
Aku sangat merindukan istriku dan juga sangat memikirkan dia saat ini, akhirnya aku berhalusinasi melihatnya sekarang batin Kenan.
Kenan pun hanya menarik lalu membuang nafasnya lalu ingin melanjutkan kembali jalannya, namun Friska berjalan ke arahnya dengan senyum manisnya.
Sejak tadi Friska sudah jadi perhatian oleh karyawan-karyawan di kantor Kenan, terutama para pria yang wanita pun ikut melihat Friska.
Kenan tidak jadi melanjutkan jalannya dan malah berdiri saja dan diam mematung sambil melihat Friska yang sedang berjalan ke arahnya dengan senyum manisnya dan juga wajah cantiknya.
Kenan masih menganggap itu halusinasinya saja, karena tidak mungkin istrinya datang. Tapi menurutnya biarpun cuma halusinasi yang penting dia melihat istrinya seperti nyata berada di depannya sudah cukup buatnya makanya dia menghentikan langkahnya.
"Ada apa dengan wajahmu ini suamiku kok di tekuk banget sih," ucap Friska pelan sambil menyentuh dan mengelus lembut wajah suaminya itu.
Deg...
Kenan benar-benar terkejut mendengar suara istrinya itu, lalu dia pun menyentuh tangan istrinya yang sedang mengelus lembut wajahnya tak lupa dengan Friska yang tersenyum manis padanya.
Mereka pun semakin menjadi bahan tontonan, karena keserasian mereka dan juga kedekatan mereka, banyak yang terkejut melihat Friska yang menyentuh Kenan dengan santainya, bahkan dengan senyum manisnya.
Dan bahkan Kenan pun tidak marah malahan dia menyentuh tangan gadis itu juga yang sedang memegang pipinya, karena Kenan sangat di tahu tidak suka dekat-dekat dengan wanita bahkan Renata pun yang mati-matian mendekati Kenan dengan alasan teman sekelas tetap saja tidak bisa terlalu dekat dengan Kenan.
"Ini beneran kamu, kamu datang ist.. " ucapan Kenan terhenti karena Friska lebih dulu menempelkan jari telunjuknya ke bibir Kenan agar Kenan tidak keceplosan.
"Iya aku datang tapi kamu jangan nyaring-nyaring bicaranya nanti fans-fans aku disini pada hilang," ucap asal Friska namun suaranya sangat pelan.
Kenan pun langsung memeluk erat tubuh istrinya itu, dia benar-benar sangat merindukan istrinya dan dia tidak menyangka juga kalau istrinya akan datang, padahal dia tadi sedang kesal, karena istrinya yang tidak ada kabar sama sekali dan juga ponsel yang tidak aktif.
Karyawan-karyawan yang menyaksikan itu terkejut melihat Kenan yang seperti itu pada seorang gadis muda yang cantik.
Setelah memeluk erat tubuh istrinya, Kenan langsung mencium bibir istrinya di depan karyawan-karyawannya membuat Friska, Juan, karyawan-karyawan apalagi Renata benar-benar semakin terkejut.
"Mana lagi fans kamu yang akan bertahan setelah aku mencium bibirmu, kamu hanya milik aku sayang, bahkan mereka fans pun aku tidak akan biarkan," ucap Kenan setelah mencium bibir istrinya itu sambil mencubit gemas hidung istrinya.
__ADS_1
"Aku cuma bercanda, aku malu sekarang," ucap Friska sambil menyembunyikan wajahnya di dada Kenan.
Kenan pun tersenyum bahagia melihat ekspresi istrinya itu.
"Ngapain kamu malu coba, kamu kan istriku dan juga jangan bercanda kalau urusan pria karena aku akan menganggapnya serius. Ayo ikut aku sayangku," ucap Kenan.
"Ya ampun Juan aku nggak sadar kalau kamu ada disini loh, karena aku terlalu fokus padanya, seperti biasa urus semuanya yah, kamu mengertikan? dan juga ruanganmu sudah aku siapkan yah, kalau sudah selesai langsung saja ke lantai terakhir di gedung ini" ucap Kenan.
"Iya tuan," jawab Juan lalu Kenan pun segera membawa istrinya menuju lift khusus buat dia, untuk segera ke ruangannya dengan perasaan yang sangat bahagia.
Heem baru juga datang ehh sudah di perintah lagi dan dengan teganya dia tidak menyadari keberadaanku batin Juan.
"Ayo kembalilah pada aktivitas kalian, aku asisten pribadi tuan Kenan," ucap Juan.
Mereka pun segera ke tempat masing-masing dan Renata masih tampak kaget dengan yang dia saksikan tadi.
