Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Memang bisa merubah segalanya


__ADS_3

"Nggak usah bahas gue dulu, lagian loe ajah yang mau ngikutin gue," ucap Friska sambil tangannya mengelus-ngelus wajah Kenan lembut biar dia tidak kumat lagi.


Jinakan dulu ini singa satu, bahaya dahh kalau dia yang marah, pasti sembarang dia nuduhnya batin Friska.


"Urus dulu tuh perasaan, udah baik-baik ajah belum," ucap Friska.


"Belum Fris masih berasa sakitnya," ucap Ela.


"Ya jangan kasih berasa dong," ledek Friska yang lagi berusaha menghibur Ela.


"Iya Fris udah gue udah malas sama semua ini, gue nggak mau lagi ngejar kak Juan, gue udah ikhlasin dia, gue nangis sekarang tuh karena gue pengen ngeluarin kesedihan gue ajah, ngeluarin sakit hati gue biar lebih plong gitu," ucap Ela.


"Nah gitu dong udah loe cari cowok lain ajah, om Juan nggak cocok sama loe, karena loe masih bocil," ledek Friska.


"Ihh udah gede kali gue Fris, tega amat loe ngomong gitu sama gue yang sedang meratapi takdir ini," ucap Ela.


"Lebay loe mending tidur loe, mau masuk sekolah besok, oh iya tuh mata jangan sampai deh terlihat jelas bengkaknya, loe tahukan sahabat-sahabat kita kayak gimana," ucap Friska mengingatkan Ela.


"Iya nih, ya udah gue tutup dulu telfonnya mau mengurus mata gue, pokoknya gue nggak mau mata gue bengkak besok," ucap Ela.


"Okelah urus baik-baik tuh, jangan sampai deh loe jadi di gangguin seharian," ucap Friska.


"Iya," ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Friska.


Friska melihat Kenan sudah tertidur karena Friska yang mengelus-ngelusnya lembut membuat dia jadi mengantuk dan tertidur.


Friska pun menidurkan Kenan di bantal dengan sangat pelan-pelan agar dia tidak terbangun.


Pantas ajah diam ternyata udah tidur, tapi u**ntung ajah dia udah tidur jadi gue nggak perlu lagi melihat dia ngambek batin Friska.


Friska pun segera memakaikan selimut untuk suaminya itu begitupun dengan dia ikut memakai selimut juga, lalu Friska tidur sambil memeluk Kenan.


Sementara Juan masih asik jalan dengan Syeila.


#######


Pagi harinya Kenan yang bangun duluan langsung melihat istrinya itu sedang tidur sambil memeluk dirinya, Kenan pun langsung tersenyum.


Tumben belum bangun, heem gini nih kalau lagi merasa bersalah pasti peluk-peluk untung sayang batin Kenan sambil masih tersenyum melihat wajah istrinya itu yang masih tidur lelap.

__ADS_1


"Semalam kok aku bisa ketiduran sih, kan masih nguping pembicaraan istriku, jangan sampai ada yang macam-macam lagi yang mereka bicarakan, biasanya kalau cewek curhatkan gitu, lama-lama langsung ngomongin cowok lain," ucap Kenan, sementara Friska langsung tersenyum begitu mendengar ucapan suaminya itu yang tidak masuk akal menurutnya.


"Nggak ada yang macam-macam kok sayang yang kita bicarakan jadi kamu nggak usah mikir macam-macam oke," ucap Friska lalu mencium pipi suaminya itu.


"Sejak kapan kamu bangun sayang?" tanya Kenan.


"Sejak kamu ngomong sendiri," jawab Friska.


"Udah, pergi mandi sana kan kamu mau masuk kantor, oh iya hari ini aku balik sayang, semalam aku mau memberitahu kamu rencananya habis ngobrol dengan Ela tapi kamu udah tidur duluan dan aku nggak mau bangunin kamu, jadi aku beritahu hari ini sayang kalau bentar aku mau pulang," ucap Friska yang membuat Kenan lemas seketika itu juga.


