
"WHAT!!! sekarang nggak salah dengar aku,, masa sekarang sih,, nggak mau aku,, sekarang aku mau pulang dulu ke rumahku,, nggak mau kerja dulu,, besok aja deh,, tinggal kirimkan saja alamat rumah kamu,, nanti aku langsung ke rumah kamu,, belum ada tenaga aku sekarang,, lagi malas kerja,, aku pengennya santai-santai dulu di rumahku sekarang,, menikmati hari-hari santai aku sebelum mulai kerja yang sudah pasti nggak enak,," ucap Salsa.
Gila aja nih orang,, nggak mau banget gue kerja sekarang,, masa gue harus ngepel-ngepel sekarang sih,, nyuci baju,, menyapu,, memasak juga sepertinya,, gitu kan kerjaannya pembantu biasanya,, akhhh nggak mau sekarang gue kerjanya pokoknya mahh maunya besok aja,, batin Salsa.
Raka menggelengkan kepalanya melihat Salsa yang belum apa-apa sudah tidak menurut saja pada dia yang menjadi majikannya selama tiga bulan lamanya.
"Kamu ini yah,, baru aku beritahu ini hari kamu mulai kerja sudah banyak protes saja,,, kamu belum aku berikan pekerjaan,, ingat yah sekarang sampai tiga bulan aku ini majikan kamu,, jadi kamu harus nurut,, kalau aku bilang sekarang kerjanya yah sekarang lah,, iya kali aku mau menurut sama kamu,,, aku majikan mu woi ingat MAJIKAN KAMU,," ucap Raka dengan menekankan kata majikan kamu yang membuat Salsa tertampar kenyataan lagi,, karena memang benar yang dikatakan Raka,, sekarang Raka majikan dia.
"Ya iyah kamu memang majikan aku,,, tapi yah nanti besok lah mulai kerjanya,, iya kali ini hari,, aku mau memperbaiki motorku dulu hari ini, nggak kasihan apa sama aku," ucap Salsa yang memberikan alasan tidak masuk akal sama sekali kepada Raka,, karena mereka berdua bisa lihat jika motor Salsa sebenarnya tidak perlu perbaikan.
"Motor kamu apanya yang mau di perbaiki,, alasan saja kamu,, pokoknya intinya hari ini kamu mulai kerjanya,, siapa suruh kan dari tadi kamu ngotot nanya kapan mulai kerjanya,, jadi ya udah aku jawab hari ini kamu mulai kerja,, tanpa komentar apapun,, terima saja nasib kamu,," ucap Raka.
"Astaga sepertinya ini ada kesalahpahaman disini,, aku tadi itu nanya-nanya supaya jelas aja gitu, bisa aku buat pengingat di ponselku,, itu aja kok,, nggak ada niatan mau kerja sekarang mahh," ucap Salsa lagi.
"Lagian aku tuh belum balik ke rumah sejak semalam,, jadi biarin aku balik ke rumah dulu gitu,, baru besok aku mulai kerjanya,,, aku pasti di cariin sama orang tuaku nih,, please dong mengerti dikit,, kasihan sedikit sama aku,," ucap Salsa lagi yang sebenarnya hanya alasan saja karena dia sudah mengirimkan pesan kepada orang tuanya kalau dia akan nginap di rumah Ela,, dan orang tuanya juga tidak pernah melarang Salsa jika nginap di rumah Ela,, mereka sudah tau sahabat-sahabat Salsa siapa-siapa saja dan juga mereka sudah pastikan kalau sahabat-sahabat anaknya itu baik-baik meskipun sangat ribut kalau sudah ngumpul,, tapi mereka suka lihat persahabatan Salsa.
Raka lagi-lagi menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Salsa yang membuatnya sedikit terkejut. Raka sudah pikir yang jelek-jelek mengenai Salsa.
Kemudian Raka baru menyadari bahwa Salsa membawa belanjaan yang terlihat jelas bahwa belanjaan itu harganya mahal-mahal,, Raka sangat tau mana barang mahal dan mana yang bukan.
