
Kenan yang sudah berada di dapur dan menyiapkan semua yang di suruhkan istrinya tinggal menggorengnya saja, tiba-tiba mendengar bel apartemennya berbunyi.
"Siapa sih ganggu ajah," ucap Kenan.
"Sayang kamu pergi lihat saja dulu," ucap Friska.
"Iya sayang kita barengan," ucap Kenan sambil membawa ponselnya.
Kenan pun segera membuka pintu apartemennya begitu sampai di depan pintu dan lagi-lagi dia mengernyitkan keningnya begitu melihat Renata sudah berdiri di depan pintu.
"Renata ada apa?" tanya Kenan.
Friska langsung memasang pendengarannya baik-baik begitu mendengar Kenan menyebut nama Renata.
"Kamu sudah makan Kenan?" tanya Renata.
"Belum," jawab Kenan.
"Pas banget aku juga belum makan, aku boleh nggak masuk ke apartemenmu nanti aku yang masak, masalahnya di apartemenku lagi nggak ada bahan makanan dan aku sudah sangat lapar sekarang," ucap Renata.
"Aku suruh bawahanku saja yah untuk membawakan kamu makanan," ucap Kenan yang tetap tidak mau membiarkan Renata masuk ke apartemennya apalagi memasakan buat dia, karena dia sedikit trauma kepada Adelia waktu itu. Kenan melihat Renata pembawaannya mirip dengan Adelia yang pemaksa.
"Aku benar-benar udah lapar banget, please Kenan, boleh yah," mohon Renata.
"Sayang gimana?" tanya Kenan kepada Friska membuat Renata sedikit terkejut sekaligus kesal karena ternyata Kenan sedang video call dengan seorang wanita, Renata masih belum percaya kalau Kenan sudah menikah.
"Nggak boleh, jangan biarin kuman masuk ke dalam apartemenmu, alasan ajah kalau mau cari alasan bisa yang lebih pintar dikit nggak," ucap Friska.
Istriku manis banget sih kalau lagi cemburu batin Kenan yang memang hanya sengaja menanyakan kepada Friska, sebenarnya dia memang tidak mau menyuruh Renata masuk, tapi karena dia ingin melihat wajah cemburu istrinya makanya dia basa-basi sedikit.
"Istriku sudah melarang Renata, jadi maaf yah nggak bisa, aku nggak bisa berbuat apa-apa kalau istriku yang sudah berbicara, karena kalau dia marah bisa bahaya dan juga aku nggak mau membuat dia marah padaku" ucap Kenan.
"Minta tolonglah pada kekasihmu," ucap Kenan.
"Aku nggak punya kekasih Kenan, tapi aku bakalan usaha sendiri kalau gitu," ucap Renata sambil berpura-pura terlihat sedih.
Kodenya nenek sihir ini ngeri juga yah batin Friska.
"Ya sudah bawahanku saja kalau gitu aku telfon, biar bisa membawakanmu makanan, kasian juga kalau kamu kelaparan," ucap Kenan.
"Nggak usah Kenan, nanti istrimu marah," ucap Renata sengaja agar Kenan kasihan padanya.
"Istriku ini baik kok orangnya," ucap Kenan.
__ADS_1
"Tapi kalau kamu nggak mau baiklah, mungkin kamu ada ide lain biar lebih cepat makan," ucap Kenan yang membuat Renata kesal karena rencananya gagal total.
"Aku masuk dulu yah, segeralah cari makan," ucap Kenan lagi lalu segera menutup pintu apartemennya, meninggalkan Renata yang masih berdiri mematung di tempatnya.
"Sayang kenapa wajahmu cemberut gitu hemm?" tanya Kenan.
"Aku kesal sama kamu," jawab Friska.
"Haa kesal kenapa sayang, aku buat salah apa?" tanya Kenan.
Friska hanya diam membuat Kenan panik.
"Sayang," ucap Kenan.
"Emm," ucap Friska.
"Kamu kesalkan apa padaku,?" tanya Kenan.
"Aku kesal karena kamu lama pulangnya, aku rindu, terus di situ ada cewek ganjen lagi," ucap Friska sambil cemberut.
