
Apaan sih kak Juan,,, kenapa bicara seperti ini,, duh nggak boleh baper Ela,, nggak boleh,,, dia itu pacar tante kamu sendiri,, ingat pacar tante kamu,, jangan baper... ini juga kak Juan sok mau jadi playboy padahal pacarnya tante aku sendiri,, batin Ela.
"Aku nggak rindu tuh dengar suara kak Juan,, dan aku memang judes orangnya kalau sama orang yang nggak aku suka," ucap Ela.
Juan hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Ela.
Ela berubah banget,, kenapa sih kamu Ela perasaan aku nggak ada salah sama kamu begitu aku ke luar Negeri kamu langsung berubah banget,, suka jalan dengan cowok lain,, apa kamu sudah punya pacar sehingga begitu sama aku,, cepat banget Ela kamu berubahnya,, batin Juan.
"Ela apa sedikitpun kamu nggak ada perasaan suka lagi sama aku?" tanya Juan.
Kak Juan kenapa harus bertanya seperti itu terus,, aku bilang kata-kata tidak suka sekali saja sama kak Juan itu susah banget,, kenapa harus di tanya berkali-kali... kenapa kak Juan datang lagi selama ini aku selalu usaha untuk melupakan kak Juan,,, kak Juan itu orang yang sangat aku cintai kak tapi aku harus buang perasaanku,, ini salah,, kak Juan itu playboy aku nggak boleh jatuh ke dalam perangkap playboy seperti kak Juan,,, batin Ela.
"Harus berapa kali sih aku bilang,, aku itu udah nggak ada perasaan suka lagi sama kak Juan,, perasaan aku pernah itu hanya main-main kak,, aku nggak benar-benar suka sama kak Juan,, jadi stop mempertanyakan perasaan aku sama kak Juan,, karena aku itu nggak pernah suka sama kak Juan,," ucap Ela.
Hati Juan benar-benar sakit mendengar itu semua,, dia tidak menyangka kalau Ela hanya main-main suka padanya,, Juan jadi teringat dengan perkataan Syeila.
Juan jatuh cinta pada orang yang hanya main-main saja padanya.
"Udahlah kak,, aku malas bahas yang beginian,, aku lagi sibuk sekarang dan kak Juan nggak usah telfon aku lagi,, karena aku nggak suka kak Juan telfon aku,, ganggu tau nggak," ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dan langsung menonaktifkan ponselnya agar dia tidak melihat lagi panggilan telfon dari Juan.
Hemm nggak aktif ponselnya,, pasti dia sengaja menonaktifkan ponselnya,, tega banget sih kamu Ela,, aku nggak nyangka kalau kamu akan setega ini sama aku,, batin Juan ketika dia menelepon Ela namun nomor ponsel Ela sudah tidak aktif.
Juan akhirnya kembali melanjutkan kerjanya dengan pikiran di penuhi dengan Ela.
Nggak semudah yang aku bayangkan,, dia sangat mengerikan dan juga tega,, padahal pernah dia sangat suka padaku,, kenapa wanita cepat sekali perasaannya berubah,, batin Juan.
Ela yang sudah menonaktifkan ponselnya segera masuk ke dalam kamarnya lagi,, dan dia di buat terkejut begitu melihat kamarnya yang sangat berantakan karena ulah Syeila.
"Loh tan kok kamar aku jadi begini tan,, dan kenapa tante menangis?" tanya Ela panik.
Syeila masih saja menangis dan Ela membiarkan tantenya menangis terlebih dahulu. Begitu dia melihat Syeila sudah enakan tidak terlalu menangis lagi,, barulah dia mengajak Syeila bicara.
"Tante kenapa menangis?" tanya Ela sambil melihat Syeila.
Ini semua karena kamu,, dan kamu malah bertanya,, batin Syeila kesal.
"Aku menangis karena Juan Ela," jawab Syeila.
Deg...
