Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Berpikir keras


__ADS_3

Friska tidak sengaja melihat Juan yang sedang berdiri diam.


"Om Juan,," ucap Friska sambil mendorong Kenan membuat Kenan terjatuh di lantai.


"Ya ampun sayang tega banget sih dorong suami,," ucap Kenan.


Juan dengan susah payah menahan tawanya melihat Kenan terjatuh di lantai karena di dorong orang,, siapa lagi yang berani dorong Kenan selain Friska,, jadi dia benar-benar senang melihat kejadian itu,, namun juga dia harus menahan kesenangannya itu di hadapan Kenan.


Siapa suruh tadi mesra-mesraan,, rasain,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.


Friska dengan cepat memperbaiki pakaiannya lalu turun dari meja.


"Ya ampun maaf sayang,, ayo sini berdiri,, abis aku kaget lihat om Juan,, jadi gitu deh nggak sengaja dorong kamu,,, kamu sih cium-cium kok di dapur,," ucap Friska sambil mengulurkan tangannya pada Kenan.


Kenan memegang tangan istrinya sambil melihat Juan dengan tatapan kesal,, karena Juan lah dia sampai di dorong padahal Kenan lagi asik-asiknya mencumbu istrinya.


"Sakit yah?" ucap Friska sambil melihat Kenan.


"Iya sakit nih,, tapi aku sabar kok,, nggak apa-apa,," ucap Kenan sengaja terlihat kasihan agar Friska memanjakan dirinya.


Hemm modus sekali kamu Kenan,, mana ada sakit cuma di dorong gitu,, nggak ada puasnya emang ini modusnya,, batin Juan sambil melihat Kenan.


"Sini sayang duduk maafin aku yah,, dimana nya sakit?" tanya Friska.


"Om Juan juga ayo sini duduk,," ucap Friska kepada Juan.


"Semuanya sayang,," ucap Kenan sambil menyandarkan kepalanya di dada Friska.


Juan hanya menelan saliva nya melihat kelakuan Kenan.


"Kamu dorongnya kuat banget,," ucap Kenan lagi sambil mengendus-ngendus di dada Friska.


"Ya udah kita ke rumah sakit, om Juan ayo kita ke rumah sakit,," ucap Friska cepat.


"Ayo Nona,, biar saya bantu,," ucap Juan juga.


"Ehh nggak usah,, aku udah nggak sakit kok ini,, bisa aku tahan kok sayang asal kamu manjain aku,," ucap Kenan.


"Issh apaan sih yank,, bentar aja,, ada om Juan loh ini,," ucap Friska.


"Oke,," ucap Kenan lalu mencium pipi Friska.


Hufft ingin sekali aku menikahi Ela sekarang biar bisa seperti Kenan juga yang bisa mencium wanita yang di cintai nya kapan pun dia mau tanpa dosa karena sudah sah,, tapi aku nggak bakalan manja seperti Kenan,, batin Juan penuh keyakinan.


"Juan mana yang aku perintahkan tadi?" tanya Kenan sambil melihat Juan yang hanya bengong.


"Juan,," ucap Kenan sambil menggoyangkan bahu Juan.


"Iya tuan,," ucap Juan sambil terlonjak kaget.


"Kenapa kamu melamun sih Juan,, aneh banget kamu tuh,, aku bertanya kamu nggak jawab,, mau aku kurangi gaji kamu,," omel Kenan sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah Juan yang langsung berubah.


Nggak mau lah tuan,, saya kan mau menikah juga,, batin Juan.


"Sayang kok kamu gitu sih,, jangan gitu dong kasian om Juan,," ucap Friska.


"Abis dia di tanya mana obat nggak jawab-jawab sayang,, kan ke buru kesal aku,," ucap Kenan.


"Oh obat,, ini dia tuan,, di olesi saja tiap hari dan bekas-bekasnya bisa sembuh dengan cepat,," ucap Juan sambil memberikan kepada Kenan cepat.

__ADS_1


"Beneran nih Juan?" tanya Kenan.


"Iya tuan,, bekas gigitannya dimana tuan? biar bisa langsung di olesi saja,," ucap Juan sekaligus dia juga ingin tahu karena Ela tadi menyuruhnya untuk memberitahu dia.


"Sini sayang aku oles di lehermu,," ucap Kenan dengan senyum bangganya.


Betapa kagetnya Juan begitu melihat leher Friska akibat perbuatan Kenan tentunya.


"Di dalam kamar aja sayang bentar kamu ngobatinnya,," ucap Friska karena tidak enak pada Juan.


"Disini saja sayang,, Juan lihat baik-baik ini,, awas yah kalau ini lama hilangnya,," ucap Kenan yang sengaja memperlihatkan pada Juan sambil tersenyum bangga dan mengoleskan di leher Friska.


