Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Gue kepikiran loh


__ADS_3

Juan segera mengangkat panggilan telfon dari Ela sambil menyetir mobilnya pelan.


"Halo sayang,,, ada apa?" tanya Juan langsung begitu sudah mengangkat panggilan telfon dari Juan.


Ela langsung senyum-senyum lalu menggigit sendok karena ucapan Juan.


"Astaga Ela,, itu sendok tahu bukan makanan,, kok loe gigit sendok sih,, nggak benar banget nih anak,," omel Salsa sambil mengambil sendok lalu menaruh di piring Ela.


Astaga Salsa buat malu aku aja,, kenapa nggak dia pakai toa aja sih bilangnya biar tetangga aku dengar juga,, aku kan khilaf karena mendengar kata-kata kak Juan,, batin Ela sambil melihat Salsa.


Juan juga ikut mendengar ucapan Salsa. Dia lagi-lagi mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Salsa,,, Juan merasa Ela semakin aneh semenjak mereka pacaran,, tapi dia juga semakin cinta apalagi selalu terngiang-ngiang ciuman jauh melalui telfon dari Ela.


"Em kamu kok gigit sendok? gigit makanan dong sayang,," ucap Juan lagi.


Oh my god,,, kenapa yah kalau kak Juan yang bilang sayang tuh,, rasanya beda banget,,, akhh butuh oksigen banget nih,, batin Ela.


Salsa menggelengkan kepalanya begitu melihat Ela yang benar-benar susah di deskripsikan ekspresinya.


Kenapa sih anak,, tadi gigit sendok sekarang itu wajahnya kenapa lagi begitu amat,, apa sih yang di ucapkan kak Juan sehingga Ela jadi seperti ini,, batin Salsa.


"Gigit kamu boleh nggak?" ucap Ela yang langsung membuat Salsa memasukan roti di mulut Ela,, dan secara otomatis membuat Ela melihat pada dirinya.


"Sadar woi sadar,, jangan bar-bar kenapa jadi cewek,," ucap Salaa gemas.


"Apaan sih Salsa ganggu aja dahh,, loe baperan amat tahu,," ucap Ela sambil mengunyah roti.


"Gila loe yah,," ucap Salsa.


Ela hanya nyengir saja pada Salsa.


"Halo,, gimana kamu mau aku gigit nggak?" tanya Ela lalu memberikan isyarat pada Salsa supaya diam.


Juan teringat dengan Kenan yang membicarakan masalah gigit-gigitan tadi.


"Kamu seperti tuan Kenan saja,, jangan main gigit-gigitan susah cari obatnya,," ucap Juan dengan polosnya.


Ela terkejut begitu mendengar ucapan Juan.


"Pak Kenan main gigit-gigitan sama siapa?" tanya Ela kepo.


"Sama Nona Friska,," jawab Juan dengan santainya sedangkan Ela benar-benar terkejut begitu jawaban Juan.


"Ela kenapa loe?" tanya Salsa bingung.


"Serius pak Kenan main gigit-gigitan dengan Friska?" tanya Ela yang langsung membuat Salsa tidak jadi mengunyah makanannya.


"Iya katanya dia khilaf gigit Nona Friska makanya aku sekarang di perintah buat cari obat penghilang bekas gigitannya," ucap Juan.

__ADS_1


"Itu gigitannya bagaimana?" tanya Ela sedangkan Salsa sudah berada di dekat Ela sambil memasang pendengarannya baik-baik.


"Aku juga belum tahu karena belum lihat,,," jawab Juan.


"Oh,, sebentar lihat yah sayang terus beritahukan aku,," ucap Ela.


"Iya,," ucap Juan.


"Ehh tapi tunggu berarti Friska udah balik dong?" tanya Ela dengan semangatnya.


"Iya dia sudah balik tadi pagi mereka sampai,," jawab Juan.


"Kok Friska nggak ngabarin kita sih,, tega banget dah tuhh anak,, dia juga jarang menghubungi kita loh semenjak ada urusan pribadi,," ucap Ela.


"Mungkin Nona Friska benar-benar sibuk dan sekarang mungkin dia juga lagi capek,, siapa tahu aja sebentar dia menghubungi kamu,," ucap Juan.


"Oh iya juga yah,," ucap Ela.


"Oh iya kenapa nelfon? padahal kamu sepertinya lagi sarapan tuh,," ucap Juan.


"Pengen dengar suara kamu sayang,, aku tuh pengen banget dengar kamu ucapin langsung kata-kata kamu yang tadi kamu kirim lewat pesan,," ucap Ela yang semakin centil membuat Salsa langsung kembali duduk di kursinya.


Juan tersenyum begitu mendengar ucapan Ela. Entahlah semenjak mereka pacaran Juan selalu saja senyum-senyum akibat kelakuan Ela.


"Kamu jangan lupa sarapan dan sebentar aku mau makan siang dengan Syeila,, jangan pikir macam-macam yah,, ini untuk rencana kamu juga,," ucap Juan lalu tersenyum sambil fokus menyetir mobilnya pelan.