Ela benar-benar terkejut begitu mendengar jawaban Syeila,, dia takut jika semuanya ada hubungannya dengan dirinya.
"Loh kenapa bisa tan?" tanya Ela.
"Dia sekarang berubah Ela,, setelah dia mengambil semuanya dari tante dia sudah mulai berubah,, aku takut dia ninggalin aku setelah dia mengambil semuanya,, aku curiga dia punya wanita lain," jawab Syeila.
"Bukannya tadi tante habis video call dengan pacar tante," ucap Ela.
"Iya aku memang habis video call,, tapi dia tidak seperti biasanya tadi tante coba sembunyikan dari kamu semuanya,, tapi tante sudah tidak tahan lagi dan malah membuat kamar kamu jadi berantakan,, maafkan tante yah,,," ucap Syeila.
Ya ampun kak Juan itu benar-benar sudah keterlaluan,, dia membuat tante aku begini,, sudah mengambil semuanya dari tante aku,, dan apa tadi dia juga malah menggombal sama aku,, dasar playboy,, batin Ela.
"Nggak apa-apa tan kalau masalah kamar,, aku bisa bereskan kok,, yang penting tante jangan sedih lagi, mungkin tante hanya salah paham saja,, mungkin dia tidak bermaksud berubah tapi dia hanya sibuk saja tan," ucap Ela untuk menghibur Syeila.
"Dia berubah Ela,, aku yakin dia memiliki wanita lain sekarang karena nomor ponsel dia tadi sibuk Ela dan juga akhir-akhir ini dia selalu sibuk,, dia juga pernah langsung pergi ketika kita makan di restoran,,, dan aku nggak tahu dia pergi kemana,, dia nggak bilang ketika aku tanya," ucap Syeila sambil tertawa jahat di dalam hatinya.
__ADS_1
Ela menjadi panik sendiri dan juga merasa bersalah pada Syeila.
"Emm tante jangan mikir macam-macam mungkin saja dia memang sibuk tante,, siapa tau nomor ponsel pacar tante sibuk karena dia lagi urus kerjaan,," ucap Ela.
"Awalnya aku juga berpikir seperti itu,, tapi aku punya firasat sendiri kalau dia sedang macam-macam di belakang aku,," ucap Syeila.
Ela langsung diam begitu mendengar ucapan Syeila,, dia tidak tau mau berkata apa lagi. Ela langsung merasa bahwa dirinya lah penyebab Juan seperti itu pada Syeila.
"Sudahlah Ela,, tante hanya ingin curhat saja sayang,, tante mau pulang dulu yah,, terima kasih sudah mendengarkan curhatan tante yah," ucap Syeila.
"Tante yakin mau pulang dalam keadaan begini,, tante disini saja dulu,, kalau tante pulang ke rumah pasti tante akan memikirkan itu terus dan juga tidak ada tempat berbagi,, lebih baik tante disini saja,," ucap Ela.
Ela sangat takut kalau tantenya akan memikirkan hal macam-macam jika sendirian,, Ela juga tidak mau kalau tantenya sampai stress.
Untuk apa aku disini dan terus melihat wajah kamu,, yang ada aku semakin sakit hati mengingat Juan yang sangat mencintai kamu batin Syeila.
"Nggak kok sayang,, dan tante lebih baik pulang saja,," ucap Syeila.
"Emm tante bantu kamu beres-beres kamar dulu," ucap Syeila lagi.
"Nggak usah tante,, biar aku saja,, tante nggak perlu repot-repot," ucap Ela cepat.
"Tante disini ajah dulu yah," ucap Ela.
Sementara di tempat lain Juan lagi-lagi menelepon Ela di sela-sela kerjanya,, tapi nomor ponsel Ela tetap saja masih tidak aktif juga.
"Nggak sayang, tante mau pulang ajah," ucap Syeila.
