
Itukan Ela dan Farel batin Juan kemudian dia melanjutkan mengendarai mobilnya menuju rumah Syeila sedangkan Ela melihat mobil Juan hanya dia pura-pura untuk tidak melihat, Farel tidak tahu apa-apa dia tidak sadar sama sekali dengan mobil Juan.
Ela bertanya-tanya di dalam hatinya kemana perginya Juan tapi kemudian dia tersadar.
Hemm pasti kak Juan mau ke rumah tante Syeila mereka kan pacaran, kok masih sakit sih nih hati,, isshh nggak tahu diri banget sih loe Ela, please lah hati loe itu harus kerjasama sama gue, ngapain sih loe kayak gini, anggap saja loe nggak lihat apa-apa tadi Ela nggak usah mikirin, kak Juan udah bahagia dengan tante loe bahkan mungkin sebentar lagi mereka akan ke jenjang yang lebih serius,, belum siap menerimanya tapi mau tidak mau harus siap batin Ela kemudian kembali fokus dengan Farel.
"Loe kenapa Ela?" tanya Farel karena Ela yang tadinya ribut di motor malah hanya diam saja.
Yah Ela mendadak diam semenjak melihat Juan, sebenarnya Ela rindu ingin melihat Juan tapi begitu melihat Juan akan ke rumah Syeila yang sudah di yakini Ela kalau Juan akan ke rumah Syeila, membuat hatinya menjadi sakit dan tidak mood untuk bicara.
"Ela loe kenapa lapar loe?" tanya Farel lagi sambil menghentikan motornya.
"Loe Ela kok loe nangis sih, loe kenapa sakit loe?" tanya Farel panik karena tidak ada angin tidak ada hujan Ela mendadak menangis.
Ela masih saja menangis, karena dia akan merasa lebih baik setelah menangis.
"Duhh Ela jangan gini dong nanti gue di kira yang buat loe nangis, kalau gue di gebukin gimana Ela, nggak kasihan loe sama gue," ucap Farel sambil menghapus air mata Ela.
"Turun dulu ayo," ucap Farel dan Ela pun mengikuti ucapan Farel, karena kebetulan Farel melihat bangku untuk mereka duduk tidak jauh dari tempat Farel menghentikan motornya.
Farel segera membawa Ela untuk duduk di bangku itu kemudian dia juga ikut duduk.
"Ela loe kenapa sih?" tanya Farel.
"Loe ada masalah ayo loe cerita sama gue, siapa tahu gue bisa ngurangin masalah loe, ngasih loe solusi untuk masalah loe, loe jangan nangis dong mana Ela yang bar-bar yang ketawa-ketawa terus, yang bahagia selalu kayak nggak punya masalah hidup atau loe lagi sakit ayo loe bilang, cerita ayo," ucap Farel sambil melihat Ela dengan tatapan lembut dan perhatiannya.
Ela pun langsung bersandar di bahu Farel dan Farel langsung mendekap Ela ke dalam pelukannya, Ela masih saja menangis untuk mengeluarkan semua sakit hatinya. Farel pun akhirnya membiarkan Ela menangis dulu.
__ADS_1
Nantilah kalau Ela sudah merasa baikan dan sudah ingin bercerita baru dia dengarkan.
Setelah Ela merasa cukup menangisnya barulah dia melihat kepada Farel yang sejak tadi setia mendengarkan Ela menangis tanpa bicara sedikit pun.
"Ya ampun Ela loe jelek banget tahu nggak, air mata, ingus loe, ini lap-lap pakai jaket gue," ucap Farel sambil memberikan jaketnya kepada Ela.
"Rel loe tega banget bilang gitu sama gue di saat gue lagi sedih begini Rel, gue nangis lagi deh" ucap Ela sambil sesenggukan.
"Eitss jangan dong Ela, gue hanya mau menghibur loe ajah biar nggak nangis lagi, jangan baper dong nggak boleh tahu," ucap Farel sambil menghapus air mata Ela.
