Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Foto siapa itu?


__ADS_3

"Hallo Juan, ternyata betul ini nomor ponsel kamu, aku Syeila," ucap Syeila dari balik telfon.


"Iya emang yang aku ketik tadi nomor ponsel aku masa aku mau kasih nomor ponsel orang lain," ucap Juan.


"Ya siapa tahu ajahkan kamu salah ketik nomor, abis dari tadi nggak aktif-aktif nih nomor ponsel," ucap Syeila.


"Iyalah nggak aktif kan baterainya lagi di isi, kamu masih bodoh ajah yah," ledek Juan lalu tertawa.


"Wah kamu sekarang bertambah sombong mentang-mentang asisten pribadi Kenan Mahardika, sedangkan aku apalah aku ini yang hanya butiran debu," ucap Syeila yang membuat Juan semakin tertawa setelah mendengar perkataan Syeila.


"Aku nggak bermaksud sombong Syeila, tapi emang kenyataannya kan," ledek Juan lagi.


"Terserah kamu deh Juan, aku mah ngalah ajah sama asistennya Kenan Mahardika,"


"Jangan bawa-bawa tuan Kenan, kalau dia tahu dia pasti tidak suka," ucap Juan.


"Iya kalau dia tahu sekarangkan dia tidak tahu jadi nggak apa-apa," ucap Syeila lalu nyengir.


"Nanti aku yang beritahu dia supaya dia tahu," ucap Juan enteng.


"Ya ampun Juan gitu amat kamu sama aku," ucap Syeila.


"Bercanda kok, tapi kalau kamu mau beneran juga aku bakal dengan senang hati memberitahukan dia," ucap Juan sambil menahan tawanya.


"Eitts jangan lah," ucap Syeila.


"Oh iya kamu lagi dimana?" tanya Syeila.


"Di apartemen," jawab Juan.


"Kamu udah sampai belum?" tanya Juan balik.


"Udah dari tadi aku sampainya," jawab Syeila.


"Juan aku mau nanya sesuatu sama kamu, boleh nggak?" tanya Syeila.


"Bolehlah, lebay banget kamu pakai nanya dulu," ucap Juan.


"Ya siapa tahu ajah nggak boleh," ucap Syeila lagi.


"Bolehlah, kamu mau nanya apa memangnya?" tanya Juan.


"Kenan Mahardika jomblo atau udah memiliki kekasih?" tanya Syeila.


Aku penasaran banget nih lihat ekspresi Juan sekarang batin Syeila.

__ADS_1


Juan pun langsung tertawa setelah mendengar pertanyaan dari Syeila.


"Kamu kenapa Juan, kerasukan?" tanya Syeila.


"Nggak lah, aku kasitau yah Syeila jangan pernah ada niatan kamu buat mendekati tuan Kenan, dia itu sudah memiliki seorang wanita yang sangat dia cintai dan juga wanita itu kejamnya nggak akan kamu sangka-sangka deh, pokoknya demi ketentraman hidup kamu jangan pernah coba-coba dekati tuan Kenan karena itu tidak akan merubah perasaan pada wanita itu dan juga pawangnya kejam," ucap Juan serius.


"Ya ampun Juan baperan banget kamu, aku cuma bercanda kali dan cuma pengen tahu ajah," ucap Syeila.


"Syukurlah kalau Pak Kenan ternyata memiliki wanita yang sangat dia cintai, berarti kamu masih normal Juan abis aku takut kalau kamu nggak normal karena kamu tidak memiliki pasangan terus begitupun pak Kenan, jadi kamu tahukan maksud aku" ucap Syeila lalu tertawa.


Juan tidak habis pikir dengan pikiran Syeila itu.


"Kamu lagi ngigo yah Syeila, ngigo memfitnah aku," ucap Juan seakan tidak percaya.


Syeila pun langsung tertawa lagi.


"Bercanda Juan jangan baper, karena baper itu berat kamu tidak akan kuat," ucap Syeila.


"Itu bukan bercanda tahu nggak, ya ampun aku ini masih normal banget Syeila," ucap Juan.


Sementara Ela masih menghubungi Juan dan nomor ponsel Juan masih juga sibuk.


