
"Serius tuan mereka akan ujian empat hari lagi?" tanya Juan ulang untuk memastikan.
"Iya," jawab Kenan.
"Berarti Ela juga dong," ucap Juan keceplosan.
"Haa ketahuan kamu yah mikirin Ela, kamu ini perlu menyadarkan diri dulu deh kayaknya Juan," ucap Kenan.
"Hanya tiba-tiba teringat saja tuan lagian saya sudah sadar kok ini tuan," ucap Juan.
"Ya udah terserah kamu, aku mau masuk ruanganku dulu mau kerja cepat supaya cepat pulang," ucap Kenan.
"Tuan saya mau bilang kalau di perusahaan ini sudah ada beberapa orang yang harus di pecat, karena ada yang korupsi bahkan ada juga yang memberikan informasi tentang perusahaan kepada lawan perusahaan ini," ucap Juan.
"Urus semuanya Juan, terus rekrut orang yang bisa di andalkan dan jujur, jangan lupa berikan balasan yang setimpal pada mereka" ucap Kenan.
"Baik tuan,"Jadwalku hari ini apa?" tanya Kenan.
Juan pun langsung terdiam.
Aduhh aku belum lihat lagi, baru rencana mau mengurus semuanya hari ini batin Juan.
"Heem Juan makanya jangan galau terus kamu, sudahlah cepat urus semuanya dan beritahu aku jadwalku hari ini, sebelum aku naik darah," ucap Kenan lalu segera ke ruangannya sambil menahan tawanya, karena melihat wajah Juan yang pucat padahal dia hanya bercanda saja karena dia sudah memerintah sekretaris yang satunya untuk mengatur jadwalnya.
Aduh kenapa aku bisa tidak konsentrasi begini batin Juan.
#######
Juan yang sudah tahu kalau tadi Kenan menipu dirinya segera pergi mengurus orang-orang yang tidak penting untuk berada di dalam perusahaan Kenan.
Sedangkan Kenan sedang keluar untuk bertemu klien bersama sopir dan juga sekretaris.
########
__ADS_1
Jeki yang berada di perusahaan Kenan di Indonesia bekerja dengan sebaik mungkin karena dia tidak ingin mengecewakan Kenan, Kenan sudah percaya padanya jadi dia harus bekerja sebaik-baiknya.
"Ke..," ucapan Raka terhenti karena dia melihat bukan Kenan yang sedang duduk melainkan Jeki.
Jeki pun langsung melihat ke arah sumber suara. Jeki mengernyitkan keningnya bingung begitupun dengan Raka.
"Kemana Kenan?" tanya Raka.
"Kamu siapa? tanya Jeki.
"Kenapa tidak sopan menyebut nama tuan Kenan?" tanya Jeki lagi.
"Loh kamu juga siapa, kenapa berada di ruangan Kenan dan duduk di kursi Kenan?" tanya Raka.
"Saya Jeki yang memimpin sementara perusahaan ini, karena tuan Kenan sedang ke luar Negeri untuk mengurus cabang perusahaannya," ucap Jeki.
"Kamu siapa?" tanya Jeki.
Raka pun langsung mengulurkan tangannya kepada Jeki.
"Oh saya Jeki," ucap Jeki sambil berjabat tangan juga dengan Raka.
Bisa kali yah deketin istrinya dulu kan nggak mungkin Kenan bawa istrinya batin Raka sambil menahan tawanya.
"Kamu pasti di percaya sekali dengan Kenan yah, karena bisa memimpin perusahaan ini walaupun sementara," ucap Raka bangga pada Jeki karena tidak sembarangan orang yang akan mendapatkan kepercayaan Kenan.
"Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kepercayaan tuan Kenan, karena tuan Kenan tidak sembarangan dalam memberi kepercayaan kepada orang lain, ini semua juga karena sepupu saya Juan" ucap Jeki.
"Oh jadi kamu sepupunya Juan aku baru tahu, dan iya kamu memang benar sekali, dia itu sangat teliti orangnya dan sangat tahu menilai orang, tapi kok aku baru kali ini lihat kamu yah, masa aku nggak pernah melihat kamu bersama Juan," ucap Raka sambil mengingat-ngingat apakah dia pernah bertemu dengan Jeki atau tidak tapi memang dia tidak pernah bertemu dengan Jeki.
