Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Mengingatkan


__ADS_3

"Jadi benar loe Friska, gue kirain bukan tadi, wah gila loe yah di sekolah loe malu-malu dan pura-pura polos kalau dekat Dafa, ternyata di sini loe jalan bareng om-om" ucap Desi dengan sinisnya.


Om-om nya tampan banget lagi dan sepertinya kaya banget, Friska ini banyak banget sih yang dekatin cowok-cowok tampan mana tajir-tajir pula batin Desi yang iri kepada Friska.


Desi adalah cewek seangkatan dengan Friska namun beda kelas, sudah lama dia menyukai Dafa hanya dia tidak bisa mendekati Dafa karena Dafa selalu bersama Friska dan sahabat-sahabatnya kalaupun bisa dekat dengan Dafa, Dafa tak pernah menggubrisnya. Jadilah dia benci dan iri banget sama Friska.


Huuf selamat-selamat untung dia nggak dengar batin Friska.


"Kenapa loe diam? malu beneran loe sekarang karena ketahuan jalan bareng om-om, takut loe gue sebarin di sekolah dan yang cowok-cowok yang selama ini banyak suka sama loe, jadi benci sama loe terutama Dafa" ucap Desi dengan merasa sudah menang dan dia juga sudah memfoto Friska dan Kenan tadi sebagai bukti.


Apa istriku ini ternyata banyak yang suka di sekolah batin Kenan.


"Udah loe ngocehnya, sebarin ajah tapi loe cari tahu dulu yah siapa Kenan Mahardika gue nggak mau nanti ada yang ngesot-ngesot minta bantuan sama gue, lagian gue jalan sama om gue masalah gitu buat loe. Ayo om kita jalan lagi nggak penting banget sih bicara sama orang iri seperti dia" ucap Friska kemudian menarik tangan Kenan untuk segera pergi dari hadapan Desi.


Sedangkan Desi masih memikirkan ucapan Friska, Kenan Mahardika dia pengusaha terkaya yang sering bokap gue bilang, dia pengen banget kerjasama dengan perusahaannya Kenan terus apa hubungannya Friska pikir Desi.


Desi pun mencari tahu tentang Kenan betapa terkejutnya dia pas melihat foto Kenan. Jadi tadi itu Kenan seharusnya gue minta foto dulu, ya ampun dia lebih tampan aslinya daripada di foto. Tapi kayaknya memang dia om Friska deh mana mungkin Kenan yang mempunyai segala-galanya mau sama Friska. Lebih baik gue nggak usah cari masalah dulu deh bisa gawat kalau Kenan yang turun tangan.


Kenan yang masih di pegang tangannya oleh Friska sambil berjalan hanya tersenyum.


Dia memang cocok jadi istriku tidak mudah di tindas dan pintar banget dia gunain nama aku, berarti dia tahu dong seberapa berkuasanya suaminya ini batin Kenan.


"Dia itu siapa sih?" tanya Kenan.


"Dia itu seangkatan dengan aku hanya kita beda kelas, dia itu suka iri sama aku om karena banyak cowok yang suka sama aku dan aku selalu mendapatkan juara umum tapi aku nggak pernah gubris sih nggak penting banget" ucap Friska santai.


"Senang kamu yah di sukai banyak cowok?" tanya Kenan.


"Iya dong senang om berarti aku cantik" ucap Friska lalu tertawa.


"Hei nona cantik ingat kamu itu istriku, awas saja kalau kamu macam-macam" ucap Kenan dengan nada mengancamnya.


"Om ini udah berapa kali tahu nggak bilang kayak gitu, aku nggak macam-macam kok om cuma satu macam ajah, lagian walaupun aku centil gini tapi aku setia kok om kalau nggak khilaf" ucap Friska sambil nyengir kuda.

__ADS_1


Kenan pun melototkan matanya melihat Friska.


"Kamu mau aku cium di sini istriku hem?" tanya Kenan sambil sudah mendekatkan wajahnya ke arah Friska.


"Ihh om apaan sih, om nggak lihat di sini itu banyak banget orang, kalau Desi lihat gimana" ucap Friska sambil menjauhkan wajah Kenan.


"Makanya kamu masih mau macam-macam?" tanya Kenan lagi.


