
"Oke bagus jaga baik-baik orang itu disana, saya akan kesana sekarang juga," ucap Kenan dingin.
Juan tampak bingung melihat Kenan yang raut wajahnya langsung berubah. Friska pun ikutan bingung.
"Baik tuan," ucap bawahan Kenan itu.
Kenan pun segera menutup panggilan telfonnya.
"Sayang kamu disini saja yah bersama Juan, jangan kemana-mana oke," ucap Kenan sambil memegang lembut wajah istrinya itu.
"Kamu mau kemana memangnya?" tanya Friska penasaran.
"Mau ketemu sama orang yang ingin menabrak kamu tadi sayang, kamu nggak usah ikut yah" ucap Kenan lagi.
Kenan memang tidak mau Friska ikut dengan dia karena Kenan tidak mau Friska melihat kekejamannya, dia tidak mau kalau istrinya itu akan takut padanya nanti.
Sedangkan Juan terkejut begitu mendengar ucapan Kenan, karena dia memang tidak tahu apa-apa sama apa yang terjadi pada Friska tadi.
"Aku nggak mau disini, aku mau ikut sayang," ucap Friska.
"Aku ikut yah," rengek Friska lagi.
"Aku nggak mau kamu akan terkejut nanti sayang sama apa yang akan aku lakukan pada orang itu, jadi kamu disini saja yah sayang," rayu Kenan lagi.
"Aku pengennya ikut, kalau aku nggak di bawa aku bakalan ngambek kamu tidurnya di sofa bentar malam," ancam Friska.
"Ayo sini kamu ikut sayang," ucap Kenan cepat.
Mana bisa aku tidur di sofa sayang disaat kamu ada di dekat aku, nantilah aku urus disana, aku bawa Juan juga kali yah batin Kenan.
Juan benar-benar sangat ingin tertawa melihat Kenan yang langsung kalah telak begitu membahas tidur di sofa.
"Juan kamu ikut dengan kita," ucap Kenan dan Juan pun langsung mengiyakan dia juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi tadi.
"Kita satu mobil saja Juan," ucap Kenan lagi.
"Baik tuan," ucap Juan.
Mereka bertiga pun segera berjalan menuju lift lalu turun ke bawah dan berjalan menuju mobil Kenan.
Karyawan-karyawan yang lain pun sedikit heran melihat bos di perusahaan itu terlihat pulang lebih awal karena biasanya dia yang paling akhir pulangnya. Walaupun sebentar lagi jam pulang kantor akan tiba hanya tidak biasanya saja, tapi tidak ada yang berani bertanya karena Kenan yang tampak sangat dingin sedang berjalan sambil menggandeng tangan istrinya. Begitupun dengan Juan juga ekspresinya hampir sama dengan Kenan.
Hanya Friska saja yang tersenyum pada karyawan-karyawan yang melihat mereka dan karyawan pun ikut tersenyum. Sedangkan Renata yang melihat Kenan lewat sebentar bersama Juan dan Friska benar-benar lagi merasa takut.
__ADS_1
"Sayang jangan tersenyum pada pria," ucap Kenan pelan namun masih di dengar oleh Friska.
Suamiku ini akut banget sih cemburunya batin Friska.
"Tidak kok suamiku sayang," ucap Friska pelan juga namun masih di dengar oleh Kenan.
Mereka segera menuju ke tempat orang itu di kurung yang tentunya Kenan dan Juan sudah tahu tempatnya dengan Juan yang mengemudikan mobil.
"Om Juan santai ajah deh, nggak usah balap-balap," ucap Friska.
"Juan pelan-pelan," perintah Kenan.
"Baik tuan," ucap Juan.
Tadi di suruh cepat habis itu di suruh pelan-pelan batin Juan.
"Nah gini kan bagus," ucap Friska.
"Asal kamu senang sayang," ucap Kenan lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
Tolonglah jangan bermesraan di belakang batin Juan ngenes.
"Ada om Juan," bisik Friska.
Kenan pun hanya tersenyum saja.
"Ada deh sayang, kamu nggak usah lihat yah, kamu sama Juan saja," ucap Kenan.