"Sama saya juga baru bertemu dengan kamu, saya baru selesai kuliah di luar Negeri mungkin karena itu kita tidak pernah ketemu, setelah kuliah saya jadi sopir istri tuan Kenan waktu itu, setelah itu saya di percayakan oleh tuan Kenan untuk memimpin sementara perusahaannya," ucap Jeki.
"Apa sopir?" tanya Raka seakan tidak percaya dengan kelakuan temannya itu.
__ADS_1
Benar-benar yah Kenan kurang asem banget, orang bertalenta begini malah dia jadikan sopir istrinya, kenapa nggak aku ajah coba yang jadi sopir istrinya batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
"Iya dia menjadikan aku sopir istrinya waktu itu, untuk menjaga istrinya," ucap Jeki.
"Aku bisa bela diri makanya aku di perintahkan untuk menjaga istri tuan Kenan," ucap Jeki lagi.
Raka pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Jeki sambil membayangkan nasib Adelia dan orang suruhannya waktu itu akibat ulah Friska.
Jeki pun hanya mengernyitkan keningnya bingung sambil menyuruh Raka untuk segera duduk di sofa. Raka yang masih tertawa segera duduk di sofa dan Jeki pun ikut duduk.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Jeki.
"Kamu tahu nggak yang kamu jaga itu pemilik sabuk hitam taekwondo dan nggak tahu lagi jangan sampai masih ada bela diri lain lagi yang dia tahu, jadi kamu hanya membuang-buang waktumu saja waktu itu untuk menjaga dia," ucap Raka setelah menghentikan tawanya.
Jeki langsung terkejut begitu mendengar ucapan Raka.
"Benarkah?" tanya Jeki seakan tidak percaya karena mengingat istri Kenan yang terlihat lemah lembut, cantik dan juga imut-imut, tidak tergambar sama sekali bahwa dirinya bisa bela diri, Jeki malahan berpikir Friska itu istri manja dan sudah pasti Kenan memanjakan dia.
"Iya beneran pasti kamu tidak menyangka bahwa istrinya itu bisa bela diri, karena istrinya itu sangat cantik dan terlihat lemah sehingga siapapun cowok yang melihatnya langsung ingin melindungi dia," ucap Raka.
Jeki langsung terdiam begitu mendengar ucapan Raka, Jeki hanya mengakui di dalam hatinya saja bahwa memang benar yang di katakan Raka, tapi dia tidak mau bilang karena takut jangan sampai Kenan tahu, Jeki tahu betul Kenan itu sangat cemburuan dan posesif pada istrinya, semua itu dari yang sempat dia lihat dan juga dari Juan yang sudah memperingatkan Jeki agar jangan terlalu dekat dengan istri Kenan karena Kenan nanti salah paham.
"Kamu nggak usah diam gitu, aku nggak bakalan bilang-bilang kok tenang ajah, memang benarkan yang aku katakan tadi?" tanya Raka.
"Iya sih memang benar istri tuan Kenan itu sangat cantik dan juga terlihat lemah, aku sangat tidak menyangka setelah mengetahui semuanya," ucap Jeki.
"Emang iya aku ajah yang baru pertama kali tahu benar-benar terkejut, tapi temanku itu benar-benar beruntung bisa menikah dengan Friska," ucap Raka.
Padahal waktu itu Kenan tidak mencintai Friska, mereka di jodohkan ehh tapi malah Kenan jatuh cinta beneran sekarang dan apes banget gue bisa cinta banget sama istri orang batin Raka.
"Friska nggak ikut dengan Kenan kan?" tanya Raka kepada Jeki.
"Iya tentu tidak, kan istri tuan Kenan masih sekolah," jawab Jeki.
__ADS_1
Kesempatan bagus buat Kenan panas disana siapa suruh jauh-jauh dari istri, padahal tadi aku mau ketemu dia juga, terus dia nggak bilang-bilang sama aku pasti dia sengaja nih biar aku nggak ambil kesempatan, batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.