Kenan pun tersenyum melihat istrinya yang sedang cemberut itu, namun semakin menggemaskan di mata Kenan.
"Aku juga sangat merindukan kamu sayang, percayalah aku yang lebih rindu sama kamu, kamu jangan kesal-kesal yah dan masalah Renata itu aku nggak pernah menggubrisnya sayang, aku sebenarnya hanya menganggap dia sebagai teman lama tapi nggak tahu dianya," ucap Kenan.
"Ayo lanjutkan tadi kan kamu mau menggoreng sayang," ucap Friska mengingatkan Kenan.
"Kamu nggak boleh telat makan, gini-gini istrimu ini perhatian," ucap Friska lalu tertawa.
Kenan pun ikut tertawa lalu melanjutkan kerjaannya di dapur, hal yang baru dia lakukan.
######
"Ya ampun bentar lagi gue bakalan jalan dengan kak Juan, ahh senang banget gue," ucap Ela.
"Gue mesti pakai baju apa ini, nggak mungkin kan gue pakai baju yang biasa gue pakai kalau jalan bersama sahabat-sahabat gue, nanti gue di kira adik kak Juan lagi," ucap Ela sambil melihat-lihat baju yang akan di pakainya.
"Gue harus dandan nih dikit biar kak Juan lihat ada perbedaan juga dari gue," ucap Ela lagi-lagi.
"Ya ampun gue nggak tahu dandan, gimana nih. Siapa nih yang bisa di telfon Friska atau Salsa yah," ucap Ela lagi sambil berpikir.
"Hemm percuma saja gue menelepon mereka berdua secara mereka juga nggak tahu dandan, kalau salah satu dari mereka berdua datang kesini, bisa-bisa gue di gangguin, ogah deh gue," ucap Ela lagi.
Ela pun teringat dengan pelayan di rumahnya yang dia lihat suka dandan dan bagus tidak terlalu menor, Ela segera memanggil pelayan itu.
__ADS_1
######
Juan tampak deg-degkan begitu sudah dekat dengan rumah Ela, karena malam ini dia harus meminta izin dulu kepada orang tua Ela, Juan merasa tidak enak kalau membawa Ela tanpa izin terlebih dahulu.
Duh kenapa aku deg-degkan banget sih, santai ajah Juan, santai oke batin Juan.
Juan menghubungi Ela terlebih dahulu.
Ela yang sudah selesai dandan dan sedang duduk menunggu Juan, langsung mengangkat panggilan telfon dari Juan begitu ponsel Ela berdering.
"Hallo kak Juan," ucap Ela dari balik telfon.
"Hallo Ela, aku sudah dekat rumah kamu sekarang, kamu sudah selesaikan pakaiannya?" tanya Juan.
"Sudah kak, ya udah aku keluar sekarang kalau gitu," ucap Ela.
"Emm tunggu dulu, orang tuamu ada di rumah?" tanya Juan.
"Iya ada kak, kenapa memangnya?" tanya Ela deg-degkan.
Oh my god jangan sampai nih kak Juan mau meminta izin sama orang tuaku kan so sweet banget, belum pernah ada cowok yang seperti itu sama aku batin Ela.
"Tunggu saja di dalam rumahmu, aku mau izin dulu sama orang tuamu sebelum membawamu keluar jalan," ucap Juan.
"Aku tutup dulu yah telfonnya, udah dekat nih," ucap Juan lalu dengan cepat menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Ya ampun apa yang aku bilang tadi, duh kok kayaknya berlebihan banget, aku malu banget batin Juan.
Ela langsung heboh karena bahagia membuat kedua orang tuanya bingung.
"Sayang kamu mau kemana?" tanya Ayah Ela sambil berjalan untuk segera duduk di sofa, mama Ela pun tampak membawa minuman untuk Ayah Ela.
Ela terkejut sedikit begitu mendengar suara ayahnya.
"Tumben dandan dan kenapa tadi kamu heboh banget?" tanya Ayah Ela lagi.
"Mau keluar jalan Ayah," ucap Ela.
"Apa!!! teriak mama Ela.
"Apaan sih mama bikin kaget ajah," ucap Ela.
"Kamu nggak boleh keluar jalan," ucap mama Ela.
__ADS_1