
Setelah mengetahui Kenan belum pulang, Friska langsung masuk ke dalam kamar membersihkan dirinya lalu berganti pakaian. Friska pun bingung antara masak makan malam atau tidak.
Friska pikir pasti Kenan telah makan malam dengan pacarnya. Friska pun memutuskan untuk menelepon Kenan.
Kenan sedang berada di restoran bersama Adelia, karena Adelia benar-benar sudah lapar dan mengajak Kenan untuk makan juga.
Ponsel Kenan pun berdering di kantong celananya, dia melihat siapa yang meneleponnya dan dia benar-benar terkejut melihat bahwa istrinya yang menelepon karena Kenan menyimpan nomor Friska dengan nama kontak istriku.
Kenan pun melihat Adelia dan dia lega bahwa Adelia tidak melihat siapa yang meneleponnya.
Dengan cepat Kenan menjawab telepon, namun sebisa mungkin Adelia tidak mengetahui siapa yang meneleponnya.
"Halo ada apa?" tanya Kenan langsung dari balik telfon.
"Halo om, aku mau tanya nih aku masak buat makan malam atau nggak usah?" tanya Friska kepada Kenan.
"Nggak usah" jawab Kenan.
"Ok, om lagi dimana sih?" tanya Friska yang kepo.
"Kamu nggak perlu tahu anak kecil" ucap Kenan.
"Sayang siapa sih?" tanya Adelia penasaran karena mendengar Kenan menyebut anak kecil.
Oh om Kenan masih sama-sama dengan pacarnya batin Friska setelah mendengar suara Adelia.
"Bukan siapa-siapa kok" ucap Kenan yang masih di dengar Friska.
"Sudah dulu yah" ucap Kenan lagi kepada Friska lalu langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Iiihh dasar yah tuh om ngeselin, lebih baik aku ke bawah masak lalu makan terus tidur" ucap Friska.
Friska pun langsung ke luar kamar menuju dapur lalu dia memasak untuk dirinya sendiri.
#####
"Siapa sih anak kecil yang kamu maksud sayang?" tanya Adelia masih penasaran.
"Bukan siapa-siapa kok, nggak penting juga buat kamu tahu" ucap Kenan lalu tersenyum.
"Baiklah" ucap Adelia.
Mereka pun melanjutkan makannya lagi.
#####
__ADS_1
Setelah Friska selesai dengan memasaknya, dia pun segera makan, setelah makan dia berjalan lagi menuju kamar lalu masuk ke kamar mandi buat menyikat giginya, setelah itu Friska pun berbaring di tempat tidurnya bersama Kenan sebenarnya dia ingin pindah di kamarnya tapi dia lagi malas di ganggu kalau lagi tidur karena Friska tahu betul kebiasaan Kenan. Friska tidak mau di bangunkan hanya untuk pindah kamar.
"Heem katanya om setia, tapi itu kok dia punya pacar lagi terus pacarnya yang dia tunggu dan sangat cintai itu kemana" ucap Friska kepada dirinya sendiri di atas tempat tidur.
"Heem dasar om nggak setia, ini nih yang buat aku takut untuk jatuh cinta sama orang karena takut di sakiti, hanya Dafa saja yang berani aku cintai karena aku tahu dia baik" ucap Friska lagi lalu tersenyum ketika mengingat Dafa.
#####
Di rumah Dafa
Dafa sudah pulang ke rumahnya dan pak satpamnya langsung saja memberitahu tentang yang terjadi tadi.
"Tuan ada yang saya ingin beritahu" ucap pak satpam itu kepada Dafa.
Dafa pun mengernyitkan keningnya heran.
"Apa pak?" tanya Dafa.
"Tadi ada dua orang perempuan yang cari Tuan di sini" ucap pak satpam itu.
Dafa pun semakin bingung karena dia tidak ada janji dengan perempuan apalagi menyuruh perempuan ke rumahnya.
"Perempuan siapa? saya tidak ada janji dengan perempuan" ucap Dafa.
"Itu tuan yang pernah tuan bawah pulang ke rumah ini, dan satunya lagi temannya saya tidak tahu, yang saya tahu cuma yang habis tuan bawah pulang ke rumah ini dan sekarang dia semakin cantik" ucap pak satpam itu jujur.
"Bapak yakin itu dia?" tanya Dafa.
