
Juan terkejut begitu mendengar nama Syeila. Karena dia juga mengenal Syeila.
"Syeila siapa?" tanya Juan.
"Syeila tante aku,, teman lama kak Juan itu,," jawab Ela yang membuat Juan dan Salsa terkejut.
Salsa tidak tahu tentang Syeila yang merupakan tante Ela sendiri,, yang Salsa tahu Juan sedang dekat dengan teman lamanya hingga membuat Ela patah hati,, karena yang tahu semua mengenai Ela dan Syeila yang merupakan ponakan dan tante itu hanyalah Farel.
Sedangkan Juan benar-benar tidak habis pikir dengan kenyataan yang barusan dia tahu,, dia tidak menyangka bahwa Syeila yang di maksud Ela adalah temannya sendiri yang dia jadikan tempat curhat.
"Ela apa benar semua itu?" tanya Juan untuk memastikan sekali lagi kebenaran dari kenyataan yang barusan dia ketahui.
Terkejut? iya sudah tentu Juan terkejut bahkan sangat terkejut.
"Iya kak Juan,, tunggu disini yah," ucap Ela lalu segera berlari menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu.
"Ya ampun kak Juan,, aku nggak menyangka banget dengan kebenaran ini kak,, kok bisa kak Juan berteman dengan tante Ela,, menderita banget dong perasaan Ela selama ini,," ucap Salsa.
"Aku juga nggak nyangka,, tapi Ela menderita karena apa?" tanya Juan yang masih belum mengerti dengan semuanya,, dia baru masih terkejut dengan kebenaran bahwa Ela dan Syeila merupakan tante dan ponakan dan juga Ela yang bilang penyebab patah hatinya karena Syeila.
"Yah menderitalah karena kak Juan itu dekat dengan Syeila teman lama kak Juan,, terus kak Juan udah melupakan Ela waktu itu,, itulah sebabnya Ela sangat patah hati dan memilih mundur karena kak Juan nggak pernah menghubungi dia dan juga kak Juan udah dekat dengan teman lama kak Juan yaitu Syeila yang ternyata tante Ela sendiri,," ucap Salsa yang dia ketahui.
Ketika Juan mau bicara lagi,, tiba-tiba Ela sudah datang dengan membawa barang-barang yang Juan sangat tahu betul dengan barang itu.
"Kak Juan tahu inikan?" tanya Ela.
"Iya aku tahu banget ini,, semua ini aku belikan untuk keponakan Syeila,, jadi kamu keponakan Syeila,, kenapa seperti ini,, dunia benar-benar sangat sempit,," jawab Juan.
"Iya aku keponakannya tante Syeila," ucap Ela.
"Lalu kenapa kamu bilang patah hati karena Syeila?" tanya Juan.
"Karena dia sudah membuat aku salah paham pada kak Juan,, intinya tante Syeila menginginkan aku dan kak Juan tidak akan pernah bisa bersama,, dia memisahkan kita dengan segala cara,, bahkan dia memfitnah kak Juan bahwa kak Juan sudah tidur dengan dia padahal kak Juan tidak mencintai dia sedikitpun,, dan hanya menganggap dia sebagai teman saja,, kak Juan tahu kenapa aku tidak mau bertemu dengan kak Juan tadi karena itu semua alasannya,, tante yang paling aku sayangi itu bilang sama aku kalau dia dan kak juan sudah tidur bersama,, bahkan selalu tidur bersama," ucap Ela.
Juan benar-benar sangat marah begitu mengetahui itu semua,, wajahnya sampai memerah karena menahan amarahnya.
"Syeila benar-benar sudah keterlaluan,, aku harus menemui dia dan memberikan dia pelajaran,, berani-beraninya dia memfitnah aku,, padahal aku sangat mempercayai dia dan apa maksud dia memfitnah aku seperti itu," ucap Juan sambil berdiri dari sofa namun Ela menahannya.
"Kenapa?" tanya Juan karena melihat Ela menahannya.
"Duduk dulu jangan pergi dalam keadaan emosi begini," ucap Ela.
Juan pun menuruti Ela.
