
"Beneran Ela mau deketin pacarnya orang?" tanya Syeila seakan tidak percaya dengan ucapan Salsa barusan,, dia juga tidak menyangka kalau Ela akan seperti itu.
Salsa langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Iya tante,, Ela lagi mau deketin pacar orang,, keren kan hanya tes-tes aja sih tante sebenarnya,, masalahnya cowoknya tuh sayang tante kalau nggak di deketin,, udah ganteng,, baik,, mapan enak deh Ela kalau sampai jadian dengan cowok itu,, dan juga pacarnya udah tua sih tante makanya Ela semangat banget buat mendekati cowoknya,,," ucap Salsa yang langsung membuat Syeila terkejut.
Siapa sih yang di maksud Salsa ini,,, kenapa seperti Juan,, dan juga pacarnya,,, kalau sampai itu Juan yang dia maksud,, tentu sangat tidak boleh karena bisa-bisa ketahuan kebohongan aku selama ini,, pada Ela dan Juan,, batin Syeila.
"Kenapa tante kok kayak gelisah seperti itu? tante sakit perut yah?" tanya Salsa sambil menahan tawanya.
Lucu banget sih nih tantenya Ela,, kok dia bisa begini yah panik banget,,, gimana kalau dia sampai tau bahwa kebusukan dia selama ini sudah di tau,,, ihh kalau aku sih pasti malu banget dan nggak bakalan mau muncul lagi di hadapan Ela dan kak Juan,,, tapi tentu berbeda sepertinya kalau sama tantenya Ela,, semoga saja dia nggak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kak Juan nantinya disaat dia sudah tau kalau selama ini kebohongan dia sudah ketahuan,,, batin Salsa sambil melihat Syeila.
"Nggak kok,, aku hanya nggak menyangka saja kalau Ela akan seperti itu,, seharusnya dia tidak boleh mendekati pacar orang mau sebaik apapun cowok itu,, meskipun dia tau kalau pacarnya sudah tua,,, walaupun dia hanya tes-tes seharusnya nggak boleh,, aku harus memberikan dia pencerahan sebentar agar dia tidak seperti itu,,, karena setiap wanita itu nggak mau pacarnya di goda,,, kalau dia seperti itu sama saja dia lagi belajar menjadi pelakor,, hemm nggak boleh ponakan aku nggak boleh ada bakat jadi pelakor,,," ucap Syeila.
Behh nggak sadar diri apa nih tantenya Ela,, pintar banget dia berkata-kata,,, seharusnya dia juga ingat apa yang dia lakukan sekarang itu salah,, sok ceramah lagi,, Ela paling nggak mau juga kali punya tante yang bermuka dua,, batin Salsa.
"Yah nggak tau juga sih Ela tante,,, tapi aku yakin dia nggak bakalan begitu kok,, mungkin dia hanya bercanda saja,,, mana mungkin Ela ada bakat jadi pelakor,," ucap Salsa lagi.
"Yahh bisa aja kan,, kamu benar-benar nggak tau nama cowok itu?" tanya Syeila lagi yang benar-benar penasaran akan nama pria itu,,, karena dia nggak mau kalau sampai pria itu adalah Juan,, Syeila sangat tidak mau mereka dekat karena akan ketahuan semuanya kebohongan dia selama ini yang dia tutupi rapat-rapat menurut Syeila jika Juan dan Ela sampai dekat.
Hahaha kak Juan prianya,, pengen banget aku teriak seperti itu,, tapi sabar Salsa nikmati saja dulu kebohongannya nih tante,, batin Salsa.
"Nggak tau tante,, Ela nggak mau beritahukan aku namanya katanya sih nanti saja dia bakalan beritahu kalau dia semakin dekat,,, pria itu kerja di perusahaan besar banget,, begitu kata Ela juga sih,, kurang apa lagi coba pria itu tante,, gimana cewek nggak tergila-gila sama dia dan banyak yang mau mendekati dia meskipun dia sudah memiliki pacar,, kalau dia mapan seperti itu,, yang terpenting kan janur kuning belum melengkung masih bisa di tikung lah,," ucap Salsa lagi dengan santainya.
