
Jeki benar-benar menahan tawanya mendengar percakapan Raka dan Kenan.
Iya kali si Kenan ini iyain aku masuk goa batin Raka.
"Emang kamu nggak kangen gitu sama temanmu, masa di suruh masuk goa, ya ampun tega banget," ucap Raka.
"Udah deh Raka nggak usah seperti cewek kamu, pokoknya jangan ganggu istriku awas kamu yah kalau mengambil kesempatan dalam kesempitan, awas saja," ancam Kenan.
"Iya nggak kok kalau nggak khilaf," ucap Raka.
"Raka," teriak Kenan yang sudah sangat kesal.
"Bercanda Kenan, nggak akan kok ya ampun lagian kamu kan terus memantau aku gimana sih, aku juga takut kali, tapi kalau aku nggak sengaja ketemu istrimu bukan salah aku kan," ucap Raka.
"Jangan sampai kamu ketemu mau sengaja ataupun tidak sengaja," ucap Kenan.
"Kalau kamu yang lihat dia duluan kamu harus langsung pergi jauh-jauh dari dia, kalau dia yang lihat kamu duluan, kamu harus pura-pura tidak mengenal dia, jangan mengaku kalau kamu Raka bilang ajah namamu bukan Raka," ucap Kenan yang membuat Raka melongo seakan tak percaya dengan yang di ucapkan temannya itu, hanya karena dia nggak mau istrinya bertemu dan berbicara dengan Raka.
Gila Kenan niat banget batin Raka.
"Dengar nggak kamu Raka?" tanya Kenan.
"Iya dengar kok, aku belum budek kali," ucap Raka.
"Aku usahakan nih nggak ketemu istrimu, aku juga takut oleng kalau ketemu istrimu," ucap Raka.
"Raka jangan pernah macam-macam kamu," ucap Kenan.
"Iya nggak macam-macam ya ampun, sudah banyak kali kamu bilang Kenan aku ingat kok, lebih baik kamu kerja deh sekarang nggak usah mikir macam-macam," ucap Raka.
"Gimana nggak mau mikir macam-macam ada penggoda yang sedang berada di sekitaran istriku," ucap Kenan.
"Astaga Kenan aku laki-laki baik begini, udah kerja sana kamu, dasar emang aku cewek apa di bilangin penggoda," ucap Raka.
__ADS_1
"Oke aku memang mau kerja, ingat kata-kataku" ucap Kenan lalu menutup panggilan telfonnya.
Jeki pun langsung tertawa begitu Kenan sudah menutup panggilan telfonnya.
"Raka penggoda," ledek Jeki begitu selesai tertawa.
"Enak ajah, nggak yah, Kenan ajah tuh yang ngeselin, bilangin aku sembarangan," ucap Raka.
"Udah ahh aku mau pulang, kalau disini lama-lama nanti aku malah pergi menemui istrinya," ucap Raka.
"Kerja sana jangan bergosip terus kamu," ucap Raka lagi lalu berjalan ke luar ruangan.
"Kamu juga yang ajakin gosip," teriak Jeki yang masih di dengar oleh Raka dan Raka hanya tersenyum saja mendengar teriakan Jeki sambil terus melanjutkan jalannya untuk segera pulang ke rumahnya karena sudah mendapatkan ancaman dari Kenan.
Bisa nggak sih ada keajaiban biar Friska jadi milik aku, tapi nggak buat Kenan sakit hati juga batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
########
Pulang sekolah
"Itu Nyo.. emm maksud saya Nona mereka itu atas perintah tuan Kenan untuk menjaga Nona agar Nona tetap aman dari gangguan apapun karena saya saja tidak cukup," ucap sopir itu.
"Apa!!!! ucap Friska sambil mengambil ponselnya untuk segera menelepon suaminya itu yang sangat overprotektif pada dirinya.
"Emm maaf Nona muda, tuan Kenan sudah berpesan tadi kalau Nona muda menurut saja dan jangan menelepon karena sekarang tuan Kenan sedang bekerja," ucap sopir itu sesuai dengan pesan Kenan.
