Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sudah kembali


__ADS_3

Rio sudah mengetahui hubungan Friska dan Kenan semenjak mencari tahu tentang Friska sebenarnya dia ingin memberitahukan semuanya kepada Adelia, hanya dia batalkan semenjak melihat Friska pertama kali dan juga dia sudah mengetahui sifat Adelia yang sangat licik.


Setelah berbicara langsung dengan Friska Rio semakin yakin untuk mendekatinya dia seolah-olah lupa akan rencana pertama mereka dengan Adelia.


Rio yang melihat Adelia tidur sambil memeluknya segera membangunkan Adelia.


"Adelia bangun" ucap Rio membangunkan Adelia.


Adelia yang merasa ada yang membangunkannya langsung membuka kedua matanya.


"Ada apa sayang? aku pikir kamu udah tidur sejak tadi, ayo kamu tidur juga" ucap Adelia sambil masih memeluk Rio.


"Aku mau pulang Adelia, besok aku mau masuk kantor, aku sudah memutuskan untuk mengurus perusahaan ayah aku" ucap Rio yang membuat Adelia terkejut dan matanya langsung terang.


"Kamu mau masuk kantor bukannya kamu tidak suka dengan hal yang seperti itu, kamu lebih suka untuk bersenang-senang saja" ucap Adelia.


Rio juga anak orang kaya dan ayahnya pemilik perusahaan juga hanya dia tidak suka kalau harus memimpin perusahaan atau bekerja di perusahaan yang membuatnya pusing, dia lebih suka bersenang-senang bersama Adelia sejak dulu tetapi sekarang dia berubah pikiran semenjak mengenal Friska.


Rio ingin menjadi orang yang mempunyai pekerjaan juga seperti Kenan agar dia bisa pantas kalau mendekati Friska. Walaupun perusahaan Kenan lebih besar dari ayahnya tapi dia akan berusaha.


Hal itu tentu membuat ayah Rio senang karena Rio sudah mau bekerja, itu memang yang dia harapkan dari anaknya selama ini. Rio termasuk anak yang pintar hanya saja selama ini dia terpengaruh dengan Adelia dan kelakuannya yang hanya ingin bersenang-senang.


"Sekarang sudah tidak aku ingin bekerja agar aku punya masa depan dan juga bisa membuat hidupku lebih baik selama ini aku menyia-nyiakan kehidupanku" ucap Rio sungguh-sungguh.


"Berarti kita akan jarang ketemu dong sayang dan juga kamu akan jarang kesini, padahal kita bisa mengandalkan uang Kenan untuk bersenang-senang seperti dulu" ucap Adelia.


"Aku sudah tidak mau seperti itu, suatu saat nanti kita pasti akan ketahuan mau bagaimana pun kita menyembunyikan semua ini" ucap Rio.


"Nggak akan sayang aku sudah mengatur semuanya agar kalau kita bertemu dia nggak tahu, dia juga nggak pernah mencurigai aku, pokoknya kita harus tetap terus bertemu biar pun kamu sibuk awas saja kalau kamu nggak mau karena yang aku liat sekarang kamu itu sepertinya sudah berubah dan jarang memanggil aku sayang" ucap Adelia.


"Nggak kok sayang aku nggak berubah" ucap Rio.


"Kamu tuh berubah semenjak aku menyuruh kamu untuk mendekati Friska, kamu beneran suka sama dia" ucap Adelia penuh selidik.


"Nggak sayang aku nggak suka sama dia, dia anak SMA gitu mana mungkin aku menyukainya, tipe aku kan yang seperti kamu" ucap Rio berusaha meyakinkan Adelia.


"Baiklah kalau begitu, kamu jangan pernah mencoba menghianati aku, siapapun wanitanya aku pasti membuat perhitungan kalau dia sampai mengambil kamu, aku itu cinta banget sama kamu" ucap Adelia.


"Iya sayang aku nggak akan menghianati kamu, ya sudah aku pulang dulu yah" pamit Rio.


"Iya sayang kamu hati-hati" ucap Adelia sambil mengantar Rio di depan pintu apartemennya.


"Iya" ucap Rio lalu berjalan menuju lift.


Adelia pun kembali melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


#####


Pagi harinya Kenan dan Friska sarapan pagi seperti biasanya lalu melakukan aktivitas masing-masing. Rio pun sudah mulai bekerja di perusahaan ayahnya.


Di kantor Adelia sudah masuk kerja lagi.


"Sayang kamu sudah masuk kerja lagi, memangnya kamu sudah sembuh?" tanya Kenan begitu melihat Adelia.


"Iya sudah sayang" jawab Adelia.


"Sayang kenapa kamu nggak bersemangat begitu?" tanya Adelia karena melihat wajah Kenan yang sangat tidak bersemangat.


"Ini karena keponakan aku yang selalu buat aku seperti ini" ucap Kenan sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya dan Adelia pun mengikutinya.


