
Elsa tetap mengambil sapu tangan itu lalu menghapus air matanya menggunakan sapu tangan itu.
"Kamu siapa?" tanya Elsa masih dengan suara seraknya habis menangis.
"Kamu nggak ingat sama aku?" ucap Farel sambil tersenyum pada Elsa.
Elsa pun tampak berpikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya.
Astaga dia tidak mengingat aku,, padahal aku selalu mengingat dia, dan ingin sekali bertemu dia,,tapi nggak apa-apa sih wajar saja kalau dia sudah lupa dengan aku karena aku bertemu dengan dia baru satu kali itupun nggak lama juga,, mungkin dia belum terlalu mengingat wajah aku,, batin Farel.
"Aku nggak ingat,, memang kita pernah bertemu?" tanya Elsa sambil melihat Farel.
Farel tersenyum terlebih dahulu begitu mendengar ucapan Elsa,, lalu menganggukkan kepalanya.
"Emmm aku boleh duduk di samping kamu nggak?" tanya Farel.
Elsa tampak berpikir lagi.
"Boleh sih,, tapi kamu bukan orang jahat kan?" ucap Elsa.
Farel pun tampak tertawa begitu mendengar ucapan Elsa.
Isshh kok dia malah tertawa sih,, jangan-jangan dia bukan orang jahat tapi orang gila lagi,, batin Elsa yang mulai was-was.
Elsa kemudian melihat motor Farel yang terparkir tidak jauh dari mobilnya.
Emmm tapi mana mungkin ada orang gila bawa motor segede itu,, batin Elsa.
"Udah tertawanya? aku lagi bertanya juga malah tertawa,," sewot Elsa.
"Yah abis kamu lucu banget sih,, mana ada orang jahat nawarin sapu tangan sama kamu untuk lap air mata kamu,, lagian kalau aku memang orang jahat nggak mungkin juga kan aku ngaku kalau aku jahat sama orang yang ingin aku jahati," ucap Farel.
"Yah iya sih,, jadi kamu orang jahat atau baik? jawab jujur saja,," ucap Elsa.
"Hmmm aku bukan orang jahat kok,, aku orang baik,, aku nggak bohong,," ucap Farel sambil tersenyum.
"Boleh kan aku duduk,, pegal nih aku berdiri terus,, nggak kasian apa sama aku?" ucap Farel lagi.
"Iya boleh kok,, silahkan duduk,," ucap Elsa sambil bergeser sedikit dari tempat duduknya.
"Nah gitu dong dari tadi kan bagus," ucap Farel sambil duduk di samping Elsa.
Aku lagi beruntung hari ini bisa duduk di samping dia,, tapi kenapa yah dia menangis seperti orang yang sedang patah hati saja,, apa dia baru putus cinta tapi kata Ela dia jomblo,, nggak mungkin kan Ela bohongin aku,, batin Farel.
"Kamu kenapa diam? jangan-jangan kamu lagi berniat jahat yah sama aku,, kamu lihat-lihat deh disini itu rame,, aku bakalan teriak loh,," ucap Elsa sambil melihat di sekelilingnya yang sebenarnya sepi.
Farel pun ikut melihat di sekeliling mereka.
"Mana ada rame? disini itu sepi,, makanya aku singgah tadi karena aku lihat kamu yang sedang menangis disini,, takut nanti ada orang yang jahat sama kamu,, aku sudah pernah bertemu kamu sebelumnya,," ucap Farel sambil melihat Elsa yang tampak kebingungan.
"Kita pernah bertemu dimana sih? aku nggak ingat loh," ucap Elsa lagi.
"Aku Farel,, sahabatnya sepupu kamu yang bernama Ela,, kita pernah bertemu satu kali di rumah Ela tapi memang hanya sebentar saja sih karena aku cuma mengantar Ela,, itulah mungkin kamu nggak mengingat aku tapi aku mengingat kamu,, kamu punya sepupu kan yang bernama Ela?" ucap Farel lagi.
Elsa pun langsung menganggukan kepalanya.
"Iya aku punya,," jawab Elsa lalu kembali melihat Farel dan motor Farel karena berusaha mengingat.