Ela pun akhirnya membiarkan Syeila pulang dengan perasaan khawatir pada Syeila,, lalu Ela segera membereskan kamarnya yang semakin berantakan.
##########
Ela yang khawatir pada Syeila segera mengaktifkan kembali ponselnya,, karena ingin menelepon Syeila.
Begitu ponselnya aktif,, Ela segera menghubungi Syeila.
Kenapa lagi nih anak,, ganggu aku lagi berpikir ajah,, batin Syeila begitu melihat panggilan telfon dari Ela.
Syeila segera mengangkat panggilan telfon dari Ela dengan perasaan kesal.
"Ada apa sayang?" tanya Syeila begitu mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Tante udah sampai di rumah?" tanya Ela.
"Iya udah,, kenapa memangnya?" tanya Syeila.
"Aku mau memastikan saja,, tante jangan terlalu memikirkan hal-hal yang akan membuat tante sedih yah,, aku yakin kok pacar tante itu setia dan nggak macam-macam di belakang tante,," ucap Ela.
"Emm iya,, semoga saja tidak ada perusak hubungan diantara aku dan Juan," ucap Syeila.
"Iya tan,, nggak bakalan ada kok,, aku yakin itu,," ucap Ela.
"Iya sayang,, tante tutup dulu yah telfonnya," ucap Syeila.
"Oke tan,,, jangan sedih-sedih lagi,," ucap Ela.
__ADS_1
"Iya," ucap Syeila lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Tak lama ponsel Ela berdering dan dia langsung kesal begitu melihat Juan yang menelepon dirinya.
Ini dia nih orang yang buat tante aku jadi sedih,, batin Ela.
Ela dengan segera menutup panggilan telfon dari Juan,,, lalu menelepon Salsa.
Kok dia tutup lagi panggilan telfon dari aku,, batin Juan.
Dengan segera Juan menelepon Ela lagi,, tapi nomor ponsel Ela sibuk lagi.
"Sekarang sibuk," gumam Juan.
"Kenapa Ela?" tanya Salsa begitu dia sudah mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Entar malam kita pergi belanja yuk,, pergi makan.. pusing gue," ucap Ela.
"Okelah,, jam berapa?" tanya Salsa.
"Setengah delapan gue keluar dari rumah,, loe tunggu gue ajah di rumah loe," ucap Ela lagi.
"Ohh oke,, ajak yang lain nggak?" tanya Salsa.
"Nggak usah deh,, loe ajah," jawab Ela.
Seandainya ada Friska pasti mereka jalan dengan Friska juga.
"Oke kalau begitu," ucap Salsa.
"Ya udah gue tutup dulu," ucap Ela.
"Oke," ucap Salsa.
Ela segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa lalu kembali menonaktifkan ponselnya lagi,, karena malas dengan Juan yang selalu meneleponnya,, lalu segera kembali merapikan kamarnya.
Malam harinya.
Ela sudah siap dengan dandanannya yang tidak menor,, dan juga dengan pakaiannya yang cocok dengannya.
Ela segera turun ke bawah setelah mengambil kunci motornya sambil membawa helm.
Betapa terkejutnya Ela begitu membuka pintu ternyata bertemu Juan di depan pintu yang hendak ingin bertemu dengan Ela.
Juan langsung membatalkan niatnya untuk membunyikan bel rumah Ela karena dia sudah melihat Ela membuka pintu rumahnya.
Dari penampilan Ela,, Juan tahu kalau Ela mau keluar rumah.
"Ngapain kak Juan kesini?" tanya Ela.
"Karena kamu larang aku menelepon,, dan sengaja menonaktifkan ponselmu,, jadi aku datang ke rumahmu,," jawab Juan.
Apa dia sudah gila,, batin Ela.
"Aku nggak mau ketemu dengan kak Juan," ucap Ela lalu ingin segera masuk kembali ke dalam rumahnya, namun Juan dengan cepat menahannya.
__ADS_1