Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ini dia pelakunya


__ADS_3

Kenan, Juan dan Friska benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan bawahan Kenan. Mereka tidak menyangka saja bahwa orang yang ingin menabrak Friska adalah suruhan dari wanita yang bekerja di kantor Kenan sendiri.


"Seriusan yang bekerja di kantornya?" tanya Friska ulang.


"Iya,"


Jangan-jangan urusan perasaan nih, Nona Friska baru saja datang, dia juga orangnya baik dan dia sangat beruntung bisa bersama Kenan, lelaki yang banyak di inginkan oleh wanita, aku yakin pasti ini masalah perasaan batin Juan.


"Berani sekali wanita itu macam-macam dengan aku," ucap Kenan.


"Sayang duduklah dulu," ucap Kenan pada Friska.


"Kamu juga sini duduk, om Juan juga ayo," ajak Friska.


Kenan dan Juan pun menurut, padahal sebenarnya Kenan sudah ingin sekali bertemu dengan wanita itu, kalau perlu dia pergi menyusulnya.


Kenan pun sebelum duduk memberikan tendangan kepada orang suruhan Renata membuat Friska terkejut seketika, melihat Kenan yang sangat berbeda, dia tidak menyangka tendangan Kenan sangat bagus dan juga sangat keras, Friska yang jago bela diri sangat mengetahui mana tendangan yang terlatih dan mana yang bukan.


Orang yang di tendang Kenan sudah mengeluarkan darah segar dari bibirnya, dan bahkan dia sampai terbatuk-batuk mengeluarkan darah, bukan cuma Friska yang terkejut bahkan Juan pun terkejut, untuk pertama kalinya dia melihat Kenan sangat berbeda.


Apa ada yang tidak aku ketahui tentang Kenan batin Juan.


"Itu baru pemanasan," ucap Kenan kepada orang suruhan Renata.


"Ayo sayang," ucap Kenan begitu sudah selesai menendang orang itu, sambil membawa Friska untuk duduk.


Friska pun mengikuti Kenan sambil melihat Kenan.


Kenan ini cinta banget pada Nona Friska, dia bisa langsung seketika lembut jika berhadapan dengan Nona Friska dan bisa sangat menakutkan jika dia di ganggu apalagi sekarang Nona Friska yang dia ganggu, dasar wanita itu bodoh banget, dia sama saja membangunkan singa yang lagi tidur nyenyak tahu nggak, dia pikir bisa lari dari Kenan batin Juan.

__ADS_1


Sedangkan Renata yang sudah berada di dalam mobil bersama bawahan Kenan lagi berontak ingin keluar karena dia sangat takut jika harus bertemu Kenan, dia sangat takut Kenan mengetahui semuanya.


"Bisa diam nggak," bentak bawahan Kenan.


"Nggak bisa, aku mau turun, cepat turunin aku," ucap Renata.


"Kamu ini kalau kita masih baik sama kamu lebih baik kamu bersikap baik juga, kamu tidak mungkin kami turunkan sebelum bertemu dengan bos kami," ucap bawahan Kenan lagi.


"Kamu sudah berani macam-macam dengan bos kami dan juga sangat berani ingin menyakiti istrinya, bos kami itu sangat mencintai istrinya, maka habislah kamu," ucao bawahan Kenan yang satunya lagi yang sedang mengemudikan mobil.


Bawahan Kenan memang sudah mengetahui status Friska, karena Kenan membawa dua orang bawahannya yang sedang berada di Indonesia jadi merekalah yang memberitahu status Friska kepada bawahan Kenan yang lain, ketika mereka di perintah mencari tahu siapa dalang yang ingin menabrak istri Kenan.


Jadi memang benar Kenan sudah menikah dengan wanita itu batin Renata karena sebelumnya dia masih belum percaya dengan status Kenan yang sudah menikah meskipun Kenan sudah bilang sendiri, dia juga sudah melihat perlakuan Kenan pada Friska namun dia seakan tidak bisa terima dan belum mau percaya, serta dia ingin sekali menyingkirkan Friska.