Kasihan sekali masih muda tapi pergaulannya begini amat nih bocah,, sejak semalam nggak pulang ke rumah,, bawa belanjaan mahal-mahal,,, astaga pasti nih dia main dengan om-om,, hem-hem kasihan banget aku sama kedua orang tuanya,, pasti terpukul banget kalau tau kelakuan anaknya begini,, batin Raka sambil melihat Salsa.
"Aku nggak perduli kamu mau balik semalam atau nggak,, yang penting kamu kerja sekarang,, nggak ada besok-besok,,, lagian itu resiko kamu siapa suruh juga kamu tidak pulang semalam, coba kamu pulang semalam pasti aku nggak ketemu sama kamu kan,, dan membuang-buang waktuku yang berharga begini hanya untuk berdebat dengan kamu,," ucap Raka.
Dia pikir aku juga mau gitu bertemu dengan dia,, aku kalau tau semalam bakalan ketemu jenis manusia seperti ini,, lebih baik semalam aku pulang deh ke rumahku nggak perlu nginap sama Ela,," batin Salsa yang penuh dengan rasa menyesalnya.
"Terserah deh,, aku mau kerja apa ini?" tanya Salsa yang pada akhirnya mengalah saja,, daripada di perpanjang dan Raka semakin ribut.
"Pergi belikan aku minuman tuh di sana,, aku haus banget bicara sama kamu,,," perintah Raka sambil menunjuk mini market yang lumayan jauh juga tapi masih terlihat. Raka tau kalau di tempat mereka ribut ada mini market yang dekat,, itulah tadi Raka menghentikan mobilnya karena kelewatan mini market itu,, tapi Salsa malah menabrak belakang mobilnya padahal dia tidak mendadak berhenti juga.
Haa jadi gini kerjanya pembantu,, ini mah gampang,, tinggal gas motor saja sampai ke mini market itu,, batin Salsa yang senang karena tidak seburuk yang dia bayangkan,, padahal dia belum tau saja kalau itu baru permulaan.
"Oke siap,, aku pergi belikan dulu,," ucap Salsa sambil berjalan ke motornya yang sudah dia parkir tidak jauh dengan dirinya.
Raka mengikuti Salsa yang sedang melangkah ke motornya. Dan dengan segera Raka mengambil kunci motor Salsa yang membuat Salsa mengernyitkan dahinya heran.
"Kenapa kamu ambil kunci motorku? aku butuh itu untuk ke mini market,, gimana sih kamu,, sini balikin biar cepat aku ke mini market beliin kamu minuman,," ucap Salsa sambil mengulurkan tangannya meminta kunci motornya.
"Hmm siapa bilang kamu boleh pakai motor,, kamu jalan kaki sana sampai ke mini market,, cepetan karena aku sangat haus sekarang,," ucap Raka yang membuat Salsa benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam pikiran Raka.
Nih orang katanya sangat haus,, tapi dia malah membuat aku susah begini,, bagaimana bisa cepat kalau aku jalan kaki,, kan kalau pakai motor lebih cepat lagi,, batin Salsa.
"Kenapa diam? buruan sama ke mini market,, aku sudah haus banget nih,, jadi jalan lah dari sekarang selagi aku sabar,, karena kalau kesabaran aku habis akan lebih parah lagi,," ucap Raka masih dengan memegang kunci motor Salsa.
"Kamu haus kan? kenapa kamu tidak berikan aku kunci motorku biar cepat aku sampainya,, aku nggak mungkin cepat kalau jalan kaki," ucap Salsa kesal.
"Aku pengen lihat kamu jalan kaki sampai ke mini market dan juga nggak pakai lama,, nggak usah protes yah kamu ingat aku disini bos kamu,, jadi kamu nggak boleh banyak protes sama bos,," ucap Raka lagi.
"Astaga,, entah dosa apa yang aku lakukan sebelum-sebelumnya sampai aku ketemu orang ngeselin seperti kamu,," ucap Salsa yang semakin kesal.
"Pergi sana nggak usah ribut disini,, aku malas dengar orang ribut,," ucap Raka.
__ADS_1
"Uang,," ucap Salsa sambil mengulurkan tangannya pada Raka.
Raka segera mengambil uang dari dalam dompetnya lalu memberikan kepada Salsa.
