
What,, jadi pembantu dia,,, yang benar saja Salsa yang cantik begini jadi pembantu dia,, dan sudah pasti dia akan menyuruhku banyak,, aku yakin banget tiga bulan yang dia maksud akan berasa tiga ratus tahun untuk aku ini,, nggak mau nggak mau banget,, bisa-bisa stress aku,, belum lagi kalau istrinya menyuruh-nyuruhku,, sudah pasti aku harus mau karena wanita itu istri dari dia,, untung kalau dia menyuruhnya bagus gimana kalau aku di suruh nyuci,, di suruh lap genteng misalnya,, akhh nggak mau banget ihhh,, belum lagi anaknya astaga aku nggak mau banget,,, batin Salsa yang sudah berpikiran jauh begitu mendengar ucapan Raka.
Raka terus melihat Salsa yang langsung diam dan tampak sedang berpikir.
Pasti dia sedang berpikir banget nih,, hahaha biarpun kamu nggak mau tapi pada akhirnya kamu harus mau juga,, karena itu hanya satu-satunya syarat yang akan aku ajukan,, siapa suruh kamu tadi tidak sopan sama aku,, sudah salah masih nyolot,, tiga bulan hidup mu akan berasa seperti di neraka bocah,, seru nih pasti ngerjain dia selama tiga bulan,, batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
"Sudah deh kamu diamnya,, nggak usah mikir lama-lama,, tinggal bilang saja,, iya aku setuju karena kamu juga nggak ada pilihan lain bocah,, tinggal setuju saja susah banget kamu,," ucap Raka.
"Aku berpikir dulu dong,, masa iya aku mau jadi pembantu,, nggak mau banget aku,," ucap Salsa.
"Aku berikan lima menit untuk berpikir,, setelah itu kamu harus memberikan jawaban,, pilih yang mana,," ucap Raka sambil tersenyum sinis.
"Iya-iya,," ucap Salsa.
Hemm gimana dong ini,, apa aku ganti saja kali yah tapi mau dapat uang darimana coba,, aku juga nggak mau minta nih sama orang tua aku,, nanti kena ceramah lagi gara-gara bikin ulah,, mau minta sama Ela pasti dia juga nggak punya uang sebanyak itu lagian kita kan saling tau isi dompet masing-masing, mau sama kak Juan lebih nggak mungkin lagi,, nggak tau diri banget aku mau minta sama kak Juan uang nanti kak Juan malah mikir aku manfaatin dia karena dia berpacaran dengan sahabat aku,, nggak boleh kasian juga Ela kan kalau sampai kak Juan berpikiran sahabat Ela manfaatin dia,,, sama Friska juga nggak enak sama pak Kenan,, secara uang Friska dari pak Kenan,, kalau minta shopping gratis sih masih masuk akal dikit tapi kalau yang kayak gini nggak mungkin,, nanti Friska nggak di berikan kartu lagi sama pak Kenan,, kan kasihan Friska nya juga,, sama sahabat cowok aku yang lain pasti sama aja mereka juga pasti nggak punya uang banyak,, kan mereka juga masih sekolah seperti aku,,, aakhhh pusing aku harus gimana dong nih,, batin Salsa.
"Oke,, sudah habis waktunya untuk berpikir,," ucap Raka sambil melihat jam tangannya.
"Ehh buset cepat banget perasaan satu menit aja belum cukup,, gimana sih,," protes Salsa.
"Yah itu perasaan kamu,, perasaan aku udah lima menit,, lagian kamu pikir waktuku itu nggak berharga apa,, waktuku itu tiap detiknya sangat berharga,, buat apa aku menghabiskan untuk menunggu kamu yang berpikir,, buang-buang waktu aku saja,," omel Raka.
"Sekarang cepat tentukan pilihan kamu,, karena aku sibuk nih,, sekarang saja aku udah rugi banget tau nggak berdiri disini dan bicara dengan kamu,, itu sudah suatu kerugian buat aku,," omel Raka lagi.
