Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Jadi pusing dan panik sendiri..


__ADS_3

Ela,, Ela kasihan banget sih kamu ponakan aku,, baru jatuh cinta tapi cowoknya aku yang ambil,, maaf ponakan ku aku mencintai Juan,, jadi aku akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan dia termasuk membuat kamu sakit hati,, tapi kalau di pikir-pikir aku nggak salah-salah amat juga kok,, aku kan hanya memperjuangkan cinta aku yang tulus pada Juan,, walaupun dengan cara licik mengadu domba kalian,, bukankah dalam percintaan memang seperti itu,, batin Syeila lalu tertawa jahat di dalam hatinya.


Syeila segera bercermin melihat penampilan dirinya di depan kaca.


"Juan,, Juan,, aku ini kurang apa sih sehingga kamu nggak suka sama aku sejak dulu,, aku ini cantik banget melebihi Ela,, dewasa juga tapi kenapa kamu mencintai Ela waktu itu,, terkadang aku heran sama mata lelaki,," ucap Syeila sambil melihat dirinya di depan cermin dari atas sampai bawah.


Setelah di rasanya cukup bercermin,,, Syeila segera mengambil kunci mobilnya lalu berjalan ke luar kamar menuju mobilnya,,, untuk segera ke rumah Ela.


Sedangkan Ela di rumahnya terus menelepon Salsa,, karena Salsa belum datang-datang juga padahal tantenya sudah mau datang,, Ela sangat malas menghadapi tantenya seorang diri,, dia takut akan khilaf dan menjambak tantenya sendiri.


Ini anak kemana sih,, kok nggak nongol-nongol,, di telfon nggak di angkat-angkat juga sama dia,, awas aja kamu yah Sal,, kalau nggak datang terus nggak ngabarin,, batin Ela.


Ela terus menelepon Salsa sampai pada akhirnya Salsa mengangkat panggilan telfon dari Ela,, karena sangat ribut.


Salsa menghentikan motornya terlebih dahulu lalu mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Halo Ela,, kenapa sih loe nelfon melulu,, ribut tau,," omel Salsa begitu mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Abis loe nggak ada kabar,,, loe lagi dimana sekarang?" tanya Ela.


"Gue lagi di jalan nih mau ke rumah loe tau nggak,, pakai nanya lagi loe,," sewot Salsa.


Ela langsung tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Salsa.


"Oh lagi mau ke rumah gue,, seharusnya loe bilang dari tadi biar gue nggak telfonin loe melulu,, masih jauh nggak? tante gue udah mau kesini nih," ucap Ela.


"Udah nggak jauh lagi kok,, sekali tanjakan lagi,, makanya tutup telfonnya dan nggak usah nelfon lagi,, biar gue cepat sampai di rumah loe,," ucap Salsa.


Idihh sejak kapan di dekat rumah gue ada tanjakan,, ada-ada saja nih anak,, tapi udahlah iya kan saja biar dia cepat sampai,, batin Ela.


"Oke deh,, hati-hati loe,," ucap Ela lagi.


"Iya,," ucap Salsa.


Ela segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa begitu mendengar ucapan Salsa. Ela duduk santai sambil menunggu kedatangan Salsa.


Tak lama Salsa sampai ke rumah Ela,,, seperti kata dia tadi kalau dia sudah dekat dengan rumah Ela.


Hemm masih kosong pasti tantenya Ela belum sampai nih di rumah Ela,, syukur deh gue duluan,, coba kalau tante Ela duluan pasti Ela bakalan ribut lagi karena gue yang datang terlalu lama,, batin Salsa sambil melihat di sekitar rumah Ela,, belum ada mobil yang parkir jadi dia sangat yakin kalau tante Ela belum sampai ke rumah Ela.


Setelah Salsa memarkirkan motornya,, dia segera masuk ke dalam rumah Ela.


Pelayan di rumah Ela mengernyitkan dahinya begitu melihat Salsa lagi,, karena Salsa baru saja pulang pagi tadi dan sekarang dia datang lagi,, tidak seperti biasanya.


"Bi,, Ela dimana?" tanya Salsa kepada pelayan yang ada di rumah Ela,, karena dia juga sudah sangat akrab kepada pelayan-pelayan itu.


"Di kamarnya yah?" tanya Salsa lagi.


