Dasar gila batin pria itu lagi.
#################
Setelah berjam-jam di pesawat akhirnya Kenan dan Friska sampai juga...
Begitu sampai Kenan telah dijemput oleh beberapa bodyguard kepercayaannya,, Kenan memang tidak akan mau kecolongan lagi,, begitu kecelakaan sebelumnya menyebabkan dirinya hampir saja kehilangan istrinya.
Itu tidak akan terjadi lagi!!!
Kenan dengan segera membawa istrinya untuk masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Sementara Friska hanya diam saja,, dia benar-benar bingung harus bagaimana,, satu yang Friska sadari Kenan memang pria sangat berpengaruh dan juga kaya. Ditambah bodyguard Kenan tidak ada senyumnya sama sekali padahal Friska tadi sudah tersenyum pada mereka membuat Friska takut.
"Hei kok diam saja,, ada apa sayang?" tanya Kenan karena melihat istrinya sejak tadi diam saja,, Friska hanya sempat tersenyum pada bodyguard Kenan namun bodyguard Kenan mana mungkin berani membalas,, mereka sangat tau betapa cemburuan nya Kenan,, membalas senyum istrinya sama saja mencari masalah untuk diri mereka.
"Itu orang-orang tadi benar-benar sangat menakutkan tidak tersenyum sama sekali,, meksipun aku tersenyum pada mereka,,," ucap Friska sambil menunduk.
Sopir mereka benar-benar menahan tawanya begitu mendengar ucapan Friska,, merasa heran dengan istri Tuan nya itu,, seperti tidak tau jika suaminya sangat pencemburu.
"Oh itu mereka sedang sariawan serentak istriku sayang,," ucap Kenan lalu mencium bibir Friska dengan tangan satu yang melingkar ke pinggang Friska dan satunya lagi asik memegang dan meremas lembut gunung kenyal yang semakin besar menantang itu.
Friska benar-benar malu bukan kepalang dengan kelakuan Kenan karena saat ini mereka sedang tidak berdua saja di dalam mobil,, ada orang lain di dalam mobil.
__ADS_1
Sedangkan sopir Kenan benar-benar sebisa mungkin menahan tawanya begitu mendengar jawaban absurd Tuan nya itu sambil fokus menyetir,, tentu dia tidak akan berani curi pandang ke belakang,, apalagi mendengar suara Friska yang sedikit mendesah,, dia sudah sangat tau kelakuan Tuan nya ketika sedang berdua istrinya,, Kenan juga sudah memperingatkan sejak dulu apabila ada istrinya yang ikut dia,, jangan menoleh ke belakang atau mencuri pandang karena dirinya kemungkinan sedang mengerjakan tugas negara di belakang.
#######,,,,,,,,,,########