"Emmm iya aku ingat sekarang kamu memang temannya Ela,,," ucap Elsa lagi.
"Yah baguslah kalau kamu sudah ingat,," ucap Farel lagi sambil tersenyum.
"Nama kamu Elsa kan?" tanya Farel basa-basi padahal dia sudah tau.
"Iya aku Elsa," jawab Elsa lagi.
"Kamu kenapa duduk menangis disini,, habis putus cinta yah?" tanya Farel penasaran.
Elsa langsung menggelengkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan Farel.
"Lalu gara-gara apa dong kamu menangis disini?,, cewek cantik jangan sedih-sedih nggak bagus,, nanti cantiknya hilang,," ucap Farel lagi sambil tersenyum,, dia berusaha menghibur Elsa.
Elsa pun tampak tersenyum begitu mendengar ucapan Farel.
"Aku nggak cantik,, aku biasa aja," ucap Elsa.
Kak Raka nggak memandang aku sama sekali,, batin Elsa.
"Hmmm itu menurut kamu,, kalau menurut orang lain beda lagi," ucap Farel.
"Kamu ini ada-ada saja," ucap Elsa.
"Nggak kok memang kenyataannya seperti itu,, lalu kenapa nih kamu menangis tadi? curhat aja sama aku di jamin aman kok,, aku nggak bakalan bilang-bilang kalau kamu larang untuk memberitahukan siapapun termasuk melarang aku memberitahukan Ela,," ucap Farel lagi yang sudah sangat penasaran dengan alasan Elsa yang menangis.
__ADS_1
"Janji yah?" ucap Elsa.
"Iya janji," ucap Farel.
"Pasti habis putus cinta kan?" ucap Farel lagi.
"Nggak kok,, ini lebih parah dari putus cinta,, ini lebih mengenaskan lagi,," ucap Elsa.
"Hah,, apa dong?" tanya Farel yang semakin di buat penasaran.
"Kamu pernah nggak sih jatuh cinta sama seseorang yang nggak mencintai kamu?" ucap Elsa sambil melihat Farel.
Farel pun menganggukkan kepalanya karena dia sedang alami sekarang,, suka sama Elsa dan Elsa bahkan tidak kenal baik dirinya dan juga sudah pasti tidak memiliki perasaan apa-apa pada dirinya.
"Hah benarkah kamu pernah?" tanya Elsa antusias kare serasa bertemu dengan teman yang senasib dengan dirinya.
"Iya aku pernah,, kamu mengalami cinta bertepuk sebelah tangan yah?" ucap Farel yang langsung mendapatkan anggukan dari Elsa yang berarti benar yang dirinya katakan.
Hah ternyata dia sudah mencintai seseorang,, beruntung sekali orang itu,, batin Farel.
"Benarkah? wah pasti gara-gara itu yah kamu menangis tadi?" ucap Farel lagi.
Elsa lagi-lagi menganggukkan kepalanya.
"Iya,, tadi aku ke kantor dia dan ternyata dia sudah memiliki kekasih yang seumuran dengan aku dan juga dia cantik," ucap Elsa lalu kembali menangis.
"Eh,, jangan nangis dong nanti aku yang disangka pelakunya telah membuat kamu menangis,," ucap Farel panik.
"Aku boleh pinjam bahu kamu nggak untuk bersandar?" ucap Elsa.
"Iya boleh kok," ucap Farel.
Elsa pun dengan segera menyandarkan kepalanya di bahu Farel.
"Makasih yah," ucap Elsa.
"Iya," ucap Farel.
"Pasti rasanya sakit banget kan?" ucap Elsa lagi.
"Apanya? bahu aku? nggak sakit kok biasa aja," ucap Farel yang langsung mem Elsa menjadi tertawa.
"Lah kok kamu tertawa,, kamu nggak gila mendadak kan?" ucap Farel.
"Nggak lah aku masih waras,, aku tertawa karena kamu lucu,,, yang aku maksud itu bukan bahu kamu tapi cinta bertepuk sebelah tangan,, sakit banget kan rasanya,, lihat orang yang kamu cintai bersama dengan orang lain?" ucap Elsa lagi.
