Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sudah bahagia dengan pacar


__ADS_3

"Kak Juan jangan main tarik-tarik dong, sakit nih kak, dan bisa-bisanya yah kak Juan itu masuk ke dalam toilet cewek," ucap Ela sambil mengikuti Juan karena Juan tidak melepaskan tangan Ela, bahkan Juan tidak menggubris ucapan Ela. Ela benar-benar bingung dengan apa yang di lakukan Juan padanya, masuk toilet cewek tiba-tiba, tapi untung saja Juan tidak di lihat dengan orang lain, cuma Ela yang berada di dalam toilet itu, dan Ela juga bingung dengan Juan yang menarik tangannya seperti sedang kesal.


Juan membawa Ela ke luar restoran dengan tidak di lihat oleh yang lainnya karena mereka sibuk makan dan juga restoran itu luas, dan banyak pengunjung. Baik Syeila dan sahabat-sahabat Ela tidak ada yang mengira kalau Juan dan Ela akan bertemu dan Juan akan membawa Ela keluar.


"Kak Juan ini kenapa sih, merahkan tangan aku" ucap Ela sambil melihat tangannya, begitu Juan sudah melepaskan pegangan tangannya pada Ela.


Mereka sekarang sedang berada di dalam mobil Juan, Juan sengaja membawa Ela di dalam mobilnya agar dia bebas berbicara dengan Ela.


"Kamu kenapa mesra-mesra begitu dengan cowok, kamu juga kenapa jam begini keluar rumah, kamu tuh seharusnya tinggal di rumah tahu nggak, cewek itu kalau malam tinggal di rumah, bukannya keluyuran begini terus mesra-mesraan di restoran," omel Juan yang membuat Ela melongo tidak percaya setelah mendengar ucapan Juan.


Ela benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang barusan Juan katakan, bagaimana bisa Juan berpikiran seperti itu disaat dia sudah mempunyai pacar dan itu tante Ela sendiri, kenapa Juan masih mengurus dia, Juan dan Ela tidak ada hubungan apa-apa tapi Juan mengomelinya seakan-akan punya hubungan. Juan juga menuduh Ela mesra-mesraan padahal Ela tidak mesra-mesraan sama sekali.


"Memangnya kenapa sih kak, itu semua terserah aku, itu hak aku juga kenapa kak Juan mengurusnya, aku mau keluar rumah jam berapa pun terserah aku, dan aku mau mesra-mesraan pun terserah aku, kenapa kak Juan seperti ini sih, lebih baik kak Juan mengurus hidup kak Juan sendiri nggak usah mengurus kehidupan aku, lagian kita nggak ada hubungan apa-apa yah ingat itu kak, dan juga sekarang aku sudah tidak menyukai kak Juan lagi jadi jangan mengatur aku," ucap Ela lalu segera ingin keluar dari dalam mobil Juan tapi Juan malah menahannya dan langsung mengunci pintu mobilnya.


"Kak Juan kenapa menahan aku sih, buka nggak nih pintunya aku mau masuk ke dalam kak, kenapa kak Juan jadi gini sih," ucap Ela yang benar-benar kesal dengan Juan.


Juan malah tidak menggubris ucapan Ela dan malah asik mengirim pesan kepada seseorang.


Kamu mau masuk mesra-mesraan lagi di dalam restoran kan Ela, nggak akan aku biarkan batin Juan sambil masih mengetik di ponselnya.


"Benar kamu sudah tidak menyukai aku?" tanya Juan begitu sudah selesai mengirimkan pesan kepada seseorang.


Issh kak Juan ini maunya apa sih, kenapa lagi dia mesti tanya seperti itu, dia saja tidak menyukai aku dan berpacaran dengan tante Syeila masa aku harus patah hati terus dan mengejar-ngejar dia terus, ogah banget lebih baik aku tidak menyimpan perasaan lagi sama dia daripada harus meratapi nasib terus batin Ela.


"Iya aku sudah tidak menyukai kak Juan, lagian ngapain aku harus menyukai kak Juan terus yang tidak jelas, kak Juan juga cuma menganggap aku adik kan, aku sudah pernah bilang juga sama kak Juan kalau aku hanya akan menganggap kak Juan sebagai kakak ajah dan nggak akan suka lagi sama kak Juan, apa ucapan aku waktu itu kurang jelas buat kak Juan, lagian ngapain sih aku harus menyukai kak Juan terus yang tidak jelas secara aku cantik gini ngapain harus mengharapkan kak Juan terus yang tidak menganggap aku" ucap Ela lagi yang lagi kumat kepedeannya akibat terlalu kesal.

