
Ya ampun itukan istri ku,, gimana ini? kok dia bisa kesini sih,, matilah aku kalau dia melihat ku sekarang,, batin Kenan yang benar-benar panik melebihi paniknya ketika mengetahui Raka berada di depan ruangannya.
Kenan pun dengan segera mengirimkan pesan kepada Juan.
Cegah dia,, pokoknya apapun yang terjadi jangan sampai dia melihat ku sedang bersama wanita lain,, kamu harus gunakan otak kamu itu Juan,, awas saja kalau sampai dia tau aku bersama Cika sekarang,, aku akan keluar lewat pintu lain,, jadi dia tidak boleh melihat ku ketika keluar,, isi pesan dari Kenan yang membuat Juan menelan salivanya kasar karena Juan benar-benar bingung juga harus beralasan apa, apalagi dia melihat Friska yang begitu baik sekaligus kejam membuat Juan bergidik ngeri.
Apalah ini,, kenapa harus aku sih yang berada di posisi seperti ini,, aduhh gimana yah,, tuan Kenan ini dia yang main api saya yang harus menanggungnya,, seharusnya kan dia yang menanggung semuanya,, ini akibat dia berani macam-macam jadi seperti ini,, batin Juan sambil memikirkan rencana..
"Om Juan,, kenapa sih om? dari tadi om diam begitu selesai membaca pesan,, padahal dari tadi aku bertanya sama om,, meeting dimana Kenan, disini atau di luar?" tanya Friska lagi..
"Nona,, ayo duduk dulu sebaiknya Nona, nggak capek Nona berdiri terus seperti ini," ucap Juan sambil membawa Friska untuk duduk agar Kenan bisa keluar tanpa diliat Friska.
Friska yang tidak menyadari itu dengan santainya mengikuti ucapan Juan.
__ADS_1
Sedangkan Kenan dengan segera membawa Cika diam-diam. Cika benar-benar tidak nyaman dengan pakaiannya sekarang.
"Kenan,, kenapa sih kita keluar diam-diam,, ada apa memangnya?" tanya Cika.
"Ada orang yang tidak ingin aku temui,, makanya aku ngajakin kamu keluar diam-diam," jawab Kenan.
"Siapa sih?" tanya Cika lagi sambil masuk ke dalam mobil Kenan.
"Hmm kamu nggak tau juga,," ucap Kenan.
"Bukanlah,, kamu tau sendiri kan,, aku bukan pria yang seperti itu,," ucap Kenan.
Dan Cika pun langsung terdiam karena memang benar yang dikatakan Kenan, Cika sangat mengenal pribadi Kenan yang sangat tidak mudah untuk jatuh cinta, jadi tidak sembarangan orang yang akan membuat Kenan tertarik, dan dia termasuk wanita yang beruntung bisa membuat Kenan suka padanya dulu,, meskipun Kenan belum mengungkapkan perasaannya tapi Cika tau Kenan menyukainya,, hanya dia memilih pergi ikut kedua orang tuanya,, dan saat ini dia kembali,, Cika sangat senang karena Kenan masih menyukainya.
__ADS_1
Kenan pun dengan segera membawa mobilnya jauh-jauh dari kantornya.
Juan yang merasa Kenan telah berhasil keluar benar-benar bernafas lega sekaligus semakin kasian pada Friska,, atas kelakuan Kenan.
"Tuan Kenan meeting di luar Nona, dia tidak berada di kantor sekarang," jawab Juan.
"Terus kamu kenapa ada disini kalau dia meeting di luar?" tanya Friska penuh selidik.
"Karena ada berkas yang mesti aku urus disini Nona, tuan Kenan pergi bersama sektretaris lainnya," ucap Juan.
Hmm kenapa aku merasa dia berada di sini yah,, apa yang mereka sembunyikan dari aku? batin Friska..
"Dia berada dimana sekarang? beri aku alamatnya aku akan menemui dia," ucap Friska lagi.
__ADS_1
Dan lagi-lagi Juan dibuat pusing.
Kebohongan memang hanya akan menyelematkan kamu sementara saja tuan,, batin Juan.