
Kenapa aku tersenyum seperti ini kalau anak kecil itu liat bisa-bisa dia kegeeran. Lebih baik rebahan ajah ucap Kenan.
*****
Di dapur Friska sedang sibuk dengan masakannya, Friska memang sudah biasa memasak karena mamanya selalu menyuruh Friska untuk membantunya dan juga di rumah Friska tidak ada pembantu kalau untuk memasak.
*****
Kenan rebahan di tempat tidur Friska dan merasa sangat bosan.
Lebih baik aku turun melihat anak kecil itu, dia pintar memasak atau tidak, jangan-jangan dia hanya menyuruh mamanya yang memasak dan dia cuma bantu liat-liat doang atau nggak dia pesan online makanan. Kalau sampai itu yang terjadi aku bisa memberitahu ke mama dan papa tentang anak menantu kesayangan mereka itu. Ucap Kenan.
Kenan pun keluar kamar lalu menuruni anak tangga menuju dapur.
Dia terkejut melihat Friska yang sangat lincah menggunakan pisau dan peralatan dapur lainnya, mencampurkan bumbu-bumbu dan memasak tanpa ada mama Friska di dapur.
Dia pun duduk di kursi sambil memperhatikan Friska memasak, Friska tidak menyadari kalau Kenan sedang ada di dapur dan memperhatikan dirinya memasak.
Hingga tiba-tiba Friska ingin mengambil salah satu tempat bumbu lagi namun tempat bumbu itu tinggi sehingga dia kesusahan mengambilnya karena biasanya dia menggunakan kursi, belum sempat Friska mau mengambil kursi Kenan sudah membantunya mengambil tempat bumbu itu.
Friska sangat terkejut dengan Kenan yang tiba-tiba berada di dapur dan juga posisi mereka, karena ketika Friska membalikkan badannya mereka berdua sangat dekat.
"Makanya rajin olahraga dan minum susu supaya tinggi" ucap Kenan sambil memberikan tempat bumbu itu kepada Friska lalu kembali duduk di tempatnya.
Friska pun refleks mengambilnya.
"Om itu merusak suasana romantis ajah tahu nggak dengan kata-kata om itu" ucap Friska sambil menaruh bumbu ke masakannya.
"Kata-kata yang mana? suasana romantis yang mana?" tanya Kenan sambil mengernyitkan keningnya.
"Itu loh om yang om menolong aku tadi ambil bumbu, kalau di drama-drama korea yang aku biasa nonton, pasti tadi itu saling tatapan-tatapan dulu terus cowoknya cium ceweknya, lah ini om menyinggung tinggi badanku" ucap Friska.
Friska memang sudah berniat ingin menggoda Kenan lagi.
"Otakmu itu pikirannya sangat mesum, lebih baik kamu kurangi nonton drama koreamu dan juga kamu memang sangat pendek jauh dari tipe cewekku jadi tidak usah berharap aku akan menciummu karena itu akan menyusahkan diriku karena harus tunduk dulu kalau mau menciummu anak kecil" ucap Kenan.
"Ya udah om lagi duduk sekarang kan jadi nggak susah, aku minta cium om sekarang supaya aku bersemangat masaknya" ucap Friska sambil mendekati Kenan.
Kenan langsung ketakutan melihat Friska.
"Hey anak kecil kamu jangan macam-macam, aku tidak suka menciummu" ucap Kenan dan ingin berdiri dari tempat duduknya namun terlambat Friska sudah menahannya agar tidak berdiri.
"Ya udah kalau om nggak mau cium aku, aku ajah yang cium om" ucap Friska sambil mendekatkan wajahnya ke Kenan.
Namun tiba-tiba.
"Friska kamu ini agresif banget, masakanmu itu nanti gosong" ucap Fini.
__ADS_1
Friska kaget campur malu mendengar suara mamanya. Friska jadi salah tingkah, sebenarnya dia hanya ingin menggoda Kenan saja, tidak ingin mencium Kenan beneran.
"Mama ngagetin tahu nggak, aku nggak agresif kok tadi itu aku cuma mau bantuin om yang matanya kelilipan karena lihat istrinya yang cantik ini" ucap Friska.
Heem dasar anak kecil ratu bohong ditambah kepedean pula batin Kenan.
"Friska kenapa kamu masih memanggil suamimu dengan sebutan om" omel Fini.
"Aduhh mamaku sayang bibirku ini sudah terbiasa jadi susah mau ganti panggilannya, om juga nggak protes kok. Iya kan om?" tanya Friska ke Kenan.
"Iya ma nggak apa-apa kok" ucap Kenan.
"Tapi it... ucap Fini tertahan karena Friska sudah berbicara lagi."
"Sudah yah mama nggak usah di perpanjang, mama pergi duduk ajah di ruang makan dan om juga, biar aku yang nyiapin bentar lagi selesai, oke" ucap Friska.
Mama Friska hanya menggelengkan kepalanya saja sambil mengikuti bicara Friska, Kenan pun hanya mengikut saja.
Friska sudah menyiapkan semuanya di meja makan.
"Loh papaku sayang belum ada yah, aku pergi panggil dulu deh" ucap Friska kepada mamanya dan juga Kenan, kemudian langsung pergi memanggil papanya.