"Udah enakan belum perasaan loe?" tanya Farel.
"Udah," Jawab Ela lalu tersenyum.
"Loe mau cerita atau nggak nih, kalau loe mau cerita gue bakalan dengerin tapi kalau loe nggak mau cerita nggak apa-apa kok gue nggak bakalan maksa asal loe nggak usah menangis lagi, jelek kalau loe nangis, loe itu cantik kalau lagi senyum, lagi bar-bar, bahagia-bahagia seperti Ela yang biasanya," ucap Farel sambil mengusap lembut rambut Ela.
"Rel dengar nggak?" tanya Ela lagi.
"Iya dengar kok, loe aneh banget masa loe mau cerita alasan loe nangis terus gue mau ketawain loe, yah nggak mungkin lah gue ngetawain loe Ela," ucap Farel lagi.
"Yah siapa tahu ajah, karena ini pasti lucu menurut loe," ucap Ela lagi.
"Nggak kok gue nggak ketawa, ayo cerita sama gue," ucap Farel.
"Loe juga jangan bilang-bilang yah, ini hanya kita berdua saja yang tahu, gue mohon loe jangan bilang-bilang apalagi sama sahabat kita yang lain, terutama sama Haris si bibir wanita itu," ucap Ela mengingatkan terlebih dahulu.
"Iya tenang ajah, gue nggak kayak gitu kok orangnya, kalau loe larang buat bilang-bilang pasti gue nggak bakalan bilang juga," ucap Farel yakin.
__ADS_1
"Ayo bilang apa masalah loe?" tanya Farel lagi.
"Masalah gue tante gue pacaran Rel dengan kak Juan, loe bisa bayangin nggak bagaimana sakit hatinya gue Rel, loe tahukan gue ngejar kak Juan, gue suka banget sama kak Juan, dan tadi gue nangis itu karena gue lihat mobil kak Juan dan juga kak Juan lagi menuju ke rumah tante gue, gue yakin banget kak Juan mau ke rumah tante gue karena kemarin gue sempat nguping pembicaraan mereka walaupun sakit nih hati Rel gue tetap nguping juga karena kepo," curhat Ela dengan wajah sedihnya.
Farel masih belum bicara apa-apa karena shock begitu mendengar ucapan Ela, dia hanya tidak menyangka saja kalau Ela akan mengalami nasib sengenes itu.
Hati akan jauh lebih baik jika orang yang kamu suka jadian dengan orang lain yang tidak kamu kenal, daripada dia jadian dengan orang yang kamu kenal apalagi sama keluarga sendiri.
"Rel kenapa loe diam sih, kaget yah loe?" tanya Ela.
"Iya Ela, serius pak Juan pacaran dengan tante loe?" tanya Farel untuk memastikan sekali lagi.
"Iya Rel ngapain gue nangis gini kalau nggak serius sih Rel," jawab Ela.
"Mereka kapan kenalnya?" tanya Farel.
"Kapan jadiannya?"
"Kok loe bisa di tikung dengan tante loe sendiri?" tanya Farel lagi.
"Mereka itu teman lama Rel, mereka lebih dulu saling kenal daripada sama gue, yang intinya mereka pacaran, nggak nyangka gue kalau bakalan di tikung tante sendiri Rel," ucap Ela.
"Ya ampun pantas saja, udah Ela loe nggak usah sedih dan usahalah untuk melupakan pak Juan, gue bakalan selalu ada buat loe, karena kalau begitu berarti loe nggak berjodoh dengan pak Juan, pasti masih ada yang jauh lebih baik dari pak Juan buat loe, yang mengharapkan cinta loe, dan ini saran yah pak Juan kan tahu kalau loe cinta sama dia jadi sekarang loe harus biasa saja kalau bertemu dengan pak Juan jangan biarkan dia mengasihani loe Ela, pokoknya loe jangan sampai nangis Ela di depan pak Juan jangan sampai," ucap Farel.
Sementara di tempat lain Juan sedang makan dengan Syeila di rumah Syeila.
########
__ADS_1