Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sudah biasa saja


__ADS_3

"Astaga ini pak Juan dari tadi sebut nama Ela terus, kamu hati-hati jangan sampai dia mengira kamu Ela," ucap bawahan Kenan yang sedang menyetir mobil kepada temannya yang duduk di belakang bersama Juan.


"Haa jangan sampai deh, kayaknya pak Juan ini lagi patah hati deh, kasian yah bukannya pak Juan ini tidak pernah jalan dengan wanita, jangan-jangan Ela ini cinta pertama pak Juan tapi Ela jalan dengan cowok lain,"


"Iyalah kamu tidak dengar tuh dari tadi dia meracau begitu, mana dengan wajah yang penuh kesedihan lagi, kasihan banget pak Juan, cerita cinta dia tidak semulus karirnya,"


"Iya kasihan banget,"


"Ehh tapi semoga saja pak Juan tidak muntah yah, kalau sampai muntah aku akan benar-benar marah," ucap bawahan Kenan yang berada di samping Juan.


Temannya pun langsung tertawa.


"Itu sih derita kamu, kamu bicara begitu kayak berani ajah marah sama pak Juan, kalau dia muntah yang terima saja, karena itu sudah nasibmu, sudah takdirmu, siapa suruh kamu nggak mau nyetir,"


"Iya yah kalau aku nyetir ajah tadi kan aman heem,"


Begitulah ucapan-ucapan bawahan Kenan sambil membawa pulang Kenan ke apartemennya.


Apartemen Juan


Kenan menggelengkan kepalanya melihat Juan yang sedang mabuk berat hanya karena wanita dan itu juga disebabkan karena kebodohan Juan.


"Tuan apa kita sudah bisa pulang?" tanya salah satu bawahan Kenan.


"Gantikan dulu pakaiannya baru kalian bisa pulang," perintah Kenan.


Bawahan Kenan pun segera melakukan perintah Kenan.


"Oke kalian boleh pulang," ucap Kenan begitu bawahannya sudah mengganti pakaian Juan.


"Baik tuan,"


"Terima kasih yah sudah membawa Juan kesini," ucap Kenan.


"Iya tuan, kami permisi,"


"Iya kalian hati-hati jangan pergi mabuk kayak Juan," ucap Kenan.

__ADS_1


"Tidak akan tuan," ucap salah satu bawahan Kenan penuh kayakinan, lalu mereka segera kembali ke mobil untuk pulang ke tempat mereka.


"Aduh aku deg-degkan banget tadi tahu nggak bicara dengan tuan Kenan, takut salah ngomong dan membuat tuan Kenan marah," ucap salah satu bawahan Kenan kepada temannya sambil bergidik ngeri.


"Sama aku juga tapi untung kita tidak melakukan itu, heem semoga saja pak Juan tidak mabuk lagi,"


"Iya semoga saja, tapi hubungan tuan Kenan dan pak Juan sangat dekat yah karena tuan Kenan sampai mau repot-repot gitu, nggak kebayang deh kalau sampai tuan Kenan tidak ada disana bisa di apa-apain tuh pak Juan sama wanita-wanita tidak beres yang belum tentu sehat," ucap bawahan Kenan lagi sambil bergidik ngeri.


"Iyalah kan pak Juan asisten pribadi tuan Kenan dan juga pak Juan kerjanya nggak ngecewain tuan Kenan, tapi kamu benar banget untung saja ada pak Kenan,"


Mereka terus berbincang-bincang ketika di dalam mobil.


Kenan yang melihat Juan sudah tertidur pulas langsung mengambil ponsel Juan, dia ingin mengirim video yang sudah di rekamnya tadi.


Heem dasar kamu Juan, kalau Ela sampai tahu ini semua kamu pasti malu banget, katanya nggak cinta, katanya cuma anggap adik ajah nggak lebih, katanya suka wanita yang sudah dewasa bukan yang masih kekanak-kanakan ehh ujung-ujungnya mabuk gara-gara Ela, emang yah bibir itu pandai banget berbohong tapi hati tidak bisa, kamu tidak sadar apa yang begitu itu buat cinta, aku saja sampai jatuh cinta banget sama istriku batin Kenan sambil mengirim video.


"Aku hapus atau nggak usah yah," ucap Kenan sambil berpikir setelah sudah selesai mengirim video itu ke ponselnya.


"Hemm nggak usah lah, biar saja dia lihat, biar dia malu, nanti dia saja yang menentukan mau hapus atau tidak yang penting videonya sudah ada di ponselku juga," gumam Kenan lalu tertawa jahat.