"Tidak,, dia lagi ngemil sambil nonton siaran televisi,,, apa ada yang Non lupakan? sehingga datang lagi,," tanya pelayan itu.


"Oh nggak kok bi,, nggak ada yang aku lupakan,, aku hanya sengaja saja datang lagi,, mau ketemu dengan Ela,,, aku ke tempat Ela dulu yah bi,," ucap Salsa sambil tersenyum ramah kepada pelayan itu.


"Oh iya Non,," ucap pelayan itu sambil tersenyum ramah juga.


Lalu Salsa segera berjalan menuju ke tempat Ela yang sedang ngemil santai sambil nonton,, Salsa sudah tau betul dimana keberadaan Ela tanpa perlu bertanya lagi kepada pelayan.


"Woi makan terus loe,, nggak takut gemuk apa,, terus kak Juan bisa-bisa ninggalin loe dan lebih memilih bersama wanita lain yang nggak gemuk,," ucap Salsa tiba-tiba sambil mengambil cemilan yang di pegang Ela.


Ela terlonjak kaget karena kedatangan Salsa yang tiba-tiba,, dia segera mengelus-elus dadanya karena terkejut. Sedangkan Salsa hanya nyengir sambil mengunyah cemilan Ela.


"Sal,, loe mau buat gue mati mendadak yah? kaget gue tau nggak,, tega amat loe,," ucap Ela sambil melihat Salsa dengan tatapan kesalnya.


"Sorry,, abis gue lihat loe serius amat ngemilnya sambil nonton,, nggak takut gemuk apa loe? cowok itu kebanyakan nggak suka sama cewek gemuk,, mereka itu suka sama cewek yang langsing seperti papan tripleks,, dan tidak menutup kemungkinan kak Juan juga suka sama cewek yang body nya seperti papan tripleks,, jadi loe harus menjaga berat badan loe," ucap Salsa.

__ADS_1


"Idihh loe salah tau nggak,, buktinya kak Juan tergila-gila sama gue yang body begini,, yang body aduhai begini itu lebih bagus daripada body papan tripleks,, ini daya pikatnya gue,," ucap Ela sambil menaik-turunkan kedua alisnya dan melihat Salsa.


"Balikin cemilan gue Sal,, loe pergi ambil sendiri sana,," ucap Ela sambil mendekati Salsa.


"Ihh Ela,, ini buat gue aja,, loe yang pergi ambil sendiri sana,, kan ini rumah loe,, nggak menghargai tamu banget di perintah-perintah,," ucap Salsa.


"Justru karena gue menghargai loe jadi loe nggak usah makan sisa gue,, loe ambil yang lain sono,,, masih banyak tuh,," ucap Ela juga.


"Loe dong yang ambilin gue,, masa nyuruh gue ambil sendiri,," ucap Salsa lagi tak mau kalah.


"Astaga Salsa,," teriak Ela lalu segera pergi mengambil cemilan daripada rebutan dengan Salsa.


Salsa hanya tertawa saja begitu melihat Ela yang mau mengalah.


Tak lama Ela kembali dengan membawa cemilan yang banyak dan juga minuman untuk Salsa.


"Ela emang terbaik banget,, pantas saja kak Juan tergila-gila sama loe,," ucap Salsa yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Ela.


"Lah kenapa loe?" tanya Salsa sambil mengernyitkan keningnya bingung.


"Loe jangan ngomong sembarangan dong,, jangan sampai tante gue dengar,, dia kan mau kesini dan dia juga pasti main masuk ke dalam rumah langsung,,, kalau dia nggak sengaja dengar hancurlah rencana aku dengan kak Juan,," ucap Ela pelan di dekat Salsa.


"Oh iya juga yah,, sorry lupa gue,,, jadi kita mau apain nih tante loe?" tanya Salsa dengan ucapan pelan.


"Yah kita buat dia kesal lah,, tapi jangan juga sampai ketahuan,,, pokoknya kita buat aja dia itu di lema gitu,,, kan kak Juan baik-baik tuh sama dia,, yah kita buat aja seakan-akan kak Juan juga baik sama aku di belakang dia biar dia pusing,, tapi aku bakalan sok-sok nutup-nutupin gitu,, kalau perlu kita gangguin juga tanteku itu,, pokoknya loe ikutin aja gue,,, ingat aja intinya jangan sampai ketahuan,, aku pengen banget ngerjain tante aku itu,," ucap Ela lalu tertawa.