APA!!! di perusahaan besar,, apa pria itu benar-benar Juan,, apa Ela memutuskan untuk main belakang sama aku karena dia udah cinta banget sama Juan,,, gimana ini,, mereka nggak boleh sampai dekat ataupun berbicara lama,,, batin Syeila yang semakin panik.
Salsa terus melihat ekspresi wajah Syeila yang akhirnya membuat dia tertawa karena tidak bisa menahannya,,, yang membuat Syeila langsung melihat ke arah Salsa,, dan Salsa dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah televisi.
Haduh kok gue nggak bisa tahan tertawa sih,, untung aja kan lagi di depan televisi,, semoga saja deh nih tantenya Ela nggak curiga sama gue,, batin Salsa yang merutuki kebodohan sendiri.
"Kenapa,, kamu kok tertawa?" tanya Syeila sambil mengernyitkan keningnya.
"Nggak kenapa-kenapa kok tante,, itu lucu,," jawab Salsa asal sambil menunjuk yang sedang di tonton nya.
Syeila semakin mengernyitkan dahinya begitu melihat apa yang di nonton Salsa.
"Berita lucu?" tanya Syeila bingung.
Salsa langsung tertawa terpaksa begitu tau ternyata sekarang dia sedang nonton berita.
"Bukan berita tante masa berita lucu sih,, udah lewat tadi yang lucunya,," jawab Salsa seadanya.
"Oh begitu,," ucap Syeila sambil terus kepikiran dengan ucapan Salsa barusan.
Sementara di dapur Ela mengumpulkan para pelayan untuk memberitahukan agar mereka tidak membicarakan apapun tentang Juan kepada Syeila dengan alasan dia tidak mau di tau dulu,, nanti kalau sudah benar-benar jadi barulah dia mau di tau dengan Syeila,,, dan para pelayan juga langsung mengikuti ucapan Ela dan tidak menaruh curiga sedikitpun karena memang benar juga menurut mereka lebih baik diam-diam dulu nanti kalau sudah benar-benar jadi barulah di umumkan agar kalau semisal tidak jadi dengan pria itu,, Ela juga tidak akan merasa malu pada Syeila dan kalau jadi pun sangat bagus,, begitu pikiran para pelayan-pelayan itu.
Setelah memberitahukan pelayan dia pun membuatkan minuman buat Syeila,,, lalu dia segera membawanya ke tempat Syeila dan Salsa lagi duduk santai.
Ela tersenyum begitu melihat ekspresi wajah Syeila yang tidak seperti biasanya,, dia pun melihat Salsa juga lalu tersenyum sembunyi-sembunyi pada Salsa agar Syeila tidak lihat.
Salsa udah apain nih tante aku,, kok gitu banget ekspresi wajahnya,,, batin Ela.
"Terima kasih yah udah repot-repot mau buatin tante,," ucap Syeila.
"Iya tante,, santai aja mahh cuma buatin minum juga,," ucap Ela sambil tersenyum manis lalu duduk di sofa.
"Oh iya tante kenapa? kok kayak banyak pikiran begitu,, nanti cepat tua loh tante,,," ucap Ela sambil menahan tawanya.
__ADS_1
"Iya loh benar yang dikatakan Ela tante,,, oh iya tante udah punya pacar belum?" tanya Salsa sambil melirik sebentar kepada Ela lalu melihat Syeila lagi.
"Udah punya Salsa,, kan gue udah bilang tadi kalau tante gue mungkin sebentar lagi akan menikah dengan pacarnya kalau nggak ada halangan,," ucap Ela sambil melihat Salsa.
"Oh iya,, maaf lupa gue tadi,, dan benar yang di katakan Ela kalau tante nggak boleh banyak pikiran karena nanti tante cepat tua dan pacarnya di ambil sama orang tan,, yang lebih muda gitu seperti Ela misalnya kan bahaya banget tante,, bisa-bisa tante patah hati,, jadi jangan banyak pikiran yah,," ucap Salsa lagi.
Syeila langsung terbatuk begitu mendengar ucapan Salsa.
