Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Friska totalitas banget...


__ADS_3

Kenan benar-benar menahan tawanya begitu melihat kejadian itu,, apalagi Juan benar-benar sangat berusaha menahan tawanya. Sedangkan Friska berpura-pura panik.


"Ya ampun kamu kok bisa jatuh kasian banget," ucap Friska.


Juan dengan segera membantu Syeila untuk berdiri. Orang-orang masih senyum-senyum melihat Syeila,, ada juga yang masih tertawa.


Syeila benar-benar sangat malu,, dia melihat kesal pada Friska karena dia tau Friska yang sengaja membuat dia jatuh. Friska ikut melihat Friska dengan tatapan mata mengejek.


Dia memang ingin membuat Syeila marah,, agar Syeila lebih malu lagi.


"Kamu sengaja kan membuat aku jatuh," ucap Syeila kepada Friska yang lagi-lagi membuat dirinya menjadi bahan tontonan.


"Ya ampun kamu jatuh sendiri dan menyalahkan aku,, nggak tau malu sekali kamu,, makanya kalau jalan tuh liat-liat dan nggak usah berlebihan kepedean,, jadi begitu kan dan malah nyalahin orang atas kesalahan kamu sendiri,, aku malu banget dengarnya," ucap Friska dengan santainya.


"Nggak usah alasan deh kamu anak kecil," ucap Syeila dan hampir menampar Friska namun Friska dengan santainya menahan tangan Syeila lalu memegang dengan kuat tangan Syeila membuat Syeila sedikit meringis kesakitan.


Kenan hampir saja ikut campur namun dia baru teringat kalau istrinya tidak akan dengan mudah ditindas apalagi menampar pipinya,, dia pun duduk dengan tenang sambil menikmati apa yang terjadi di hadapannya.


Apa-apaan dia sakit banget dia megang tangan aku,, batin Syeila.


"Tangan kamu di kondisikan yah,, sebelum kamu menyesal,," ucap Friska dingin.


"Duduk deh nggak usah buat malu partner kamu,," ucap Friska lagi sambil melihat Syeila dengan tatapan yang sulit diartikan.


Orang-orang yang melihat Syeila langsung bisik-bisik dengan teman mereka,, memberikan tatapan cemoohan dan juga tidak suka pada dirinya,,, karena memang benar kata Friska kalau dia membuat malu. Syeila langsung melihat ke arah Juan.


"Juan maaf yah sudah membuat kamu malu,," ucap Syeila.


"Iya nggak apa-apa kok Syeila," ucap Juan.

__ADS_1


"Kalian bisa kembali fokus pada acara," ucap Juan lagi kepada para tamu yang masih memperhatikan Syeila,, dan tamu-tamu itu pun menuruti ucapan Juan.


Juan nggak malu dan dia membela aku,,, dia benar-benar mencintai aku,, hanya dia belum mengungkapkan nya saja,,, batin Syeila yang semakin kepedean.


"Makasih yah Juan kamu sudah mengerti dengan aku," ucap Syeila.


"Iya Syeila, apa kamu mau terus-terusan berdiri seperti itu,, duduklah nanti kamu jadi bahan perhatian lagi," ucap Juan.


Syeila pun tampak baru tersadar kalau sejak tadi dia memang tengah berdiri. Dia tidak sadar karena terlalu malu akan kejadian dirinya yang jatuh di hadapan orang banyak dan juga terutama di hadapan Juan.


"Kamu duduk disini dekat dengan anak kecil ini,, aku duduk di samping kamu,, kamu mau kan?" ucap Syeila.


Aku benar-benar malu gara-gara ponakan Kenan ini,, kalau disini tidak ada om kamu,, sudah lama aku memberikan kamu pelajaran anak kecil,, supaya lebih sopan sama orang yang lebih tua,, bisa-bisanya dia sengaja membuat aku jatuh,, batin Syeila sambil melihat Friska dengan tatapan penuh kebencian.


Kenan tidak suka mendengar itu karena dia tidak ingin istrinya dekat-dekat dengan cowok walaupun cowok itu hanya Juan. Ketika ingin protes Friska dengan cepat memberikan isyarat pada Kenan agar tidak protes dan Kenan pun terpaksa kembali diam saja sambil memberikan tatapan tidak suka pada Syeila.


