Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Perasaan yang campur aduk


__ADS_3

"Haa serius sekarang?" tanya pria itu dengan perasaan bahagianya.


"Iya sekarang buat dia sampai hamil awas kalau tidak" ucap Adelia yang membuat Friska melebarkan kedua matanya.


"Tenang ajah pasti hamil, bisa berkali-kali kan?" tanya pria itu.


"Bisa sampai loe puas, gue mau keluar dulu bersenang-senanglah" ucap Adelia lalu keluar dari dalam ruangan itu.


Adelia keluar dengan tersenyum bahagia.


Sebentar lagi masa depanmu akan hancur bisa-bisa kamu jadi gila batin Adelia lalu tertawa.


Pria itu sudah tersenyum mesum kepada Friska, dia memperhatikan tubuh Friska yang sangat menggoda di matanya.


"Mau ngapain loe" ucap Friska begitu pria itu mendekat kepadanya.


"Mau memberikan loe kenikmatan dunia cantik" ucap pria itu dengan tatapan mesumnya.


"Nggak, pergi sana loe" teriak Friska.


Namun pria itu makin mendekati Friska.


######


"Bisa cepat nggak sih loe bawah mobilnya" omel Kenan karena Raka sangat lama mengemudikan mobilnya menurut Kenan padahal Raka sudah ngebut.


Raka sengaja mengemudikan mobil dan tidak membiarkan Kenan mengemudikan mobil karena Raka tidak mau kalau Kenan malah jadi kenapa-kenapa gara-gara kepanikannya.


"Ini sudah cepat banget Kenan Mahardika, duduk diam ajah deh loe jangan ganggu konsentrasi gue" ucap Raka.


Sedangkan sahabat-sahabat Friska ngebut juga mengendarai motor masing-masing karena mereka sudah biasa ngebut-ngebut. Salsa dan Ela pun di bonceng oleh Farel dan Jojo.


"Belum ngebut ini, tukaran ajah biar gue yang bawa mobilnya" ucap Kenan.


"Nggak akan gue masih pengen hidup walaupun lagi patah hati begini" ucap Raka.


"Makanya jangan suka istri orang loe, patah hati kan jadinya" ucap Kenan tak berperasaan menurut Raka.


"Salah sendiri punya istri cantik, body aduhai begitu, terus nggak di tahu lagi kalau sudah menikah, cowok mana coba yang nggak suka" ucap Raka.


"Loe mau gue tendang keluar dari dalam mobil ini" Ucap Kenan kesal.


"Nggak mau lah, loe cemburuan banget sih, gue yakin di luaran sana banyak yang menyukai istri loe selain gue" ucap Raka.


"Iyakan, tuh loe diam berarti benar yang gue bilang" ucap Raka lagi.

__ADS_1


"Udah deh nggak usah banyak ngomong loe lebih baik fokus bawah mobil deh loe, biar kita cepat sampai nanti istri gue kenapa-kenapa" ucap Kenan.


"Gue udah fokus ini Kenan, mau loe kita langsung ke kuburan bukan pergi menyelamatkan Friska adek cantikku"


"Istriku, ingat baik-baik jangan loe bilang adek cantik kesal gue dengarnya" ucap Kenan.


"Iya-iya kalau nggak lupa, tapi gue serius sebaiknya loe segera umumkan kalau Friska itu istri loe biar berkurang orang-orang yang patah hati" ucap Raka lagi.


"Istriku belum mau, tapi gue akan mengumumkan di waktu yang tepat dan sudah nggak lama lagi, terus gue bisa deh buat penerus, gue udah pengen banget punya penerus tahu nggak" ucap Kenan yang membuat Raka tertawa.


Kenan pun mengernyitkan keningnya melihat Raka yang tertawa dan sangat menjengkelkan di mata Kenan.


"Loe kenapa tertawa?" tanya Kenan.


"Kenan Mahardika jangan bilang loe belum pernah belah duren" ucap Raka lalu tertawa lagi.


Kenan pun hanya diam karena memang belum pernah meminta haknya pada Friska.


"Jadi benar" ucap Raka lagi lalu tertawa karena Kenan hanya diam berarti itu menandakan bahwa ucapannya benar.


"Udah deh fokus loe bawah mobilnya, lama banget tahu nggak, istri gue nanti kenapa-kenapa" ucap Kenan.


