Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Syeila pun dengan terpaksa mengiyakan,,,


__ADS_3

Duh kok perasaan aku nggak enak yah,, tapi nggak mungkin juga kan tantenya Ela sampai segitunya pada Ela,, massa sih minuman itu sudah ada racunnya,, nggak mungkin kali yah,, batin Salsa yang dilema.


Para pelayan yang melihat Salsa langsung tersenyum pada Salsa.


"Apa benar tadi tantenya Ela buat minuman sendiri?" tanya Salsa lagi kepada salah satu pelayan.


"Iya Non,, padahal sebenarnya itu tugas kami, hanya tadi dia mau buat sendiri sih," ucap salah satu pelayan yang memang sebenarnya tadi ingin membuatkan Syeila minuman,, namun Syeila tolak.


"Oh gitu,, dia maksa nggak?" tanya Salsa lagi lalu segera minum air putih.


"Emm gimana yah cara menjelaskannya,, intinya tadi dia mau buat sendiri Non minumannya,," ucap Pelayan itu lagi.


Sementara di kamar Ela.


Ela benar-benar merinding melihat kedatangan tantenya,, entahlah kata-kata Salsa selalu terbayang-bayang apalagi melihat Syeila yang berpenampilan tidak seperti biasanya,, membuat Ela bergidik ngeri sendiri.


"Ada apa Ela?" tanya Syeila sambil tersenyum lembut pada Ela.


"Emm nggak apa-apa kok Tante,," ucap Ela cepat.

__ADS_1


"Oh iya, kok Tante repot-repot sih bawain aku dan Salsa minuman,, kan kita bisa ambil sendiri,, Tante nggak perlu repot-repot," ucap Ela lagi.


"Tante nggak ketemu Salsa tadi di luar?" ucap Ela lagi.


"Nggak apa-apa kok,, tante nggak repot sama sekali sayang,," ucap Syeila lagi sambil tersenyum.


Karena aku mau kamu tidak ada lagi di dunia ini Ela,, jadi aku nggak akan merasa repot sama sekali,, batin Syeila.


"Aku juga tadi bertemu teman kamu," ucap Syeila lagi.


"Oh iya diminum sayang,," ucap Syeila lagi.


Syeila dengan segera memberikan minuman yang dibuatnya kepada Ela. Ela pun mengambil minuman itu sambil tersenyum pada Syeila.


Hingga ketika Ela mau meminumnya tiba-tiba Salsa masuk.


Ela pun tidak jadi meminum minuman buatan Syeila yang sudah dia campurkan dengan racun.


Syeila tampak sangat kesal melihat Ela yang tidak jadi minum,, namun dia juga tidak mau terlihat mencurigakan,, Syeila berusaha untuk sabar.

__ADS_1


"Kenapa Sal?" ucap Ela sambil melihat Salsa dan menyimpan minumannya.


"Nggak kenapa-kenapa,, ada sesuatu nih yang mau gue beritahu loe,, tapi nggak enak ada Tante loe," ucap Salsa lagi.


"Emangnya apaan sih?" tanya Ela penasaran.


"Katakan saja Salsa, nggak apa-apa kok," ucap Syeila juga sambil menahan marahnya.


"Nggak jadi deh,, nanti aja,," ucap Salsa lagi sambil melihat minuman yang dibawa oleh Syeila.


"Emm gimana kalau sekarang aja kita milih-milih bajunya Ela,, kan udah nggak lama lagi malam,, iyakan?" ucap Salsa lagi.


"Oh iya boleh juga,, tante bantuin kita yah milih baju," ucap Ela lagi.


Syeila pun dengan terpaksa mengiyakan sambil merasa kesal pada Salsa.


Salsa tampak keringat dingin sambil merasa lega karena dia datang tepat waktu,, untuk menggagalkan rencana Syeila.


Ya ampun hampir aja aku kehilangan sahabat aku,, gila yah tantenya Ela segitu jahatnya dia,, kok dia bisa berniat membunuh Ela dengan racun,, dia nggak mikir panjang emang,, astaga semoga aku nggak punya tante seperti ini,, aku harus menemukan kesempatan buat memberitahukan Ela,, kalau sekarang aku beritahu takutnya tantenya ini langsung nekat berbuat jahat,, batin Salsa yang benar-benar sangat shock begitu melihat botol racun di tempat sampah,, sebenarnya Salsa hanya iseng-iseng saja memeriksa tempat sampah siapa tau dia menemukan sesuatu seperti adegan-adegan yang sering ditontonnya di televisi,, dan ternyata dia memang menemukan botol racun beneran.

__ADS_1


__ADS_2