
Astaga sumpah demi apapun aku nggak cemburu sama sekali, teriak Salsa di dalam hatinya.
"Hehehe aku nggak cemburu kok,,, mana mungkin aku cemburu,, secara Elsa hanya menganggap kamu sebagai kakak saja," ucap Salsa sambil tersenyum terpaksa.
"Yah biarpun begitu aku tau kamu cemburu,," ucap Raka lagi.
Astaga nih orang, gila banget sih, aku nggak cemburu sama sekali juga,,, batin Salsa kesal.
"Emm Elsa sepertinya kita ini nggak jauh beda umurnya,, kamu masih sekolah atau kuliah?" tanya Salsa basa-basi untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aku sebentar lagi kuliah,, aku lagi menunggu pengumuman aja, kamu?" tanya Elsa balik.
"Wah sama dong,, aku juga lagi menunggu pengumuman aja,, bentar lagi bakalan kuliah juga," ucap Salsa.
"Oh iya,,, kamu sekolah dimana?" tanya Elsa lagi.
"Aku sekolah di SMA XXXXX,,," jawab Salsa.
"Wah sekolah itu kan sekolah terbagus,,," ucap Elsa kagum.
"Kamu kenapa nggak sekolah disitu juga?" tanya Salsa.
"Aku milih yang dekat rumahku,, waktu itu hampir juga aku mendaftar disitu,, cuma karena jauh jadi gitu deh," jawab Elsa.
"Aku ada sepupu yang sekolah disitu dan dia juga lagi menunggu pengumuman sekarang,," ucap Elsa yang teringat dengan Ela.
"Hah,, benarkah,, siapa nama sepupu kamu? siapa tau aja aku kenal," ucap Salsa lagi.
"Ela namanya,," jawab Elsa.
"Hah Ela,,, di sekolah banyak nama Ela... aku juga punya sahabat nama Ela,, nama lengkap dia siapa?" tanya Salsa lagi.
"Ela aja nama dia, nggak ada lagi sambungannya," jawab Elsa lagi.
"Sama dong dengan sahabat aku yang irit banget namanya,, jangan-jangan teman aku sepupu kamu lagi," ucap Salsa.
"Hmmm bukanlah,, mana mungkin sepupu Elsa bisa jadi teman kamu sayang,," ucap Raka yang membuat Elsa dan Salsa langsung menoleh kepadanya.
Nih orang manggil-manggil aku sayang terus, kesal banget aku,, batin Salsa.
"Yah bisa aja dong," ucap Salsa lagi.
"Nggak mungkin,, kalau sahabat kamu itu sepupunya Elsa sudah pasti dong kamu udah ketemu dengan Elsa,, nah ini kalian baru juga bertemu jadi nggak mungkin," ucap Raka.
__ADS_1
"Hmmm iya deh,, aku malas ribut," ucap Salsa.
Elsa pun hanya tersenyum saja.
"Oh iya kak Raka kapan mau makan?" tanya Elsa.
Raka pun tampak melihat jam tangannya sebentar.
"Sekarang aku mau makan,," jawab Raka begitu sudah selesai melihat jam tangannya.
"Oh ya udah aku siapkan yah kak," ucap Elsa lagi.
"Emm nggak usah repot-repot Elsa,, ada Sinta kok pacar aku,, Sinta sini sayang siapkan aku makan jangan duduk diam saja,, kamu harus latihan menjadi istri yang baik," ucap Raka sambil tersenyum pada Salsa.
Salsa benar-benar merinding begitu mendengar ucapan Raka.
"Oh iya maaf kak aku lupa kalau ada Sinta,," ucap Elsa yang langsung menjadi sedih namun dia masih berusaha untuk menutupi kesedihannya.
"Sinta ayo kamu siapkan buat kak Raka," ucap Elsa lagi.
"Hmmm aku rasa nggak usah deh,, bukannya kamu sudah biasa sayang makan dari tempatnya langsung lalu kenapa sekarang mesti disiapkan ke piring lagi lagian nggak ada piring disini,," ucap Salsa yang benar-benar malas untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Raka.
Wahh ngelunjak dia,, aku mana pernah makan dari tempatnya langsung,, ini anak malas banget, batin Raka.
"Tuh Sinta kata kak Raka ada,, kamu masuk saja ke dalam," ucap Elsa lagi.
"Iya ini udah mau masuk kok,," ucap Salsa yang terpaksa mengikuti perintah Raka.