Lumayan juga nih,, sisanya bisa buat beli cemilan,, pasti dia nggak mau kan nyimpan uang kecil di dompetnya melihat dia yang sombong banget begini,, batin Salsa sambil melihat Raka.
"Apa lihat-lihat sana cepat pergi belikan aku minuman,, ingat yah jangan kamu ambil kembaliannya,, bawa kesini sisa uangnya,, awas saja kalau kamu ambil dan belikan sesuatu kamu akan kena denda,," ucap Raka.
Salsa langsung mencebikkan bibirnya begitu mendengar ucapan Raka.
Apa-apaan ini baru juga rencana udah di tau aja,, batin Salsa.
"Aku punya uang sendiri kok,, ngapain pakai uangmu,," ucap Salsa.
"Nah itu ada uang,, lebih baik langsung ganti saja biaya lecetnya mobilku,,, terus kita selesai,, nggak ada urusan lagi,," ucap Raka.
"Kalau seandainya uangku cukup sudah pasti aku akan dengan senang hati lakukan itu,, tapi uangku nggak cukup,,, cukupnya buat beli cemilan saja dan minuman,, ribut banget sih aku juga sebenarnya sangat nggak mau ada urusan dengan kamu,, cuma kamu saja yang memperpanjang urusan kita,, coba kamu ganti sendiri nanti aku cicil kan beres,, uangnya tinggal aku transfer-transfer saja nggak perlu begini,," ucap Salsa
"Nggak usah ngomong sembarangan deh nggak mungkin aku lakukan itu sehingga kamu enak-enakan,, pergi sana beli,, nggak pakai lama,," ucap Raka lagi.
"Iya ini udah mau pergi,," ucap Salsa lalu segera berjalan ke mini market yang di maksud oleh Raka.
Isshh dasar ngeselin yah tuh orang,, kenapa aku harus jalan kaki coba disaat ada motorku,, lagian aku nggak mungkin kabur juga,, bensin juga bensinnya motorku nggak akan merugikan dia,, tapi dia malah menyuruhku berjalan kaki emang sengaja banget tuh manusia ngerjain aku,, akkhh sial-sial,, sepertinya aku akan sial terus selama tiga bulan,, batin Salsa.
Sepanjang perjalanan Salsa terus mengomel sendiri mengeluarkan kemarahannya.
Sedangkan Raka masuk ke dalam mobilnya lalu duduk-duduk santai menunggu Salsa.
"Hemm mungkin saja aku tidak sengaja melihat dia dengan om-om,, iya sepertinya begitu deh,, karena dia kan mainnya dengan om-om,,, belanjaannya mahal-mahal,, nggak pulang ke rumahnya semalam,, hem,, hem,, pergaulannya sangat mengerikan,," gumam Raka.
Raka yang merasa sudah cukup lama menunggu Salsa tapi Salsa belum datang-datang juga segera menghubungi Salsa.
"Huuu kenapa lagi sih nih orang,, apalagi yang dia mau perintahkan,," ucap Salsa begitu melihat Raka meneleponnya.
Salsa dengan malas mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Halo,, ada apa nelfon?" tanya Salsa.
"Kamu ini lama banget di suruh gitu aja,, cepetan kesini aku itu udah haus banget yah,," omel Raka.
"Astaga siapa suruh tadi menyuruhku jalan kaki jadi lama kan,, coba naik motor pasti udah sampai dari tadi malahan mungkin sudah habis kamu minum,," omel Salsa balik.
"Berani sekali kamu berucap seperti itu sama bos yah,, mau kamu aku kasih yang lebih susah lagi,," ucap Raka.
"Nggak mau kak,, tunggu disitu aku lagi jalan menuju kesitu kok,, nggak lama lagi sampai,," ucap Salsa cepat.
Raka menoleh ke belakang dan memang benar dia melihat Salsa berjalan cepat menuju ke mobilnya.
Hahaha rasain kamu,, batin Raka.
"Lama banget kamu jalan,, cepetan dong jalannya,," ucap Raka lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa membuat Salsa ingin sekali mencakar-cakar Raka.