Termasuk kalau kamu bisa bersama dengan orang yang kamu cintai,, aku nggak apa-apa kok,, yang penting kamu bahagia,, batin Farel sambil melirik Elsa.
Elsa tampak berpikir begitu mendengar ucapan Farel.
"Benarkah seperti itu? asal dia bahagia nggak apa-apa?" ucap Elsa lagi.
"Iya dong,,, kita nggak boleh memaksakan perasaan kita terhadap seseorang yang tidak mencintai kita karena kita akan sama-sama tersiksa nantinya,, jadi kalau menurut aku biarkan saja dia bersama orang yang dicintainya karena itu sudah pasti membuat dia bahagia,, cinta nggak harus memiliki,, dan aku juga percaya nantinya akan menemukan cinta yang lain,, aku juga akan bahagia dengan orang itu,, kita nggak boleh terobsesi sama seseorang," ucap Farel sambil tersenyum.
"Berarti aku harus merelakan dia,, dan mencari cinta yang lain?" ucap Elsa.
"Yah aku nggak tau juga,, karena kamu yang jalaninya,,, tapi ada bagusnya kalau kamu seperti itu," ucap Farel lagi.
"Aku ingin seperti itu tapi susah banget,, aku mencintai dia sejak dulu,, jadi rasanya susah banget mau merelakan dia,," ucap Elsa lagi.
"Kamu pasti bisa,,, atau tunggu saja putusnya," ucap Farel sambil tersenyum meskipun di dalam hatinya sakit.
"Sepertinya mereka nggak akan putus,, karena kak Raka itu sangat mencintai pacarnya tadi saja mereka sangat mesra," ucap Elsa lagi sambil mengingat kemesraan Raka dan Salsa tadi,, kemesraan yang dibuat-buat.
"Ya ampun kasian pantas saja kamu menangis tadi seperti anak yang di tinggal ibunya,, kamu yang sabar yah,," ledek Farel lalu tertawa.
"Isshh kamu kok gangguin aku sih," ucap Elsa.
"Nggak kok, aku cuma mau menghibur kamu saja," ucap Farel sambil melihat Elsa.
"Hibur kok gitu,, itu namanya ngeledek aku" ucap Elsa sambil cemberut.
"Yah nggak lah,, aku tadi mau menghibur kamu beneran loh,," ucap Farel.
"Lebih baik kamu ikut aku naik motor keliling terus teriak sekencang-kencangnya biar enak perasaan kamu," ucap Farel memberikan ide pada Elsa.
"Emang bisa seperti itu?" tanya Elsa.
"Yah tentu bisa dong, pasti abis teriak perasaan kamu jauh lebih enakan,, percaya deh sama aku," ucap Farel lagi.
"Emang kamu pernah lakukan itu?" tanya Elsa.
"Iya,,, kadang juga aku nunggu orang lewat terus aku berhenti in dan ngajak gelud,, tapi kalau kamu kan nggak mungkin lakukan itu jadi lebih baik teriak saja," ucap Farel lagi sambil menahan tawanya.
__ADS_1
Elsa lagi-lagi tertawa begitu mendengar ucapan Farel.
"Apaan sih kamu lawak banget,, mana ada seperti itu,," ucap Elsa di sela-sela tertawanya.
"Ada,, aku seperti itu," ucap Farel lalu tertawa juga.
"Nggak heran sih aku kalau kamu seperti ini,, karena kamu sahabatnya Ela,, kan Ela receh banget orangnya," ucap Elsa.
"Yah emang sih," ucap Farel lalu tertawa sambil mengingat Ela,, sahabat gesrek nya.
"Jadi gimana mau nggak?" tanya Farel lagi.
"Iya mau,, aku pengen coba," ucap Elsa semangat.
"Oke deh, ayok kita ke motor aku," ajak Farel sambil beranjak dari tempat duduknya,, namun seketika itu dia langsung menghentikan langkahnya secara tiba-tiba membuat Elsa mengernyitkan keningnya bingung.
"Ada apa kamu berhenti jalan?" tanya Elsa.
"Aku cuma punya satu helm, dan sekarang mataharinya terik banget lagi,, nanti kamu jadi hitam terus nyalahin aku lagi," ucap Farel.