"Ya ampun pelan-pelan minumnya,, tante nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Ela pura-pura khawatir.
"Iya tante pelan-pelan kalau minum,, tante nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Salsa juga yang ikut berpura-pura khawatir pada Syeila.
"Iya nggak kenapa-kenapa kok,," ucap Syeila sambil melihat Salsa dan Ela yang sedang berpura-pura khawatir sambil menahan tawanya.
"Emm Ela tante mau nanya sesuatu sama kamu,," ucap Syeila.
"Mau tanya apa tante?" tanya Ela.
"Memang benar yang dikatakan Salsa kalau kamu berniat mendekati pacar orang,,, pria itu sudah mapan,, ganteng,, bekerja di perusahaan besar,,, dan dia juga baik,, benar kamu akan melakukan itu?" tanya Syeila penuh selidik.
Hahaha jadi ini sebabnya sejak tadi ekspresi wajah tante bermuka dua aku ini berubah,, hem-hem bagus Sal,, batin Ela bahagia.
"Emm nggak kok tante,, Salsa hanya salah bicara saja itu mahh, atau salah dengar aku nggak mungkin begitu tante,," ucap Ela dengan berpura-pura gugup di hadapan Syeila.
Kenapa ekspresi dia seperti itu,, apa benar semuanya,, apa Ela sedang berusaha berbohong padaku sekarang,,, dia seperti ini karena pria itu adalah Juan,, makanya dia takut sama aku kalau sampai ketahuan,, batin Syeila yang penuh tanda tanya.
"Ela jujur sama tante,, kamu jangan menutup-nutupi semuanya,, apa benar yang dikatakan Salsa?" tanya Syeila lagi yang belum puas dengan jawaban Ela barusan.
Maksa banget sih tantenya Ela,, pasti dia takut banget tuh kalau sampai beneran dan pria itu adalah kak Juan,, takut banget dia bakalan ketahuan dan kak Juan diambil sama Ela,, secara udah ketahuan semuanya dan kak Juan sudah bersama Ela,, batin Salsa sambil tertawa di dalam hatinya.
"Aku udah jujur banget tante,,, ini Salsa asal bunyi saja atau mungkin dia salah dengar kali tante,,, emang kenapa sih,, tante kok kayak pengen tau banget?" tanya Ela.
Terserah kamu sih mau ganggu siapa Ela,, asal jangan Juan,, tapi dari ciri-cirinya itu seperti Juan,, bukan lagi seperti Juan tapi mungkin memang pria yang dimaksud Salsa tadi itu adalah Juan,, batin Syeila.
"Iya tante aku nggak mau,," ucap Ela.
"Tapi nggak apa-apa kali Ela kalau loe deketin,,, yang penting baru belum nikah tuh cowok,,, kan siapa tau aja dia jodoh loe lagian pacarnya udah tua juga kasian kan sama cowok ganteng dan mapan gitu,, bibit unggul tuh Ela," ucap Salsa.
"Nggak boleh Salsa kamu ajarin Ela seperti itu,, pokoknya kalian nggak boleh merebut milik orang lain,," ucap Syeila.
"Bercanda kok,, tante takut banget,, bukan pacar tante loh yang bakalan Ela ambil,," ucap Salsa lalu tertawa.
"Iya dong sudah pasti,, Ela kamu nggak mungkin kan mengambil kekasih tante kamu sendiri?" ucap Syeila sambil melihat Ela.
"Iyalah nggak mungkin,," ucap Ela juga.
Kenapa Ela tidak seperti biasanya,, jangan sampai anak ini mau mendekati Juan,, nggak boleh,, aku akan melakukan apapun Ela kalau sampai kamu mau mengambil Juan,, bahkan harus berbuat jahat padamu aku bisa,, aku bisa menghilangkan kamu dari dunia ini kalau sampai kamu macam-macam ponakan ku sayang,,, aku akan main sangat rapi biar nggak ada yang tau kalau kamu tiada di tangan aku,, batin Syeila sambil tersenyum jahat.
Sementara di tempat lain di waktu yang sama,, Kenan sedang mesra-mesraan dengan istrinya sambil kerja.