__ADS_1
Gila yah,, dari tadi aku udah jalan cepat juga,, emang itu manusia ngeselin banget,, sabar Salsa sabar,, semua akan berlalu kok,, sabar yah,, batin Salsa.
Raka yang melihat Salsa sudah hampir sampai segera turun dari dalam mobilnya. Salsa segera memberikan minuman yang di belinya kepada Raka,,, beserta kembalian uangnya juga.
Raka mengernyitkan dahinya begitu melihat minuman yang di beli Salsa.
"Siapa suruh kamu membeli minuman ini,, aku nggak suka minuman ini,, aku nggak suka minuman rasa jeruk yah,, sok tau banget kamu seharusnya tadi kamu itu bertanya dulu sama aku mau minuman yang mana,," ucap Raka sambil memberikan kembali minuman itu kepada Salsa.
Astaga kenapa aku nggak tanya sih tadi,, main asal beli saja,, dia juga nggak bilang lagi,, ihh sengaja banget nih orang,, batin Salsa.
Raka memang tidak menyukai minuman rasa jeruk.
"Yah kamu juga nggak mau bilang kan,, jadi aku pikir kamu terima-terima saja minuman yang aku beli,, coba tadi kamu bilang,, pasti nggak akan begini,," ucap Salsa.
"Hee nyalahin aku lagi,, kamu dong yang seharusnya bertanya,, pokoknya kamu harus belikan ulang,, yang rasa apel,, pergi sana,," perintah Raka lagi.
"WHAT!!! nggak mau ahh malas banget capek tau,, aku mau pergi kalau pakai motor,," ucap Salsa.
"Berani membantah kamu yah sama BOS kamu,," ucap Raka sambil menekankan kata bos.
Salsa menelan saliva nya begitu mendengar ucapan Raka.
"Iya-iya aku pergi,, sini uangnya,," ucap Salsa lagi.
"Nah gitu,, dasar sudah pembantu ngelunjak lagi,," ucap Raka sambil memberikan uang kepada Salsa lagi.
Salsa hanya mencebikkan bibirnya lagi-lagi begitu mendengar ucapan Raka.
Selamat jalan kaki,, batin Raka.
"Pergi sana,, apalagi yang kamu tunggu,," usir Raka.
"Siapa tau kan kamu mau berbaik hati memberikan aku kunci motor,, supaya lebih cepat sampai ke mini market itu,, tanpa harus jalan kaki yang sangat lama,," ucap Salsa penuh harapan.
"Jangan mimpi kamu yah,, pergi sana lagian jalan pagi itu sehat tau,, kamu harus mencobanya,, dan nggak akan rugi juga buat kamu malahan menguntungkan buat kamu bisa membuat kamu lebih sehat,, tubuhmu segar bugar, seharusnya kamu berterima kasih sama aku,," ucap Raka.
"Isshh malas banget,, aku akan berterima kasih kalau aku nggak jadi pembantu kamu,, belum cukup juga setengah hari sudah begini amat,, batin Salsa yang mulai panik akan nasibnya selama tiga bulan ke depan.
"Kenapa diam lagi kamu,, sana cepetan,, aku haus nih,,, kalau aku mati kehausan pasti senang kan kamu,," ucap Raka.
Salsa langsung tertawa begitu mendengar ucapan Raka.
"Iyalah senang banget,, aku langsung dengerin DJ tau nggak,," ucap Salsa.
"Oh begitu,, sayangnya itu nggak akan kesampaian pergi sana cepat jalan kaki,, dan nggak pakai lama, kalau haus minum saja minuman itu,,," ucap Raka lagi sambil tersenyum menjengkelkan pada Salsa.
Salsa segera berjalan ke mini market itu lagi dengan perasaan kesal yang luar biasa.
Gila banget,, aku benar-benar sangat menyesal tidak mendengarkan ucapan Ela tadi,, coba saja aku balik tadi sore atau siang pasti nggak bakalan ketemu aku sama nih orang,, batin Salsa.
"Cepetan woi jangan lama,," ucap Raka.
__ADS_1
"Tuhan dosa apa yang aku perbuat sehingga ketemu manusia seperti ini,," teriak Salsa yang masih di dengar oleh Raka.