Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Agak susah sih sebenarnya,,


__ADS_3

"Wow nomor ponsel dia sibuk,,, sok sibuk juga anak itu,, bentar deh aku telfon lagi,," ucap Raka begitu menelepon Salsa dan nomor ponselnya sedang sibuk karena Salsa sedang bicara dengan Friska.


"Baguslah Sal,, jangan malu-malu in gue yah loe,, jangan centil loe kayak Ela,, pokoknya loe harus elegan kalau bertemu dengan om Jeki,, biar ada kesannya gitu,," ucap Friska.


"Astaga Fris kayak loe nggak centil aja sih,, kan kecentilan kita menurun dari loe jadi jangan sok nggak centil deh loe," ucap Ela.


Friska hanya nyengir begitu mendengar ucapan Ela yang memang benar adanya,, karena di antara mereka bertiga dari Friska lah awal kecentilan itu dan nggak sadar di ikuti Salsa dan Ela juga yang tadinya pendiam.


"Ehh tapi gue mau pakai baju apa nih,, please lah beri gue saran,," ucap Salsa.


"Aduhh pakai aja yang buat loe nyaman,, oke. Gitu aja gue nggak tau beneran kalau masalah yang begitu mahh,," ucap Friska karena dia juga langsung menikah dengan Kenan tanpa ada romantis-romantisan terlebih dahulu,, jalan berdua atau apalah itu.


"Ela,," ucap Salsa sambil melihat Ela karena dia memaklumi Friska yang jomblo jadi wajar dia tidak tau apa-apa mengenai itu.


"Sama gue juga nggak tau apa-apa,, nggak usah tanya gue," ucap Ela cepat mengingat dia yang kalau jalan dengan Juan hanya memakai baju yang dia suka dan terlihat cantik saja di matanya.


"Isshh dasar loe berdua kompak banget sih," ucap Salsa.


"Iya dong,, kita kan sahabat,," ucap Ela dan Friska lalu sengaja menertawakan Salsa.


"Ehh atau loe kesini aja Sal,, kita tanya sama om gue,,, dia kan cowok jadi tau lah pasti," ucap Friska yang membuat Kenan langsung mengernyitkan keningnya.


Jangan please,, karena aku juga nggak tau apa-apa,,, yang aku tau apapun yang istriku pakai pasti terlihat cantik dan cocok untuknya,, batin Kenan.


"Isshh nggak mau Fris,, takut gue,, nanti aku pilih sendiri aja kalau gitu,," ucap Salsa.


"Ya udah bagus kalau gitu,," ucap Friska.


"Oke kalau gitu,, gue tutup dulu panggilan telfonnya yah,," ucap Friska.


"Oke Fris," ucap Salsa.


Friska pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa.


"Ya udah Sal,, balik loe sana,, persiapkan diri,, cie yang mau ketemuan dengan cowok,," goda Ela.


"Isshh apaan sih loe Ela,, jangan gangguin gue dulu nanti kalau jadian baru deh loe gangguin gue,, terima gue di gangguin,," ucap Salsa lalu tertawa.

__ADS_1


"Gue yakin Sal loe nanti bakalan menyesali ucapan loe yang tadi,, karena di gangguin itu nggak enak apalagi yang modelan kayak Friska yang mengganggu,, hemm pikir-pikir lagi deh sebelum berucap," ucap Ela sambil bergidik ngeri.


"Hahaha iya juga sih,, tapi ya udah deh gue mau balik dulu,, doain aja pendekatannya lancar selancar air yang mengalir,," ucap Salsa sambil tersenyum.


"Iya gue doain,, hati-hati loe," ucap Ela sambil tersenyum juga.


"Iya," ucap Salsa lalu segera berjalan menuju ke motornya untuk pulang ke rumahnya.


Sedangkan Ela benar-benar sangat mendukung jika Salsa akan bertemu dengan Jeki. Yang sebenarnya dia sudah merasa sangat tidak enak tadi.


Tak lama setelah Salsa pulang ponsel Ela tiba-tiba berdering,, dengan segera dia melihat nama kontak yang menelepon dirinya.


"Ehhh Farel,, udah balik dia dari liburan di kampung neneknya,, katanya di sana susah jaringan,," ucap Ela begitu melihat panggilan telfon dari Farel. Dia pun segera mengangkat panggilan telfon dari Farel.


"Halo Rel,, udah balik loe?" tanya Ela penuh semangat karena dia juga sangat merindukan sahabatnya itu. Mereka sudah jarang bertemu sekarang semenjak selesai ujian dan juga semenjak Farel ke kampung neneknya.


"Iya nih udah balik,, nggak ada yang tanyain gue sepertinya,,, kejam banget tuh yang lain, mereka nggak kangen gue apa," omel Farel.


Ela pun tertawa begitu mendengar ucapan Farel.


