Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ngomel-ngomel...


__ADS_3

"Benar-benar sial ternyata bocah itu belum mati padahal aku sangat berharap bocah itu mati,," omel Cika kepada orang suruhannya yang sedang bersama Cika untuk menuju ke tempat Kenan.


"Bos,, sebaiknya bos istirahat saja dulu,, karena untuk sampai ke sana membutuhkan waktu berjam-jam sedangkan kita baru mau naik pesawat,," ucap pria itu.


"Hmm gimana bisa istirahat,, Kenan saat ini sedang mencari bocah itu,, yang menandakan bocah itu masih hidup,, aku benar-benar tidak terima ingin rasanya melihat bocah itu mati,," ucap Cika.


"Belum ajal bos," ucap pria itu yang malah keceplosan lalu langsung menatap Cika yang saat ini sedang marah.


"Maaf bos," ucap pria itu lagi menyadari kesalahannya.


"Hmm untung saja saat ini kamu masih berguna untukku,, kalau tidak maka kamu pasti sudah tiada lagi di dunia ini," ucap Cika penuh kekesalan.


Sementara di kamar hotel...


Friska dan Kenan telah selesai makan dan bahkan Friska telah meminum obat juga. Sejak tadi Kenan terus menatap istrinya yang makan sangat lahap hingga setelah makan pun Kenan terus menatap Friska sambil tersenyum manis pada istrinya.


Friska benar-benar merasa horor dengan tatapan Kenan padanya,, Friska merasa Kenan akan menggempurnya lagi karena melihat Kenan yang tampak lebih bertenaga saat ini apalagi dengan senyum Kenan yang terlihat sangat mesum dimata Friska.


Nggak nyangka kita masih bisa seperti ini sayang,, sewaktu kecelakaan itu aku benar-benar takut kita tidak bisa bersama lagi,, kali ini aku tidak akan pernah lalai lagi dalam menjaga mu,, cukup kita kehilangan calon anak kita satu kali,, kali ini aku tidak akan pernah membiarkan terjadi sesuatu lagi padamu,, batin Kenan yang memang benar adanya karena saat ini penjagaan ketat sudah Kenan siapkan.


"Sayang kemarilah," ucap Kenan sambil menunjuk pahanya agar Friska duduk di pahanya.


Friska tidak juga melangkahkan kakinya merasa horor dengan perintah Kenan.


"Istriku sayang,, mau Dafa kenapa-kenapa?" ancam Kenan lagi. Dan Friska segera mendekat kepada Kenan,, duduk di paha Kenan.

__ADS_1


"Kamu tuh mengancam terus,, katanya cinta sama aku tapi kamu selalu mengancam ku," ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.


Kenan sejauh ini memang sangat lembut dan romantis pada Friska, bahkan setelah percintaan panas mereka,, Kenan pasti mengucapkan "aku sangat mencintaimu istriku" membuat Friska berpikir bahwa Kenan mungkin memang sangat mencintai dirinya. Tapi kembali lagi Friska tidak ingin terlalu berani pada Kenan mengingat kata-kata Dafa,, Friska benar-benar bingung saat ini siapa yang harus dipercayainya.


Kenan langsung mengecup bibir Friska yang sedang cemberut.


"Memang aku sangat mencintai mu,, mengancam mu juga karena aku sangat mencintai mu istriku,," ucap Kenan setelah mengecup bibir Friska.


Friska tersenyum malu-malu,, entah keberanian darimana Friska melingkarkan kedua tangannya pada bagian leher Kenan. Meksipun Friska merasa tidak boleh terlalu berani pada Kenan tapi entah mengapa dia sangat nyaman bersama Kenan dan terkadang tidak takut sama sekali.


Sedangkan Kenan sangat menyukai tingkah istrinya yang seperti ini,, sejak dulu memang Friska selalu manja padanya,, dan Kenan juga tidak pernah keberatan dengan istrinya yang manja padanya.