"Oh asik dong,, gue senang nih kalau yang kayak gini,, tapi ngomong-ngomong kasian yah tante loe,, yang menghalalkan segala cara hanya untuk bersama dengan kak Juan,, bahkan mengadu domba kalian juga,,, eh sekarang mau di balas,," ucap Salsa.


"Lah iya sih,," ucap Ela.


"Tapi mau gimana lagi,,, itu sudah keputusan dia,, jadi keputusan gue juga balas perbuatan dia,," ucap Ela lagi.


"Ehh tapi udah bahas dia,, nanti dia datang lagi dan dengar semuanya,, kita ngemil aja sambil nunggu target datang,," sambung Ela lagi.


Tak lama Syeila pun sampai di rumah Ela,,, dia mengernyitkan dahinya begitu melihat motor Salsa.


Motor siapa nih? Aku pikir dia hanya sendirian aja di rumah,, sepertinya dia ada temannya,, tapi nggak penting lah,, yang penting aku harus pamer dulu sama Ela,,, biar dia sadar diri kalau dia tidak akan pernah bersama dengan Juan atau mendapatkan hati Juan,,, karena sekarang Juan sepertinya sudah mulai menyadari kehadiran aku,,, dan mulai melupakan Ela,, sebentar lagi aku akan bersama Juan,, batin Syeila sambil tersenyum sinis.


Syeila segera berjalan masuk ke dalam rumah Ela.


Pelayan yang melihat Syeila langsung tersenyum pada Syeila dan Syeila pun juga begitu,, mereka sudah sangat tau Syeila.


"Non,, mau ketemu dengan Non Ela?" tanya pelayan itu.


"Iya bi,, tapi sepertinya dia ada teman yah sekarang?" tanya Syeila.


"Oh iya Non,, mereka sekarang lagi nonton,, dia lagi bersama teman sekolahnya Non,," jawab pelayan Ela.


"Oh,, ya udah aku ke tempat mereka dulu,," ucap Syeila.


"Iya Non,," ucap pelayan itu.


"Oh iya bi,, temannya cowok atau cewek yah?" tanya Syeila penasaran.


"Cewek Non,," jawab pelayan Ela.


"Oh aku kirain cowok bi,, nggak modal banget kalau cowok naik motor,,, seharusnya kan naik mobil,," ucap Syeila.


"Bukan kok Non,, ada yang habis kesini cowok ganteng banget Non sepertinya mereka dekat dan juga mobilnya bagus,, memang Non Ela sekali bawa cowok ke rumah nggak salah Non,, cowok itu juga terlihat sudah sangat mapan Non" ucap pelayan itu yang memang sudah dekat juga dengan Syeila jadi dia biasa saja kalau berbicara dengan Syeila.


Syeila langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan pelayan Ela.


Apa mungkin yang bibi maksud adalah Juan,, karena Juan kan habis mengantar Ela pulang waktu itu,, Juan memiliki semua kriteria yang di sebutkan sama bibi,,, hemm iya sudah pasti itu Juan,, sayangnya yang akan bersama pria itu aku bi,,, dia hanya mengantar Ela saja waktu itu,, batin Syeila,, yang salah paham,, karena sebenarnya yang di maksud pelayan Ela sewaktu Juan mengungkapkan perasaannya pada Ela.

__ADS_1


Ela yang mendengar semuanya tampak panik,,, dia takut pelayannya akan secara tidak sengaja memberitahukan semuanya pada Syeila.


Duhh aku lupa kalau di rumah ini ada mereka juga yang lihat kak Juan ketika ke rumah,,, seharusnya aku beritahu mereka dulu sebelum tante Syeila datang tadi,,, huff semoga saja nggak ketahuan,, batin Ela,, yang tidak sengaja mendengar semuanya karena tadi sebenarnya dia ingin melihat Syeila sudah datang atau belum,, tapi malah dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Syeila dan pelayan yang ada di rumahnya.


"Pasti itu bukan siapa-siapa bi,, aku ke tempat Ela dulu yah,," ucap Syeila lalu segera berjalan ke tempat Ela nonton bersama Salsa.


