Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Friska langsung terdiam


__ADS_3

Duh gimana dong ini, gue pengen banget angkat tahu nggak kan jarang-jarang kak Juan nelfon, tapi kalau aku keluar aku bakalan ketinggalan penjelasan dari guru, otak gue kan rada-rada dikit jadi nggak boleh ketinggalan penjelasan dari guru batin Ela yang masih bingung dan akhirnya dia tidak sengaja menolak panggilan telfon dari Juan membuat dirinya ingin menangis seketika.


Ela terlihat sangat kesal pada tangannya sendiri.


Kenapa gue malah menolak panggilan telfon dari kak Juan, **** banget sih nih tangan, duh kak Juan masih mau nelfon nggak yah batin Ela.


Sedangkan di ruangan Juan.


"Wah mentang-mentang dia sudah punya gebetan, telfon aku pun dia menolaknya, heem gitu yah kamu Ela ternyata," omel Juan di dalam ruangannya sendiri.


"Oke fine, aku nggak bakalan nelfon kamu lagi, oke yang udah punya gebetan aku nggak bakalan ganggu kamu," ucap Juan lagi.


"Lebih baik fokus kerja, kenapa juga tadi aku malah mau meneleponnya sih," ucap Juan.


Di tempat Ela


Hemm kak Juan nggak nelfon lagi, atau jangan-jangan tadi dia nggak sengaja lagi nelfon gue, karena nggak mungkin banget kak Juan nelfon jam segini pasti dia sekarang lagi sibuk batin Ela.


Ela masih terus menunggu sambil memperhatikan penjelasan guru.


Kalau kak Juan nelfon lagi berarti dia nggak salah nelfon dan gue bakalan telfon dia bentar, tapi kalau kak Juan nggak nelfon lagi berarti tadi itu dia nggak sengaja nelfon dan gue nggak perlu nelfon dia bentar batin Ela.


Ela memperhatikan sambil sesekali melihat ponselnya.


Yah kak Juan nggak nelfon lagi berarti tadi dia nggak sengaja nelfon dong, kok nyesek yah batin Ela lalu kembali lanjut memperhatikan guru mengajar dan ponselnya dia simpan di dalam tas.


######


Kenan yang ingin memeluk istrinya, namun dia merasakan istrinya tidak berada lagi di tempat tidur langsung terbangun seketika.


Kemana istriku, dia nggak mungkin udah balik sekarang kan batin Kenan panik sendiri.


Kenan pun beranjak dari tempat tidur lalu segera mencari istrinya. Kenan melihat pakaian yang sudah dia belikan buat istrinya sudah tidak ada di tempatnya.


Kenan mendengar bunyi air dari dalam kamar mandi, dia pun tahu kalau istrinya pasti sedang mandi.


Kenan pun kembali berbaring di tempat tidur dengan santainya sambil menunggu istrinya selesai mandi.


Friska yang berada di dalam kamar mandi terkejut setelah melihat tubuhnya yang terdapat banyak kissmark dan Friska lebih terkejut lagi begitu melihat di bagian lehernya.

__ADS_1


"Ya ampun tadi aku dengan kepedeannya keluar menemui Renata dan ternyata leherku seperti ini, ahh aku malu banget," ucap Friska.


"Tuh laki yah nggak bilang-bilang lagi, kalau ada yang kayak gini di leher aku padahal ini hasil perbuatannya" ucap Friska.


"Ehh tapi bagus juga deh kalau Renata lihat, pasti lumayan tuh hatinya sakit," ucap Friska lagi lalu tersenyum.


Wanita itu awas saja kalau dia macam-macam, bakalan aku kasih pelajaran biar dia nggak macam-macam lagi batin Friska.


Friska pun kembali melanjutkan mandinya.


"Kira-kira dia udah bangun atau belum yah," pikir Friska setelah selesai mandi.


"Lebih baik aku pakaian disini ajah deh, kan kalau dia udah bangun nggak mungkin aku pakaian di depan dia, rasanya gimana gitu" ucap Friska geli sendiri.


