
Ela menghentikan makannya sejenak.
"Iya juga yah,, pak Kenan gigit-gigitan gimana yah sama Friska,," ucap Ela sambil menerawang jauh.
"Apa jangan-jangan...," ucap Salsa sengaja menggantung kalimatnya.
"Jangan-jangan apa?" tanya Ela penasaran.
"Jangan-jangan itu gigitan yang begitu loh,, loe nggak usah pura-pura nggak mengerti deh,," ucap Salsa lagi.
"Gue juga udah berpikir sampai kesitu,, tapi nggak mungkin dong,, mana mungkin sih seperti itu,, ingat woi pak Kenan dan Friska itu om dan ponakan,, tapi duhh kok gue nggak bisa untuk mengontrol pikiran gue ini,," ucap Ela.
"Kita tunggu aja informasi dari pacar gue,," ucap Ela lagi sambil tersenyum bangga.
"Iya,, iya yang punya pacar,," cibir Salsa.
"Ayo makan lagi jomblo,," ejek Ela lalu tertawa.
"Ela piring ini tuh kalau kena loe pasti sakit,, jadi jangan gitu yah,, orang jomblo itu sensitif loh,," ucap Salsa sambil tersenyum terpaksa.
"Iya deh maafin,, tau kok gue piring itu sakit kalau kena gue,," ucap Ela lalu tertawa lagi.
"Ya udah makan aja kalau gitu nggak usah gangguin gue yang jomblo ini,," ucap Salsa lagi.
"Iya,,, iya,," ucap Ela sambil senyum-senyum.
Mereka pun sarapan dengan Ela yang sesekali menganggu Salsa. Sedangkan kedua orang tua Ela sudah berangkat ke kantor lebih dulu,, dan sarapan lebih dulu.
Sementara Juan masih bingung mencari pesanan Kenan tapi dia harus dapatkan,,,, karena kalau tidak Kenan pasti akan marah-marah lagi dan menyuruhnya mencari lagi sampai ketemu.
Di waktu yang sama dan tempat yang berbeda,, Kenan yang sudah selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya sambil melihat istrinya yang sedang mengerjap-ngerjapkan matanya pertanda dia akan bangun.
"Pagi istriku sayang,," ucap Kenan lalu mengecup bibir Friska.
"Yank aku baru bangun ihh,, masih bau juga nggak kayak kamu udah mandi,," rengek Friska dengan suara khas bangun tidurnya.
"Nggak bau sayang,, terserah aku dong mau mengecup bibirmu itu kapan,, bibirmu itu kan punya aku,," ucap Kenan lagi sambil duduk di pinggir tempat tidur dekat Friska.
Friska hanya menggelengkan kepalanya sejenak untuk menanggapi ucapan Kenan dan Kenan hanya tersenyum sambil melihat Friska dengan tatapan penuh cintanya.
"Udah puas tidurnya?" tanya Kenan sambil mengelus lembut wajah istrinya.
"Emm udah kok,, kamu kenapa nggak bangunin aku sayang?" tanya Friska sambil membiarkan Kenan mengelus wajahnya.
"Sengaja kok,, kamu sepertinya capek banget sayang,," ucap Kenan.
"Terus yang bawa aku ke tempat tidur siapa?" tanya Friska yang mengingat kalau dirinya masih di perjalanan sewaktu ketiduran.
"Yah aku dong sayang suami kamu,, masa orang lain sih,, nggak mungkin dong,," ucap Kenan cepat.
"Yah siapa tau aja kan sayang karena kamu kan suka nyuruh gitu,," ucap Friska lalu nyengir kuda.
"Walaupun aku suka nyuruh tapi kalau berhubungan dengan mengangkat kamu sayang nggak akan aku nyuruh orang lain,," ucap Kenan.
__ADS_1
"Isshh gemesin,," ucap Friska sambil mencubit gemas kedua pipi Kenan.
"Aku mau mandi dulu yank,," ucap Friska.
"Iya mandilah,, aku buatin sarapan dulu buat kamu yah,," ucap Kenan yang membuat Friska melongo tak percaya setelah mendengar ucapan Kenan.
"Sayang kok gitu amat sih ekspresi wajah kamu,," ucap Kenan.
"Kaget aja sayang,,, emang kamu bisa masak?" tanya Friska.
Kenan langsung nyengir begitu mendengar pertanyaan istrinya,, dan itu langsung membuat Friska mengerti.
"Nggak bisa sih sayang,, tapi aku bisa ngoles selai pada roti,," ucap Kenan dengan bangganya.
"Aku lagi malas makan roti sayang,, aku mandi dulu nanti aku yang buat sarapan,," ucap Friska lalu segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.
Dengan segera Friska mandi.
Sedangkan Kenan langsung menelepon Juan lagi,, karena Juan belum datang-datang juga, padahal Friska sudah bangun,, dia ingin mendapatkan obat itu sebelum Friska protes dengan perbuatan Kenan.
Kenan sangat jelas melihat banyak bekas-bekas yang dibuatnya.
Juan yang sudah mendapatkan apa yang di perintahkan Kenan segera berjalan kembali menuju ke mobilnya,, namun tiba-tiba ponselnya berdering dengan segera Juan melihat nama kontak yang meneleponnya.
