
Mama Kenan dan yang lainnya benar-benar heran melihat Friska yang tampak gelisah.
Yah sekarang Friska ketiduran di rumah sakit ketika menunggu kabar Salsa dan Jeki,, Friska kecapean dan juga terlalu shock dengan apa yang dia lihat. Karena tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dia akan melihat sahabatnya pingsan penuh darah.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Mama Kenan sambil berusaha membangunkan Friska.
Friska masih ada di dalam mimpi menyedihkannya itu hingga air matanya sampai menetes membuat yang lain ikut khawatir.
"Fris,, loe kenapa?" ucap Ela sambil mendekati Friska.
"Nggak mungkin,," teriak Friska yang membuat Ela terlonjak kaget.
Nafas Friska tampak tak beraturan begitu terbangun dari mimpi buruknya.
"Loe kenapa sih Fris? loe mimpi apa?" tanya Ela sambil melihat Friska.
Untung cuma mimpi,,, batin Friska yang langsung merasa lega.
Friska pun tak berbicara dan langsung berjalan ke tempat lain untuk menelepon Kenan.
__ADS_1
"Nggak usah ikut gue nggak kenapa-kenapa kok,, gue hanya mimpi buruk aja tadi,, gue mau ke toilet dulu,," ucap Friska begitu dia melihat Ela akan menyusul dirinya.
"Beneran Fris,, loe nggak kenapa-kenapa?" tanya Ela khawatir.
"Iya sayang,, beneran kamu nggak kenapa-kenapa?" tanya mama Kenan juga sambil melihat khawatir pada Friska.
Friska pun menganggukkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan dari mama Kenan dan juga Ela.
"Iya aku nggak nggak kenapa-kenapa kok, aku mau ke toilet aja nih,," ucap Friska.
"Sini gue temani Fris,," ucap Jojo.
"Jojo,," ucap Ela sambil melotot kan kedua bola matanya pada Jojo.
"Bercanda kok,, Friska mana mau,, hati-hati yah Fris,," ucap Jojo sambil nyengir,, Jojo sebenarnya hanya mau menghibur sedikit,, walaupun dia juga sejak tadi benar-benar sangat khawatir akan keadaan Salsa dan Jeki yang belum jelas.
Friska pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sedikit lalu segera berjalan menuju ke toilet. Entahlah Friska benar-benar tidak bisa bercanda walaupun sedikit untuk sekarang apalagi setelah mimpi buruknya.
Begitu Friska rasa aman,, dia pun segera menelepon Kenan.
__ADS_1
Kenan yang mendengar bunyi ponselnya segera ke tempat lain untuk berbicara dengan istrinya,, karena sekarang dia sedang berada di dekat Syeila yang sedang diikat.
Tumben istriku nelfon,, jangan-jangan.. batin Kenan yang sudah langsung khawatir.
"Mau kemana?" tanya Raka sambil melihat Kenan.
"Mau menjawab panggilan telfon dari orang yang sangat penting,, kamu urus dulu wanita setengah gila itu,," ucap Kenan sambil melihat kesal pada Syeila.
Kenan pun segera melanjutkan jalannya kembali.
Sementara Juan sejak tadi benar-benar sangat menahan amarahnya agar tidak menghabisi nyawa Syeila.
"Hallo,, istriku sayang,, gimana keadaan disitu?" tanya Kenan begitu mengangkat panggilan telfon dari Friska.
"Kamu lagi dimana?" tanya Friska dengan perasaan leganya begitu Kenan menjawab panggilan telfon dari dirinya.
"Aku lagi di dalam ruangan sayang,, lagi mengurus dalang dari kecelakaan Salsa dan Jeki,," ucap Kenan yang membuat Friska benar-benar langsung marah dan ingin segera mengetahui dalang dari kecelakaan Salsa dan Jeki.
"Sudah aku duga ada yang nggak beres,, siapa pelakunya?" tanya Friska.
__ADS_1
"Syeila,," ucap Kenan yang membuat Friska benar-benar langsung berapi-api,, apalagi mengingat kondisi terakhir Salsa dan Jeki yang dia lihat.
"Aku akan ke sana,," ucap Friska.