So sweet banget sih,, Ela hebat juga bisa menahan kak Juan,, padahal tadi kak Juan benar-benar marah,, aku iri banget,, batin Salsa.
"Aku belum selesai loh ceritanya, itu baru sebagian ajah dari kebenaran mengenai tante aku yang bermuka dua itu," ucap Ela.
"Apa lagi?" tanya Juan.
"Dia juga bilang sama aku kalau kamu dan dia itu berpacaran,, bahkan sudah mau menikah asal aku sudah memiliki kekasih, katanya biar dia enak menikahnya karena aku datang ke pernikahan dia dan kak Juan udah nggak jomblo lagi," ucap Ela.
"Aku mengerti sekarang kenapa dia menginginkan aku untuk cepat-cepat memiliki kekasih karena supaya aku tidak bisa lagi bersama dengan kak Juan,, kak Juan akan mundur dan dia akan maju secara halus," ucap Ela.
Juan langsung tertawa mendengar semua itu,, dia benar-benar tidak menyangka akan sampai segitunya Syeila pada dirinya.
"Aku benar-benar tidak menyangka Syeila bisa segila dan setega itu sama aku," ucap Juan.
"Padahal aku dan dia tidak pernah berpacaran,,, aku benar-benar hanya menganggap dia teman yang baik bahkan sangat baik," ucap Juan.
__ADS_1
"Kenapa dia sampai segitunya sama aku,, apa karena dia tidak setuju aku menyukai keponakannya, tapi aku bingung dia itu tidak pernah melihat kamu dan juga foto kamu,, dia itu hanya tahu nama kamu saja, sedangkan kalau nama bisa saja sama, atau benar yang kamu katakan dia menyukai aku,," ucap Juan.
"Kebenarannya itu karena dia mencintai kamu makanya dia tidak suka jika kamu dan aku bisa sama-sama,, aku rasa dia tidak sengaja mengetahui tentang aku,, makanya dia seperti itu melakukan segala cara agar kita nggak bisa sama-sama karena dia tidak mau kamu bersama dengan aku," ucap Ela.
"Dia mengadu domba kita berdua,, sehingga kita saling salah paham,, dan saling menjauh," ucap Ela lagi.
"Syeila benar-benar keterlaluan,, aku mengerti sekarang kenapa aku curhat sama dia bukannya semakin dekat dengan kamu malah semakin jauh,, ternyata dia seperti itu padahal dia tahu kalau aku sangat mencintai kamu dan tidak bisa mencintai wanita lain,, tega sekali kamu Syeila,," ucap Juan.
"Untung saja aku mengikuti saran dari teman aku yang lain,, kalau tidak aku bisa saja tidak akan bersama kamu karena kamu yang salah paham terus sama aku,, aku benar-benar menyesal telah percaya sama dia,, sangat menyesal," ucap Juan.
"Apa dia tidak malu begitu,, aku saja sangat malu,," ucap Juan.
"Ela tante kamu benar-benar sangat mengerikan mungkin dia tidak mau kalah saing dengan kamu,,, dia nggak terima kamu yang bisa di cintai dengan kak Juan,, sehingga dia seperti itu,, tahan juga yah kamu Ela,, kalau aku jadi kamu sudah pasti aku akan melabrak dia sesegera mungkin, biar enak perasaan aku, kamu kan udah nangis-nangis karena tante kamu padahal semuanya hanya salah paham saja," ucap Salsa.
"Itu sih kamu Sal,, kalau aku ingin memakai cara halus saja,, sama seperti dia yang memakai cara halus padaku, itu akan lebih berasa buat dia,, meskipun aku benar-benar sangat muak padanya sekarang tapi aku harus bisa,, dia saja bisa begitu padaku jadi aku harus bisa juga,," ucap Ela.
"Bagus juga sih itu, kalau perlu buat hatinya benar-benar sakit,, biar tahu rasa dia," ucap Salsa.
"Oh iya aku ingin bertanya mengenai cincin,, itu cincin kamu beneran yang berikan sama dia?" tanya Ela.
