Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Loe bersama Adelia saja


__ADS_3

"Apaan sih loe berlebihan banget, buruan deh loe beritahu gue, udah penasaran banget nih" Ucap Raka sambil berjalan duduk di sofa di ikuti oleh Kenan.


"Gue serius, loe pasti kaget kalau mengetahui ini semua" Ucap Kenan kepada Raka lagi.


Raka pun mengikuti ucapan Kenan supaya Kenan tidak ribut lagi dan bisa memberitahukan dia dengan cepat agar dirinya tidak penasaran lagi.


"Udah kan cepat beritahu gue" Desak Raka lagi.


"Oke, gue mau jujur sama loe mengenai Friska Halwatuzahra yang loe cinta itu dan gue menyuruh loe mencari wanita lain karena Friska itu istri gue Raka dan gue sangat mencintai Friska" Ucap Kenan langsung.


Raka langsung tertawa mendengar ucapan Kenan membuat Kenan bergidik ngeri dan kebingungan dengan respon yang di berikan oleh Raka.


Kenapa dengan Raka, apa dia langsung gila setelah mendengar ucapan gue ini karena tidak bisa mengejar Friska lagi batin Kenan.


"Loe kenapa ketawa sih Raka, kesambet atau loe mendadak gila?" Tanya Kenan.


"Habis loe bicara lucu banget sih, ini loe bicara begini pasti supaya gue nggak mengejar ponakan loe yang cantik lagi kan, tega banget sih loe sampai sebegitunya sama gue" Ucap Raka setelah menghentikan tawanya.


"Raka gue bicara beneran nih, Friska itu istri gue Raka dan jangan loe bilangin dia cantik yah, nggak suka gue" Ucap Kenan.


"Loe jangan bohong dong" Ucap Raka serius.


"Gue nggak bohong kalau loe nggak percaya tanya saja sama orang tua gue, mereka yang membuat gue nikah sama Friska dan loe ingat pembicaraan kita waktu itu mengenai ciri-ciri cewek yang loe suka dan istri gue yang memiliki kesamaan karena memang mereka orang yang sama" Ucap Kenan.

__ADS_1


Raka pun mengingat itu semua, kali ini wajahnya tampak sangat serius, setelah mengingat itu yang memang benar dengan yang di katakan Kenan, dia pun memutuskan untuk menelepon mama Kenan yang tak terlalu sibuk di bandingkan ayah Kenan, dan memang benar mama Kenan mengatakan bahwa Friska adalah menantu kesayangannya yang berarti istri Kenan. Mama Kenan sebenarnya sedikit bingung dengan Raka yang tiba-tiba menanyakan tentang Friska namun setelah mengetahui bahwa Raka sedang berada di kantor Kenan dia pun tak mau pusing lagi.


"Terus kenapa loe nggak bilang?" Tanya Raka yang tampak sangat kecewa.


"Karena Friska tidak mau di tahu, walaupun dia tidak bilang secara langsung tapi gue tahu dan dia nggak bermaksud sedikit pun buat mempermainkan perasaan loe dengan tidak bilang sama loe, karena istriku itu sangat polos jadi dia tidak tahu kalau loe menyukai dia, istriku menyembunyikan itu karena dia pikir juga nanti kita akan bercerai jadi dia nggak mau di gangguin" Ucap Kenan menjelaskan.


"Tapi gue gimana perasaan gue Kenan, gue cinta banget sama Friska hanya dia yang bisa buat gue akhirnya jatuh cinta dan kenapa dia mesti menjadi istri loe" Ucap Raka sambil mengacak rambutnya karena tidak habis pikir dengan kenyataan yang baru di ketahuinya.


"Loe yang sabar Raka, gue yakin loe bakalan bertemu dengan wanita lainnya nanti, karena jujur gue sekarang sangat mencintai istri gue Raka, gue nggak bisa merelakan Friska kepada loe, benar-benar nggak bisa Raka, makanya gue beritahu loe dengan cepat biar perasaan loe nggak semakin dalam sama istri gue" Ucap Kenan menepuk bahu Raka yang tampak sangat jelas sedang benar-benar kecewa.


