Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kabar bahagia...


__ADS_3

"Hei dengar sendiri kan kata Tuan ku tadi,, cepat pergi dari sini,, sudah aku katakan sejak tadi tidak mungkin Tuan ku akan mau sama kamu,, istrinya jauh lebih muda,, cantik,, manis ngapain dia mau sama kamu,, pergi dari sini pergi,," ucap anak buah Kenan mengusir Adelia.


Adelia dengan terpaksa pergi karena takut pada anak buah Kenan. Adelia sangat tau pasti jika anak buah Kenan akan benar-benar kasar padanya jika dia tidak pergi.


Sementara Friska yang berada di depan pintu rumah sejenak menghentikan langkahnya karena sudah mendapatkan sambutan,, Kenan memang sengaja memakai pelayan lagi di rumahnya karena ingatan istrinya yang belum pulih. Kenan ingin istrinya fokus memulihkan ingatan nya saja dulu.


"Silahkan masuk Nyonya,," ucap salah satu pelayan yang sudah menyambut Friska dengan senyuman manis.


Friska pun masuk,,, Friska terkejut melihat isi di dalam rumah Kenan,, foto-foto pernikahan mereka terpampang jelas di rumah itu. Kenan yang berada di belakang Friska tersenyum melihat Friska yang tampak takjub.


Ingatlah sayang ini rumah kita,, aku ingin kamu mengingat semuanya,, batin Kenan.


Tiba-tiba Friska merasakan pusing yang luar biasa dan ingatan-ingatan yang samar-samar diingatan nya begitu menyakitkan kepala Friska,, Kenan benar-benar panik begitu melihat Friska yang tampak memegang kepalanya saat ini.

__ADS_1


"Sayang,, ayo sini duduk dulu,," ucap Kenan sambil memapah tubuh Friska,,, sedangkan para pelayan tampak begitu khawatir juga.


"Aku telfon dokter dulu yah,," ucap Kenan sambil ingin menelepon dokter,, namun Friska melarang Kenan.


"Tapi sayang aku nggak mau kamu kenapa-kenapa,, mau yah?" ucap Kenan lagi.


"Nggak mau,, aku ingin ke kamar saja,," ucap Friska.


Kenan pun dengan segera menggendong Friska menuju ke kamar mereka,, sebelum itu Kenan menyuruh para pelayan untuk menyiapkan makanan kesukaan istrinya.


"Sayang jangan paksa mengingat semuanya,, pelan-pelan saja yah,," ucap Kenan sambil membaringkan Friska di tempat tidur mereka.


Kenan senang karena ingatan Friska setidaknya sedikit demi sedikit mulai pulih,, rumah mereka ada pengaruh nya untuk mengembalikan ingatan Friska,, tapi Kenan juga tidak tega melihat istrinya yang kesakitan.

__ADS_1


"Makan dulu baru kamu istirahat yah,," ucap Kenan sambil mengelus lembut rambut Friska lalu mengecup kening istrinya itu.


Friska benar-benar merasa disayangi oleh Kenan,, tidak ada ketakutan sama sekali yang dirasakan Friska ketika berada di dekat Kenan yang ada malah rasa nyaman.


"Aku mau tidur dulu,, aku capek, temani aku jangan kemana-mana,," ucap Friska manja pada Kenan.


Kenan pun tersenyum lembut sambil mengiyakan.


"Iya sayang,," ucap Kenan dengan tatapan lembutnya lalu mencium kening Friska lagi.


Setelah itu Kenan segera memberikan informasi kepada pelayan agar tidak membuat makanan dulu karena istrinya yang ingin tidur.


Kenan lalu ikut masuk ke dalam selimut bersama Friska,, Kenan ingin menidurkan istrinya dulu lalu memberitahukan pada keluarganya,, keluarga Friska dan juga sahabat-sahabat istrinya bahwa Friska telah kembali.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Kenan melihat istrinya telah tertidur lelap,, Kenan pun segera memberitahukan kabar bahagia itu.


Para keluarga dan sahabat-sahabat Friska begitu bahagia dengan kabar itu,, mereka pun akan bersama-sama ke rumah Kenan nanti untuk menemui Friska,, mereka belum tau apa-apa mengenai siapa dalang dibalik menghilang nya Friska dan juga mengenai hilang ingatan Friska.


__ADS_2