Istriku mandinya lama banget dahh, padahal biar nggak lama juga dia udah cantik gitu, aku juga penasaran banget lihat dia memakai pakaian pilihan aku sendiri, yang aku pergi cari sendiri batin Kenan.


Kenan pun mengambil ponselnya lalu memeriksa beberapa file sambil menunggu istrinya selesai mandi.


"Sayang udah lama kamu bangunnya?" tanya Friska sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


Kenan pun segera melihat ke arah istrinya begitu mendengar suara Friska.


"Aku suka baju ini sesuai dengan selera aku bawahanmu pintar milihnya," ucap Friska.


"Istriku sayang itu pilihan suami kamu sendiri loh, cocok bangetkan, emang sih kita udah di takdirkan berjodoh," ucap Kenan dengan bangganya.


"Bahkan dalaman kamu juga pas tuh aku milihnya," ucap Kenan lalu tertawa.


"Masa sih kamu yang milih, bohong banget," ucap Friska tidak percaya.


"Iya aku udah tahu pasti kata-kata itu yang akan keluar dari bibir istriku, makanya aku sudah memvideo sewaktu aku pergi mencarikan semuanya," ucap Kenan sambil memperlihatkan sebuah video kepada istrinya.


Friska pun langsung tertawa begitu melihat video itu.


Benar-benar yah laki gue kok bisa-bisanya dia video juga ya ampun batin Friska.


"Terniat banget sih suamiku," ucap Friska sambil duduk di paha Kenan kemudian mencubit gemas kedua pipi suaminya.


"Udah pasti itu sayang," ucap Kenan setelah mencium bibir Friska.

__ADS_1


"Tapi kok dalaman aku bisa pas banget kamu milihnya?" tanya Friska.


"Iya dong kan sebelum pergi beli aku periksa dulu sayang yang ada di tubuhmu, supaya ukurannya pas" ucap Kenan lalu tertawa.


"Ihhh apaan sih mesum banget, serius sayang aku nanyanya," rengek Friska yang membuat Kenan benar-benar gemas pada istrinya itu.


"Sayang kalau urusan itu aku sudah pasti tahu, kan aku yang suka membukanya gimana sih pasti aku tahu dong ukuran istriku ini," ucap Kenan sambil berusaha menahan tawanya karena melihat ekspresi istrinya yang semakin menggemaskan.


"Iihh udah nggak usah bahas itu aku malu," ucap Friska.


"Oh iya tadi aku mandi banyak banget tanda yang kamu buat terus tadi aku bertemu dengan Renata sayang, pasti dia sudah melihat yang ada di leherku," ucap Friska.


"Yah nggak apa-apa sayang biarin ajah, aku memang sengaja membuat itu," ucap Kenan lalu tertawa lagi membuat Friska melihatnya kesal.


"Tapi kan aku malu sayang, gimana sih," ucap Friska.


"Udah nggak usah malu sayang, suamimu sendiri loh yang buat itu, apalagi yang buat itu Kenan Mahardika, hemm kamu beruntung banget sayang," ucap Kenan lalu tertawa lagi membuat Friska semakin menatapnya kesal.


"Istriku sayang aku ada gosip loh," ucap Kenan cepat setelah menghentikan tawanya.


"Apaan sayang?" tanya Friska penasaran.


"Cium dulu," ucap Kenan sambil menunjuk bibirnya.


"Sejak kapan sayang kamu suka bergosip?" tanya Friska.


"Sejak aku menjadi suamimu," ucap Kenan lalu nyengir.


"Iih enak ajah," protes Friska tidak terima.


"Sayang mau tahu nggak?" tanya Kenan lagi.


"Iya mau tahu banget, ayo beritahu aku," desak Friska.


"Cium dulu dong, itu syaratnya biar aku beritahu," ucap Kenan lagi dengan senyumnya sambil menunjuk bibirnya.


Friska pun langsung mencium bibir Kenan, dan Kenan menahannya agar ciuman mereka lama.


"Sayang mau bulan madu dimana nanti?" tanya Kenan begitu selesai dengan ciuman mereka, yang membuat Friska langsung terdiam.

__ADS_1


__ADS_2