Untung udah dapat obatnya,, kalau belum dapat habislah aku dengar Kenan marah-marah apalagi ini menyangkut istri kesayangannya,, batin Juan sambil mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Halo tuan," ucap Juan begitu mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Lagi di jalan mau ke rumah tuan,," jawab Juan.
"Udah dapat belum?" tanya Kenan.
"Udah kok tuan,," jawab Juan.
"Oke bagus,, bawa kesini cepat karena istriku udah bangun,," ucap Kenan.
"Iya tuan,," ucap Juan.
"Oke aku tutup dulu telfonnya,, ingat yah jangan lama-lama tapi hati-hati juga,," ucap Kenan.
"Iya tuan,," ucap Juan lagi sambil masuk ke dalam mobilnya.
Kenan segera menutup panggilan telfonnya dengan Juan. sedangkan Juan segera menyetir mobilnya menuju ke rumah Kenan.
Kenan segera memakai pakaiannya lalu duduk di pinggir tempat tidur menunggu Friska selesai mandi. Sementara di dalam kamar mandi Friska terus melihat tubuhnya hasil dari perbuatan Kenan.
Kok banyak banget sih duhh mana gini lagi warnanya,, gimana dong nih,, aku kan mau ketemu teman-teman aku tapi kalau gini pasti mereka bakalan tahu,,, sepolos-polosnya mereka pasti bakalan tau kalau ini manusia yang buat,,, batin Friska.
"Suamiku itu manusia atau vampir sih,, kok gini amat,," ucap Friska.
Friska akhirnya keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah cemberut dan itu tidak luput dari penglihatan Kenan.
Pasti dia cemberut gini karena bekas-bekas itu,, batin Kenan.
__ADS_1
"Sayang,," rengek manja Friska kepada Kenan sambil duduk di paha Kenan dan menyandarkan kepalanya di dada Kenan.
"Iya sayang,, ada apa?" tanya Kenan.
"Kenapa cemberut gitu,, lapar banget yah? lagi malas masak?" tanya Kenan pura-pura.
"Bukan itu,, ini banyak banget bekas di leher dan juga di tempat lain,, warnanya gini amat kapan hilangnya nih,, aku kan pengen ketemu sama sahabat-sahabat aku sayang,," ucap Friska lagi.
"Aku udah nyuruh Juan kok tadi sayang,, tunggu dia dulu yah,, ini bakalan cepat hilang kok,," ucap Kenan sambil nyengir.
"Oh gitu,, pokoknya nggak boleh gini lagi,, aku nggak mau,," ucap Friska.
"Yah mana bisa sayang,, kan kadang khilaf,," ucap Kenan.
"Sini aku keringin rambut kamu,, nggak usah mikirin itu yah,, kalau Juan datang akan selesai kok itu,," ucap Kenan mengalihkan pembicaraan.
"Beneran?" tanya Friska.
"Iya sayang," jawab Kenan sambil mengeringkan rambut istrinya.
Setelah itu Kenan memilihkan baju untuk Friska.
"Pakai ini yah,," ucap Kenan lembut.
"Ihh kok ini.. nggak nutupin leher aku yank,, yang nutupin leher aku maunya,," ucap Friska.
"Nggak apa-apa sayang pakai ini aja,, lagian cuma Juan kok yang bakalan lihat,, dia harus lihat supaya dia bisa cari yang lebih bagus lagi obatnya,," ucap Kenan.
Pamer dikit sama Juan kan bagus,, sebenarnya aku lebih pengen Raka yang melihatnya biar dia nggak mikirin istriku lagi,, batin Kenan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.
Friska akhirnya mengambil lalu segera memakai pakaiannya.
Setelah itu mereka ke dapur bersama untuk membuat sarapan. Kenan terus berada di dekat istrinya memperhatikan istrinya memasak. Sesekali dia memeluk dan mengecup pipi Friska.
"Sayang kamu duduk deh disitu,, biar cepat selesai ini,, nggak usah cium-cium terus,, om Juan pasti nggak lama lagi datang kan,," ucap Friska.
"Aku disini aja mau lihat kamu masak,, kan ciumnya sekali-kali juga sayang,,," ucap Kenan sambil nyengir.
Friska hanya menggelengkan kepalanya.
Tak lama Friska selesai dan menata rapi makanan itu di meja. Friska memang hanya membuat nasi goreng yang simple tidak membutuhkan banyak waktu.
"Selesai,, kita tungguin om Juan dulu,, pasti om Juan belum sarapan,," ucap Friska.
"Iya,," ucap Kenan sambil mendudukkan Friska di bagian meja yang kosong.
"Yank ini meja loh,," ucap Friska.
"Iya,, aku pengen cium bibir kamu dari tadi kan pipi terus entar bibirmu iri lagi sama pipimu,," ucap Kenan sambil mamajukan wajahnya kepada Friska namun Friska menahannya cepat.
"Apaan sih mana ada seperti itu,, pokoknya jangan disini, nanti om Juan lihat,,," ucap Friska.
"Pengennya disini sayang,, kan sambil tungguin Juan,, dia nggak bakalan lihat kok,,," ucap Kenan sambil memajukan tubuhnya dan membawa tangan Friska ke pinggangnya.
__ADS_1