
Juan pun tersadar dari keterkejutannya, dan melihat tangan Kenan yang sudah siap mencolok matanya dan jangan lupakan di tambah dengan wajah kesal Kenan. Seketika Juan pun menahan tangan Kenan.
"Nggak tuan jangan colok mata saya, saya belum menikah dan masih mau mencari wanita cantik seperti nona Friska, jika tuan colok mata saya, saya pasti tidak bisa melihat dan memilih wanita cantik lagi" ucap Juan.
"Beraninya kamu bilang istri saya cantik, yang boleh bilang cuma aku" tegas Kenan.
"Maaf tuan maaf, oh iya saya kesini mau memberitahu kalau motor nona Friska sudah ada di rumah ini" ucap Juan mengalihkan pembicaraan cepat sebelum Kenan semakin menjadi-jadi cemburunya yang dia tidak sadari.
"Untung kamu kasih kabar bagus, tunggulah di bawah, kamu sarapan di sini saja" ucap Kenan lalu menutup pintu kamarnya.
Juan pun hanya mengelus dadanya saja lalu berjalan ke anak tangga menapaki satu persatu anak tangga untuk turun ke bawah menunggu Kenan. Juan mendudukan bokongnya di sofa.
Ya ampun tadi itu nona Friska benar-benar sekamar dengan Kenan dan jangan-jangan mereka sudah melakukan hubungan suami istri, Kenan gerak cepat juga yah, enak banget sih Kenan dapat daun muda seperti nona Friska, pintar dan cantik banget pula gumam Juan.
Lebih baik aku beritahu tante kabar yang hot ini ucap Juan sambil mengambil ponselnya. Juan pun dengan cepat menghubungi mama Kenan.
"Halo aku punya gosip hot tante, dan ini barusan aku melihatnya" ucap Juan cepat setelah mama Kenan mengangkat panggilan teleponnya.
"Haa gosip hot, gosip apa sayang?" tanya mama Kenan penasaran.
"Kenan dan nona Friska akhirnya sekamar tante" ucap Juan bahagia.
"Benarkah nak, kamu nggak salah ucap kan?" tanya mama Kenan memastikan.
"Nggak tante ini beneran" ucap Juan.
"Ada apa sih ma, kayaknya bahagia banget" ucap papa Kenan yang melihat istrinya sangat bahagia.
"Kenan dan menantu kita akhirnya sekamar pa" ucap mama Kenan dengan senyum berbinarnya.
"Benarkah, papa sangat senang banget ma" ucap papa Kenan yang tak kalah hebohnya dan bahagianya.
"Baiklah tante aku matikan dulu yah teleponnya, takutnya Kenan nanti tahu kalau aku lagi telfonan dengan tante karena sekarang aku lagi di rumah Kenan" ucap Juan.
"Baiklah sayang" ucap mama Kenan yang masih sangat bahagia.
Juan pun mematikan panggilan teleponnya dan menunggu Kenan dan Friska lagi dengan sabarnya.
__ADS_1
Orang tua Kenan memang sudah mengetahui perihal Kenan dan Friska yang pisah kamar, dan tentunya dari Juan lah mereka tahu, Juan memang mulut ember kalau sama kedua orang tua Kenan. Namun mereka tidak mau ikut campur biarlah Kenan yang sadar sendiri.
#####
Di kamar Kenan dan Friska
Kenan kembali ke tempat tidurnya lalu memperhatikan wajah Friska yang sangat cantik walaupun lagi tertidur lelap. Kenan pun tersenyum ketika mengingat kejadian semalam.
Flashback on
Ketika Friska sudah ingin tidur, Kenan terus saja menggangu Friska karena dia benar-benar sangat merindukan Friska, membuat Friska benar-benar kesal namun Kenan tetap saja menggoda Friska terus.
"Om ngapain sih gangguin aku mulu, tadi om suruh aku tidur" ucap Friska sambil cemberut.
"Kamu jangan tidur dulu istriku, apa kamu tidak merindukan suami kamu ini yang kamu tinggal" ucap Kenan lalu memeluk Friska.
Friska pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Kenan.
