Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Karena terlalu berharap


__ADS_3

"Kamu tuh kalau yang gituan ajah cepat banget, kerjaanmu nggak selesai-selesai tuh," ucap Friska setelah mereka sudah selesai bercinta.


"Maaf khilaf abis enak sayang, kamu juga mau gitu terima-terima ajah nggak komen," ucap Kenan sambil nyengir.


"Lah percuma aku komen kalau kamu sudah mode on," ucap Friska.


Kenan hanya tertawa sambil memeluk istrinya.


"Aku mau pergi mandi dulu," ucap Friska sambil beranjak dari sofa lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang mandi bareng yuk," goda Kenan.


"Isshh nggak mau, kerja deh buruan yank, aku mau renang ihhh," ucap Friska lalu segera masuk ke dalam kamar mandi sebelum Kenan menyusulnya lagi.


Kenan hanya tersenyum lalu kembali mengambil laptopnya dengan semangat 45 karena sudah dapat jatah.


Sedangkan Juan masih setia menunggu sambil memeriksa beberapa file lagi, tapi juga pikirannya terbagi pada Jeki dan Ela.


Juan benar-benar tidak mau kalau Jeki dan Ela dekat.


#######


Friska yang sudah mandi segera memakai pakaiannya lalu duduk jauh-jauh dari suami mesumnya yang sedang fokus. Friska memilih main game di sofa lain, sebenarnya dia ingin di tempat tidur tapi tempat tidur itu masih seperti kapal pecah. Friska ingin membersihkannya tapi Kenan sudah melarangnya, dia tidak mau Friska yang bersihkan itu karena dia sudah sengaja membawa pekerja untuk masalah bersih-bersih. Friska benar-benar sudah merasa malu jika membayangkan pelayan akan membersihkan tempat tidur dan melihat ada darah.


Kenan memperhatikan istrinya yang sedang fokus pada ponsel, dan itu membuat jiwa keponya keluar.


"Apa liat-liat, aku lagi main game yank, kamu fokus ajah dulu sama kerjaan kamu," ucap Friska karena menyadari jika suaminya itu sedang memperhatikan dirinya yang lagi main game.


"Mana coba liat," ucap Kenan.


Friska segera memperlihatkan kepada suaminya game yang sedang dia mainkan lalu Kenan segera melanjutkan kerjanya lagi.

__ADS_1


Friska benar-benar ingin keluar kamar sebenarnya hanya saja dia tidak mau jangan sampai di luar ada pengawal-pengawal, dia mau menyuruh Kenan untuk menghilangkan pengawal-pengawalnya seperti sebelumnya tapi dia tidak mau mengganggu waktu Kenan, jadilah dia yang hanya main game saja sambil menunggu Kenan selesai. Padahal pengawal-pengawal itu sebenarnya sudah tidak ada di luar mereka sudah berada di dalam ruangan sedang duduk-duduk santai.


"Enak banget yah kerjaan kita hanya duduk-duduk gini ajah,"


"Iya nih, tapi serius kemarin itu aku benar-benar berpikir kalau bakalan mati disini abis aku lapar banget kemarin dan nggak makan, tapi sekarang tuan Kenan sepertinya merasa bersalah kemarin dan akhirnya disini sudah disiapkan makanan, pelayan bisa masuk kesini,"


"Iya sama aku juga mikir begitu kemarin, tapi syukurlah sekarang sudah tidak lagi,"


"Kenapa sih kita di kurung begini? nggak di biarkan untuk berjaga di luar?"


"Iya sama aku juga sebenarnya agak bingung dengan ini semua,"


"Sudahlah nggak usah banyak tanya kalian, nikmati saja apa yang kita dapatkan sekarang kan enak santai-santai begini,"


"Iya kamu benar juga, enak kalau kita santai-santai begini dan di gaji,"


"Emm aku tahu mungkin tuan Kenan ingin berduaan dengan istrinya tanpa kita lihat, karena kata salah satu pelayan yang aku gebet istri tuan Kenan kemarin benar-benar berpakaian sexy, jadi kayaknya itu deh sebabnya kita di kurung begini supaya kita nggak lihat,"


"Gerakanmu cepat sekali yah sudah main gebet ajah kamu, aku kalah start nih, tapi kayaknya benar deh ucapanmu itulah alasannya kita tidak di izinkan berada di luar"


Para pengawal itu masih terus berbincang-bincang sambil rebahan-rebahan santai.