"Pasti kangen lah,,, kita atur lagi nanti ngumpul-ngumpul karena Friska juga udah balik,, nggak sibuk lagi dia,, dan bukannya nggak nanyain sih mungkin nggak ada yang sadar kalau loe nggak muncul-muncul karena mereka pikir loe paling sibuk main game,, jarang juga nih ribut di grup,, loe juga cuma bilang sama gue doang nggak pamit di grup,, dan gue juga nggak bilang-bilang sama yang lain,," ucap Ela lalu tertawa.


"Haduhh itu mahh karena loe suka sama sepupu gue,, makanya loe begitu," ucap Ela lalu tertawa.


"Astaga Ela gue nggak gitu kali,," ucap Farel cepat.


"Iya tau kok,, bercanda doang,," ucap Ela lalu tertawa.


"Iya gue tau juga kalau loe cuma bercanda,, jadi gimana nih kapan pendekatannya dengan sepupu loe?" tanya Farel lagi.


"Yah kapan loe bisanya," ucap Ela lagi.


"Yah secepatnya kalau bisa," ucap Farel penuh semangat.


"Tapi gimana tuh sama pak Juan? kayaknya loe udah nggak sedih lagi yah, udah move on nih,, selamat yah," ucap Farel turut senang.


"Iya gue emang udah nggak sedih lagi Rel karena gue udah jadian dengan kak Juan,, senang banget gue," ucap Ela yang malah membuat Farel menjadi heran.

__ADS_1


"Duh Ela,, loe nggak gila kan sekarang karena di tikung dengan tante loe?" tanya Farel khawatir.


"Isshh apaan sih loe,, yah nggak lah,, gue emang udah jadian dengan kak Juan,," ucap Ela.


"Kok gue nggak tau?" ucap Farel.


"Dan kok loe bisa jadian dengan pak Juan,, bukannya pak Juan pacaran dengan Tante loe,,, loe apain pak Juan sehingga bisa jadi pacar loe,, loe pakai cara kotor yah?" ucap Farel lagi.


"Astaga apaan sih loe Rel,, jadi Tante gue itu cuma nipu gue Rel,, kak Juan itu cintanya sama gue,, pokoknya panjang lah ceritanya,, intinya kak Juan pacar gue sekarang," ucap Ela.


"Nipu gimana sih,, kepo gue," ucap Farel lagi yang semakin penasaran.


"Yah dia adu domba gue dan Kak Juan biar nggak jadian,, yang jelasnya dia itu nggak pernah pacaran dengan kak Juan,, dia hanya berhalusinasi saja,, buat cerita seolah-olah dia udah jadian dengan kak Juan,, udah mesra-mesraan,, udah di berikan cincin dengan kak Juan padahal semuanya hanya rencana dia saja supaya gue salah paham,, tapi untung saja semuanya sudah baik-baik saja,, sudah ketahuan semuanya,, tapi sekarang tante gue belum tau kalau gue itu udah tau semua kebohongan dia,, gue masih biarin dia bahagia,,, nanti ada waktunya buat dia,," ucap Ela.


"Wah gila banget tante loe,, bisa-bisanya dia seperti itu,, apa dia nggak malu, gue benar-benar nggak nyangka,, mungkin pak Juan itu emang jodoh loe jadi mau bagaimana pun tetap saja loe bersama dengan pak Juan,, selamat yah,, ikut senang gue dan nggak perlu lagi gue lihatin orang menangis,, sebenarnya nggak tega banget gue ninggalin loe waktu itu tapi karena nenek gue sakit jadi gue harus ke kampung dia," ucap Farel.


"Hah,, jadi nenek loe sakit,, katanya loe liburan,," ucap Farel.


"Nggak lah,, mana mungkin gue tega tinggalin loe yang lagi sedih hanya untuk liburan,, nenek gue lagi sakit sebenarnya dan gue nggak mau buat loe khawatir, dan yang lainnya khawatir makanya gue nggak bilang-bilang,,," ucap Farel.


"Astaga Rel,, terus sekarang kondisi nenek loe gimana? kenapa sih loe nggak bilang-bilang biar kita rame-rame pergi jenguk nenek loe,," tanya Ela.


"Alhamdulillah udah membaik kok,,, janganlah ngerepotin kalian gue nggak enak," jawab Farel.


"Yah nggak mungkinlah ngerepotin kita,,, santai aja,, yang lain juga pasti mau banget tuh,," ucap Ela lagi.


"Iya sih gue tau kok mereka itu kayak gimana, hanya sekarang udah membaik kok nenek gue,,, dia juga udah ikut kita," ucap Farel lagi.


"Bagus lah," ucap Ela senang.


"Secepatnya loe bakalan ketemu dengan sepupu gue,, tapi ini agak susah sih sebenarnya karena dia mencintai seseorang juga,, udah lama dia cinta tapi cowok itu cuek banget,,," ucap Ela.


########


Mampir ke novel aku yang baru yee...


"Dendam dan Cinta"

__ADS_1


klik profil aku aj....mksh sebelumnya 🙏 😊


__ADS_2