Teman-teman kerjanya yang lain tampak tertawa puas setelah melihat wajah Renata yang terlihat jelas masih terkejut dan seperti belum menyangka atas apa yang dia saksikan tadi.
"Iya, pantas saja pak Kenan tidak tergoda sedikit pun pada Renata maupun pada karyawan-karyawan lainnya disini, nah wanita yang membuat pak Kenan tersenyum bahagia sangat cantik dan juga terlihat masih muda banget,"
"Iya cantik dan imut banget, beda banget dengan Renata,"
"Iyalah beda banget, kalau gue jadi Renata lebih baik gue mundur secara teratur ajah, sadar diri"
Begitulah pembicaraan-pembicaraan teman kerja Renata yang masih di dengar oleh Renata dan itu membuat Renata merasa kesal dan juga merasa malu.
######
"Aku masih tidak percaya ini, kamu datang kesini sayang," ucap Kenan dengan senyum bahagianya begitu mereka berada di dalam lift.
"Ya udah aku pulang sekarang kalau gitu biar kamu percaya kalau aku habis datang beneran kesini," ucap Friska.
__ADS_1
"Eehh nggak boleh, baru juga ketemu sayang," ucap Kenan lalu mengecup pipi istrinya.
Begitu mereka masuk ke dalam ruang kerja Kenan, dengan segera Kenan mengunci pintu ruangannya, lalu membawa istrinya ke sofa yang berada di ruangannya.
"Sayang aku duduk di sofa ajah di samping kamu, nggak usah di pangkuan kamu," ucap Friska sambil ingin segera duduk di samping Kenan, namun Kenan menahannya agar tetap duduk di pangkuannya.
"Kamu duduknya gini ajah sayang biar gampang kalau aku ingin mencium kamu," ucap Kenan sambil membawa kedua tangan Friska agar merangkul lehernya dan dia memeluk pinggang istrinya itu agar Friska lebih dekat lagi dengan dirinya.
"Sekarang katakan padaku, siapa yang ajar kamu kayak gini hemm?" tanya Kenan gemas.
Friska pun tertawa karena mengerti dengan maksud Kenan.
"Kayak gimana sih sayang, aku nggak mengerti?" tanya Friska pura-pura lalu mengecup bibir Kenan sekilas.
"Jangan pura-pura tidak mengerti sayang, kamu tahu waktu ponsel kamu tidak aktif aku benar-benar pusing tahu nggak, bahkan aku tidak kepikiran menelepon Juan dan yang lainnya karena aku galau," curhat Kenan.
Kenan melihat ke CCTV bahwa Friska keluar rumah malam-malam dan terlihat sudah sangat cantik, Friska tidak berbicara apapun selama berada di dalam rumah dia terlihat terburu-buru, Kenan menunggu Friska untuk menghubunginya namun ternyata Friska tidak menghubunginya sama sekali, Kenan ingin menghubunginya namun dia tidak mau kalau sampai istrinya itu mengetahui Kenan menyimpan CCTV di rumah mereka, dia tidak mau melihat istrinya terlihat canggung melakukan apa-apa karena ada CCTV.
Namun Kenan yang sudah tidak tahan dengan pikirannya takut Friska keluar jalan bersama cowok lain makanya dia tidak meminta izin, segera menghubungi istrinya namun ponsel istrinya tidak aktif semakin menjadilah pikiran negatifnya Kenan.
Kenan masih teringat dengan satpam yang berada di rumahnya, dia pun menghubunginya namun satpam itu bilang Friska keluar dengan pria dan kata Friska pada pak satpam kalau Kenan sudah mengizinkannya. Galaulah Kenan.
Sementara pria itu adalah suruhan Juan untuk menjemput Friska, karena Juan sedang beres-beres semua keperluan yang akan di bawanya.
Juan sempat terkejut begitu Friska mengirimkan pesan whatsapp pada dirinya bahwa dia mau ikut dan Friska juga melarang Juan memberitahukan Kenan akan kedatangannya, Juan yang mengerti segera mengiyakan.
Kenan yang lagi galau-galaunya tidak bisa berpikir lagi, dia hanya terus menghubungi Friska sampai dia tertidur karena kelelahan.
Bangun pagi pun Kenan melihat tidak ada kabar dari istrinya itu, bahkan dia memeriksa CCTV Friska tidak pulang-pulang juga, Kenan langsung bersiap-siap ke kantor untuk menyelesaikan sebagian pekerjaannya, karena mengingat Juan akan datang dan dia ingin pulang untuk menciduk sendiri istrinya itu, lalu kembali lagi kalau perlu dia membawa istrinya ikut dengannya, begitu pikir Kenan.
Namun semuanya berubah begitu dia melihat istrinya berada di kantornya.
__ADS_1