
Friska pun dengan segera melihat siapa yang mengirimkan dia pesan. Dia pun tersenyum begitu melihat nama orang yang mengirimkan dia pesan dan itu tidak luput dari penglihatan Kenan dan Raka.
Oh kak Rio ternyata aku pikir siapa bentar deh aku balas pesannya batin Friska.
"Siapa?" Tanya Kenan dan Raka bersamaan.
Friska hanya melihat bingung kepada dua orang di dekatnya itu.
"Siapa?" Tanya ulang Kenan.
"Oh ini kak Rio" Jawab Friska.
Kenan pun teringat dengan Rio dan kelakuan Adelia yang membuatnya kesal.
"Tidak usah berhubungan lagi dengan dia" Ucap Kenan.
"Kenapa memangnya om, kak Rio baik kok" Ucap Friska.
"Pokoknya nggak usah, kamu kan belum mengenal lama dengan dia kan?" Tanya Kenan.
"Iya sih tapi dia udah nolongin aku loh om, lagian aku ada janji dengan kak Rio" Ucap Friska.
Siapa lagi itu kak Rio saingan nih kayaknya batin Raka.
"Sudahlah kalian nggak usah bahas itu dulu, tapi ngomong-ngomong kak Rio itu siapa adek cantik?" Tanya Raka kepo padahal tadi dia menyuruh untuk tidak membahas hal mengenai Rio.
"Bisa tidak loe nggak usah berlebihan sama ponakan gue, jangan panggil dia adek cantik kesal gue dengarnya" Omel Kenan kepada Raka.
"Haduh sensitif banget loe malam ini, heran gue emang keponakan loe cantik pakai banget lagi" Ucap Raka lalu tersenyum.
"Sudah nggak usah bahas itu, kak Rio itu orang yang nolongin aku waktu motor aku mogok kak, dan dia minta di traktir ajah untuk membalas pertolongannya waktu itu terus aku juga udah iya kan dan udah janji" Ucap Friska.
"Oh itu sih pasti cuma modus ajah adek cantik, kamu polos banget sih" Ucap Raka gemas.
"Yah benar tuh yang dikatakan Raka dan Raka loe nggak usah bilang adek cantik terus yah" Ucap Kenan kesal.
"Kenan loe masalahin itu terus heran gue, kan gue yang ngomong dan itu memang kenyataannya" Ucap Raka.
"Udah, udah stop, kalian yang cantik oke" Ucap Friska sambil tersenyum membuat mereka saling menatap ngeri.
__ADS_1
"Apa yang Rio bilang sama kamu?" Tanya Kenan.
"Kepo banget sih loe Kenan itu kan urusannya, jangan kepo deh loe dan ingat loe jangan kepo juga tentang gue dan adek can.. maksud gue keponakan loe" Ucap Raka yang tidak jadi membilangkan Friska cantik karena sudah mendapat tatapan mata tajam oleh Kenan.
"Gue berhak kepo sama dia" Ucap Kenan sambil memindahkan kursinya di dekat Friska.
Friska hanya merinding melihat kelakuan Kenan yang sangat berubah.
Ini om kenapa yah kok aneh begini jadi ngeri aku batin Friska.
"Iya-iya tapi loe nggak perlu pindahin kursi loe juga kali" Ucap Raka.
"Terserah gue, oh iya apa yang Rio bilang sama kamu istr.." Ucapan Kenan tidak selesai karena Friska sudah memotong bicaranya membuat Kenan tersenyum.
"Kak Rio hanya tanya aku lagi ngapain om, iya dia cuma tanya itu" Ucap Friska cepat.
Raka pun hanya menatap heran kepada Friska dan Kenan terutama Raka yang melihat Kenan selalu menatap dan tersenyum kepada Friska seperti laki-laki yang sedang mencintai seorang wanita namun Raka tidak mau memikirkan itu.
"Oh terus kamu ada niatan untuk balas pesannya nggak?" Tanya Kenan penuh intimidasi.
"Oh iya om bentar aku balas kan dia bertanya tadi" Jawab Friska dengan polosnya sambil lanjut memakan makanannya.
