
Istriku kamu sangat menggemaskan,, batin Kenan begitu melihat senyum malu-malu istrinya dengan pipi merona.
"Sebagai ganti rugi aku akan membelikan kamu ice cream,, itu adalah sesuatu yang sangat kamu sukai,, bahkan kamu mau mencium ku berkali-kali demi diizinkan makan ice cream,," ucap Kenan sambil mengingat masa lalu dimana Friska selalu melakukan apapun agar mendapatkan izin dari Kenan untuk makan ice cream.
Kenan melarangnya karena takut Friska sakit kalau terlalu banyak makan ice cream. Kenan sendiri sudah melihat bagaimana istrinya itu jika sudah memakan ice cream kesukaannya.
"Ishh mana mungkin aku melakukan hal itu,, aku tidak mungkin mencium mu berkali-kali hanya demi ice cream,," ucap Friska tidak terima.
"Hmmm sekarang karena kamu lupa sayang makanya bicara seperti itu,, aku akan membelikan ice cream kesukaan mu,, tapi jangan minta banyak yah,, tidak baik untuk kesehatan mu," ucap Kenan sambil mencubit hidung mancung Friska gemas.
"Pasti sebentar demi ice cream kamu akan melakukan apapun yang aku mau," ucap Kenan lagi-lagi yang sudah sangat mengenal wanitanya itu apabila menginginkan sesuatu dari Kenan terus Kenan larang, pasti wanita nya itu akan merayu sampai Kenan mau mengabulkan keinginannya.
__ADS_1
Dan pada akhirnya mereka pun pulang,, dengan Cika yang baru saja sampai.
#####################
Indonesia...
Raka dan Juan yang telah sampai duluan tengah melihat Dafa yang sedang disekap. Dafa diikat dan terlihat Dafa sangat lemas padahal Raka dan Juan belum memberikan pelajaran pada Dafa, begitupun Kenan,, Kenan hanya memukul Dafa sebentar,, tapi Dafa sudah tampak lemah bagaimana jika Kenan melakukan lebih,, bisa-bisa Dafa mati.
"Hei bocah tidak usah pura-pura lemah karena kami tidak akan kasihan sedikit pun padamu,, begitu pun dengan Kenan," ucap Raka sambil melihat sinis pada Dafa.
"Aku juga tidak pernah meminta untuk tidak dihajar oleh kalian,, terserah,, mau bunuh aku pun,, aku mau,, karena aku sudah tidak perduli sama sekali,, yang terpenting buatku hanya Friska,," ucap Dafa.
__ADS_1
Raka langsung memberikan bogeman mentah pada Dafa begitu mendengar ucapan Dafa.
Dafa tidak perduli sama sekali.
"Apa kamu tau perusahaan orang tua mu sedang diujung tanduk sekarang,, hanya karena kelakuan anak seperti mu,," ucap Raka yang membuat Dafa terkejut.
"Kenapa membawa orang tua ku dalam masalah ini? mereka tidak tau apa-apa dan hanya terpaksa mengikuti kemauan ku,, jangan libatkan mereka,," teriak Dafa penuh kebencian.
"Siapa suruh mereka mau mengikuti kemauan mu,, itulah resiko yang harus mereka tanggung,," ucap Raka lalu tertawa sinis.
Raka memang akan terlihat berbeda jika berhadapan dengan orang yang membuat masalah apalagi yang berhubungan dengan Friska,, Raka yang tadinya kocak pasti berubah menakutkan,, sedangkan Juan masih tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Dafa.
__ADS_1
"Jangan libatkan orang tua ku,," teriak Dafa lagi.
"Ternyata kamu menyayangi orang tua mu yah? tapi kamu bodoh karena berani macam-macam dengan Kenan Mahardika,, kamu ini masih bocah jika harus berhadapan dengan Kenan,, kamu bukan apa-apa untuk dia adik kecil,, kamu pikir Kenan itu bisa kamu kalahkan semuda itu? otaknya jauh lebih pintar dari apa yang kamu bayangkan,, dan kekejaman nya jauh lebih kejam dari apa yang kamu tau,, dia sedikit melunak saja kamu sudah salah sangka,, kamu sudah berpikir dia lemah,, dia melunak terlihat lemah lembut hanya di hadapan istrinya saja jika di belakang istrinya kekejamannya akan keluar,, dan kamu tunggu saja jika dia sudah kembali,, berdoa saja dia menemui mu bersama dengan istrinya yang ada kemungkinan Kenan akan melunak sedikit,, tapi jika tidak bersama istrinya maka siksaan akan segera kamu alami!!!" ucap Raka yang malas memberikan siksaan pada Dafa karena Dafa sangat lemah,, Dafa pasti akan langsung mati jika Raka melakukan itu.