"Memangnya kenapa lagi keponakan kamu dia buat ulah lagi?" tanya Adelia.


"Iya, semalam dia di kirimkan pesan sama laki-laki lain dan setelah membacanya dia senyum-senyum" ucap Kenan kesal.


"Oh itu wajar sayang siapa tahu itu pacar dia" ucap Adelia.


"Dia nggak aku bolehin pacaran" ucap Kenan.


Tapi aku sudah punya rencana dengan Rio batin Adelia.


"Iya dia penting" ucap Kenan.


"Pentingan mana aku atau dia?" Tanya Adelia lagi.


"Kamu jangan bertanya seperti itu sayang, kalian itu nggak bisa di pilih dan nggak bisa di bandingkan kamu pacar aku, kembali ke tempat kerja kamu yah" ucap Kenan.


Adelia pun kembali ke tempatnya.


Biasanya dia pasti akan mengutamakan aku mau apapun itu, Friska ini benar-benar keponakan menjengkelkan batin Adelia.


#####


Di perusahaan lain Rio benar-benar serius bekerja dengan cepat dia ingin menyesuaikan diri di perusahaan ayahnya.


Ketika melihat jam dia tiba-tiba mengingat Friska.


"Heem dia lagi ngapain yah, apa hari ini saja aku menagih janjinya tapi jangan dulu deh sepertinya dia sedang sibuk belajar sekarang, aku lebih baik meneleponnya saja pengen banget gue dengar suaranya" ucap Rio sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi Friska.


Friska yang kebetulan sedang istirahat dan lagi berada di kantin bersama Dafa dan sahabat-sahabatnya langsung saja mengangkat panggilan telfon dari Rio.


"Halo kak, ada apa?" tanya Friska langsung setelah mengangkat panggilan telfon dari Rio.

__ADS_1


Rio pun tersenyum mendengar suara Friska.


"Aku cuma mau tanya, kamu lagi ngapain? lagi sibuk yah" ucap Rio.


"Aku nggak sibuk kak cuma sekarang aku lagi makan, oh iya kakak udah ada waktu yah sekarang buat aku traktir?" Tanya Friska.


Dafa yang mendengar pembicaraan Friska mengira bahwa Friska sedang berbicara dengan cewek jadi dia lanjut makan sedangkan sahabat-sahabatnya yang lain lanjut menikmati makanannya juga.


"Belum ada kalau sekarang nanti aku kabari, sekarang aku masih di kantor sedang kerja, oh iya kamu lanjutkan makanmu kalau gitu, maaf yah kalau ganggu" ucap Rio lembut sambil tersenyum walaupun Friska tidak melihatnya juga.


"Kakak nggak ganggu kok santai ajah" ucap Friska.


"Bagus deh kalau aku nggak ganggu, ya sudah aku matikan dulu yah kamu lanjut makan dan belajar yang rajin" ucap Rio.


"Oke kak" Kata Friska.


Rio pun mematikan panggilan telfonnya sambil senyum-senyum seperti orang yang baru jatuh cinta.


"Siapa Fris?" tanya Dafa langsung.


"Oh ini kak Rio yang tolongin aku waktu motor aku mogok" jawab Friska.


Dafa yang mengetahui bahwa yang menelepon Friska ternyata laki-laki tiba-tiba merasa hatinya sakit namun dia berusaha menyembunyikan.


#####


Adelia lagi-lagi izin pulang cepat karena dia merasa bosan di kantor, Kenan juga sedang sibuk jadilah Adelia pulang sendiri dengan taksi online karena Rio pun tak bisa menjemputnya, Rio sedang sibuk juga di kantornya.


Di perjalanan Adelia merasa haus dia menyuruh sopir itu untuk berhenti sebentar, dia ingin membeli minuman di minimarket. Sopir itu pun berhenti dan Adelia segera turun ternyata di tempat itu ada Friska juga yang sedang mau membeli minuman karena merasa haus sepulang sekolah. Mereka pun bertemu.


"Ehh tante-tante" ucap Friska duluan.


"Jangan panggil gue tante" ucap Adelia kesal.


"Terserah gue dong, siapa suruh tante menor banget dandanannya" ejek Friska.


"Awas ajah loe kalau gue udah nikah sama Kenan, hidup loe bakalan susah" ucap Adelia sinis.


"Mana mungkin om Kenan mau menikahi tante sedangkan om Kenan lagi mencari kekasihnya yang sangat dia cintai kalau dia udah ketemu dengan kekasihnya pasti dia akan menikahinya" ucap Friska.


Dan aku dan om Kenan akan cerai batin Friska.


Adelia tertawa mendengar ucapan Friska.


"Hei kamu tahu kekasihnya itu adalah aku, akulah yang dia cari selama ini yang sangat dia cintai dan aku sudah kembali kalau kamu tidak percaya tanyakan sendiri saja pada Kenan" ucap Adelia.

__ADS_1


__ADS_2