"Ihh nggak kok om aku cuma bercanda" ucap Friska.


Kenan pun tersenyum.


"Ya sudah kamu mau belanja atau ice cream dulu istriku?" tanya Kenan lagi.


"Ice cream ajah deh om, aku malas belanja" ucap Friska.


"Haa beneran kamu nggak mau belanja?" tanya Kenan ulang karena kalau Adelia yang dia bawah sudah pasti dia akan lebih memilih belanja dengan senang hati.


"Iya om aku cuma mau ice cream ajah" ucap Friska yakin.


Di dalam mobil Friska benar-benar sudah tidak sabar ingin memakan ice creamnya.


"Om ice creamnya aku makan di sini saja yah, rumah kan masih jauh" ucap Friska karena Kenan tadi menyuruh Friska agar memakan ice creamnya di rumah saja.


"Iya makanlah istriku kalau kamu sudah tidak sabaran" ucap Kenan melirik sedikit Friska lalu tersenyum.


"Oke om dengan senang hati aku makan" ucap Friska kemudian mulai memakan ice creamnya.


Di sela-sela Friska memakan ice creamnya dia pun teringat dengan motornya yang masih berada di rumah Salsa.


"Om motor aku masih berada di rumah Salsa, gimana dong?" tanya Friska.


Kenan pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Juan sambil masih fokus menyetir mobil dengan pelan.

__ADS_1


Juan yang mendengar ponselnya berdering langsung saja melihat siapa yang meneleponnya.


Suami cemburuan ini kenapa lagi meneleponku pasti aku mau di suruh lagi nih baru juga mau istirahan ucap Juan lalu mengangkat panggilan telepon dari Kenan.


"Halo, tuan sudah bertemu dengan nona Friska?" tanya Juan basa-basi sambil berharap semoga dia tidak di suruh lagi.


"Iya sudah, kamu tolong bawah ke rum..." ucap Kenan terhenti.


"Istriku kamu makannya pelan-pelan saja, aku tidak berniat mengambil ice cream kamu kok" ucap Kenan yang melirik sedikit ke arah Friska yang begitu lahap memakan ice creamnya.


"Ini udah pelan om" ucap Friska.


Kenan pun hanya tersenyum lalu melanjutkan kembali pembicaraannya dengan Juan.


"Juan kamu tolong bawah motor istriku pulang ke rumah, motornya ada di rumah temannya" ucap Kenan.


"Kalau besok saja bisa tidak, kan besok nona Friska libur juga tuan?" tanya Juan.


"Oke bisa lah" ucap Kenan.


"Baiklah. Oh iya tuan lagi di mana memangnya sekarang?" tanya Juan kepo.


"Lagi di jalan menuju pulang ke rumah, udah dulu yah, kamu istirahatlah" ucap Kenan kemudian mematikan panggilan teleponnya.


Haa Kenan membiarkan orang makan di mobil padahal dia paling tidak suka kalau ada orang makan di dalam mobil karena dia sangat cinta kebersihan bahkan Adelia pun dia larang, namun sepertinya kalau untuk nona Friska nggak berlaku, haduh kayaknya bucinnya Kenan sama nona Friska akan lebih parah nanti ucap Juan kemudian membaringkan badannya di tempat tidur empuknya. Kalau lagi bahagia Kenan perhatian banget sama gue coba kalau lagi nggak senang pasti beda lagi ceritanya ucap Juan lagi lalu mulai memejamkan matanya berusaha untuk tidur.


Kenan dan Friska pun sudah sampai di rumah dan Kenan pun sudah memarkirkan mobilnya di tempatnya. Tempat ice cream Friska pun sudah di buang pada tempatnya karena Kenan sempat memberhentikan mobilnya tadi untuk membuang sampah.


Kenan dan Friska pun sudah keluar dari mobil lalu tiba-tiba Kenan menggendong Friska ala bridal style membuat Friska terkejut.


"Om ngapain gendong aku, turunin om aku bisa jalan sendiri" ucap Friska.


Namun Kenan tak memperdulikan ocehan Friska.

__ADS_1


Kenan pun membawa Friska ke kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya membuat Friska semakin terkejut.


"Om kamarku di sebelah, kok om bawah aku di kamar om" ucap Friska mengingatkan Kenan.


__ADS_2