
Kenan mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan istrinya,, sungguh usil istrinya saat ini menurut Kenan.
"Ngapain sayang gangguin orang? lebih baik kita juga fokus dengan malam berkali-kali kita," ucap Kenan sambil duduk lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang. Kenan sudah selesai mengeringkan rambut istrinya.
Friska terkekeh begitu mendengar ucapan Kenan yang mengatakan malam berkali-kali,, yah karena memang itulah kenyataannya,,, mereka sudah banyak kali berhubungan bahkan tidak terhitung lagi, tentu ini bukan lagi malam pertama.
"Kok malah tertawa sayang?" ucap Kenan sambil mengecup leher Friska sesekali.
"Sayang,, kamu tidak capek? perasaan tadi kamu ngeluh capek," ucap Friska.
"Tidak capek lagi kalau sudah berduaan di dalam kamar bersama kamu," ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.
Friska tersenyum mendengar jawaban suaminya itu.
"Bentar yah sayang fokusnya,, aku benar-benar ingin gangguin mereka dulu," ucap Friska lagi.
"Nggak boleh sayang, kita fokus saja sekarang buat baby," ucap Kenan yang tentu tidak akan membiarkan istrinya mengganggu sahabat-sahabat nya, karena Kenan sudah sangat tau kebiasaan mereka,, bisa-bisa dirinya,,, Juan dan juga Jeki tidak dapat apa-apa malam ini,, bisa-bisa mereka berbicara hingga pagi. Meskipun Kenan sudah enak-enak di dalam kamar mandi tapi bagi Kenan itu masih kurang,,, itu hanya sejenis pemanasan saja untuknya. Masih banyak model yang dia inginkan.
Kenan dengan segera menindih tubuh istrinya, memberikan sentuhan-sentuhan lembut dan juga kecupan,, sambil menjauhkan ponsel Friska. Friska seketika melupakan tujuannya tadi dan malah terlena dan pasrah di bawah kungkungan Kenan. Kenan tersenyum penuh kemenangan.
Sementara di kamar Jeki dan Salsa....
Saat ini Salsa telah selesai mandi,, Salsa tampak sangat malu-malu,, apalagi Jeki terus memperhatikan dirinya begitu keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Jeki langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Emm aku mandi dulu yah,, kamu jangan tidur dulu,," ucap Jeki sambil tersenyum pada Salsa.
"Hah,, memang kita mau ngapain?" tanya Salsa kemudian merutuki kebodohannya sendiri karena menanyakan hal seperti itu.
"Mau buka segel masing-masing," bisik Jeki lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.
Degh!!!!
Pipi Salsa langsung merona begitu mendengar bisikan Jeki. Salsa tampak panik lalu mengingat ucapan Friska bahwa awalnya akan sakit tapi lama kelamaan jadi ketagihan,, Salsa juga melihat baju lingerie dari Friska,, Salsa mengingat pesan Friska bahwa dia harus memakai itu di malam pertama. Tapi Salsa tidak punya keberanian sedikit pun,, dan langsung menaruh kembali baju itu.
Salsa kemudian duduk di depan meja rias sambil melakukan perawatan seperti biasanya,, memang barang-barang Salsa sudah banyak di dalam kamar itu. Hingga tidak lama Jeki pun keluar dengan melilitkan handuk di pinggang saja,, Salsa terperangah begitu melihat dada Jeki tanpa sehelai benang pun.
Jeki datang ke belakang Salsa sambil menghirup udara di cekungan leher Salsa membuat Salsa merasakan geli-geli sedap. Salsa bahkan tidak jadi memakai cream malamnya.
Perlahan Jeki menggendong tubuh Salsa ke tempat tidur tanpa penolakan apapun dari Salsa bahkan Salsa terlihat sangat menikmati,, inilah kalau menikah atas dasar suka sama suka pasti malam pertama nya tidak akan merepotkan atau perlu menahan diri,, karena sudah pasti istri akan melayani dengan senang hati walaupun masih malu-malu.
Salsa dan Jeki terus larut dalam ciuman panas mereka,, bahkan saat ini mereka sudah sama-sama tidak memakai sehelai benang pun. Entah kapan proses buka membukanya. Salsa dan Jeki benar-benar hanyut dalam rasa yang baru pertama kali sama-sama mereka rasakan malam ini. Ternyata sungguh nikmat,, baru ciuman saja sudah sangat nikmat bukan kepalang.
Hingga pada akhirnya Jeki akan memasuki Salsa.
"Katanya akan sakit kalau pertama kali,, kamu tahan yah, aku juga akan pelan-pelan,, kalau kamu tidak tahan katakan saja,, aku akan berhenti," ucap Jeki lalu mengecup bibir Salsa sekilas.
__ADS_1
Salsa pun mengangguk hingga tiba-tiba langsung memekik begitu sesuatu mencoba menembus dirinya di bawah sana.
"Sayang apa sakit sekali?" tanya Jeki sambil menatap Salsa yang tengah mengeluarkan air matanya, padahal baru ujung tongkatnya saja yang masuk.
Salsa menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu kita sudahi saja,, aku tidak mau kamu kesakitan sayang," ucap Jeki sambil mengelus lembut wajah Salsa. Jeki sebenarnya sudah tidak tahan ingin meneruskan namun melihat istrinya yang kesakitan Jeki mengalah.
"Jangan,, sakit tapi lanjutkan saja jangan berhenti,, aku suka kok,, kata Friska memang akan sakit pertama kali tapi lama kelamaan enak nggak sakit lagi," ucap Salsa sambil menahan Jeki dan tersenyum malu.
Jeki tampak semakin bersemangat dan langsung melanjutkan nya dengan sangat pelan. Hingga sekali hentakan membuat tongkat itu langsung masuk sepenuhnya,, Salsa langsung menggigit bahu Jeki karena terlalu sakit.
Aku tidak perawan lagi,, batin Salsa tidak menyangka malam ini kehilangan keperawanan nya namun dia bersyukur yang mengambilnya adalah suaminya sendiri,, pria yang sangat dia cintai.
Jeki berdiam diri dulu sebelum melanjutkan sambil menghapus air mata Salsa. Jeki bisa merasakan seperti ada yang robek tadi.
Ketika Salsa memberikan kode pada Jeki untuk melanjutkan,, Jeki pun segera melanjutkannya sambil sesekali mengecup bibir Salsa.
Sungguh nikmat,, sangat nikmat,, Jeki kini mengerti mengapa Kenan mendadak suka uring-uringan jika tidak mendapatkan jatah ternyata jatah itu sungguh nikmat. Sementara Salsa mulai merasa ada nikmat-nikmatnya sedikit begitu cukup lama di obok-obok Jeki.
Malam itu Salsa tidak menahan suaranya karena terlalu nikmat ditambah hujan yang turun terasa suasana semakin mendukung.
Sementara di kamar Juan dan Ela...
__ADS_1
Mereka sudah hampir tidak menggunakan sehelai benang pun,, Juan dan Ela sudah penuh gairah,, hingga tiba-tiba keluar kata-kata yang tidak diharapkan oleh setiap pengantin baru ketika malam pertama..
"Sayang,, tunggu dulu deh sepertinya aku datang bulan,,,"