"Isshh ya ampun aku pikir apaan tau nggak,, nggap apa-apa kok,, aku bukan cewek yang takut hitam, lagian tinggal perawatan lagi,, kulit aku bisa kembali putih lagi,, jadi santai aja,, ayo kita ke motor kamu," ucap Elsa.
"Tapi aku punya satu helm doang nih,, gimana dong?" ucap Farel lagi.
"Yah nggak apa-apa aku nggak pakai helm,, santai aja," ucap Elsa lagi.
Dia benar-benar cewek yang nggak ribet,, batin Farel.
"Ya udah ayo kita ke motor," ucap Farel sambil tersenyum lalu menggandeng tangan Elsa menuju ke motornya. Elsa pun dengan senang hati mengikuti langkah Farel sambil tersenyum.
Farel pun dengan segera memakaikan helm buat Elsa membuat Elsa mengernyitkan dahinya bingung.
"Lah kok aku sih yang pakai helm? aku nggak tau bawa motor loh," ucap Elsa dengan ekspresi wajah kebingungannya.
"Aku kok yang bawa motor,, dan nggak apa-apa kamu aja yang pakai helm,, nanti kamu sakit loh kalau kena sinar matahari karena ini terik banget,, kalau aku sih nggak masalah aku kan cowok,," ucap Farel sambil tersenyum.
"Yah jangan gitu dong,, meskipun kamu cowok tapi kamu juga bisa sakit," ucap Elsa.
"Udah nggak apa-apa,, aku pasti lama sakitnya,, aku nggak mungkin mudah jatuh sakit,," ucap Farel.
"Hmm mana ada seperti itu," ucap Elsa.
"Ada,, akulah orangnya,,, atau nanti di jalan aku singgah beli helm deh,, ayo naik," ucap Farel lagi.
"Beneran nih?" tanya Elsa.
"Iya dong beneran,," jawab Farel.
Elsa pun langsung naik ke motor Farel.
"Oh iya kita nggak akan di tilang polisi kan ini?" tanya Elsa.
"Yah pasti di tilang kalau dilihat," ucap Farel sambil menahan tawanya.
"Yah aku nggak mau,,, aku takut polisi," ucap Elsa.
"Udah tenang aja ada aku,, aku nggak mungkin dong mau di tilang juga,,, kamu berpegang aja terus sebentar teriak sekencang-kencangnya biar perasaan kamu enak," ucap Farel.
"Oke," ucap Elsa.
Farel pun tersenyum lalu segera mengendarai motornya.
Sementara di dalam ruangan Raka.
Salsa sedang makan,,, makanan buatan Elsa.
"Dasar rakus," ejek Raka.
"Lapar tau,, Elsa enak banget masakannya yah," ucap Salsa.
"Iya emang enak," ucap Raka.
"Dia itu sepertinya suka sama kamu loh,, terlihat jelas waktu dia tau aku pacar kamu,,, ekspresi wajah dia itu nggak bisa bohong,,, dia benar-benar terlihat terluka,, kamu tega banget sama cewek," ucap Salsa.
"Haduhh sok tau banget kamu anak kecil," ucap Raka.
"Lagian aku nggak suka sama dia,, jadi aku rasa itu udah yang terbaik,," ucap Raka.
"Hmmm bukannya sok tau yah,, tapi itu penglihatan aku yang sesama cewek dia itu suka sama kamu,, kamu bakalan rugi loh nggak menggubris cewek seperti Elsa,," ucap Salsa lagi.
"Kamu makan saja yah,, nggak usah ngawur ngomongnya,, dan juga kamu harus ingat tetap menjadi pacar pura-pura aku di hadapan Elsa," ucap Raka.
Salsa hanya mencebikkan bibirnya lalu kembali fokus makan.
__ADS_1
Elsa kok bisa suka sama orang seperti ini yah,, sungguh mengherankan,, batin Salsa sambil melihat Raka yang sangat menjengkelkan menurutnya.
Sementara Jeki yang sedang berada di kantor Kenan memutuskan untuk menelepon Salsa ketika selesai makan siang.