"Ya ampun kenapa nggak pergi saja sejak tadi supaya nggak rugi,, ngeselin banget,," ucap Salsa.
Biar aku bebas gitu,, batin Salsa.
"Enak di kamu dong kalau aku pergi,, kamu nggak jadi bayar,, ehh enak aja nggak semudah itu ferguso,, sekarang cepat beritahu aku,, kamu mau ganti sekarang atau mau jadi pembantu aku selama TIGA BULAN,," ucap Raka lagi dengan menekankan kata tiga bulan,, sambil tersenyum jahat.
Salsa langsung diam sambil berpikir.
"Cepetan jawab,, kalau kamu masih belum jawab juga akan semakin banyak lagi yang akan kamu ganti dan juga kalau kamu pilih jadi pembantuku akan lebih lama lagi bulannya,, aku hitung yah,, satu,, dua,, ti.."
"Iya,, iya aku mau,," ucap Salsa cepat sebelum Raka menyelesaikan hitungannya.
"Mau apa? kasih jelas kalau bicara," ucap Raka lagi.
__ADS_1
Isshh sumpah ngeselin banget nih orang,, batin Salsa.
"Iya aku mau jadi pembantu kamu selama tiga bulan,, tapi hapus fotoku yang ada di ponselmu,, jelek banget itu,, kalau mau fotoku nih ada banyak di ponselku,, aku bisa kirimin yang cantik-cantik,," ucap Salsa yang masih mengingat fotonya ada di ponsel Raka dan disitu dia sangat jelek karena Raka asal cekrek saja.
"Malas banget,, ngapain aku harus menyimpan fotomu yang cantik-cantik di ponselku,, lagian fotomu ini siapa tau aja bisa berguna,," ucap Raka.
"Berguna buat apa?" tanya Salsa yang bingung karena kalau untuk mencarinya tentu itu sudah tidak berguna lagi,, karena Salsa juga tidak berniat untuk kabur sama sekali,, dia sudah pasrah saja dengan nasibnya yang akan menjadi pembantu.
"Buat nakut-nakutin anjing tetangga nenek aku,, yang kadang suka ribut kalau lihat aku,, kan tinggal aku lihat kan nih foto pasti kabur dia atau tidak langsung diam karena takut dan shock melihat wajahmu,," ucap Raka dengan santainya lalu tertawa bahagia di depan Salsa yang sedang kesal.
Salsa langsung menarik rambut Raka sesudah itu dia menamparnya dan mengeluarkan unek-uneknya semua kepada Raka. Setelah itu Salsa tertawa bahagia.
"Kenapa kamu? cepat banget gila nya,, belum juga aku perintah," ucap Raka yang heran melihat Salsa tertawa-tawa sendiri.
Salsa langsung tersadar dari khayalannya. Dan sedikit terlonjak kaget.
Ternyata tadi aku cuma menghayal saja,, duh pengen banget itu semua jadi kenyataan tapi nggak mungkin juga,, batin Salsa.
"Nggak kenapa-kenapa kok,, baru kali ini aku tau kalau wajah aku ada manfaatnya juga,," ucap Salsa sambil tertawa penuh paksakan di depan Raka.
"Tapi beneran loh hapus saja foto aku itu walaupun bermanfaat kan kamu bisa coba cara lain untuk anjing tetangga mu, karena yah kalau istri kamu sampai melihatnya dia pasti akan salah paham sama kamu,, dia pasti cemburu melihat foto wanita lain di ponsel kamu,," ucap Salsa lagi.
"Istriku mana mungkin sih mau cemburu sama wajah seperti ini,, secara dia cantik banget masih kalah jauh dengan kamu kalau dibandingkan,," ucap Raka sambil mengingat wajah Friska.
Seandainya aja Friska jadi istriku,, pasti bahagia banget deh gue,, jandanya pun mau gue,, batin Raka yang sedang berandai-andai.
"Dihhh santai aja dong kak,, aku kan cuma ingatin aja,, hapus dong foto aku itu,, tega banget sih jadi manusia,, sesama manusia itu harusnya saling mengerti,," ucap Salsa.
