Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Selalu saja bilang bercanda,,,


__ADS_3

Hmmm sepertinya aku memang harus perawatan juga seperti tuan Kenan,, biar dia matanya nggak lihat kesana-kesini lagi,,, heran sama wanita kenapa harus seperti itu,, batin Juan sambil fokus menyetir mobilnya.


Ela terus melihat Juan yang sejak tadi hanya diam saja dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dan juga seperti sedang sangat kesal.


Hmm masih marah kah dia sama aku,, ya ampun aku nggak bisa banget nih diam-diaman seperti ini,, aku kan orangnya ribut banget,, tapi bingung juga gimana harus memulai pembicaraan disaat kak Juan diam-diam sambil marah begini padahal hanya salah paham saja, batin Ela.


Juan masih belum menyadari Ela yang sedang melihatnya sejak tadi,, karena dia sedang benar-benar berpikir caranya agar Ela tidak centil lagi begitu melihat cowok ganteng.


Kalau aku perawatan menjamin nggak yah pacarku ini nggak centil lagi,, sedangkan tuan Kenan saja yang sudah perawatan Nona Friska masih aja centil juga tadi,, batin Juan lagi-lagi.


"Kak Juan betah amat diam-diam,, di samping kak Juan ada pacar kak Juan loh," ucap Ela yang sudah tidak tahan dengan situasi di dalam mobil.


Juan sedikit terlonjak kaget begitu mendengar ucapan Ela yang tiba-tiba disaat dia sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu yang buat aku betah diam-diam seperti ini,," ucap Juan dan masih fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Kak Juan masih marah nih sama aku?" tanya Ela.


"Pikir aja sendiri," ucap Juan.


Astaga kok kak Juan seperti cewek sih,, malah nyuruh aku pikir sendiri,,, aku bertanya karena nggak tau,, batin Ela sambil melihat Juan gemas.


"Kenapa kamu malah diam? kamu itu memang nggak ada peka-pekanya sama perasaan pacar kamu sendiri," ucap Juan lagi.


Ela benar-benar menahan tawanya begitu mendengar ucapan Juan yang sangat jarang menurutnya.


"Aku itu peka banget loh kak,, aku diam karena lagi berpikir kan tadi kakak menyuruh aku untuk berpikir sendiri," ucap Ela lagi sambil menahan tawanya. Dia memang sengaja ingin menggoda Juan yang terlihat lucu dimata Ela.


"Lah aku nggak ngeles loh kak,, nah memang kakak menyuruh aku tadi berpikir sendiri kan,, makanya aku diam karena mau berpikir kak," ucap Ela lagi.


"Kakak seperti cewek aja sih,, sensitif amat," ucap Ela sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih centil-centil tadi,, kamu itu sudah punya pacar masih aja centil,, kamu nggak mikirin perasaan aku?" ucap Juan.


"Ya ampun kak,, tadi itu aku cuma bercanda saja,, benar-benar hanya bercanda saja,, nggak ada niatan mau serius tadi tuh,, percaya sama aku yah," ucap Ela sambil melihat Juan.


"Mana ada bercanda seperti itu,, apa aku kurang ganteng sehingga kamu seperti itu?" ucap Juan.


"Ya ampun,, kok mikirnya sampai kesitu sih,, bisa di ulang nggak kata-kata kakak,,, aku mau rekam,, aku mau jadikan nada dering ponselku," ucap Ela lagi sambil menahan tawanya.


Juan langsung menghentikan mobilnya tiba-tiba begitu mendengar ucapan Ela.


"Kok berhenti,, kita kan belum sampai kak," ucap Ela.


"Aku hanya bercanda biar kakak nggak marah lagi,," ucap Ela lagi.


Juan terus memperhatikan Ela yang sedang bicara sambil mendekat kepada Ela.

__ADS_1


Ela benar-benar deg-degkan begitu Juan semakin dekat padanya.


"Aku ingin sekali mencium bibir kamu ini yang ucapannya selalu saja bilang bercanda tapi sayangnya kita belum sah jadi aku menahan itu,, hatiku sakit kalau kamu centil-centil kepada pria lain,, aku akan melamar kamu secepatnya tidak usah menunggu pengumuman,," ucap Juan tepat di depan wajah Ela yang sedang melongo.


__ADS_2