#########


"Sayang sepertinya kita tidak jadi snorkeling hari ini, karena masih banyak yang harus aku cek sayang, yang harus aku baca, karena keputusan ada di tangan aku, jangan marah yah, besok ajah yah sayang snorkeling," rayu Kenan yang sudah duduk di dekat Friska yang sedang bermain game.


Friska benar-benar melihat wajah merasa bersalahnya suaminya dan dia juga lihat Kenan yang benar-benar tidak mau kalau Friska marah.


Kerjain bagus nih batin Friska sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


"Kamu mah gitu amat, pemberi harapan palsu, ahh udah ahh malas banget kalau udah gini," ucap Friska kesal.

__ADS_1


"Sayang jangan marah dong," rayu Kenan sambil menggenggam tangan istrinya.


"Kamu maunya gimana, aku tertawa gitu disaat kamu beri harapan palsu, kamu tahukan aku pengen banget snorkeling hari ini tapi kamu malah nggak bisa, isshh udah ahh aku kesel banget sama kamu, urus ajah tuh kerjaan kamu aku kesal pokoknya," ucap Friska.


"Sayang maafin aku, aku nggak maksud banget buat beri harapan palsu sama kamu istriku sayang, jangan ngambek dong" rayu Kenan lagi sambil mengecup-ngecup tangan istrinya.


Benar-benar yah masih ajah ngambil kesempatan batin Friska.


"Ya udah kita snorkeling aku simpan kerjaan aku, ayo sayang jangan ngambek," ucap Kenan lagi.


Friska tertawa dengan nyaringnya membuat Kenan mengernyitkan keningnya bingung.


"Sayang kamu kenapa? kok tertawa-tertawa gitu?" tanya Kenan bingung sendiri.


"Aku cuma bercanda ajah yank serius banget sih kamu, nggak apa-apa kok kalau besok snorkeling, kamu lanjut kerja ajah, lagian aku udah malas juga nih sayang karena udah mandi dan lagi main game juga," ucap Friska sambil tersenyum.


Kenan seketika tersenyum dengan kelakuan istrinya itu, dia sebenarnya sedikit bingung tadi dengan istrinya yang tiba-tiba jadi ngambekan tapi untung saja itu semua cuma bercanda, kalau beneran semakin pusinglah Kenan.


"Ya ampun aku pikir tadi kamu beneran ngambek loh sayang, untung ajah nggak," ucap Kenan sambil mengacak rambut Friska.


"Bercanda doang sayang, aku nggak ngambekan orangnya dan nggak mungkin juga aku mau ngambek sama kamu gara-gara nggak jadi snorkeling karena kamu kerja," ucap Friska sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


"Istriku benar-benar pengertian," ucap Kenan.


"Ayo sayang kita pindah tempat biar kamar ini dibersihkan dulu," ucap Kenan dan Friska segera mengikuti ucapan Kenan.


#########


Ela sudah bersiap dengan dandanannya yang tidak menor, malam ini Ela membawa mobilnya karena dia sedang ingin menggunakan mobilnya, Farel tidak datang menjemput Ela karena Ela sudah bilang kalau dia ingin menggunakan mobil. Setelah di rasanya sudah cukup dengan bercerminnya, Ela segera berjalan menuju mobilnya lalu segera mengemudikan mobilnya menuju tempat janjian mereka dengan sahabat-sahabatnya.


"Ke luar kota sendiri, bawa mobil sendiri, nggak dapat nomor ponsel Ela, astaga lengkap sudah derita hidupmu Jeki, sepertinya status jomblo kamu masih lama baru berakhir," ucap Jeki di dalam mobilnya.

__ADS_1


"Karena terlalu berharap mendapatkan nomor ponsel Ela, sampai-sampai kamu seperti sedang melihatnya sekarang di pinggir jalan," ucap Jeki begitu dia melihat seorang wanita mirip Ela.


Jeki langsung menghentikan mobilnya begitu sadar kalau itu benar-benar Ela yang di lihatnya.


__ADS_2