"Sayang kerja deh,, nggak usah colek-colek melulu ihh,, kamu bangkrut aku cari suami lain,," ucap Friska lalu tertawa.
Kenan dengan cepat melihat istrinya itu.
"Apa sayang? coba katakan sekali lagi,," ucap Kenan sambil membawa Friska ke pangkuannya.
"Kamu bangkrut aku cari suami lain,," ucap Friska lagi.
__ADS_1
"Geli yank jangan gelitik aku,," rengek Friska sambil ingin pergi dari pangkuan Kenan.
"Siapa suruh ngomong seperti itu,," ucap Kenan.
"Bercanda,, abis kamu nggak konsentrasi kerjanya,, dari tadi colek-colek terus,," ucap Friska.
"Yah itu yang buat konsentrasi sayang,, colek-coleknya itu,," ucap Kenan.
"Udah ahhh sayang,, kamu kerja dulu,, aku mau bersihkan rumah dulu,," ucap Friska yang hanya alasan saja.
"Udah bersih itu sayang,, lagian rumah ini kan di bersihkan terus,, disini aja kamu,," ucap Kenan.
"Belum loh,, nanti aku balik lagi,," ucap Friska.
"Nggak mau,, kamu disini aja,," ucap Kenan.
"Ya udah,, tapi aku main game,, kamu konsentrasi kerjanya,," ucap Friska.
"Iya deh,, tapi jangan pergi jauh-jauh,, kamu disini aja,," ucap Kenan lagi.
"Iya suamiku sayang,,, aku ke kamar dulu ambil ponselku yah," ucap Friska lalu mengecup pipi Kenan dan segera beranjak dari pangkuan Kenan.
Aku sangat mencintai kamu istriku,, untung saja aku menikahi kamu pernah,, nggak menikah pada orang yang salah,,, batin Kenan sambil tersenyum melihat Friska yang lagi ke kamar mereka untuk mengambil ponselnya.
Kenan kembali fokus pada kerjaannya.
Tak lama Friska kembali ke tempat Kenan sedang duduk,, Kenan tersenyum manis melihat kedatangan istrinya itu yang terlihat lagi bahagia.
Kenan sangat tau istrinya itu sangat suka bermain game,, tapi dia lebih suka itu daripada istrinya bermain sosial media,, mengupload foto-fotonya kemudian di komentari oleh banyak pria.
#######
"Sayang,," ucap Friska sambil bergelayutan manja di lengan Kenan yang sedang fokus kerja.
Kenan mengernyitkan dahinya melihat istrinya yang tiba-tiba manja padanya,, padahal tadi Friska sendiri yang menyuruhnya fokus kerja,, sekarang istrinya juga yang mengganggu ketika dia sedang fokus.
"Emm," ucap Kenan sambil fokus pada berkasnya.
"Sayang ihh,, kamu jawabnya kok gitu sih,," ucap Friska.
"Bukan gitu sayang maksud aku,, tapi aku lagi fokus ini,, katanya tadi nyuruh aku fokus untuk kerja,,, aku nggak mau bangkrut loh nanti kamu bersama pria lain,," ucap Kenan lembut tapi masih fokus pada kerjaannya.
"Iya tapi jangan terlalu fokus juga,," rengek Friska.
Kenan membuka mulutnya luas-luas begitu mendengar ucapan Friska.
Wanita terkadang membuat aku bingung,, aku nggak tau maksud istriku ini,, jangan terlalu fokus,, padahal tadi dia menyuruhku untuk fokus,, batin Kenan.
"Dengar nggak sih?" tanya Friska.
"Iya,, iya sayang dengar kok,," ucap Kenan lagi yang lebih lembut sambil masih fokus pada kerjaannya.
"Lihat aku kalau gitu,," ucap Friska.
Kenan pun mengikuti kemauan istrinya,, dia melihat sebentar Friska dengan tatapan lembutnya lalu kembali fokus pada kerjaannya.
"Uuwweekk,,"
__ADS_1
Friska langsung berlari ke wastafel,, sedangkan Kenan langsung mengikutinya di belakang dengan perasaan khawatir luar biasa.