"Selamat tidur Juan, dan selamat merasa malu besok," ucap Kenan lalu segera ke luar dari dalam apartemen Juan menuju apartemennya sendiri sambil geleng-geleng kepala karena dia tidak habis pikir kalau Juan akan mabuk karena Ela.


Rumah Friska.


"Kalian mau langsung pulang nih?" tanya Friska begitu sudah turun dari motor Salsa.


"Nggak mau masuk dulu?" tanya Friska lagi.


Salsa pun melihat jam tangannya.


"Nggak deh Fris udah larut nanti ajah gue masuk habisin makanan, kalau sekarang mau langsung balik dulu," ucap Salsa.


"Hemm dasar loe Sal di otak loe makanan melulu, tapi Fris benar yang dikatakan Sal, udah larut kita langsung pulang ajah," ucap Ela juga.


"Ya udah kalian hati-hati yah semuanya, antarin Salsa dulu kasian dia kan cewek," ucap Friska.


"Tenang ajah Fris, itu sudah pasti gue bakalan antarin dia," ucap Jojo cepat yang langsung mendapatkan godaan dari sahabat-sahabatnya yang lain.

__ADS_1


"Gerak cepat banget si Jojo," ucap Haris.


"Mulai deh si bibir cerewet bicara, udah ahh kita balik sekarang," ucap Salsa.


Dan mereka pun pulang bersama dari rumah Friska.


Friska yang sudah memastikan semua sahabatnya balik, dia pun segera masuk ke dalam rumahnya dan segera bersih-bersih.


Kenan langsung menelepon istrinya begitu sudah selesai bersih-bersih dan sudah memakai setelan baju tidurnya, karena sejak tadi dia menunggu tapi istrinya belum telfon-telfon juga. Namun Friska tidak mengangkatnya.


Kenan pun menghubungi bawahannya dan bawahannya bilang kalau istrinya sudah pulang tanpa dekat-dekat dengan pria lain. Friska juga pulangnya boncengan dengan sahabat wanitanya, ucapan itu membuat Kenan tenang dan senang.


Kenan pun memutuskan untuk melihat CCTV, terlihat Friska baru selesai mengenakan setelan baju tidurnya juga.


Pantas saja dia tidak mengangkat panggilan telfonku batin Kenan.


Kenan pun menelepon istrinya, Friska yang baru ingin menelepon Kenan langsung mengangkat saja panggilan telfon dari suaminya itu.


Ternyata tadi dia udah nelfon batin Friska.


"Halo sayang baru aku mau menelepon kamu, oh iya tadi aku lagi mandi yank makanya nggak angkat panggilan telfonmu," ucap Friska begitu mengangkat panggilan telfon dari suaminya.


"Iya sayang nggak apa-apa, aku juga baru selesai mandi kok," ucap Kenan.


"Sayang kamu lihat deh video yang aku kirimin di whatsapp, setelah itu kita video call yah," ucap Kenan.


"Oke," ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Kenan lalu segera melihat video yang di maksud Kenan.


Dan awalnya Friska kesal, Friska pikir suaminya itu sengaja pergi ke tempat itu dan malah dengan santainya mengirimkan dia, tapi setelah melihat Juan dengan semua kata-kata galaunya untuk Ela, Friska langsung tertawa dan tidak menyangka kalau Juan bisa seperti itu, di tempat itu walaupun bunyi musik yang keras tapi Friska masih dengar jelas kata-kata Juan, karena dia sambil teriak-teriak.


Friska langsung video call suaminya.


"Sayang om Juan kok bisa begini bukannya dia hanya menganggap Ela itu adiknya, kok dia baper," ucap Friska lalu tertawa lagi karena sambil membayangkan video yang di nontonnya.


"Itulah sayang kalau jomblo sejak lahir jadi dia tidak mengerti perasaannya sendiri, bibir sama hatinya nggak akur sih," ucap Kenan lalu tertawa.


"Iya, duhh kalau Ela tahu ini nggak tahu deh gimana ekspresi dia," ucap Friska.

__ADS_1


"Sayang kamu jangan perlihatkan video itu kepada orang lain apalagi pada Ela, kasian Juan pasti malu banget, biar dia urus sendiri masalah percintaan dia, lagian kalau dia benar-benar mencintai Ela pasti dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Ela, seperti aku contohnya" ucap Kenan sambil menaik-turunkan alisnya.


"Idiihh dasar, iya deh aku nggak kasih lihat. Tapi aku nggak tahu Ela gimana sama om Juan sekarang dan juga sekarang ada Farel, yang aku lihat Ela dan Farel lebih dekat sekarang bahkan Ela terlihat sudah biasa saja pada om Juan," ucap Friska.


__ADS_2