Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pergi memantau mereka,,,


__ADS_3

Iyalah nek dia gemetar dan keringat dingin karena nenek bahas pernikahan tadi dan dia bukan pacar aku, bahkan dia pembantu aku,, aku saja nggak bisa membayangkan kalau aku menikah dengan dia,, akhhh aku nggak mau,, aku nggak cinta sampai saat ini hanya dek cantik yang aku cintai nggak ada yang lain,, batin Raka sambil melihat neneknya dan juga Salsa.


"Sayang kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya nenek Raka pada Salsa.


"Iya nggak kenapa-kenapa kok nek,, saya hanya tidak menyangka saja kalau akan bertemu nenek sekarang," ucap Salsa sambil berusaha tersenyum dan juga melihat Raka yang terlihat jelas sedang menahan tawanya.


"Loh kok gitu,, berarti Raka kamu akan menyembunyikan pacar kamu dari nenek?" ucap nenek Raka melihat kesal pada Raka.


Sedangkan yang dilihat kesal hanya nyengir saja.


"Sayang apa saja yang sudah cucuku ini katakan pada kamu?" tanya nenek Raka pada Salsa.


Salsa pun tampak berpikir keras,, dia juga takut salah bicara dan sudah pasti dia yang akan terkena imbasnya juga kalau salah bicara.


"Udah kamu bilang saja sama nenek,, nggak usah takut sama dia,,, kamu jangan mau yah kalau hanya pacaran lama-lama sama dia,,, kamu harus minta kepastian,,, jangan lama-lama," ucap nenek Raka.

__ADS_1


"Astaga nenek jangan bicara seperti tadi itu dong,, nenek nggak lihat apa dia masih bocah belum bisa bicara yang seperti itu, dia masih labil nek,, kita juga baru pacaran kok,, massa iya langsung pelaminan," ucap Raka.


"Memangnya kenapa kalau langsung pelaminan kan bagus,," ucap nenek Raka.


"Emmm aku masih mau kuliah nek," ucap Salsa cepat yang akhirnya menemukan alasan.


Ishhh kenapa sih aku harus berada diposisi seperti ini,, duhh aku benar-benar nggak mau terjebak dalam permainan cowok tengil ini,, batin Salsa.


"Nah nenek dengar sendiri kan dia masih mau kuliah,, jadi aku dan dia jalani saja dulu,, dia juga masih muda banget nek," ucap Raka lagi.


"Ya ampun nek pasti susah dong buat dia,, dia akan kerepotan mengurus aku dan juga kuliahnya jadi biarkan dia fokus kuliah dulu," ucap Raka.


"Dia akan terbiasa nantinya,, lagian ada kamu juga kan yang bantuin dia Raka,, untuk apa otak pintar kamu itu kalau nggak kamu pakai untuk membantu dia," ucap nenek Raka yang memang sudah sangat ingin melihat cucunya itu menikah.


"Nenek jangan paksa dia dong nek,, kalau dia marah dan mutusin Raka nanti susah lagi loh aku cari pengganti dia," ucap Raka yang langsung membuat nenek Raka tampak berpikir.

__ADS_1


"Iya juga yah,, ya sudah kalian jalani saja dulu,, jangan putusin dia yah sayang,, Raka itu baik kok," ucap nenek Raka sambil melihat Salsa.


Hufff akhirnya bisa terbebas juga dari paksaan menikah dari nenek,, aku memang benar-benar memanfaatkan otak pintar aku ini,,, hemm bocah seperti urusan kita berdua akan semakin lama,, batin Raka sambil melihat Salsa.


Salsa pun hanya bisa menganggukan kepalanya.


Hmmm kalau nenek baru baik,, tapi cucu nenek nggak ada baik-baiknya,, batin Salsa sambil melihat Raka.


###########


Kantor Kenan...


"Juan gimana kamu sudah tau tempat wanita-wanita kita?" tanya Kenan.


"Sudah tuan," jawab Juan.

__ADS_1


"Oke,, ayo kita gantian dan pergi memantau mereka,, kita lihat seberapa bisa dipercaya wanita-wanita kita itu,," ucap Kenan.


__ADS_2