"Aku juga nggak mau duduk di dekat kamu," ucap Friska dengan santainya sambil melihat Syeila dengan tatapan mengejek.


"Tuan Kenan apa saya bisa duduk di samping ponakan anda?" tanya Juan terlebih dahulu pada Kenan karena mengingat Kenan yang selalu cemburu bahkan tidak menutup kemungkinan Kenan juga akan cemburu pada dirinya.


Kenan pun tampak menghela nafasnya.


Sungguh cobaan yang membuat aku kesal,, batin Kenan.


"Duduklah asal jangan mengambil kesempatan dan terlalu dekat pada dia,, karena dia masih anak kecil,, masih polos,, aku nggak mungkin membiarkan ponakan ku suka sama kamu meskipun kamu baik karena dia sudah di jodohkan," ucap Kenan yang membuat Friska melongo tak percaya sedangkan Juan hanya berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Kenan.


Dasar suami cemburuan,, mana berani aku mengambil kesempatan pada istrimu,, bisa-bisa aku nggak ada lagi di dunia ini karena kamu sangat cemburuan,, batin Juan.


"Iya tuan saya tidak mungkin mengambil kesempatan pada Nona Friska yang sudah cantik begini,, dia sudah ada yang punya,, saya juga sudah mencintai wanita lain," ucap Juan sambil melihat pada Syeila yang membuat Syeila benar-benar tersenyum malu-malu.

__ADS_1


Oh Juan berani sekali kamu bilangin istriku cantik,,, ngambil kesempatan kamu yah,, batin Kenan yang tidak bisa apa-apa.


"Duduklah di samping aku Syeila,, nggak usah berdiri terus nanti kamu capek," ucap Juan sambil tersenyum padahal dia benar-benar ingin tertawa.


Syeila pun kembali berjalan dan lagi-lagi terjatuh akibat ulah Friska,, dia lagi-lagi mendapatkan tertawaan dari para tamu dan langsung menjadi pusat perhatian lagi. Untuk kali ini tertawa mereka lebih nyaring dari yang tadi.


Kenan ikut tertawa karena sudah tidak bisa menahan tawanya lagi melihat Syeila yang terjatuh dengan posisi yang benar-benar lucu,, sedangkan Juan wajahnya sampai memerah karena menahan tawa.


Sialan anak kecil ini,, batin Syeila.


"Maksud kamu apa membuat aku terjatuh terus," ucap Syeila sambil melihat Friska.


"Hah,, kamu nyalahin aku disaat kamu jatuh sendiri,, kasian banget sih,," ucap Friska.


"Kamu sepertinya belum terlalu bisa memakai heels seharusnya tadi kamu memakai sepatu saja agar tidak jatuh terus seperti ini,, malu-maluin aja," ucap Friska lagi dengan santainya.


"Iya benar mbak kata Nona cantik ini,, kalau tidak bisa memakai heels pakai sepatu saja biar nggak malu," ucap salah satu tamu sambil melihat Syeila.


"Aku mau pulang saja Juan,," ucap Syeila pada Juan yang sudah benar-benar malu karena dia menjadi pusat perhatian untuk kedua kalinya,, dia memang ingin menjadi pusat perhatian tapi bukan pusat perhatian yang membuat dia malu,, dia ingin perhatian orang-orang melihatnya dengan tatapan kagum.


"Awas kamu yah anak kecil," ucap Syeila sambil melihat kesal pada Friska lalu segera berjalan keluar dari dalam ruangan itu.


"Terima kasih Nona sudah melakukan itu sehingga aku tidak perlu lama-lama membawa dia,, aku susul dia dulu,," ucap Juan.


"Iya om santai aja,, susul dia om sebelum dia curiga," ucap Friska pelan.


Juan pun segera menyusul Syeila setelah pamit pada Kenan juga.


Sedangkan Ela tertawa terbahak-bahak begitu menonton di televisi yang tengah membahas Syeila yang terjatuh di pesta akibat tidak biasa memakai heels.

__ADS_1


"Friska totalitas banget ngerjain tante ku itu,, aku suka banget,, malu banget tuh pasti,," ucap Ela sambil menertawakan tantenya.


__ADS_2