"Aku tidak bermaksud macam-macam dengan bos kalian, dan juga kalian salah tangkap bukan aku pelakunya, aku nggak pernah menyuruh orang untuk mencelakakan istri bos kalian, aku itu kerja di kantornya jadi mana mungkin aku berani berbuat seperti itu," ucap Renata pada akhirnya yang sedang berusaha mengelak dari tuduhan bawahan Kenan.


"Apa yang kalian tertawakan haa, kalian pikir aku sedang melawak, cepat lepaskan aku," bentak Renata kesal.


Salah satu bawahan Kenan pun langsung mencengkram keras kedua pipi Renata membuat Renata benar-benar meringis kesakitan.


"Kamu memang sedang melawak menurut kami," ucap bawahan Kenan lagi sambil masih mencengram keras kedua pipi Renata. Dia tidak perduli sama sekali dengan Renata yang meringis kesakitan.


"Kamu meragukan kemampuan kami untuk mencari tahu tentang kejahatanmu yang sangat tidak pandai sekali kamu lakukan, terus kamu bilang kami salah menangkap orang, lelucon apa itu," ucap bawahan Kenan lagi yang sedang mengemudikan mobil.


"Kamu belum tahu saja kejahatan bos kami yang sangat mengerikan itu, kamu lebih baik melihat memang deh dunia ini, karena bos kami bisa menghilangkan kamu tanpa di cari sedikitpun, tanpa di curigai sedikit pun dengan sangat baik," ucap bawahan Kenan lagi yang sedang mengemudikan mobil sambil tersenyum.


"Dan itulah kejahatan secara halus, bukan seperti kamu yang melakukan kejahatan tanpa berpikir terlebih dahulu," ucap bawahan Kenan lagi yang masih mencengkram kedua pipi Renata lalu dia segera melepaskannya.


Renata langsung menelan salivanya begitu mendengar ucapan-ucapan bawahan Kenan yang sangat mengerikan itu.

__ADS_1


"Kasian banget yah kamu, kamu itu sangat bodoh mau mencari masalah dengan Kenan Mahardika, kamu pikir dia orang yang bisa di ajak main-main, kamu ganggu juga wanita yang sangat dia cintai. Dasar wanita yang benar-benar bodoh" ucap bawahan Kenan lagi lalu tertawa kasian sambil melihat Renata.


"Aku mohon lepaskan aku, aku akui akulah yang ingin membunuh istrinya tapi aku mohon lepaskan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi, lepaskan aku, tolong," mohon Renata sungguh-sungguh.


Aku akan menyusun rencana serapi mungkin jika kalian melepaskan aku, aku tidak apa-apa mati asal wanita tidak tahu diri itu mati juga batin Renata.


"Oke kita akan lepaskan kamu," ucap bawahan Kenan yang sedang berada di samping Renata membuat bawahan Kenan yang sedang mengemudikan mobilnya mengernyitkan keningnya bingung.


"Kamu mau mencari masalah dengan melepaskan dia," ucap bawahan Kenan yang sedang mengemudikan mobil.


"Terima kasih kamu mau melepaskan aku," ucap Renata dengan perasaan bahagianya.


Gampang banget orang ini di bohongi tinggal memasang wajah sedih ajah, kalau tahu akan semudah ini sejak tadi aku lebih baik nangis-nangis ajah batin Renata sambil tertawa di dalam hatinya.


"Iya aku memang mau melepaskan kamu tapi di dalam mimpimu saja," ucap bawahan Kenan lalu tertawa, karena dia mendapat hiburan tersendiri setelah membohongi Renata.


"Dasar bodoh mana mungkin aku mau mengkhianati tuan Kenan, aku masih sayang nyawaku, aku masih sayang nyawa kekasihku, aku masih sayang nyawa keluargaku" ucap bawahan Kenan itu lagi setelah menyelesaikan tawanya.


Sedangkan yang sedang mengemudikan mobil hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan temannya itu.


Sepertinya dia kurang hiburan, kasian batin bawahan Kenan yang sedang mengemudikan mobil lalu tertawa di dalam hatinya.


######


"Tuan ini dia pelakunya," ucap bawahan Kenan sambil membawa Renata dengan paksa.


Kenan segera menoleh ke arah pintu masuk, begitupun dengan Juan dan Friska.


"Renata," ucap Kenan dengan wajah yang sudah memerah karena amarahnya.

__ADS_1


__ADS_2