Beritahu Raka yah Juan biar dia itu nggak usah mikirin istriku lagi,, ehh tapi tuh anak kan datang ke kantorku semaunya dia,, aku mau meneleponnya kentara banget dong kalau aku memang dengan sengaja mau memperlihatkan ke dia,, nggak boleh seperti itu aku harus secara halus,,, batin Kenan.


"Akan cepat hilang kok tuan,," ucap Juan sambil memikirkan ucapannya tadi pada Ela.


Jadi ini yang di maksud Kenan,, sudah pasti aku tidak bisa bilang pada Ela mengenai ini,, karena kalau Ela tahu dia pasti langsung tau semuanya,, aku bodoh banget sih tadi pakai bilang segala pada Ela,, akhirnya aku harus mencari alasan lagi,, biar pacar aku itu nggak curiga mengenai hubungan Nona Friska dan Kenan,, aku yakin banget dia pasti sedang menunggu kabar dari aku mengenai Nona Friska dan Kenan,, batin Juan yang bingung sendiri karena dia sama sekali tidak kepikiran kalau bekas-bekas dan gigit-gigitan yang dimaksud Kenan ternyata seperti itu.


Juan benar-benar merutuki kebodohannya tadi,, bibirnya dengan santainya tadi berucap dan itu sangat dia sesali.


Hemm tapi kalau di pikir-pikir Kenan pasti sengaja deh mau pamer,,, mentang-mentang jodohnya duluan datang,, tapi kok bisa seperti itu sih leher istrinya,, si Kenan ini ada bakat jadi vampir,, batin Juan.


"Udah yank?" tanya Friska.


"Iya udah,," jawab Kenan.


"Ayo kita sarapan kalau gitu,, om Juan juga yah ikut sarapan dan jangan lihatin leher aku terus,," ucap Friska sambil melihat Juan.


"Juan berani-beraninya kamu lihatin leher istri aku lama-lama,," ucap Kenan.


"Maaf tuan,, aku hanya memastikan saja bekas-bekas itu,, supaya kalau itu tidak terlalu bekerja aku bisa mencarikan yang lain tuan yang lebih bagus lagi khasiatnya,," ucap Juan yang lagi beralasan,, padahal sebenarnya dia masih shock melihat hasil kelakuan Kenan yang di tahunya sangat polos waktu itu.


"Loh kok gitu?" ucap Friska sambil melihat Kenan.


"Sayang aku masih capek hari ini mau istirahat dulu,, besok aja yah ke kantornya,," rayu Kenan sambil memasang ekspresi wajah kasihan dan juga pura-pura lelahnya.


Friska tampak berpikir sejenak.


"Iya deh,, kamu nggak usah ke kantor dulu hari ini,, istirahat dulu,," ucap Friska pada akhirnya setelah berpikir dan kasihan juga pada suaminya.


Yes,, nggak sia-sia dahh aku belajar memasang wajah kasihan tadi,, emang istriku ini baik banget deh,, di bohongi pun dia tetap kasihan,, maaf yah sayang kalau aku bohong abis kalau jujur juga pasti di suruh masuk kantor sementara aku bawaannya pengen dekat-dekat kamu mulu mana tadi belum selesai lagi,, ehh Juan udah datang mengganggu,, batin Kenan.


Juan mencebikkan bibirnya sambil melihat Kenan.


Alasan aja,, Nona Friska polos banget percaya sama suaminya ini,, nggak sadar yah dia kalau Kenan itu pasti sudah biasa seperti ini,, secara dia sejak dulu selalu sibuk dan bisa-bisa aja tuh,, ehh sekarang manja banget,, lelah-lelah segala pasti deh mau lanjut lagi mesra-mesraannya,, batin Juan.


"Ayo kita sarapan,," ucap Friska dan mereka pun sarapan bersama.


Sementara Salsa dan Ela masih setia menunggu kabar dari Juan.


"Duh kak Juan lama banget sih ngabarin nya,, penasaran gue penasaran woi,," ucap Ela.


"Sabar Ela sabar,, pasti nggak lama lagi ada kabar dari kak Juan kok,," ucap Salsa.


"Iya udah sabar nih hanya penasaran aja gitu,," ucap Ela.


"Kita tunggu aja lagi sambil nonton video suami halu kita,," ucap Salsa sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


"Benar juga loe,," ucap Ela.

__ADS_1


Rumah Kenan.


"Sayang suapin dong,," ucap Kenan manja pada Friska.


Juan membuka mulutnya lebar-lebar begitu mendengar ucapan Kenan.


Apaan sih Kenan,, nggak menghargai aku banget deh,, mesra-mesraan di depan aku,, minta di suapin segala lagi,, padahal dia bisa makan sendiri tuh,, batin Juan.