"Buat apa om?" Tanya Friska bingung.
"Buat menghapus nomor-nomor yang tidak penting di ponsel kamu" Ucap Kenan.
"Idiih jangan kasih itu kan ponsel kamu" Ucap Raka cepat karena Raka takut Kenan juga akan menghapus nomor ponsel dirinya di ponsel Friska.
"Iya om aku nggak bakalan mau kasih, lebih baik om makan deh, ayo sini aku suapin dari tadi om nggak makan loh" Ucap Friska sambil menyuapi Kenan pakai makanannya, Friska hanya asal saja tapi ternyata Kenan memang mau makan.
Raka hanya mengernyitkan keningnya melihat kelakuan Kenan. Dan Friska yang tetap menyuapi Kenan biar Kenan tidak ribut lagi masalah pesan Rio bahkan meminta ponselnya. Sedangkan Kenan malah senang mendapat perlakuan seperti itu dari Friska.
Nanti lagi bahas ponsel deh kalau gini batin Kenan.
Setelah makan mereka pun berniat untuk pulang.
"Pulang sama aku" Ucap Kenan.
"Pulangnya tetap bareng aku kan" Ucap Raka.
__ADS_1
Mereka mengucapkan itu secara bersamaan membuat Friska lagi-lagi bingung serta Raka dan Kenan yang saling menatap.
"Friska datangnya bareng gue Kenan jadi sudah pasti dia harus pulang bareng gue" Ucap Raka cepat.
"Friska keponakan gue dan gue sebagai om yang baik harus menjaga keponakan gue dari gangguan laki-laki tukang gombal jadi sudah pasti Friska pulang bareng gue om dia yang baik ini dan nggak tukang gombal" Ucap Kenan tak mau kalah.
Friska hanya melongo tak percaya mendengar ucapan Kenan.
"Enak ajah gue bukan tukang gombal yah, fitnah banget loe, gue ini laki-laki baik tahu nggak, loe kan tahu sendiri gue teman loe yang paling baik dan belum pernah pacaran sama sekali" Ucap Raka membela diri.
"Dari tadi loe gombalin keponakan gue jadi gue mulai meragukan kebaikan loe" Ucap Kenan.
"Dari tadi gue itu nggak menggombal, gue itu ngomong sesuai kenyataannya pak Kenan yang terhormat yang nggak peka banget sama perasaan teman sendiri" Ucap Raka memberi kode kepada Kenan.
Namun Kenan mengabaikan itu semua.
"Pokoknya itu sudah termaksud dalam gombalan laki-laki dan ponakan gue nggak boleh sampai terjatuh dalam gombalan seperti itu" Ucap Kenan lagi.
"Aduh ini kenapa kalian pada ribut sih, aku pusing loh ini" Ucap Friska.
"Haa kamu pusing, ayo kita pergi beli obat sekarang" Ucap Kenan panik sambil menarik tangan Friska.
Aduh ini suami aku kenapa sih ya Allah dia habis kesambet setan apa sih kenapa dia jadi aneh begini batin Friska.
Raka pun menarik sebelah tangan Friska juga.
"Biar gue ajah yang antar Friska pergi beli obat" Ucap Raka juga yang membuat Friska melongo tak percaya.
Aduh ini kenapa lagi kak Raka jadi seperti ini batin Friska.
"Gue ajah gue lebih berhak Raka, lebih baik loe pulang istirahat di rumah loe, cuci kaki terus tidur" Ucap Kenan.
"Memang loe pikir gue anak kecil apa, loe ajah yang pulang sana, ayo ikut kakak ajah Friska, kamu pusing gara-gara Kenan pasti, iya kan" Ucap Raka tak mau kalah.
"Enak ajah gara-gara gue, ayo kamu ikut aku ajah" Ucap Kenan.
Friska pun melihat tangannya yang sudah di pegang oleh Kenan dan Raka.
Aku mau pulang bersama siapa, kenapa sih harus ada hari ini di hidup aku batin Friska meronta-ronta karena kebingungan.
__ADS_1