"Malas aku mengerti sama kamu,, jadi intinya kamu mau jadi pembantu aku selama tiga bulan kan?" tanya Raka ulang.
"Iya mau,, tapi hapus dong foto aku,, kalau tidak aku bakalan ribut terus nih,," ucap Salsa.
"Malas banget,, ribut aja sih nggak perduli juga karena aku sudah mau pergi dari sini,," ucap Raka dengan santainya.
"Lahh terus aku kapan kerjanya? bagaimana nih cara kerja aku?" tanya Salsa heran.
"Sini nomor ponsel kamu?" ucap Raka.
__ADS_1
"Nggak usah mikir sembarangan,, aku nggak mau modus sama kamu,, nggak suka juga sama kamu, karena aku sudah ada istri,, aku minta nomor ponsel kamu karena berhubungan dengan kerja kamu,," ucap Raka cepat sebelum Salsa kepedean duluan lagi seperti sebelum-sebelumnya.
"Isshh santai aja kali,, aku tau kok,," ucap Salsa sambil memberikan nomor ponselnya pada Raka.
Dengan segera Raka menghubungi nomor ponsel itu untuk memastikan jika benar itu nomor ponsel Salsa. Dan memang benar itu nomor ponsel Salsa karena ponsel Salsa berdering setelah dia menghubunginya.
"Oke,, ini nomor ponsel kamu beneran,, siapa nama kamu?" tanya Raka.
"Sinta,," ucap Salsa yang sengaja mengarang namanya.
Raka segera menyimpan nomor ponsel Salsa dengan nama kontak Sinta pembantu,, lalu dia senyum-senyum sendiri melihat nama kontak itu.
Mulai gila nih orang,, batin Salsa.
"Kamu simpan nomor ponselku itu,, dan jangan berikan pada orang lain,, karena banyak banget yang minta nomor ponselku tapi aku tidak berikan,, jadi kamu termasuk orang yang beruntung,," ucap Raka sambil tersenyum bangga.
Raka memang tidak bohong tentang itu karena memang banyak wanita yang menginginkan nomor ponselnya,, hanya dia tidak pernah gubris,, banyak wanita yang ingin mendekati dia hanya dia tidak pernah beri kesempatan karena sampai saat ini dia masih menyukai Friska,, walaupun dia tau tidak mungkin untuk bersama Friska tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya kalau sampai saat ini hanya Friska saja yang mengisi hatinya,, wanita pertama yang dia cintai hanya sayangnya dia istri orang,, lebih parah lagi istri teman dekatnya sendiri.
Salsa hanya mencebikkan bibirnya begitu mendengar ucapan Raka.
"Nama kakak siapa?" tanya Salsa dengan malas.
"Raka,," jawab Raka.
Salsa segera menyimpan nomor ponsel Raka dengan nama kontak Raka orgil (orang gila) lalu Salsa senyum-senyum juga begitu melihat nama kontak itu.
"Udah save belum? lama banget," ucap Raka.
"Udah kok,, ribut banget," ucap Salsa juga tak mau kalah.
"Jadi kapan nih aku kerja?" tanya Salsa lagi.
"Semangat banget yah kamu mau kerja,, jangan bilang kamu mau modus yah sama aku? nggak tergoda aku,, kamu bukan tipe aku,," cibir Raka.
"Isshh nggak kali,, ngapain aku mau modus sama orang tua yang sudah beristri sudah punya anak,, ogah banget masih banyak berondong juga yang lebih wow,, yang seumuran dengan aku,, atau kalau lebih tua bedanya cuma dikit aja,," ucap Salsa cepat.
"Jadi sekarang buruan deh kapan aku mulai kerja,, karena aku mau menandai di kalender,, aku mau buat pengingat di ponsel aku,," ucap Salsa lagi.
__ADS_1
"Sekarang kamu mulai kerjanya,," ucap Raka sambil tersenyum,, dia tiba-tiba ingin mengerjai Salsa.