"Iya yakin tuan karena dia masih mengingat saya juga" ucap pak satpam itu.
Dafa pun tersenyum senang.
"Oke pak saya masuk dulu, terima kasih informasinya" ucap Dafa lalu mengendarai motornya dan memarkirkan motornya di tempatnya.
Setelah memarkirkan motornya, Dafa pun segera masuk ke dalam rumahnya dan menapaki satu persatu anak tangga menuju ke kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya Dafa pun langsung membersihkan diri secepatnya lalu dia berbaring di tempat tidurnya dan menelepon Friska.
Belum lama habis mengingat Dafa, ponsel Friska pun berdering dan setelah dia melihat siapa yang meneleponnya dia pun langsung tersenyum ternyata Dafa yang meneleponnya.
"Panjang umur juga nih Dafa baru di ingat ehh dia udah nelfon" ucap Friska sambil tersenyum lalu dia pun mengangkat panggilan telepon dari Dafa.
"Halo Dafa, ada apa tumben nelfon" ucap Friska dari balik telfon sambil merasa senang luar biasa.
"Emm ini gue mau nanya Fris, tadi loe ke rumah gue yah?" tanya Dafa memastikan sekali lagi.
__ADS_1
"Oh iya Dafa tadi gue ke rumah loe bareng Salsa tapi loe lagi nggak ada di rumah kata pak satpam" ucap Friska.
Dafa pun semakin senang ternyata memang Friska yang ke rumahnya walaupun tadi dia sudah yakin, hanya saja dia ingin memastikannya langsung dari Friska.
"Tumben loe ke rumah gue Fris, loe kan udah lama banget nggak kesini" ucap Dafa.
"Emm tadi gue mau ajak loe Dafa buat pergi jalan-jalan karena tadi ada anak tantenya Salsa yang kita bawah dia masih kecil dan ganteng banget di tambah dia lucu banget anaknya, dan siapa tahu saja loe tahu tempat bagus gitu" ucap Friska.
Dafa pun semakin senang mengingat Friska mau mengajaknya.
"Kenapa loe nggak nelfon gue ajah Fris" ucap Dafa.
"Takut gue nanti loe sibuk terus gue ganggu loe kan nggak bagus" ucap Friska.
"Gue nggak pernah sibuk kok kalau loe yang nelfon" ucap Dafa.
Mendengar ucapan Dafa, Friska pun langsung berbunga-bunga sambil guling-guling badannya dan hampir saja dia jatuh dari tempat tidurnya untung dia tidak jatuh.
"Loe bisa ajah Dafa" ucap Friska malu-malu dari balik telfon.
"Beneran loh, oh iya kenapa loe nggak ajak yang lain?" tanya Dafa mengingat Friska mempunyai banyak teman.
"Mereka nggak asik pasti kalau libur mereka sibuk main game atau kalau mereka mau pun pasti mereka ngajak di tempat yang nggak bagus" ucap Friska yang tahu kebiasaan sahabat laki-lakinya itu lalu tertawa.
Dafa pun ikut tertawa mendengar ucapan Friska.
"Fris pokoknya nanti loe langsung telfon gue ajah kalau loe butuh sesuatu atau ingin di temani seperti tadi, gue nggak sibuk kok" ucap Dafa kepada Friska setelah menyelesaikan tawanya.
"Iya deh Dafa" ucap Friska senang.
"Ya udah loe tidur deh besok kan sekolah dan kita mau belajar tambahan juga mulai besok" ucap Dafa.
"Iya loe juga tidur deh" ucap Friska.
"Iya" ucap Dafa kemudian dia pun mematikan panggilan teleponnya.
Friska pun segera tidur.
Kenan pun baru pulang.
"Pak istri saya tadi keluar rumah?" tanya Kenan kepada pak satpam.
"Iya tuan tapi sekarang dia sudah pulang" ucap pak satpam itu.
"Jam berapa dia pulang?" tanya Kenan datar karena mengetahui Friska keluar rumah.
__ADS_1
"Saya tidak tahu pasti tuan jamnya yang jelasnya dia pulang malam tuan" jawab pak satpam itu jujur walaupun dia takut karena sekarang Kenan sangat menakutkan di matanya.
Apa dia tidak mendengarkan ucapanku untuk tinggal di rumah jangan kemana-mana dan dia juga pulang malam batin Kenan kesal.