Om yang ngusir aku gimana sih, massa aku mau rindu sama om yang udah ngusir aku yang ada waktu itu aku kesal banget sama om batin Friska.
"Aku nggak ngusir kamu istriku, kamunya saja yang sensitif dan salah mengartikan kata-kata aku, aku kan udah jelasin" ucap Kenan lalu mencium pipi Friska.
"Sama ajah pokoknya om, terus om juga kan bentak aku dan aku kesal banget" ucap Friska makin cemberut.
Kenan pun mencium bibir Friska lagi dan Friska pun hanya menikmatinya saja tidak mau protes untuk saat ini.
"Maafin aku deh kalau gitu, lain kali jangan kabur-kabur lagi, nggak kasihan apa sama suamimu ini kamu tinggal nggak ada yang urus" ucap Kenan setelah mencium bibir Friska.
"Iya deh om aku maafin, aku juga minta maaf kalau ninggalin om jadi nggak ada yang ngurusin om" ucap Friska sungguh-sungguh dan terlihat sangat polos di mata Kenan.
Kenan bisa melihat rasa bersalah di mata Friska dan kesungguhan Friska meminta maaf membuat Kenan sangat senang.
Setelah mengucapkan itu Friska pun terdiam, dia benar-benar merasa bersalah karena Friska benar-benar tidak mau jadi istri yang durhaka.
Melihat Friska yang hanya diam membuat Kenan melepaskan bajunya, dia memang ingin menggoda Friska.
"Aaa ngapain buka-buka baju, pakai kembali nggak tuh baju om" teriak Friska sambil menutup rapat-rapat matanya setelah melihat Kenan tidak memakai baju.
__ADS_1
"Lebih enak kalau peluk-peluk tidak pakai baju istriku" ucap Kenan lalu memeluk Friska lagi. Bukalah matamu aku ini suami kamu ngapain harus tutup mata istriku ucap Kenan lalu mencium pipi Friska lagi.
Namun Friska masih saja menutup matanya.
"Kamu mau jadi istri durhaka" ucap Kenan dengan santainya.
"Nggak mau om" ucap Friska manja lalu membuka matanya.
"Gitu dong kalau kamu nurutkan bagus istriku" ucap Kenan lalu tersenyum.
"Peluk aku" ucap Kenan lagi.
"Om kok nyuruhnya yang susah-susah sih, aku nggak biasa om peluk laki-laki nggak pakai baju" ucap Friska.
"Mulai sekarang kamu harus biasa istriku, lagian aku suami kamu dan ingat jangan lakukan ini sama laki-laki lain" ucap Kenan mengingatkan Friska.
"Yee emang om pikir aku cewek apaan, aku ini cewek baik-baik om" ucap Friska lalu memeluk Kenan.
Kamu memang harus di ajar sedikit demi sedikit istriku batin Kenan.
Jadilah Friska yang susah tidur karena ulah Kenan dan Kenan yang tidur dengan lelapnya, akhirnya Friska bangun kesiangan beruntung hari ini adalah hari minggu jadi Friska libur sekolah.
Flashback off
Kenan memperhatikan wajah Friska lagi lalu dia mencium pipi Friska. Kenan sebenarnya tidak tega ingin membangunkan Friska namun dia sudah menyuruh Juan untuk menunggu agar sarapan bersama. Dan Kenan juga ingin memakan masakan Friska untuk sarapan paginya.
Kenan pun mengelus pipi Friska pelan sambil membangunkannya.
"Istriku bangunlah ini sudah pagi" ucap Kenan lembut.
"Bentar lagi om, masih ngantuk" ucap Friska setengah sadar lalu melanjutkan tidurnya.
"Istriku aku lapar dan Juan juga ada di bawah mau sarapan bersama" ucap Kenan lagi dengan lembut sambil membelai wajah Friska.
Mendengar ucapan Kenan yang lapar dan ada Juan juga membuat Friska memaksakan dirinya untuk bangun.
Sedangkan di sofa Juan dengan ngenesnya masih menunggu pasangan suami istri itu dengan sabar yang dipaksakan.
__ADS_1