
Friska melihat hanya Jeki,,, Salsa dan dirinya dan juga suaminya yang terlihat bahagia,, sementara begitu melihat Ela dan Juan,, mereka berdua hanya saling pandang saja dengan ekspresi wajah tidak bisa ditebak.
Friska akan menanyakan hal itu sebentar pada Ela.
"Sekarang lanjut sarapan dulu,," ucap Friska.
Mereka pun segera sarapan pagi.
Setelah sarapan pagi...
"Sayang,, aku mau ngobrol dengan Ela dulu yah," izin Friska begitu melihat Kenan yang sebentar lagi akan bermanja-manja padanya.
Kenan seketika itu langsung cemberut.
"Jangan gangguin pengantin baru sayang," ucap Kenan.
"Ishh iya tau,, tapi aku ingin bicara dengan Ela dulu,, apa kamu tidak lihat kalau Ela dan Om Juan terlihat aneh hari ini? padahal seharusnya hari ini mereka itu berbunga-bunga sayang,, seperti Salsa dan juga Jeki," ucap Friska lagi,, saat ini dirinya dan Kenan sedang berada di dalam kamar.
__ADS_1
Orang tua mereka tentu tidak ada di rumah Kenan,,, mereka adalah orang tua yang sangat pengertian. Tidak akan menggangu para pengantin baru. Sementara Raka yang hendak mengganggu tentu membatalkan niatnya karena pasti akan di ganggu habis-habisan mengenai statusnya yang jomblo, ketika nekat juga melakukan hal itu.
"Jangan-jangan mereka berantem? akhhhh aku nggak mau kalau sampai itu terjadi suamiku sayang,,, jadi aku harus bertemu Ela dulu," ucap Friska lagi.
"Emm baiklah tapi jangan lama-lama yah,, aku juga butuh di urus sayang," ucap Kenan lalu mengecup bibir Friska.
Kenan memang menyadari bahwa ada keanehan tadi yang terjadi antara Juan dan Ela. Makanya Kenan mengizinkan dengan syarat jangan lama.
"Iya sayang,, aku keluar dulu yah," ucap Friska.
Kenan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum,, Friska pun segera keluar kamar mencari keberadaan Ela.
Friska semakin yakin ada yang tidak beres diantara Ela dan Juan,, sementara Ela sengaja duduk di sofa untuk jauh-jauh dari Juan karena kasihan melihat Juan yang harus menahan diri.
Juan juga tampak menyibukkan diri dengan laptop di dalam kamar. Sebenarnya tadi sudah mengajak istrinya masuk namun Ela menolak dengan halus,, Juan pun mengikuti kemauan istrinya,, mereka tidak bertengkar cuma harus menahan diri saja,, dan Juan tidak bisa lama-lama melihat Ela di dalam kamar karena otaknya pasti berpikiran macam-macam. Juan sadar menahan diri ternyata sangat susah,, apalagi tubuh Ela yang selalu menggodanya.
"Ela,, ngapain disini? duduk termenung seperti ini,, nggak ada semangat banget,, padahal pengantin baru,," ucap Friska tiba-tiba sambil duduk di dekat Ela.
__ADS_1
Ela sedikit terlonjak kaget dengan kedatangan Friska yang tiba-tiba,, kemudian tidak lama Salsa juga ikut nimbrung dengan mereka.
"Pasti lagi ngomongin tentang Ela yah?" tebak Salsa.
"Iya nih,, kamu kenapa sih?" tanya Friska lagi.
"Aku nggak kenapa-kenapa kok," jawab Ela.
Ela bingung harus jujur atau tidak,, kalau jujur pasti sahabat-sahabat nya itu akan tertawa.
"Jangan bohong dehh,, kan kita sahabat,, jadi aku pasti tau kalau ada sesuatu yang menggangu pikiranmu," ucap Friska lagi.
"Iya betul tuh kata Friska," ucap Salsa juga.
"Em,, sebenarnya,, aku itu datang bulan tadi malam pas mau main obok-obok,, dan rasanya nggak enak banget harus menahan diri,, padahal aku sudah siap juga,," ucap Ela dengan ekspresi wajah ngenesnya apalagi begitu mengingat ekspresi wajah Juan yang lebih ngenes.
Seketika tawa Salsa dan Friska pecah.
__ADS_1
Tuh kan sudah aku duga,, batin Ela.
Sementara di tempat lain,,, ada seseorang yang masih tidak terima dengan pernikahan megah itu.