"Kamu udah sarapan belum?" tanya Ela sambil senyum-senyum.


Inginku makan piring ini,, kenapa sih harus uwu-uwuan terus,, batin Salsa.


"Belum,," jawab Juan.


"Loh kok belum sih sayang,, kalau kamu sakit gimana?" ucap Ela khawatir.


"Ke rumah sakit dong,," ucap Juan santai seperti di pantai.


Astaga gini amat punya pacar yang bawaannya serius di tambah datar,, aku lagi khawatir di tambah mau uwu-uwuan dengan dia ehh dia malah jawab serius banget,, benar lagi dia jawab,,, lah emang iya kan kalau sakit yah ke rumah sakit,,, huuuf nikmati saja lah dia yang kayak gini nanti aku ajar sedikit-sedikit tapi dia ini sekali dia romantis mau meninggal gue,,, batin Ela.


"Iya tahu tapi kamu jangan sampai nggak sarapan dong sayang,," ucap Ela pada akhirnya.


"Nggak kok,, aku biasa kalau di perintah dengan tuan Kenan begini pasti aku sarapan di rumah dia,," ucap Juan.


"Oh gitu yah sayang bagus deh,, aku pikir kamu nggak sarapan loh,," ucap Ela.


"Sarapan kok,, makasih yah udah perhatian,," ucap Juan sambil tersenyum.


"Em gemesin banget sih pacar aku,, kenapa bilang makasih coba,," ucap Ela.

__ADS_1


Pengen banget gue lempar nih anak dengan roti,, kapan sih gue gitu juga,, iri gue woi iri,,, batin Salsa.


"Kamu lebih menggemaskan,," ucap Juan.


"Hm bisa aja,, oh iya bentar makan siang aja yah,, awas nggak boleh baper sama tante aku,," ucap Ela lagi.


"Iyalah,, aku nggak mungkin baper sama Syeila,, aku udah baper sepenuhnya sama Ela ponakannya,," ucap Juan cepat.


Tuh kan apa gue bilang sekali dia romantis berasa mau meninggal,, akhh pengen cepat-cepat nikah gue kalau gini,, tapi takut di unboxing kan sakit kata orang-orang,, batin Ela yang sudah kemana-mana.


"Oh iya udah dulu yah,, aku lagi mencarikan pesanan tuan Kenan,, nanti dia marah-marah kalau kelamaan,," ucap Juan lagi.


"Emm oke kalau gitu,, sarapan yah jangan lupa,," ucap Ela.


"Iya,, kamu lanjut lagi sarapannya yah,, aku tutup dulu telfonnya," ucap Juan.


"Tunggu dulu,, ada kelupaan," ucap Ela cepat.


"Apa?" tanya Juan.


"Beritahu aku gigit-gigitan apa yang tadi itu loh,, pak Kenan dan Friska,, kayak gimana bekas-bekasnya terus tempatnya dimana saja,," ucap Ela.


"Oh iya bentar yah,," ucap Juan.


Astaga datar banget dia jawab,, polos banget nih pacar,, padahal arah pikiran aku itu udah kemana-mana tapi dia masih aja santai,, berasa kayak aku yang cowok disini,, batin Ela.


"Aku tutup dulu yah telfonnya,," ucap Juan.


"I love you,, sebenarnya walaupun aku tidak bilang ini tapi percayalah aku selalu mencintai kamu,," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela tanpa menunggu respon dari Ela.


Sebelum dia cium jauh,, kalau sampai dia cium jauh pasti akan lebih terngiang-ngiang lagi,, batin Juan.


Sedangkan Ela.


"Aaaaakkhhhhhhhhh, sumpah demi apa kak Juan romantis banget Sal,, gue berasa pengen makan dengan piring kalau gini mahh,," teriak Ela yang membuat Salsa langsung menutup kedua telinganya.


"Ela bisa tidak loe santai aja ya ampun,, budek gue lama-lama gara-gara loe tahu nggak,," ucap Salsa.


"Nggak bisa santai Sal,, bawaannya gue pengen teriak,, kak Juan romantis banget sih,," ucap Ela lagi sambil mengingat ucapan Juan.


"Terserah loe deh yah,, gue mau lanjut makan,, loe gitu aja terus yah,, makanan ini gue habisin,," ucap Salsa.


"Eh jangan dong,,, kak Juan tadi menyuruh gue untuk melanjutkan sarapan yang tertunda,," ucap Ela sambil tersenyum manis.


"Ya udah makan loe buruan,,, nggak usah gila dulu,," ucap Salsa.


Ela segera menyimpan ponselnya lalu ikut sarapan pagi dengan Salsa.

__ADS_1


"Ehh tahu nggak gue kepikiran loh sama gigit-gigitan yang di maksud dengan kak Juan antara pak Kenan dan Friska,," ucap Salsa di tengah-tengah makan mereka.


__ADS_2