Kak Juan nomor ponselnya sibuk terus, lama banget lagi, kak Juan telfonan dengan siapa, nggak mungkinkan kalau masalah kerjaan karena lama banget, apa jangan-jangan orang yang penting buat kak Juan batin Ela.


"Aku galau banget ya ampun padahal belum jelas juga kak Juan telfonan dengan siapa, tapi kok aku kayak agak kecewa gitu," ucap Ela.


Sudahlah aku tidur saja tapi kok rasanya nyesek banget yah, aku udah begadang ehh malah yang mau di telfon nomor ponselnya sibuk terus, mau tanya tapi aku bukan siapa-siapanya, ini sama saja luka tapi tak berdarah batin Ela.


Ela pun memutuskan untuk tidur dengan perasaan yang campur aduk sementara Juan masih asik telfonan dengan Syeila.


#######


Pagi harinya


"Ini nih yang pasti aku rindukan kalau kamu udah balik sayang selain kamu yaitu masakan kamu," ucap Kenan sambil menikmati sarapan paginya.


"Lebay banget," ucap Friska sambil mencebikan bibirnya.


"Aku nggak lagi lebay sayang, aku benar-benar serius ini," ucap Kenan.


"Makan dulu baru bicara," ucap Friska lalu tertawa.


"Bisa ajah yah buat aku diam," ucap Kenan.


"Tapi aku nggak bisa diam nih kalau kamu ada," ucap Kenan lagi.

__ADS_1


"Aku kenyang dengan gombalan nih," ucap Friska.


"Ya ampun itu bukan gombalan istriku, itu adalah ungkapan perasaan," ucap Kenan.


Friska hanya geleng-geleng kepala setelah mendengar ucapan Kenan sambil mengunyah makanannya.


"Sayang aku disini ajah yah, nggak usah ikut kamu ke kantor abis kamu nggak konsentrasi kerjanya," ucap Friska.


"No, kamu harus ikut dong sayang, kamu kan udah mau balik jadi kamu harus ikut kemanapun aku pergi," ucap Kenan dan tidak mau di bantah.


#######


"Bisa nggak kamu jangan terlalu cantik, udah nggak usah dandan deh sayang, gitu ajah," ucap Kenan yang sedang memperhatikan istrinya itu yang sedang duduk di depan cermin sambil memakai liptint.


"Terus aku mesti pucat gitu sayang, aku cuma pakai liptint ajah kok ini supaya lebih fresh gitu," ucap Friska sambil melanjutkan aktivitasnya.


"Tau ahh gelap," ucap Kenan yang membuat Friska langsung tertawa.


Dasar bapak satu ini batin Friska.


"Udah sayang ayo," ucap Kenan lagi.


"Kamu ini yah udah pengen cepat-cepat sedangkan dasi kamu saja belum pakai, sini aku pakaiakan," ucap Friska.


Kenan pun langsung memberikan dasinya kepada Friska.


"Kan memang sengaja sayang," ucap Kenan.


Friska pun hanya geleng-geleng kepala sambil memakaikan dasi suaminya itu.


######


"Itu om Juan ngapain senyum-senyum tidak jelas gitu," ucap Friska begitu melihat Juan yang sedang senyum-senyum sendiri di dalam ruangannya sambil melihat ponselnya.


Kenan pun ikut melihat Juan dan memang benar Juan sedang senyum-senyum tidak jelas sambil memandangi ponselnya, sesekali juga dia tertawa.


Kenan pun mengernyitkan keningnya begitu melihat Juan yang tidak seperti biasanya, seketika jiwa kepo Kenan keluar.


"Itu Juan belum gilakan," ucap Kenan sambil melihat kepada istrinya.


"Nggak tahu juga deh, tapi semoga nggak yah," ucap Friska.


Juan benar-benar tidak menyadari kedatangan Kenan dan Friska yang sedang melihat dia dengan tatapan heran.


Bahkan sampai Kenan dan Friska masuk pun Juan tidak menyadari.

__ADS_1


Kenan dan Friska sama-sama terkejut begitu melihat foto di ponsel Juan.


Foto siapa itu? batin Friska.


__ADS_2