Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Murka


__ADS_3

"Friska ada kan?" tanya Kenan dengan wajah datarnya.


"Ada, silahkan masuk" ucap Salsa mempersilahkan Kenan masuk.


Kenan pun masuk dan Salsa segera membawa Kenan ke ruangan tempat Friska berada.


Ini sebenarnya Friska di usir atau kabur dari rumah sih, kok sampai di cariin gini mana wajahnya pak Kenan datar banget lagi batin Salsa.


Friska pun masih santai duduk di samping Dafa sambil sesekali melirik Dafa dan tersenyum malu-malu.


Friska tidak menyangka akan duduk bersampingan dengan Dafa sambil nonton di malam minggu walaupun mereka nonton bareng sahabat-sahabatnya dan di rumah Salsa tapi itu membuatnya sangat bahagia.


Jojo yang melihat Friska melirik Dafa sambil senyum malu-malu membuat Jojo menggoda Friska.


"Fris drama Koreanya di depan bukan di samping loe" ledek Jojo.


Friska sedikit tersentak mendengar ucapan Jojo, dia tidak menyangka Jojo akan melihatnya sedang melirik Dafa.


Dafa pun merangkul pundak Friska yang membuat jantung Friska seperti ingin copot namun dia sangat bahagia.


"Loe kaget yah, mau minum?" tanya Dafa sambil tersenyum.


"Nggak perlu kok Dafa" ucap Friska sambil melihat Dafa dan wajahnya sudah merah merona karena di perlakukan seperti itu oleh Dafa.


Di saat yang bersamaan Kenan melihat itu semua, kedekatan Friska dengan Dafa, Dafa dan Friska yang saling memandang dengan senyum malu-malu Friska, di tambah lagi rangkulan tangan Dafa di pundak Friska membuat Kenan benar-benar panas.


Dengan segera Kenan pergi ke hadapan Friska dan membuat Friska benar-benar terkejut seketika itu juga Friska berdiri dari duduknya karena dia benar-benar terkejut melihat kedatangan Kenan di rumah Salsa.


"Om" ucap Friska masih dengan mode wajah terkejutnya. Om ngapa... belum selesai Friska bicara Kenan sudah mengangkat tubuh Friska seperti memikul karung beras. Friska pun berontak karena dia benar-benar malu di lihat oleh sahabat-sahabatnya dan juga Dafa.


Sedangkan sahabat-sahabatnya dan Dafa hanya bengong melihat itu semua, mereka nggak mau ikut campur apalagi melihat wajah Kenan yang datar dan seperti sedang menahan emosi.


"Om turunin aku, aku bisa jalan om" ucap Friska.


Namun Kenan tak memperdulikan ucapan Friska, di bawahnya keluar Friska dari rumah Salsa, sahabat-sahabatnya dan Dafa pun mengikuti Kenan dan Friska keluar rumah dengan perasaan bingung dan juga terkejut karena Kenan datang ke rumah Salsa.


Aku turunin kamu, bisa-bisa kamu kabur batin Kenan.


Kenan pun menurunkan Friska di dalam mobil lalu dengan cepat dia masuk ke dalam mobil juga, mengunci mobil lalu memakaikan seat belt Friska dan dia juga, kemudian di kemudikan mobilnya ke luar rumah Salsa menuju rumahnya. Dia tidak memperdulikan omongan Friska yang seperti burung berkicau.

__ADS_1


#####


Sedangkan di rumah Salsa masih hening dan semua yang melihat kejadian itu masih bingung atas apa yang terjadi.


"Sebenarnya Friska itu di usir atau kabur dari rumah sih" ucap Salsa memecah keheningan.


"Sepertinya Friska kabur dari rumah deh, kalau nggak kabur mana mungkin pak Kenan datang nyusulin Friska sampai ke rumah loe Salsa, mana wajah pak Kenan tadi seperti sedang menahan emosi" ucap Farel.


"Tapi Friska bilang kan kalau dia di usir, Friska kan nggak suka bohong" ucap Ela.


"Gue bingung tahu nggak, dan gue takut kalau Friska akan di hukum sama pak Kenan" ucap Dafa yang lagi-lagi khawatir terhadap Friska.


"Iya sama gue juga takut" ucap Jojo. Pokoknya kita berdoa ajah semoga Friska nggak kenapa-kenapa sambung Jojo lagi.


"Iya, ya udah ayo kalian masuk ke dalam" ucap Salsa.


Mereka pun masuk lagi ke dalam rumah salsa menuju ruangan tempat mereka ngumpul tadi.


"Sal kok pak Kenan tahu rumah loe, emang pak Kenan habis datang kesini?" tanya Farel sambil mendudukan tubuhnya di sofa.