Kenan memang sengaja berpesan pada sopirnya seperti itu karena sudah tahu pasti istrinya itu tidak akan menerima begitu saja.
Friska langsung kesal seketika dan membatalkan niatnya untuk menelepon Kenan.
"Udah Fris nggak usah komentar, pak Kenan itu berarti sangat perhatian dan mengkhawatirkan loe, enak tahu punya om yang kayak gitu yang benar-benar perhatian banget sama ponakannya, dan juga pengawalnya ganteng-ganteng lumayan kan siapa tahu ajah ada yang bisa gue gebet," bisik Ela pada Friska lalu tersenyum.
Ini sih khawatirnya berlebihan banget, issh suamiku itu yah, siapa lagi sih yang menginjak ekornya sehingga dia overprotektif begini, aku yakin nih pasti ada sesuatu di balik sesuatu tapi apa yah batin Friska.
__ADS_1
"Di pikiran loe itu hanya gebetan ajah, mau pulang bareng siapa loe?" tanya Friska pada Ela.
"Bareng pengawal-pengawal loe boleh nggak, kan gue juga teman loe yang butuh perlindungan dan juga gue cewek, nggak apa-apa kali bagi satu pengawal loe yang ganteng buat antarin gue dulu pulang ke rumah," ucap Ela yang membuat para pengawal itu langsung menahan senyum mereka setelah mendengar ucapan Ela.
"Isshh Ela centil banget loe, kemarin-kemarin ajah loe ngejar kak Juan, sekarang pengawal Friska pun loe mau embat juga," ucap Salsa.
"Iisshh yang kayak gini bisa menyebabkan temannya nggak bisa dapat pasangan hidup, gue kan cuma di anggap adik sama kak Juan, jadi sekarang gue udah menganggap kak Juan sebagai kakak ajah oke nggak lebih. Kalian cowok-cowok ganteng jangan dengerin kata sahabatku ini yah, dia hanya hoax ajah kok," ucap Ela dengan mode centilnya sambil tersenyum.
"Ela loe nggak boleh centil gitu, lagian mereka itu pengawal Friska, bukan pengawal loe," ucap Farel.
"Siapa tahu ajah kan bisa pengawal di hatiku yang lagi kosong ini," ucap Ela yang membuat sahabat-sahabatnya menggelengkan kepalanya saja.
"Kode loe jelas banget Ela, malu-maluin," ledek Haris.
"Iishh emang yah loe Haris selalu ajah seperti itu sama gue," ucap Ela.
"Udah nggak usah ribut kalian, ayo Ela gue antarin loe pulang dulu ajah," ucap Farel.
"Okelah gue sama Farel ajah Fris," ucap Ela.
"Sama gue ajah Ela nggak usah sama Farel," ucap Haris.
"Issh malas banget gue sama loe Haris yang ada kita bakalan ribut di motor lebih baik gue bareng Farel deh yang nggak ribut kayak loe," ucap Ela.
"Haduh jujur amat loe Ela, gue tadi itu hanya menawarkan ajah, dan di dalam hati gue, udah berharap loe nggak mau bareng gue," ucap Haris yang membuat sahabat-sahabatnya tertawa.
"Udah nggak usah saling ganggu terus, gue udah mau pulang nih, kalian hati-hati yah semua," ucap Friska.
"Iya loe juga Fris," ucap Dafa yang tadi hanya senyum dan tertawa saja melihat kelakuan sahabat-sahabatnya.
"Oke duluan yah," ucap Friska yang sudah berada di dalam mobil lalu sopirnya pun segera menyetir mobilnya tak lupa dia membunyikan klakson mobilnya kepada sahabat-sahabat Friska.
Malam harinya Friska yang duluan video call suaminya
__ADS_1
"Hei sayang kenapa cemberut gitu?" tanya Kenan pura-pura tidak tahu.
Aduh gawat bosku ngambek batin Kenan.