__ADS_1


Juan tidak berbicara lagi dan langsung menyetir mobilnya membawa Ela pergi dari restoran itu. Ela semakin kesal saja karena kelakuan Juan.


"Kak Juan ini kenapa sih kak, aku lagi makan loh tadi kak, kenapa kak Juan malah bawa aku pergi, kak Juan mau bawa aku kemana sih, astaga kak Juan ini maunya apa sih," omel Ela.


Juan hanya diam tanpa menggubris omelan Ela, dia malah suka mendengar Ela yang mengomel.


Astaga benar-benar ngeselin yah nih kak Juan, dia kenapa sih kalau cemburu bilang dong tapi nggak mungkin juga sih, lebih baik aku menghubungi Farel deh biar dia bisa menyusul aku, kak Juan ini udah mulai stress kayaknya batin Ela.


Ela segera mengambil ponsel dari dalam tasnya tapi Juan langsung memberhentikan mobilnya dan mengambil ponsel yang di pegang Ela.


"Mau ngapain?" tanya Juan, walaupun dia sedang kesal tetapi dia tetap lembut bertanya pada Ela.


"Mau telfon Farel biar dia nyusul aku, kak Juan kenapa jadi aneh gini sih buat aku takut ajah, balikin ponsel aku sini, kak Juan nggak ada hak yah megang-megang ponsel aku," ucap Ela sambil berusaha mengambil ponselnya pada Juan.


Astaga dia ini kenapa sih, lagi mabuk yah masa gara-gara aku dia begini, aku benar-benar nggak mengerti dengan apa yang dipikirkan kak Juan, emang aku berbuat apa sehingga dia bilang gara-gara aku, batin Ela.


"Kak Juan kenapa sih aneh banget kak, siniin deh ponsel aku, lagian aku nggak lakuin apa-apa yah kenapa kak Juan malah nuduh aku yang buat kak Juan begini," ucap Ela sambil berusaha mengambil ponselnya lagi, tapi Juan tetap tidak memberikan ponsel Ela.


"Kamu mesra-mesraan dengan pria lain itu sudah membuat aku begini Ela," ucap Juan lalu memeriksa tangan Ela yang sempat di pegangnya tadi dengan kuat.


Setelah melihat tangan Ela sudah tidak merah lagi, juan segera melanjutkan menyetir mobilnya sedangkan Ela masih mencerna kata-kata Juan.


Sumpah kak Juan ini adalah orang teraneh yang pernah aku temui dalam hidupku batin Ela.


"Aku benar-benar baru tahu kalau ada orang yang seperti ini," gumam Ela.

__ADS_1


"Kamu bilang apa?" tanya Juan.


"Aku bilang kalau aku ingin kembali ke restoran melanjutkan makanku," ucap Ela kesal.


Juan malah tersenyum melihat Ela yang seperti itu, dia benar-benar gemas dengan Ela dan juga dia benar-benar merindukan Ela. Apalagi cerewet dan kepedeannya Juan benar-benar merindukan itu.


Lah dia malah senyum-senyum batin Ela penuh keheranan.


"Kenapa kak Juan malah membawa aku pulang sih, aku bisa pulang sebentar kok kak, bawa aku balik ke restoran," ucap Ela yang benar-benar semakin kesal karena Ela tahu jalan yang di lewatinya yaitu jalan pulang ke rumahnya.


"Aku sudah membawa kamu pulang gini, mana mungkin aku membawa kamu kembali ke restoran itu," ucap Juan sambil memberhentikan mobilnya di depan rumah Ela, karena satpam di rumah Ela langsung membuka gerbang begitu melihat mobil Juan.


"Masuk sana jangan keluyuran kamu," ucap Juan dengan santainya.


"Nggak mau aku mau balik ke restoran, lagian baru juga jam segini," ucap Ela sambil melihat jam tangannya.


Juan langsung teringat dengan Syeila yang dia tinggalkan di restoran.


"Masuk Ela ke dalam rumahmu dan jangan balik lagi ke restoran apalagi bonceng-boncengan," ucap Juan.


"Issh kamu nggak ada hak tahu atur-atur aku," ucap Ela.


"Ela apa kamu benar-benar sudah tidak menyukai aku?" tanya Juan sambil menatap Ela.


"Iyalah,, ngapain aku masih suka sama kak Juan sih lagian kak Juan juga sudah bahagia dengan pacar kak Juan," ucap Ela.

__ADS_1


__ADS_2