"Ya ampun Kenan kok loe bisa tahan sih nggak menyentuh istri loe yang cantik aduhai begitu, kalau gue yang jadi suaminya hem tiap hari gue minta jatah, berikan saja istrimu sama gue" ucap Raka dengan santainya.


Raka langsung mendapatkan pelototan mata dari Kenan.


"Loe jangan berharap yah, terus siapa bilang gue belum menyentuhnya, gue sudah menyentuh semuanya hanya belum menjebolnya saja" ucap Kenan.


Raka lagi-lagi tertawa.


"Itu sama saja tahu loe belum menyentuhnya, buat apa seperti itu kalau tidak sampai menjebolnya" ucap Raka setelah menghentikan tawanya.


"Udah deh diam ajah dan fokus bisa nggak" ucap Kenan.


"Iya deh gitu ajah marah loe, nanti loe cepat tua dan Friska bisa meninggalkan loe karena alasan loe sudah tua" ucap Raka lagi.


"Tidak akan gue biarkan dia ninggalin gue" ucap Kenan.


"Terserah loe sih mau percaya atau nggak" ucap Raka.


"Beneran istriku bisa ninggalin gue karena gue tua" ucap Kenan yang malah jadi kepikiran.


"Iyalah, apalagi dia itu masih muda terus cantik, masih ting-ting lagi" ucap Raka.


"Makanya cepat-cepatlah cetak gol, biar dia bisa bersamamu terus, dan nggak ada niat ninggalin loe apalagi kalau sudah ada anak" ucap Raka lagi.

__ADS_1


"Tapi dia masih polos banget dan masih sekolah juga, gue takut dia kenapa-kenapa kalau hamil muda" ucap Kenan.


"Terus loe mau nunggu sampai kapan baru cetak gol, nanti gue ambil gitu baru loe mau cetak gol" ledek Raka.


"Setelah gue umumkan loe nggak dengar tadi gue udah bilang" ucap Kenan.


"Jangan-jangan loe umumkan tujuh tahun kemudian" ucap Raka..


"Nggak lah gila loe, gue juga udah bilang tadi kalau udah nggak lama lagi" ucap Kenan kesal.


"Kalau udah nggak lama lagi sama saja dong dia bakalan hamil muda juga, lebih baik cetak gol saja sekarang" ucap Raka lagi.


"Beda nanti dia sudah bertambah satu tahun umurnya" ucap Kenan.


"Sama saja, dia juga masih muda" ucap Raka.


"Diam deh loe, gue suaminya jadi gue akan memberikan yang terbaik buat istri gue apalagi gue sangat mencintai dia" ucap Kenan.


"Iya deh dasar bucin" ledek Raka.


Kenan pun diam tidak mau menanggapi lagi.


Setidaknya kepanikan dia kurang sedikit batin Raka.


Raka sengaja mengajak Kenan berbicara agar Kenan bisa tenang dan mengurangi kepanikannya, walaupun Raka juga sebenarnya sangat khawatir terhadap Friska.


"Siapa yang berani menculik istri gue yah" ucap Kenan tiba-tiba.


"Emang bawahan loe nggak mencari tahu"


"Gue belum sempat menanyakan itu tadi, Juan yang memberikan informasi tadi kemungkinan Juan tahu palakunya" ucap Kenan.


"Sebentar lagi kita juga tahu"


Mereka sudah sampai di sebuah rumah yang sangat terpencil. Mereka menyimpan kendaraan agak jauh dari rumah itu agar tidak menimbulkan kecurigaan. Juan pun sudah bersama Kenan dan yang lainnya.


Kenan sudah tahu dari Juan bahwa kemungkinan besar pelakunnya adalah Adelia. Kenan benar-benar sangat emosi dan ingin segera masuk.


"Loe yang sabar, kita harus hati-hati lihat keadaan dulu"


Mereka diam-diam berjalan dekat rumah itu.


Juan lah yang membuka pintu rumah itu walaupun terkunci karena Juan juga ahli kalau urusan yang seperti itu.


Mereka cukup heran karena kondisi rumah itu yang benar-benar sunyi, lalu mereka di buat terkejut karena mendengar suara perempuan yang sedang menjerit dan juga ada suara laki-laki berasal dari sebuah ruangan yang sama.

__ADS_1


Kenan langsung pergi membuka ruangan itu dengan perasaan yang campur aduk dan ruangan itu pun tidak terkunci.


__ADS_2