Juan pun teringat dengan cincin yang Syeila minta,,, yang dia bilang hanya untuk cincin persahabatan saja. Makanya Juan membelikan dia tanpa curiga sedikit pun karena dia benar-benar percaya pada Syeila dan juga tidak pernah membayangkan kalau Syeila akan melakukan hal seperti itu,, hal yang benar-benar sangat licik.
"Iya aku yang berikan pada dia, karena dia minta untuk cincin persahabatan ya udah aku belikan saja,, memang apa lagi yang dia bilang padamu mengenai cincin itu?" tanya Juan.
"Dia bilang itu cincin untuk mengikat dia yang kamu berikan sama dia,," jawab Ela kesal.
Juan dan Salsa langsung tertawa.
"Aku benar-benar sangat malu begitu mendengarnya," ucap Juan.
"Aku juga,, kok ada yah orang seperti itu Ela,, mana dia tante kamu lagi,, ihhh ngeselin banget tuh orang," ucap Salsa.
"Aku sudah ngamuk-ngamuk dan sakit hati juga, ternyata dia yang mengatur semuanya, benar-benar sangat menjengkelkan," ucap Ela lagi.
"Lalu apa rencana kamu Ela?" tanya Salsa.
"Iya apa rencanamu untuk membalas Syeila,, atau berikan saja padaku biar aku yang mengurus Syeila,, karena dia sudah benar-benar keterlaluan," ucap Juan.
"Jangan,, kita berdua saja yang membalasnya secara halus,, makanya hubungan kita harus di rahasiakan, biar tante aku itu tidak tahu apa-apa," ucap Ela.
"Tetaplah seperti biasanya," ucap Ela lagi.
"Jadi aku mesti curhat-curhat lagi nih sama dia?" tanya Juan.
"Yah pokoknya seperti biasanya kak,, biar dia nggak curiga supaya dia mengira kita itu belum tahu apa-apa tentang kebohongannya itu," ucap Ela.
"Aku sebenarnya sudah sangat malas melakukan itu apalagi melihat wajah dia,, tapi demi kamu aku coba deh buat bisa-bisakan saja," ucap Juan.
"Asal kamu jangan sampai suka sama dia,, apalagi mesra-mesraan dengan dia,, awas saja," ucap Ela.
Juan langsung tertawa sambil membawa Ela ke dalam dekapannya.
"Mana mungkin sayang aku melakukan itu,,, sejak dulu aku tidak pernah tergoda dengan dia atau bahkan berniat untuk mesra-mesraan dengan dia dan berniat pacaran dengan dia itu tidak ada sama sekali,, jadi kamu nggak usah khawatir yah,, aku itu sangat mencintai kamu," ucap Juan yang lupa kalau masih ada Salsa di tempat itu.
"Kalian berdua sangat-sangat keterlaluan padaku,, kalian mesra-mesraan di depan aku,, kak Juan tega banget sih,, kak Juan itu nggak tahu yah jadi obat nyamuk itu nggak enak kak Juan jadi jangan mesra-mesraan di hadapan aku,," ucap Salsa.
Emang jadi obat nyamuk itu nggak enak Salsa,, aku sudah senior dalam merasakan itu karena Kenan selalu begitu dengan istrinya bahkan lebih parah dari yang aku lakukan sekarang, tapi aku mengerti sekarang yang dirasakan Kenan,, kita akan lupa pada orang yang ada di dekat kita kalau mereka itu masih bernafas dan melihat kita ketika kita sedang jatuh cinta,, sedang bersama dengan orang yang kita cintai, dunia serasa milik berdua saja yang lain nggak ada,, batin Juan.
"Apaan sih Sal nggak mesra-mesraan kok itu,, yang tadi itu cuma ungkapan kasih sayang dari kak Juan ajah,," ucap Ela sambil manaik turunkan kedua alisnya kepada Salsa.
__ADS_1
"Iyakan kak Juan?" tanya Ela yang sudah mulai centil lagi.
"Hemm iya," jawab Juan.
"Maaf yah Salsa kalau loe merasa jadi obat nyamuk,," ucap Ela lalu tertawa penuh ledekan pada Salsa.