Friska pun hanya bingung dan penasaran.
"Aku penasaran juga siapa yang mau menabrak aku, jadi aku pengen lihat," ucap Friska.
"Iya habis kamu lihat, kamu tunggu di luar ajah yah bersama Juan," ucap Kenan lagi dan Friska pun menganggukan kepalanya.
"Memang Nona muda kenapa tadi tuan?" tanya Juan, walaupun dia sudah dengar tadi tapi dia ingin menanyakannya langsung.
"Ada yang ingin menabraknya tadi, berani sekali orang itu bermain-main denganku," ucap Kenan.
"Nona muda tidak kenapa-kenapakan?" tanya Juan.
"Iya nggak kok om Juan, untung saja suamiku ini datang tepat waktu kalau tidak aku pasti tidak bisa lagi menertawakan om Juan tadi," ucap Friska.
"Sayang jangan berbicara seperti itu aku benar-benar tidak mau membayangkannya," ucap Kenan.
__ADS_1
"Kejadiannya dimana tuan?" tanya Juan lagi.
"Kok saya tidak tahu apa-apa," ucap Juan.
"Di depan kantor Juan," ucap Kenan.
"Gimana om mau tahu kalau om Juan lagi fokus galau tadi," ledek Friska pada Juan yang langsung membuat Kenan tertawa.
"Ya ampun tidak begitu kok Nona muda, Nona muda hanya salah paham saja," ucap Juan sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Masih lagi kamu nggak mengakuinya Juan," ucap Kenan sambil geleng-geleng kepala.
"Iya tuh sok banget," ledek Friska.
Juan pun hanya diam karena percuma saja tidak ada yang membela dia karena sekarang posisinya dua lawan satu sudah pasti dia akan kalah.
#######
"Ela udah dong loe morotin kita, tega banget yah loe sama sahabat sendiri," ucap Salsa karena sejak tadi Ela menunjuk berbagai macam barang yang dia inginkan.
"Iya Ela benar tuh yang dikatakan Salsa, tega yah loe sama sahabat-sahabat loe sendiri," ucap Jojo juga.
"Ya ampun kalian perhitungan banget sih baru juga segini," ucap Ela sambil memperlihatkan belanjaannya.
"Ya ampun segini-segini, tahu nggak gue ajah udah keluar duit 3 juta lebih Ela, belum lagi Jojo tuh, meras banget sih loe," ucap Salsa lagi.
"Idiih itu mah duit dikit kan kalau untuk loe Sal," ucap Ela lagi.
"Tenang ajah deh gue bakalan balas kebaikan loe ini kalau gue udah jadian dengan kak Juan, gue belanjain loe sebagai pajak jadian pakai duit gue sendiri oke, Jojo juga kalau perlu" ucap Ela.
"Yah itu kalau loe jadian, kalau nggak jadian berarti nggak juga dong," ucap Salsa.
"Haduh loe tenang ajah deh, sepertinya gue mencium aroma-aroma akan jadian dengan kak Juan, jadi loe tenang ajah gue pasti belanjain kalian, oke. Untuk saat ini kalian belanjain gue dulu sekaligus untuk menutupi kecerewetan gue ini," ucap Ela.
"Awas saja yah kalau bibir loe ini ngomong sembarangan," ancam Salsa.
"Tenang, kalian pokoknya santai ajah yah, gue nggak bakalan kok ngomong sembarangan kalau sudah di belanjain kayak gini" ucap Ela lalu nyengir.
Jojo dan Salsa pun melihat Ela dengan tatapan kesal, mereka benar-benar tidak habis pikir akan dilihat oleh Ela, padahal sebenarnya mereka hanya ingin mencarikan kado buat Dafa saja tapi malah di porotin sama Ela.
#######
Kenan yang sedang melihat orang itu mengernyitkan keningnya bingung karena dia sama sekali tidak mengenal orang itu.
__ADS_1
"Tuan dia di suruh oleh seorang wanita," ucap bawahan Kenan.
"Dan wanita itu sedang di bawa kesini sekarang, dia bekerja di perusahaan tuan" ucap bawahan Kenan lagi.