Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Terpesona


__ADS_3

"Ya ampun tega banget loe ngomong sama teman seperti itu, gue cuma mau bilang kalau gue lagi di Indonesia sekarang" ucap Raka.


"Paling juga loe cuma mau ketemu gue kan, gue lagi sibuk sekarang nggak ada waktu buat ketemu loe" ucap Kenan.


"Tega loe yah, tadinya sih emang gitu gue cuma mau ketemu loe ajah tapi sekarang tujuan gue menjadi dua, selain ketemu dengan loe gue juga mau mengejar wanita" ucap Raka dengan bahagianya.


Kenan tertawa mendengar ucapan Raka.


"Kok loe malah tertawa sih" ucap Raka.


"Habis loe lucu, wanita mana yah yang berhasil meluluhkan hatimu itu gue jadi penasaran" ucap Kenan.


"Ada deh gue baru mau pendekatan nih sama dia yang jelasnya dia itu masih muda, cantik, baik, pintar memasak kalau senyum tambah manis dan masih banyak lagi kelebihannya" ucap Raka.


Mendengar ucapan Raka, Kenan tiba-tiba teringat dengan Friska.


"Kenapa loe diam?" tanya Raka.


"Nggak kenapa-kenapa kok" jawab Kenan.


"Jangan bilang yah loe suka sama cewek yang gue taksir ini, gue baru sebutin ciri-cirinya sedikit loe udah terdiam begitu" ucap Raka dari balik telfon.


"Yah nggak mungkin lah, gila loe yah. Gue udah punya pacar" Kata Kenan.


"Masih Adelia yah?" Tanya Raka.


"Iyalah mau siapa lagi" Jawab Kenan.


"Kayak nggak ada cewek lain ajah loe, Adelia itu nggak baik tahu. Tapi terserah loe deh capek gue kasitau loe" ucap Raka kesal.


Raka juga sangat tidak menyukai Adelia.


"Diam deh loe, urus saja cewek yang baru loe temukan itu" ucap Kenan.


"Memang, besok gue ke kantor loe yah" ucap Raka.


"Oke terserah loe" ucap Kenan kemudian mematikan panggilan telfon dari Raka secara sepihak.


"Dasar yah nih bocah main langsung matikan telfon ajah" ucap Raka sambil melihat ponselnya.


"Lebih baik aku ke rumah nenek dulu deh" ucap Raka lalu mengambil kunci mobil dan segera ke rumah neneknya.


#####


"Kenapa sih hampir semua orang yang aku kenal nggak menyukai Adelia padahal Adelia itu baik" ucap Kenan yang sedang berada di kamarnya.


Kenan kembali menelepon Friska dan Adelia namun ponsel mereka sama-sama tidak aktif. Kenan memutuskan untuk ke apartemen Adelia.

__ADS_1


Kenan sampai di apartemen Adelia namun Adelia tidak berada di apartemennya karena dia sedang jalan bersama Rio.


Kenan memutuskan untuk kembali lagi ke rumahnya. Dia menelepon Friska namun lagi-lagi ponsel Friska tidak aktif. Kenan pun menelepon Juan setelah tiba di rumahnya.


"Juan cari tahu keberadaan istri saya sekarang" ucap Kenan kepada Juan setelah Juan mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


Setelah menyuruh Juan, Kenan langsung mematikan panggilan telfonnya.


Juan pun memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu kepada ayah Kenan.


"Halo om, Kenan menanyakan keberadaan nona Friska sekarang, saya harus bagaimana?" tanya Juan kepada ayah Kenan melalui telfon.


"Nggak usah beritahu dia, biar dia rasakan jauh dari istri itu nggak enak" ucap ayah Kenan.


"Tapi saya harus alasan apa om?" Tanya Juan.


"Bilang saja kamu tidak tahu apa-apa, saya yang menyembunyikan menantuku jadi kamu tidak bisa mencarinya, bilang gitu ajah" ucap ayah Kenan.


Juan pun mengiyakan ucapan ayah Kenan dan mengikutinya.


Juan menelepon Kenan lagi dan memberitahukan seperti yang di ucapkan ayah Kenan dan Kenan benar-benar marah.


Kenan memutuskan untuk pergi mencari Friska sendiri.


#####


Sedangkan di tempat lain Adelia sudah pulang ke apartemennya namun Rio tidak ikut masuk dia memutuskan untuk langsung pulang saja.


Friska yang baru mengaktifkan ponselnya mengernyitkan keningnya melihat Rio yang meneleponnya.