Hufft aman-aman,,, untung saja dia nggak tanya macam-macam,, kalau sampai itu terjadi,, ketahuan lah sudah,, batin Ela sambil berlari ke dekat Salsa dan berpura-pura sedang nonton.


"Loe kenapa sih Ela?" tanya Salsa heran.


"Udah diam aja,, tante gue udah datang,," ucap Ela.


"Haa beneran?" tanya Salsa.


"Iya beneran,,, udah pura-pura aja kita lagi serius nonton siaran televisi,," ucap Ela.


"Oke,," ucap Salsa.


Tak lama Syeila pun datang ke dekat Ela dan Salsa.


"Ada teman kamu ternyata sayang,," ucap Syeila.


Ela dan Salsa pun langsung melihat ke arah Syeila.


"Ehh tante udah datang ternyata,," ucap Ela sambil tersenyum manis yang dia paksakan.


Salsa juga tersenyum pada Syeila dan Syeila pun begitu.


Oh jadi ini tantenya Ela yang suka banget sama kak Juan,,, tapi kak Juan malah lebih suka sama ponakannya yaitu Ela,, emm nggak salah sih pilihan kak Juan,, lebih bagus dia milih Ela saja yang masih muda dan juga cantik,,, ehh tapi Ela nggak boleh tau kalau di dalam hatiku aku akui dia cantik nanti dia bakalan berlebihan lagi,, batin Salsa.


Syeila dan Salsa berkenalan lebih dulu.


"Emm tante aku buatin minuman dulu yah buat tante,," ucap Ela sekaligus dia ingin memberitahukan kepada pelayan di rumahnya agar jangan membahas tentang cowok yang habis datang ke rumahnya kepada Syeila.


"Loh kok kamu yang buatin kan ada bibi,, biar bibi aja,, kamu disini aja bersama tante dan teman kamu sayang,," ucap Syeila.


Hemm Ela,, Ela belum juga aku berkata apa-apa kamu sudah mau main pergi-pergi aja,, kamu pasti sengaja kan karena tidak mau mendengar tentang Juan,, batin Syeila.


"Biar aku saja tante,, aku ingin buatin minuman buat tanteku yang sebentar lagi akan menikah mungkin,, karena mendengar dari ucapan tante sepertinya hubungan kalian sudah benar-benar serius,," ucap Ela.


"Oh ya udah kalau begitu sayang,, kalau kamu inginnya seperti itu,, tapi tante nggak enak loh sebenarnya kamu yang buatin sayang minuman untuk tante," ucap Syeila lagi.


"Nggak apa-apa kok tante,, aku ke dapur dulu yah,, Sal loe disini aja,," ucap Ela.


"Iya gue disini aja,, malas juga gue mengikuti loe,," ucap Salsa sambil melihat Ela.


"Oke,," ucap Ela lalu segera ke dapur cepat.


"Kamu teman sekolah Ela yah?" tanya Syeila kepada Salsa.


"Iya tante,,, aku boleh panggil tante juga kan sama seperti Ela?" tanya Salsa.


"Iya boleh kok,, aku mau tanya sesuatu sama kamu,, bisa tidak?" tanya Syeila.


Lah mau tanya apa yah nih tantenya Ela sama gue,, batin Salsa.


"Tentu bisa dong tante,, mau tanya apa tante?" ucap Salsa.


"Ela ada dekat nggak sama cowok?" tanya Syeila.


"Oh itu iya ada,, belum lama ini mereka dekatnya,,, cowoknya ganteng dan mapan banget loh tapi aku nggak tau namanya,, mereka belum pacaran juga sih hanya baru dekat saja,, katanya Ela cowok itu ada pacarnya,, hanya sepertinya dia ingin tes deketin pacar orang gitu,, lagian Ela udah suka sejak dulu sama cowok itu,, dan cowok itu juga welcome aja sama Ela,, makanya Ela semakin semangat gitu tante,," jawab Salsa.


Apa!!! ini gimana sih,, siapa pria itu,,, dari ciri-cirinya seperti Juan tapi Juan katanya nggak mau lagi mengharapkan Ela,,, dia juga sudah sangat berubah padaku,, sekarang dia lebih baik lagi sama aku,, batin Syeila,, yang tadinya berniat datang mau buat kesal Ela sekarang dia malah jadi pusing dan panik sendiri.

__ADS_1


__ADS_2