"Kenan kamu yang sabar yah hadapi Friska, dia itu anaknya manja banget apalagi sama papanya dia itu sangat manja" ucap Fini.
"Iya ma, aku sabar kok. Lagian aku kan sudah menikah dengan dia jadi aku harus menerima segala kelebihan dan kekurangannya" ucap Kenan.
Nanti juga aku akan bercerai jadi harus sabar dulu deh kalau untuk sekarang batin Kenan.
"Oh iya ma, yang tadi datang itu teman-temannya Friska semua yah?" tanya Kenan.
"Iya tadi itu teman dia semua, mereka itu sangat akrab dari dulu, rumah ini sudah seperti rumah mereka sendiri. Tapi mama baru liat tadi satu orang, mungkin teman baru dia lagi, Friska itu kelihatannya saja sangat centil tapi dia itu belum pernah pacaran" ucap Fini. Oh iya kamu ketemu yah sama mereka? tanya Fini.
"Iya ma" ucap Kenan.
"Berarti mereka sudah tahu dong pernikahan kalian?" tanya Fini.
"Nggak ma, Friska pintar alasan" ucap Kenan.
"Friska memang pintar ngeles" ucap Fini sambil tertawa.
Friska dan papanya pun datang ke meja makan.
"Hayo mama lagi bahas apa ini sama menantu sambil tertawa?" tanya Farhan sambil duduk.
"Papa kepo banget" ucap Fini.
"Ya udah pa, kita tertawa juga yuk biar samaan sama mama dan om" ucap Friska.
__ADS_1
"Friska sayang kenapa memanggil suami kamu dengan sebutan om" ucap Farhan.
"Nggak apa-apa kok pa, yang penting dia senang saja" ucap Kenan cepat.
"Om ku sayang memang pengertian, ayo kita makan" ucap Friska sambil mengambilkan makanan ke piring Kenan begitupun dengan mama Friska mengambilkan makanan untuk papa Friska.
Kenan pun kaget dengan perlakuan Friska, karena Adelia saja tidak memperlakukan dia seperti itu.
Begini yah punya istri batin Kenan.
Mereka pun makan bersama, tiba-tiba Kenan berbicara.
"Ma, pa besok aku akan bawah Friska ke rumah yang aku sudah siapkan buat aku dan dia" ucap Kenan.
Friska yang mendengarnya langsung saja terbatuk, Kenan dengan segera memberikan Friska air minum sambil berkata kamu pelan-pelan dong makannya biar nggak keselek.
"Aduh om, kata-kata om yang buat aku keselek tahu nggak, aku nggak mau pindah rumah om, aku senang disini aku nggak mau jauh-jauh sama papa dan mamaku" ucap Friska tidak terima.
"Sayang kamu memang harus ikut suamimu" ucap mama Friska.
"Iya sayang, sekarang kamu sudah punya suami, jadi kamu harus mengikuti kata suami kamu, dan dimanapun suami kamu tinggal kamu harus ikut" ucap papa Friska yang sebenarnya sangat berat mengizinkan Friska tinggal di tempat lain.
"Papa dan mama kok gitu sih" ucap Friska yang menahan air matanya.
Dia benar-benar manja batin Kenan.
"Friska istriku, kamu bisa kok datang bertemu papa dan mama kapan pun kamu mau, lagian kita pindahnya nggak jauh, kita nggak pindah ke luar Negeri kok atau ke luar Kota" ucap Kenan meyakinkan.
"Tuh kan sayang, suamimu bilang begitu jadi kamu tidak usah sedih yah" ucap papa Friska.
"Kamu mau jadi istri durhaka" ucap Kenan menggunakan senjata ampuhnya.
"Ihhh om bilang-bilang itu mulu, iya aku mau" ucap Friska sambil melanjutkan makannya.
Mereka pun langsung tersenyum mendengar ucapan Friska.
Selesai makan papa dan mama Friska pamit ke kamar mereka, tinggalah Friska dan Kenan di dapur.
Friska pun menyusun semua piring dan mau mencucinya, Kenan terus saja memperhatikan Friska yang sangat telaten mengurus dapur di umurnya yang masih muda karena biasanya yang dia tahu di umur seperti Friska ini pasti banyak yang hanya mengandalkan pembantu dan dia juga mengakui bahwa masakan Friska benar-benar enak mengalahkan makanan yang pernah dia makan di apartemen Adelia. Tapi Kenan diam saja, dia tidak mau memuji karena bisa membuat Friska besar kepala.
Friska memang sudah biasa sehabis makan menyusun piring lalu mencucinya.
"Om ke kamar saja, aku masih mau jumpa fans di sini" ucap Friska.
"Jumpa fans?" tanya Kenan heran.
"Iya om ini piring-piringku, panci-panci, aku mau jumpa mereka dulu, mau mencucinya. Jadi om ke kamar duluan saja, bersih-bersih lalu tidur" ucap Friska.
__ADS_1
Kenan pun berdiri lalu mendekati Friska dan berbisik ke telinga Friska kamu lupa yah inikan malam pertama kita mana mungkin aku mau tidur duluan bisik Kenan dengan senyuman mengerikannya.
Jeng... Jeng...