"Sayang kamu nggak usah balik deh, kamu kok nggak bilang dari kemarin-kemarin sayang kalau mau pulang hari ini," ucap Kenan.


"Biar kamu nggak bawel," ucap Friska sambil nyengir.


"Nggak usah balik yah," ucap Kenan sambil memeluk istrinya itu seperti bantal guling.


"Nggak mungkin, aku mesti balik, aku mau ujian tahu," ucap Friska.


"Makanya kamu cepetan selesai kerjaannya, terus pulang," ucap Friska lagi.


"Iya sayang itu akan aku usahakan," ucap Kenan.


"Baru ajah bilang akan di usahakan, lah udah malas ke kantor lagi, kamu kapan baliknya kalau gitu coba," omel Friska.


Kenan pun gemas melihat istrinya yang lagi mengomel di pagi hari begitu.


"Secepatnya sayang selesai, lagian ada Juan kok aku bisa nemenin kamu dulu kan, baru ke kantor sayang," ucap Kenan lagi tidak mau di bantah.


"Iya-iya, jam berapa mau balik sayang?" tanya Kenan.


"Jam 9," jawab Friska.


"Cepat banget," ucap Kenan.


"Lama kok itu sayang, udah deh jangan bawel yah," ucap Friska lalu segera beranjak dari tempat tidur untuk membuat sarapan pagi.


Kenan pun ikut Friska beranjak dari tempat tidur dengan sangat lemas.


#######

__ADS_1


Besoknya


"Friska," teriak sahabat-sahabat Friska heboh begitu melihat Friska sudah datang ke sekolah lagi, membuat mereka jadi bahan tontonan oleh yang lain karena kehebohan mereka.


"Kok loe nggak bilang sih kalau udah balik?" tanya Salsa.


"Sengaja," jawab Friska sambil nyengir.


"Yee loe mah, ada oleh-oleh nggak?" tanya Jojo.


"Nggak ada itulah sebabnya gue nggak mau bilang-bilang kalau udah mau balik biar kalian nggak minta oleh-oleh," ucap Friska lalu tertawa.


"Ya ampun tega banget loe Fris," ucap Ela.


"Hemm baru juga nggak di beliin oleh-oleh udah di bilangin tega padahal gue nggak tegaan loh orangnya," ucap Friska.


"Buktinya gue beliin kalian," ucap Friska lagi yang membuat sahabat-sahabatnnya langsung senang.


"Om gue sih yang beli, kan pakai uang dia," ucap Friska lagi lalu nyengir.


Friska pun mengambil satu persatu dari dalam tasnya dan di berikan kepada sahabat-sahabatnya termaksud Dafa.


Sahabat-sahabatnya sangat bahagia.


######


Sore harinya


Sahabat-sahabat Friska datang ke rumah Kenan dan Friska untuk menyiapkan kejutan ulang tahun buat Dafa karena hari ini adalah hari ulang tahunnya, namun Dafa merasa sedih karena sahabat-sahabatnya tidak ada yang mengucapkan sama sekali. Padahal mereka lagi menyiapkan semuanya tanpa sepengatahuan Dafa.


Semuanya terpantau oleh Kenan, sedangkan Ela sudah heboh lagi, dia seakan-akan lupa kalau dia habis patah hati karena Juan yang php dia dan Friska sangat senang melihat Ela yang seperti itu.


Mereka dekor ruangan itu dengan heboh dan juga saling ganggu tapi itulah yang membuat seru. Apalagi Salsa dan Jojo benar-benar tidak bisa diam mereka seperti Tom & Jerry versi manusia namun Jojo lah yang lebih selalu mengalah apabila ada perbedaan pendapat.


Kenan senyum-senyum melihat kehebohan istri dan sahabat-sahabatnya itu.


"Kok aku bisa sangat jatuh cinta pada istriku yah, padahal kalau di ingat-ingat tipe cewek aku tuh dulu yang nggak pecicilan yang nggak heboh, tapi sekarang aku sangat jatuh cinta pada wanita yang memiliki semuanya itu," ucap Kenan.


"Cinta-cinta memang bisa merubah segalanya," ucap Kenan.

__ADS_1


__ADS_2