Friska pun mengangkat panggilan telfon dari Rio.


"Ada apa kak?" tanya Friska setelah mengangkat panggilan telfon dari Rio.


"Emm aku cuma mau tanya kamu lagi ngapain?" tanya Rio sambil menyetir mobilnya pelan.


"Oh aku pikir kakak mau di traktir sekarang, emm aku nggak lagi ngapain-ngapain kok kak cuma mau tidur ajah" ucap Friska yang memang sudah berniat mau tidur namun dia mengaktifkan dulu ponselnya.


"Cepat banget kamu mau tidur" ucap Rio lagi.


"Ngantuk kak dan capek juga" ucap Friska.


"Memang kamu habis ngapain?" Tanya Rio kepo.


"Habis jalan-jalan sih kak di sekitaran rumah" ucap Friska sambil nyengir kuda.


"Aku pikir kamu habis ngapain, oh iya besok sore kamu ada waktu nggak, aku mau kamu traktir besok sore" Kata Rio.

__ADS_1


"Ada selalu kalau untuk kakak" ucap Friska yang asal ceplos padahal dia tidak sadar ucapannya itu membuat Rio sangat senang.


"Oke nanti aku jemput yah, ehh tapi nggak apa-apa nih kalau kamu keluar?" Tanya Rio karena tiba-tiba mengingat Kenan.


"Nggak kok kak" Jawab Friska.


"Kamu nggak di larang gitu?" tanya Rio lagi memastikan.


"Nggak kak, kita ketemu di tempat yang sudah aku tentukan saja yah, nggak enak kalau kakak capek-capek jemput aku lagi" ucap Friska.


Rio pun mengiyakan kemauan Friska karena Rio pikir mungkin Friska tidak ingin di tahu oleh Kenan.


Setelah telfonan Rio pun kembali ke rumahnya dengan perasaan bahagia sedangkan Friska memutuskan untuk tidur tanpa menggubris apapun dari Kenan yang di lihat di ponselnya.


Sedangkan Kenan masih berada di jalan mencari Friska bahkan Kenan sambil mengingat dan mengunjungi tempat-tempat yang mungkin ayahnya akan menyuruh Friska untuk tinggali namun tetap saja dia tidak menemukan Friska.


Kenan pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya lagi dan akan ke sekolah Friska paginya.


Tiba di rumahnya Kenan menelepon Adelia lagi, Kenan takut terjadi apa-apa dengan Adelia karena sejak tadi ponsel Adelia tidak aktif. Setelah dia menelepon ternyata ponsel Adelia sudah aktif.


Adelia yang mendengar ponselnya bunyi dengan cepat melihat siapa yang meneleponnya, Adelia pikir yang meneleponnya Rio tapi ternyata yang meneleponnya Kenan dengan malas dia mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Halo sayang, ada apa?" Tanya Adelia dengan berpura-pura senang padahal sebenarnya dia sangat malas bicara dengan Kenan.


"Kenapa ponsel kamu sejak tadi tidak aktif sayang?" tanya Kenan balik.


"Oh aku lagi tidur tadi sayang ponselnya sengaja aku nonaktifkan" ucap Adelia memberi alasan.


Kenan pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Adelia.


"Tidur dimana sayang?" tanya Kenan lagi.


"Di apartemen dong sayang, maaf yah" ucap Adelia.


"Oh gitu yah, ya sudah aku matikan dulu yah yang penting aku tahu kamu baik-baik saja" ucap Kenan.


"Iya sayang" ucap Adelia.


Kenan pun mematikan panggilan telfonnya.


Adelia kenapa berbohong padaku, apa yang kamu sembunyikan batin Kenan.


#####


Pagi-pagi sekali Kenan sudah ada di sekolah Friska, dengan mata panda di wajahnya namun dia menutupi dengan kacamata hitam miliknya. Kenan sangat susah tidur karena dia merindukan Friska namun dia tidak menyadarinya. Di tambah lagi dengan Adelia yang membohonginya.


Kenan bebas berada di sekolah itu karena sekolah itu milik ayah Kenan sudah pasti Kenan juga di tahu. Kenan berdiri di samping mobil miliknya sendiri bukan mobil Friska sambil melihat-lihat dan menunggu Friska datang.

__ADS_1


Siswi perempuan yang baru datang benar-benar terpesona dengan ketampanan Kenan namun Kenan tidak memperdulikan itu, dia hanya ingin melihat Friska.


Tak lama Friska datang bersama dengan Dafa menggunakan motor Dafa dengan berboncengan mesra.


__ADS_2