Isshhh menjengkelkan banget sih tuh orang,, aku kasih picah juga nih piring lama-lama,, batin Salsa sambil mengambil piring lalu membawa piring itu kepada Raka.
"Nah gitu dong,, dia ini sangat manja Elsa jadi gitu deh," ucap Raka yang lagi-lagi membuat hati Elsa sakit namun dia tetap berusaha terlihat biasa saja.
"Hemmm perasaan kamu saja," ucap Salsa sambil mengambilkan makan di piring untuk Raka.
"Sinta kamu juga makan aja, itu untuk dua orang kok,," ucap Elsa lagi.
Salsa tampak kasihan melihat Elsa.
Dia pasti sudah berencana akan makan bersama dengan nih cowok,, tapi semuanya berakhir karena cowok ini malah membuat dia sakit hati dengan memperkenalkan aku sebagai pacar dia, batin Salsa sambil melihat kesal pada Raka yang tampak tidak peka sama sekali.
"Sinta ayo kamu makan juga," ucap Elsa lagi karena melihat Salsa yang hanya diam membisu saja.
"Emmm nggak usah aku udah kenyang mendadak,, kamu saja yang makan Elsa,," ucap Salsa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Loh kok aku,, kamu aja,, makanlah bersama kak Raka,, aku udah mau balik nih," ucap Elsa karena dia benar-benar tidak tahan melihat kemesraan Salsa dan Raka.
"Hah mau balik? cepat banget," ucap Salsa yang kemudian merutuki kebodohannya sendiri karena mengatakan itu pada Elsa.
Kamu ini bodoh banget sih Salsa,,, jelaslah dia pengen balik cepat karena pasti dia nggak tahan melihat orang yang dia sayang malah mesra dengan orang lain,, batin Salsa sambil melihat kasian pada Elsa yang terlihat jelas tampak sedih.
"Iya Elsa cepat banget kamu baliknya,, tapi kalau kamu emang udah mau balik beneran nggak apa-apa juga,, aku nggak enak juga kalau menahan kamu,," ucap Raka yang membuat Salsa ingin sekali menjitak kepala Raka karena mengucapkan itu pada Elsa,, namun dia tidak mungkin akan berani melakukan itu pada Raka.
Balik lah Elsa cepat,,, aku nggak sanggup lagi kalau mau berbohong pura-pura pacaran lagi sama nih bocah,, batin Raka.
"Emm iya kak aku emang udah mau balik beneran,, aku emang niatnya pengen cepat balik kok," ucap Elsa.
"Oh iya Elsa,, ini biar aku yang bawa pulang,," ucap Raka.
"Iya kak, Sinta aku balik dulu yah,,, kamu makan juga yah,," ucap Elsa lagi.
"Tapi..,"
"Nggak ada tapi-tapian kamu harus makan juga,, kak Raka tolong yah pastikan dia makan juga," ucap Elsa sambil tersenyum.
"Iya Elsa,, dia mah waktu ada kamu saja dia seperti ini,,, kalau kamu nggak ada pasti langsung muncul bar-bar dia,, pasti sebentar ini semua habis dia yang makan," ucap Raka yang langsung membuat Salsa melihatnya dengan tatapan kesal.
"Astaga nggak benar itu," ucap Salsa.
"Nggak usah malu-malu sayang," ucap Raka lagi.
"Iya Sinta benar kata kak Raka kamu nggak usah malu-malu sama aku," ucap Elsa.
"Kalau begitu aku pamit dulu yah," ucap Elsa lagi.
"Iya Elsa,,, kamu hati-hati yah,," ucap Raka.
"Iya kak," ucap Elsa lalu segera pamit lagi kepada Salsa dan Raka setelah itu dia dengan segera berjalan keluar dari dalam ruangan Rafa sambil menahan tangisannya.
Elsa berjalan dan tetap tersenyum ketika melihat security yang mengantarnya tadi. Di dalam mobil Elsa menangis sejadi-jadinya sambil menyetir mobilnya.
Elsa memutuskan untuk singgah sebentar di bangku taman untuk menenangkan dirinya.
Dia masih melanjutkan tangisannya sambil duduk sendiri di bangku taman itu.
Cukup lama dia duduk menangis di taman itu.
Hingga tiba-tiba ada yang memberikan dia sapu tangan membuat Elsa mengernyitkan keningnya langsung.
__ADS_1