"Nggak tuh pak Kenan nggak pernah kesini kayaknya" ucap Salsa sambil mengingat-ngingat.


"Enak ajah loe, sembarangan ajah kalau bicara" ucap Salsa tidak terima.


Salsa pun tidak melihat ponsel Friska yang sedang dia charger tadi berarti otomatis Friska sudah mengambilnya, Salsa pun ingin menghubungi Friska.


"Guys kalau gue hubungin Friska nggak apa-apa kali yah?" tanya Salsa yang sudah memegang ponselnya ingin menghubungi Friska.


"Jangan dulu deh Sal, takutnya pak Kenan semakin marah kalau dengar bunyi ponsel Friska" ucap Ela.


"Tapi gue benar-benar khawatir, Friska masih bernafas sekarang atau nggak" ucap Salsa. Coba ajah gue suruh Friska pulang, pasti dia nggak bakal kejadian kayak gini, duhh kasian gue sama Friska sambung Salsa lagi.


"Loe mah bicara sembarangan ajah mana mungkin juga pak Kenan mau bunuh Friska, dia kan om nya Friska jadi nggak mungkin pak Kenan lakuin itu ke Friska" ucap Haris.


"Yah kali ajah kan pak Kenan khilaf karena dia marah sekali, atau bisa ajah Friska mati sendiri karena berada satu mobil dengan pak Kenan yang lagi murka" ucap Salsa yang sudah ngawur kemana-mana.


"Kebanyakan nonton sinetron loe tahu nggak" ucap Jojo sambil menjitak kepala Salsa.


"Awww..sakit Jojo" rintih Salsa sambil memegang kepalanya yang habis di jitak oleh Jojo.

__ADS_1


"Biar loe nggak sembarang mikir, udah mending telfon Friska ajah, gue juga khawatir" ucap Jojo.


"Iya Salsa telfon Friska ajah" ucap Dafa yang juga sangat khawatir.


"Ayo telfon Salsa ngapain loe bengong" ucap Ardi yang melihat Salsa bengong di tempatnya.


"Kok pakai ponsel gue sih, pakai ponsel Jojo ajah biar nama Jojo yang di lihat oleh pak Kenan" ucap Salsa yang takut kalau pak Kenan akan murka melihat dirinya menelfon Friska.


"Tadi loe duluan kan yang pengen telfon dia Salsa, kenapa sih loe" ucap Jojo yang sebenarnya juga takut kalau dia yang mesti menghubungi Friska.


"Ya udah biar gue ajah" ucap Dafa.


"Serius loe Dafa?" tanya Ela.


"Iya serius lah, cuma telfon doang ucap Dafa lalu tersenyum kemudian dia mengambil ponselnya di kantung celananya dan segera menghubungi Friska.


Friska yang di mobil masih terus berkicau.


"Om ngapain sih angkat-angkat aku terus seperti karung beras kan aku bisa jalan sendiri, malu tahu nggak aku om" ucap Friska.


"Kenapa juga kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain, mau selingkuh yah atau kamu sudah pacaran, lupa kamu sudah punya suami" ucap Kenan yang masih emosi melihat kejadian tadi yang sebenarnya tidak ingin dia lihat sama sekali.


"Harusnya aku yang bilang kayak gitu om, om yang pacaran kok aku yang di tuduh sih, om lupa kalau udah punya istri yang aduhai kayak aku ini" ucap Friska dengan wajah menggemaskannya.


Kenan pun hampir tersenyum melihat Friska yang sangat menggemaskan di matanya namun dia tahan.


Istriku kenapa kamu harus sangat menggemaskan seperti ini, aku nggak bisa marah tahu nggak kalau kamu berekspresi seperti itu tapi aku harus marah bisa-bisanya kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain batin Kenan.


Ketika Kenan ingin berbicara lagi tiba-tiba ponsel Friska berdering. Kenan pun memberhentikan mobilnya dia ingin melihat siapa yang menghubungi Friska.


"Dafa" ucap Friska yang di dengar oleh Kenan.


Ketika Friska ingin mengangkat telfon dari Dafa, Kenan pun mengambil dengan cepat ponsel Friska lalu menonaktifkan ponsel Friska kemudian Kenan menaruh ponsel Friska di kantung celananya.


"Om kok di matiin sih, balikin nggak om pon...ucapan Friska terhenti karena Kenan sudah mencium bibir Friska yang membuat Friska diam seketika menikmati ciuman Kenan.


Untuk pertama kalinya Kenan mencium bibir Friska duluan biasanya Friska yang asal nyosor.


Kakak-Kakak baca novel aku yang satunya lagi dong, judulnya Seorang Pelayan lihat saja di profilku. Terima Kasih sebelumnya😊

__ADS_1


__ADS_2