"Hmm nggak apa-apalah asal pajak jadiannya jangan lupa yah kak Juan,, aku akan mencoba bertahan asal mendapatkan pajak jadian," ucap Salsa penuh semangat.
"Dasar loe Sal nggak mau rugi banget loe," ucap Ela
"Iya dong,, ayo sekarang kita pergi belanja dong,," ucap Salsa penuh semangat.
"Oh iya kamu udah makan belum?" tanya Juan pada Ela.
"Astaga kak Juan mentang-mentang pacarnya Ela,, aku nggak di tanyain, seharusnya tanya aku juga dong,, biar aku tahu rasanya ada yang perhatian sama aku,," ucap Salsa.
Juan menggelengkan kepalanya sambil melihat Salsa.
"Maklum ajah dia kekurangan kasih sayang kak," bisik Ela pada Juan dan Juan langsung tertawa.
"Loe bisikin apaan pada kak Juan Ela,, hemm pasti loe ledekin gue yah,, karena kak Juan tertawa tuh," ucap Salsa.
"Isshh kepedean banget loe Sal,, ngapain gue bisikin loe sama pacar gue," ucap Ela.
"Aduhh sombong banget yah dirimu Ela,, nggak baik sombong tetap rendah hati yah," ucap Salsa.
Ela hanya tertawa saja menanggapi ucapan Salsa.
"Kalian udah makan?" tanya Juan.
"Nah gitu dong kan enak di dengar,, aku jadi berasa di anggap juga disini,," ucap Salsa..
"Aku belum makan kak Juan,, karena tadi rencananya mau makan malam bareng dengan pacar kak Juan,, tapi yah gitu deh,, aku di lupakan begitu saja dan rasanya nggak enak banget," ucap Salsa lagi.
"Masih juga ingat maafin deh,, aku juga belum makan sayang dan aku benar-benar lapar sekarang," ucap Ela manja sambil bergelayut manja di tangan Juan.
Ela memang sengaja melakukan itu di depan Salsa karena dia ingin membuat Salsa kesal. Sedangkan Salsa memang benar-benar merasa sangat kesal sekaligus shock melihat kelakuan Ela.
"Gue lempar juga loe Ela pakai sepatu gue,, manja-manja di depan gue sengaja banget sih loe," ucap Salsa.
"Iri bilang bos," ucap Ela lalu tertawa dengan ngakaknya.
"Udah sayang jangan gangguin Salsa,, ayo kita pergi makan sekaligus kalian belanja," ucap Juan.
"Nah ini baru bagus kak Juan,, ayo kita pergi belanja," ucap Salsa dengan penuh semangat.
"Makan dulu Sal,, hemm loe ini kalau urusan belanja ajah langsung lupa pasti dengan makan," ucap Ela sambil menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu.
"Ya ampun Ela sok imut banget sih loe mentang-mentang udah pacaran dengan kak Juan,, sok banget biasa ajah pas dengar belanja,, padahal yah asal kak Juan tahu ajah Ela ini sangat hobby belanja,, dan juga dia sangat hobby morotin aku pernah dengan Jojo,, padahal aku nggak pacaran dengan Jojo," curhat Salsa.
"Ya ampun loe masih ingat ajah,, maaf deh waktu itu gue khilaf morotin kalian berdua," ucap Ela lalu tertawa.
"Gaya loe khilaf padahal mahh nggak sama sekali,, ayo sekarang kita pergi makan dan belanja,," ucap Salsa lagi.
"Ayo sayang," ucap Juan sambil menggandeng tangan Ela.
"Ehh tunggu,, cincin apaan tuh di jari loe Ela?" tanya Salsa kepo.
"Ini cincin tanda kalau Ela itu sudah ada yang ikat,,, dan nggak boleh di ganggu karena ketika udah keluar pengumuman di sekolah kalian,, aku akan melamar Ela,," jawab Juan meskipun tadi Salsa bertanya pada Ela.
__ADS_1
"Huwwaa Ela loe duluan ternyata yang bakalan nikah di antara aku,, kamu dan Friska,," ucap Salsa sambil berpura-pura menangis.