Kenan melingkarkan tangannya pada pinggang Friska membawa tubuh Friska agar lebih dekat lagi padanya.


Friska melongo karena Kenan bisa mengetahui maksudnya.


Lagi-lagi Kenan mengecup bibir Friska.


"Ayo katakan kamu mau apa sayang?" ucap Kenan lagi.


"Emm kok kamu bisa tau yah? itu loh aku ingin keluar jalan-jalan,, massa di dalam kamar terus,, ayo kita keluar jalan-jalan yah?" rengek manja Friska pada Kenan.


"Rayunya pakai kata sayang dong," ucap Kenan lagi yang membuat Friska lagi-lagi tersenyum malu.


"Emm sayang keluar jalan-jalan yuk,, mau yah sayang?" rengek Friska lagi,, Friska memang sengaja ingin keluar jalan-jalan karena takut digempur Kenan lagi. Bisa-bisa dirinya akan susah jalan karena sakit pinggang.

__ADS_1


Kenan langsung mencium bibir Friska,, sudah lama tidak mendengar istrinya merayu dirinya seperti itu,, hingga begitu mendengarnya Kenan sangat bahagia. Namun Kenan tidak mungkin membawa Friska keluar jalan-jalan,, Kenan memikirkan kesehatan istrinya dan juga Kenan memang sedang fokus di dalam kamar saja membuat anak dengan Friska.


"Sayang kita tidak bisa keluar jalan-jalan karena baju mu,, lihatlah kamu sangat sexy mana mungkin aku membiarkan orang lain melihat dirimu seperti itu,," ucap Kenan sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Friska yang berubah kesal,, namun menggemaskan dimata Kenan.


"Ishh,, kamu kan orang kaya,,, massa baju aja nggak bisa beli," omel Friska.


"Uangku hanya cukup beli lingerie saja istriku,, lebih baik kita buat anak saja sayang,, dapat pahala,, dan supaya ada hasilnya juga kita enak-enak di Negara ini,, siapa tau saja kan nanti anak kita mirip dengan oppa-oppa mu itu," ucap Kenan lalu membawa Friska ke ranjang,, Kenan sangat mengingat betul kesukaan istrinya itu.


Friska tidak dapat berbicara apa-apa lagi karena Kenan sangat pandai membuat dirinya melayang dan keenakan hingga berakhir pasrah saja melayani Kenan. Lagi-lagi Kenan memasuki Friska.


##################


Setelah berjam-jam perjalanan akhirnya Cika sampai juga,, sementara Kenan yang mendapatkan telepon dari anak buahnya tentang kedatangan Cika lebih memilih membawa istrinya pulang,, Kenan tidak ingin istrinya bertemu dengan perempuan gila seperti Cika disaat istrinya hilang ingatan seperti sekarang.


Friska yang tadinya senang karena Kenan membelikan dirinya pakaian,, seketika langsung ngomel-ngomel begitu tau ternyata Kenan akan membawa dirinya pulang,, Friska pikir akan di bawa jalan-jalan.


"Katanya uangnya tidak cukup nyatanya dibelikan juga,, ehh begitu sudah dibelikan malah di ajak pulang, kirain mau di ajak jalan-jalan,,," omel Friska sambil menghentakkan kakinya kesal.


Friska sudah nyaman bersama Kenan hingga tidak takut lagi jika bersikap seperti tadi.


Kenan langsung tertawa gemas melihat istrinya yang sedang mengomel dengan kaki yang di hentak-hentakkan.


"Aku sangat mencintai mu istriku!!!" ucap Kenan lalu mencium bibir Friska dengan sangat lembut.


Kalimat dan ciuman itu mampu membuat pipi Friska lagi-lagi memerah,, Friska pun diam dan menuruti Kenan saja. Omelan Friska seketika menghilang yang tersisa hanyalah pipi merah merona.

__ADS_1


__ADS_2