Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kayak ada yang aneh aja,,,


__ADS_3

Friska pun ikut terdiam di tempatnya begitu melihat mobil yang dia sangat yakin itu mobil Juan karena Friska juga sangat ingat dengan plat mobil Juan.


Friska langsung melihat ke arah Kenan.


"Itu nggak mungkin mobil om Juan kan?" ucap Friska sambil berjalan mendekati Kenan.


Friska benar-benar gemetar dan tak sanggup untuk melihat lagi,, bayang-bayang Friska bahwa Ela sedang bersama dengan Juan benar-benar membuatnya takut,, apalagi Friska teringat dengan kata salah satu bapak-bapak disekitarnya bahwa korban masih berada di dalam mobil yang sudah sangat rusak itu,, Friska juga sempat melihat darah.


Kenan juga seakan tidak mau percaya dengan apa yang dilihatnya,, Kenan sangat berharap itu bukan mobil Juan,, tapi semakin lama dilihatnya semakin yakinlah Kenan bahwa memang itu adalah mobil Juan.


Juan dan Ela? batin Kenan.


"Ayo katakan, itu bukan mobil om Juan kan?" ucap Friska lagi.


"It,, itu,, mobil Juan,," ucap Kenan.


"Tolong cepat keluarkan orang yang berada di dalam mobil,," ucap Kenan lagi dengan perasaan yang benar-benar panik sambil memegang istrinya yang tampak gemetar.

__ADS_1


Tak lama habis mengucapkan itu,, akhirnya polisi pun datang,, mobil ambulance pun telah datang,, namun Kenan belum melihat korban,, jauh di dalam lubuk hatinya Kenan terus berdoa agar Juan baik-baik saja.


Sedangkan Friska masih tampak shock,, dan juga bayang-bayang Ela dan Juan terus berputar-putar diingatkannya,, dia tidak mau membayangkan hal-hal buruk,, tapi melihat betapa parahnya kecelakaan itu membuat pikiran Friska sudah kemana-mana.


Kenan tidak bisa tenang selama proses pengeluaran korban dari dalam mobil.


Sementara di tempat lain,, Syeila sedang tertawa-tawa bahagia,, Syeila terlihat seperti orang stress.


Aku tinggal menunggu kabar mengenai meninggalnya ponakan aku bersama tunangan dia dalam kecelakaan mobil, maaf Juan aku sangat mencintai kamu,, tapi kamu tidak mencintai aku,, jadi lebih baik kalian menghilang dari muka bumi ini secara bersama-sama,, batin Syeila sambil berdiri di depan cermin.


"Seharusnya Ela saja yang kehilangan nyawanya tapi teman dia yang sangat menjengkelkan itu malah menjatuhkan minuman buatan aku,, apa kamu akan marah padaku Juan? kalau aku membunuh kalian berdua?" ucap Syeila lagi sambil melihat dirinya melalui cermin.


"Kenapa kamu tidak bisa mencintai aku?" teriak Syeila.


"Malam ini aku kehilangan Juan,," teriak Syeila sambil menangis lalu tidak lama dia tertawa-tawa sendiri lagi.


"Itu sudah resiko dia,," ucap Syeila lagi sambil tersenyum tidak jelas.

__ADS_1


"Tapi aku masih sangat mencintai dia," teriak Syeila lagi.


Sementara di rumah Ela...


Ela merasa perasannya benar-benar tidak enak begitu pun dengan Juan merasa perasannya benar-benar tidak enak,, namun mereka berdua tidak tau apa penyebabnya.


"Kamu kenapa sayang kok seperti gelisah begitu?" tanya Juan sambil melihat Ela.


Ela pun menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau. Sementara kedua orang tua Ela sedang berada di kamar mereka.


Juan masih di rumah Ela,, karena menunggu Jeki.


"Aku juga nggak tau,, tapi kayak ada yang aneh aja gitu,, dan tumben aja Salsa nggak ribut,, biasanya dia pasti WhatsApp nih,, siapa tau aja kan kak Jeki nembak dia malam ini,," ucap Ela lagi.


Sementara di tempat kecelakaan...


Friska benar-benar menangis histeris begitu melihat Salsa dan Jeki yang terluka sangat parah tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2