"Terus Adelia, bukannya loe mencintai Adelia juga, loe bersama Adelia saja biar gue sama Friska, loe nggak boleh memiliki keduanya" Ucap Raka yang tiba-tiba mengingat Adelia, wanita yang sangat di cintai Kenan walaupun sekarang dia tidak yakin lagi kalau Kenan masih mencintai Adelia karena tadi dia melihat Adelia menjadi cleaning service.


"Nggak sudi gue bersama dengan wanita kotor itu dan gue sudah tidak mencintai dia lagi, sebenarnya sudah lama gue nggak mencintai Adelia dan mencintai istri gue hanya gue ajah yang nggak sadar sama perasaan gue sendiri karena janji dan juga kesetiaan gue" Ucap Kenan.


"Pantas saja sekarang dia sudah bekerja dengan pekerjaan yang cocok dengannya" Ucap Raka.


"Gue nggak tahu Kenan mesti gimana sekarang, gue mau pulang dulu" Ucap Raka lalu berjalan keluar dari ruangan Kenan dengan cepat dan dengan perasaan yang campur aduk.


Kenan pun hanya melihat Raka yang berjalan keluar dari ruangannya, Kenan mengerti dan ingin membiarkan Raka untuk menenangkan diri dulu dan memperbaiki perasaannya.


Adelia yang melihat Raka berjalan ke luar perusahaan menuju ke mobilnya dengan raut wajah yang berbeda sewaktu dia masuk tadi hanya mengernyitkan keningnya bingung.


Tadi waktu dia masuk bahagia banget sekarang pas keluar menyeramkan banget tuh raut wajah tumben banget, kenapa tuh orang kepo gue nggak biasanya dia begitu batin Adelia.

__ADS_1


#####


Friska yang pulang sekolah di sore hari karena memang Friska sedang belajar tambahan membuat Dafa ingin mengantarnya karena Dafa pikir pasti Kenan sibuk dan Friska nanti kelamaan pulangnya karena menunggu Kenan.


Friska memang bilang ke Dafa kalau dia akan di jemput lagi oleh Kenan.


"Dafa gue tunggu om Kenan ajah, dia pasti nggak lama kok" Ucap Friska karena mengingat ucapan Kenan yang melarang kalau dirinya pulang bersama laki-laki lain.


"Kalau lama Fris, loe yang kasian" Ucap Jojo kepada Friska karena memang mereka berjalan bersama untuk keparkiran.


"Iya Fris" Ucap sahabat-sahabatnya yang lain.


"Ehh tapi nggak bakalan deh, itu pak Kenan lagi jalan menuju kesini Fris, ya ampun tampan banget sih, boleh minta nomor ponselnya nggak Fris nggak apa-apa kok walaupun usianya agak jauh dari gue yang penting ganteng dan masih sendiri" Ucap Salsa dengan centilnya sambil melihat kagum ke arah Kenan yang sedang berjalan ke arah mereka dengan tampannya.


"Apaan sih loe centil banget, ya sudah gue pulang duluan yah semuanya, om gue udah jemput" Ucap Friska sambil mau berjalan menuju ke arah Kenan namun tangannya di tahan oleh Salsa.


"Tunggu disini saja Fris" Ucap Salsa sambil tersenyum manis kepada Friska.


"Ogah" Ucap Friska kemudian dengan segera berlari kecil ke arah Kenan.


Kenan tersenyum melihat Friska yang sedang berlari kecil terhadapnya.


"Jangan lari-lari sayang" Ucap Kenan sambil mengelus rambut Friska begitu Friska sampai di dekatnya.

__ADS_1


"Sengaja, aku lagi kesal sama Salsa masa mau meminta nomor ponselmu, ayo kita pulang nanti keburu Salsa sampai di sini dan kecentilan lagi" Ucap Friska dengan cemberutnya sambil menarik tangan Kenan agar mengikutinya berjalan, namun Friska yang cemberut itu sangat menggemaskan di mata Kenan.


"Apa sayang aku nggak dengar nih bisa ulang nggak, teman kamu mau minta apa tadi?" Tanya Kenan pura-pura tidak mendengar ucapan Friska tadi.


__ADS_2