Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pria-pria ini sepertinya sedang kesal,,,


__ADS_3

Hahaha Ela terkadang goblok juga yah,, maksud om Juan pasti lain tuh,, batin Friska sambil melihat Juan dan Ela secara bergantian.


Juan menghembuskan nafasnya kasar begitu mendengar ucapan Ela.


Sedangkan Ela langsung diam lagi begitu melihat Juan yang sepertinya bertambah kesal.


"Emm aku naik ojek online aja deh,, takut aku lama-lama disini,, pacarku lagi salah paham,," ucap Ela lagi.


"Jangan harap bisa kabur,," ucap Juan dingin yang membuat Ela langsung menelan salivanya kasar.


Tau aja kalau aku mau kabur,, tapi kan ini demi kebaikan,, batin Ela.


Sementara Kenan terus memikirkan istrinya yang boncengan dengan Dafa.


"Aku benar-benar tidak terima," ucap Kenan tiba-tiba dan lumayan keras suaranya membuat semua mata tertuju padanya,, cuma Juan saja yang melirik sebentar lalu kembali fokus menyetir mobil.


Juan sudah mengerti dengan maksud Kenan.


"Aku juga sama tuan," ucap Juan.

__ADS_1


"Tidak terima apa om?" tanya Friska.


"Pikir aja sendiri," ucap Kenan.


"Ehh buset kayak cewek aja om gue," bisik Friska pada Ela.


"Pacarku pun sama," bisik Ela.


Friska dan Ela pun memutuskan untuk diam.


"Kenapa diam?" tanya Kenan.


"Tadi disuruh pikir sendiri, jadi aku lagi berusaha pikir sendiri nih om,," ucap Friska.


Kenapa juga tadi aku bilang seperti itu,,, batin Kenan.


Tak lama mereka pun sampai di rumah Kenan.


"Biar aku aja yang antar Ela om Juan,, atau nanti sopir aja,," ucap Friska yang masih berusaha membantu Ela.

__ADS_1


Friska memang sangat pengertian padaku,, batin Ela sambil berharap Juan akan setuju.


"Nggak usah membantu teman kamu,, sudah salah masih berusaha saling bantu lagi,, sekarang kamu masuk ke dalam kamar biarkan Juan mengantar pacar dia," ucap Kenan yang masih juga dingin.


Hah, enak banget Friska langsung disuruh masuk ke dalam kamar,,, nggak dimarahin,, lah aku pasti kak Juan bakalan marah-marah nih dan jangan sampai deh dia nggak percaya lagi sama aku,, batin Ela.


"Ela,, gue masuk dulu yah,,, takut membantah gue untuk kali ini,," bisik Friska yang memang tidak ada niatan mau membantah karena dia sadar kalau dia salah tadi sudah berucap sembarangan walaupun hanya bercanda saja menurutnya tapi Friska sudah tau pasti beda lagi kalau menurut Kenan.


"Iya,, loe masuk aja,, doain gue yah biar nggak terlalu dimarahin,,, loe enak banget sih langsung disuruh masuk ke dalam kamar," bisik Ela lagi.


Mama Kenan senyum-senyum melihat kejadian itu,, belum ada yang menyadari dengan kehadiran mama Kenan disekitaran sambil memperhatikan mereka.


Hmm pasti lagi cemburu nih,,, Kenan nggak bisa banget menyembunyikan kecemburuan dia,, apa yang sudah dilakukan menantu aku ini,, resiko lah nak punya istri muda dan cantik,, batin Mama Kenan sambil tertawa di dalam hatinya.


"Nggak seperti yang loe pikirkan Ela,, loe pikir dengan gue masuk ke dalam kamar semua masalah selesai? loe nggak tau aja gimana om gue,," bisik Friska lagi.


Masuk ke dalam kamar itu aku rasa adalah permulaannya,, hmm pasti gue dapat ceramah nih sebentar,, siapkan dirimu dan telinga kamu juga Friska, batin Friska.


"Ayo masuk nggak usah bisik-bisikan," ucap Kenan lagi pada Friska.

__ADS_1


"Masuk ke mobil,," ucap Juan juga pada Ela.


Hahaha para pria-pria ini sepertinya sedang kesal yah,, emmm bagus nih bantuin menantu bikin semakin kesal anak sendiri,, batin Mama Kenan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


__ADS_2