Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Harus ke kantornya,,


__ADS_3

Ela dan Friska pun langsung saling pandang begitu mendengar ucapan Jojo dan Dafa.


"Kenapa loe Jo mau boncengin gue?" tanya Ela.


"Yah nggak kenapa-kenapa,, biar loe nggak usah bawa motor saja,, gue juga ada teman ngobrol," jawab Jojo.


"Oh kirain loe mau modusin gue,, mentang-mentang si Salsa nggak ada," ucap Ela.


"Ishh kepedean loe," ucap Jojo.


"Mau nggak loe?" tanya Jojo.


Nggak apa-apa kali yah,, lagian pacar lagi kerja juga dan nggak mungkin dia akan salah paham pada Jojo,, kan Jojo sahabat aku, batin Ela yang teringat pada Juan.


"Yah mau lah,, gue lagi malas juga nih bawa motor sendiri,, gue mau duduk di belakang aja," ucap Ela.


"Oke deh," ucap Jojo.


"Loe Fris?" tanya Dafa.


Friska pun tampak berpikir keras,, karena dia sebenarnya tidak mau Kenan salah paham jika dia berboncengan dengan Dafa.


"Ya ampun Fris,, lama banget loe mikirnya,, udahlah loe mau aja,," ucap Ela.


"Ayo kita otw sekarang,,, jangan lama-lama," ucap Ela sambil menarik tangan Friska.


Dan akhirnya Friska pun boncengan dengan Dafa.


Haduhh dasar si Ela,, semoga saja tuh suami nggak tau,, kalau dia tau bisa salah paham lagi dia,, batin Friska yang harap-harap cemas.

__ADS_1


Dan benar saja memang lah sangat banyak yang seumuran dengan mereka di tempat itu ketika mereka sampai,, karena tempat itu memang banyak dikunjungi anak-anak muda,, ada yang datang bersama teman dan ada juga yang bersama pacar mereka.


"Haris loe jangan dekat-dekat dengan Elsa deh,, loe nggak lihat apa Elsa takut sama loe," ucap Farel.


"Nggak mungkin lah,, Elsa loe takut sama gue?" tanya Haris.


Elsa pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Nah lihat sendiri kan dia nggak takut sama gue," ucap Haris.


"Elsa loe mau pesan apa?" tanya Haris lagi.


Friska dan Ela hanya berusaha menahan tawanya begitu melihat Haris yang sedang berusaha mendekati Elsa.


"Iya Elsa loe mau pesan apa? biar gue yang bayar," ucap Ardi juga yang tidak mau kalah.


"Kalian nggak niat gitu bayarin gue juga,, Elsa aja yang kalian mau bayarin,, gue sepupunya Elsa loh," ucap Ela.


"Ada Haris yang bayar,, iyakan Haris?" ucap Farel.


"Udah nggak usah berisik biar gue yang bayar," ucap Friska.


"Wahh gini kalau ada bandar pasti kita enak," ucap Ela.


Friska pun hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat sahabat-sahabatnya.


Suami gue yang bandar,, batin Friska sambil tertawa di dalam hatinya.


"Ehh Jo,, loe dari tadi diam aja,, kenapa sih loe?" tanya Ela.

__ADS_1


"Karena nggak ada Salsa,, nanya mulu loe Ela," ucap Haris.


"Dasar Haris si bibir wanita," ucap Ela.


"Si Salsa beneran nggak datang nih?" ucap Jojo.


"Yah nggak tau juga, emang kenapa sih?" tanya Ela.


"Yah nggak kenapa-kenapa,, hanya nggak asik aja kalau ada yang kurang," jawab Jojo.


"Iya juga sih," ucap Ela.


Tiba-tiba ponsel Elsa berdering,, dengan segera Elsa melihat nama kontak yang menelepon dirinya,, dan dia segera menjauh untuk mengangkat panggilan telfon dari orang tersebut.


"Siapa Elsa?" tanya Ela yang kepo.


"Neneknya cowok itu," jawab Elsa lalu segera beranjak dari tempat duduknya.


"Halo nek," ucap Elsa begitu mengangkat panggilan telfon dari nenek Raka.


Nenek Raka mengernyitkan dahinya begitu mendengar ribut-ribut di sekitar Elsa.


"Kamu lagi dimana nak? masih di kantor Raka?" tanya nenek Raka.


"Emm udah nggak nek,, aku udah pulang,, sekarang aku lagi bersama sepupu aku," jawab Elsa.


Nenek Raka lagi-lagi mengernyitkan dahinya.


Elsa tidak seperti biasanya,, jangan-jangan tadi tidak berjalan lancar karena kalau berjalan lancar pasti dia langsung pulang dan curhat sama aku,, ini dia nggak langsung pulang,, hemm cucu bodoh ku itu,, aku harus ke kantornya,, batin Nenek Raka yang gemas pada Raka.

__ADS_1


__ADS_2