"Ihh ada om Juan loh itu nggak enak, nanti kalau kita makan berdua aja yah,, kalau mau di suapin,," ucap Friska.


"Biarin aja sayang,, Juan juga tidak keberatan kok,, lagian aku sengaja memperlihatkan ini,, supaya kamu cari pacar juga Juan kalau perlu langsung cari istri aja,, enak loh di suapin istri,, di manja-manja sama istri,, hmm rasanya mantap,," ucap Kenan.


"Kapan sih kamu akan menikahi pacarmu Juan?" tanya Kenan asal dan masih menganggap Juan ada hubungan lebih dengan Syeila.


Begitupun Friska masih menganggap seperti itu.


Aku bilang nggak yah kalau aku udah pacaran dengan Ela,, teman Nona Friska,, aku yakin mungkin sekarang mereka menganggap Syeila itu pacar aku dan malas banget sebenarnya kalau mereka menganggap seperti itu,, hmm tapi kalau aku bilang pasti Kenan bakalan ledekin aku karena selama ini aku selalu bilang tidak suka pada Ela,, nggak usah aku bilang dulu deh untuk menghindari ledekan Kenan dan juga aku belum membicarakan ini sama Ela, batin Juan yang sadar kalau selama ini hubungannya dengan Syeila memang bisa membuat orang lain salah paham dan Juan tidak menyadari itu semua.


"Secepatnya tuan,," jawab Juan.


APA!!! secepatnya,, kasian banget nih si Ela pasti bakalan sakit deh hatinya,, aku harus siap-siapkan sejuta hiburan buat dia nanti,, batin Friska.


"Oh gitu yah,, kamu nggak ada niatan gitu buat ganti pacar?" tanya Kenan yang sebenarnya tidak terlalu menyukai Syeila,, dia sebenarnya lebih setuju jika Juan bersama dengan Ela teman istrinya sendiri yang sudah di tau bagaimana sifatnya dan juga sangat mencintai Juan.


"Nggak ada tuan,, aku sangat mencintai dia,," ucap Juan.


Oh jadi mereka memang ada hubungan pacaran yah,, batin Kenan.


"Jadi om Juan memang benar-benar udah punya pacar,," ucap Friska.


"Iya Nona,," ucap Juan.


"Om Juan nggak jomblo lagi ternyata,, jangan gangguin om Juan jomblo lagi sayang,," ucap Friska sambil melihat Kenan.


"Iya sayang,," ucap Kenan.


"Juan kamu jangan praktek yang kamu lihat tadi sama pacarmu yah,, ingat kalian belum sah kalau aku dan istriku sudah sah jadi nggak apa-apa,, kalau pengen seperti tadi kamu harus cepat-cepat halalkan dia,, tau nggak rasanya enak loh,,," ucap Kenan lagi pada Juan sambil senyum-senyum.


"Sayang kamu jangan ngomong gitu dong sama om Juan,, aku ngambek nih,," ucap Friska.


"Ehh jangan sayang,, kamu jangan ngambek,, kalau kamu ngambek aku nggak ada semangat hidup,," ucap Kenan.


Juan yang sedang minum langsung terbatuk begitu mendengar ucapan berlebihan Kenan.


Kenan belajar dari mana sih kata-kata berlebihan seperti itu,, seandainya karyawan di perusahaan dia tau kelakuan dia seperti ini pastilah mereka nggak akan segan lagi pada dirinya,, batin Juan.


"Makan sayang,," ucap Friska sambil menggelengkan kepalanya melihat suaminya itu,, yang sehabis pulang dari bulan madu bertambah manja saja.


"Saya ke kantor dulu tuan,, nanti saya E-mail mengenai kantor cabang di kota XXX yang sedang di survei sama Jeki,, hari ini seharusnya dia sudah masuk kantor,," ucap Juan.


"Iya,, besok saya ke kantor,," ucap Kenan.


"Hati-hati om Juan,," ucap Friska.


"Iya Nona,," ucap Juan.


Juan pun segera masuk ke dalam mobilnya lalu menyetir mobilnya menuju perusahaan Kenan. Juan tampak berpikir keras akan alasan apa yang dia mau berikan pada Ela,, supaya Ela tidak curiga dan juga tidak bertemu dengan Friska dulu,, mengingat di leher Friska stempelnya sangat lumayan,, Juan tidak bisa membayangkan bagaimana dengan bagian tubuh Friska yang lain.


Kenan benar-benar sangat menikmati bulan madunya,, yah pasti itu karena terlalu lama menunggu deh jadi pas dapat begitu,, batin Juan masih dengan memikirkan alasan untuk kekasihnya.

__ADS_1


Sementara Kenan membawa Friska masuk ke kamar lagi,, untuk melanjutkan kegiatannya tadi.


__ADS_2